Membeli Tiket Kereta Api Di TIKET.COM


Dulu, saya harus meluncur ke stasiun dan ikut antre panjang untuk mendapatkan tiket kereta. Beruntung, kalau bisa dapat tiket dengan cepat. Kalau ternyata antrinya lama, ya siap-siap aja pegal berdiri menunggu giliran. Sekarang? Nggak lagi dong. Kan bisa beli tiket secara online. hehe.

Awalnya saya membeli melalui website resmi kereta api, tapi karena waktu itu website nya sering trouble, saya pun beralih menggunakan situs penjualan online lain. Salah satu situs penjualan tiket online yang pernah saya coba adalah tiket.com.

Ini ketiga kalinya, saya memesan tiket kereta api di Tiket.com. Saya merasa sangat dimudahkan sekali bersama Tiket.com ini. Di situs ini, kita bisa memesan semua tiket (ekonomi, bisnis dan eksekutif) untuk semua stasiun di Indonesia dengan cara online. Tampilannya pun lebih menyenangkan dan mudah dipahami untuk orang awam. Kita bisa memesan tiket kereta baik di websitenya atau melalui mobile aplikasi di handphone mulai dari 90 hari sebelum rencana keberangkatan. Ini berguna banget buat yang mau mudik, sudah bisa pesan tiket jauh-jauh hari ya.

Proses pemesanan tiketnya pun gampang banget. Begini caranya :

  1. Buka http://www.tiket.com/ dan pilih menu kereta api. 2
  2. Isi asal dan tujuan keberangkatan, beserta tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang. Kalau mau pesan tiket kereta sekalian untuk pulang pergi, perlu ditambahkan informasi tanggal kepulangan.
  3. Ada banyak pilihan kereta api dengan variasi harga. Misalnya, tiket kereta eksekutif Jakarta-Surabaya. Untuk kereta Sembrani atau Argo Anggrek disediakan 4 pilihan harga tiket. Dimulai dari Rp.375.000,- , Rp.410.000,- , Rp.450.000,- dan Rp. 485.000,-. Biasanya jika memesan tiket dari jauh-jauh hari, kita masih bisa mendapatkan tiket dengan harga yang paling murah. Beruntung, kali ini saya bisa mendapatkan tiket eksekutif seharga Rp.375.000,- . Mirip seperti pesan tiket pesawat ya? Hehe.3
  4. Setelah itu,Isi informasi pemesan dan penumpang di menu profile, seperti nama lengkap, nomor identitas (KTP/SIM/Paspor) dan nomer telepon. Kalau kita sudah jadi member, cukup login saja karena otomatis, data profile akan terisi.5
  5. Bagian yang paling menyenangkan buat saya adalah saat memilih kursi. Hehe. Kalau pilih kursi di pesawat, ada beberapa maskapai yang kena charge tambahan kan? Kalau pesan tiket kereta, bisa dilakukan gratis. Hihi. Saya memilih di gerbong satu dengan lokasi tempat duduk di tengah-tengah dan dekat jendela. Pertimbangannya, karena gerbong kereta satu ada di paling depan jadi lebih anteng.11
  6. Bagaimana jika kita salah melakukan pemesanan? Jangan kuatir. Di Tiket.com sudah disediakan menu untuk pembatalan. 15
  7. Selesai. Dan lakukan pembayaran. Tiket.com menyediakan berbagai pilihan pembayaran, seperti melalui kartu kredit, ATM Transfer, Cimb Cilcks, Klik BCA, ATM BCA, mandiri Clickpay, Transfer Online & M-Banking, Epay BRI, dan BCA KlikPay. Untuk ini, kita diberi waktu sekitar 1 jam untuk pembayaran.  13
  8. Saya sendiri memilih pembayaran menggunakan KlikBCA. Untuk pembayaran melalui KlikBCA, kita akan diminta memasukkan user ID Klik BCA. USER ID ini diperlukan oleh Bank BCA untuk konfirmasi Order di Tiket.com.14
  9. Lalu, kita lanjutkan pembayaran melalui layanan e-banking BCA. Panduannya sudah disediakan seperti gambar di bawah ini.6
  10. Setelah pembayaran selesai, kita akan mendapatkan kode booking melalui SMS dan Email. Kode booking ini digunakan untuk mencetak tiket di stasiun saat mau berangkat nanti. Kita bisa mencetak tiket, maksimal 1 jam sebelum keberangkatan. Kalau sudah mendapat kode booking, berarti pemesanan kita sudah selesai diproses. Tinggal menunggu hari keberangkatan aja.

8

Gimana? Gampang banget kan. Hehe.

signRewinnita

Citarasa Bandung di Madtari & Bakso Enggal Malang


Akhirnya, kesampaian juga singgah ke madtari. Saya pikir tulisannya Matari, tapi ternyata tulisan yang bener adalah Madtari. hehe. Dan penampakannya seperti rumah kafe sederhana tapi besar.Ehm. ya gitu deh. Dimulai dari tempatnya, lebih aman dari hujan ya. Karena tempatnya seperti teras yang diberi atap dan dikasih kursi & meja banyak. Yang dateng, lebih banyak anak-anak muda kali ya (seperti saya, saya yang muda dan bahagia. *skip*).

Madtari bukan Matari
Madtari bukan Matari

Madtari Bandung, l0kasinya di Jl. Rangga Gading, tapi jangan tanya saya dimana itu (karena saya cuma jadi penumpang dalam satu mobil, dan terlena dengan suasana malam bandung yang nyahok ciamik). Saya tahunya lumayan deket sama hotel. Saya stay di hotel Holiday Inn Bandung (hotelnya oke lho). Jalan kaki bisa ga? Ga tau juga. Karena saat itu, posisi saya agak semriwing-semriwing separuh merem -ngantuk men-), jadi nggak lihat jalan-jalannya mana aja.

Untuk makanannya, kita pesen menu roti susu blueberry pisang coklat keju dan roti kacang coklat pisang keju. Dimakan oleh 6 orang, dan nggak habis. -___-.  Sebenernya nggak besar sekali rotinya, tapi lebih eneg ya. Apalagi sebelum kesini, kita udah makan bakso. (*bakso malang enggal -enak-, cerita bakso lanjut di bawah). Seperti yang dibilang sama temen-temen yang udah pernah kemari, “rotinya nggak kelihatan. Itu sih bukan roti keju , tapi keju roti.” Yap. Taburan kejunya itu berlebihan banget. Banget.

keju rasa roti
keju rasa roti

Buat temen-temen bandung mungkin enak dan suka ya, dilihat dari pengunjungnya yang banyak. Tapi buat saya, biasa aja sih dari segi rasa. Saya lebih suka roti bakar eddy, hehe. Untuk minumnya, saya pesen susu jahe. Dan manis banget. 😦 Nggak cocok juga, karena saya nggak suka minuman terlalu manis. Jadi , kesan dari Madtari adalah…. lumayan dari segi tempat dan bersih, tapi dari segi rasa… agak eneg dan biasa aja rotinya. Saya belum coba indomie keju, yang konon katanya taburan kejunya melimpah ruah juga sampe mie nya nggak kelihatan. Karena udah terlanjur *biasa* duluan sama roti-nya, dan perutnya mau meletus (*dorr!) jadi nggak minat buat lanjut ke menu mie dan lain-lain.

server your self
service your self

Sebelum ke Madtari, kita sempetin nyoba bakso enggal Malang yang katanya enak. Kesan pertama denger, Bakso Malang, saya agak nggak nafsu buat kesana. Jauh-jauh ke Bandung, buat makan bakso Malang? Hello…. (*tepok jidat). Tapi karena laper, dan temen-temen interest buat kesana jadi saya ikut deh. Begitu sampai di tempat, masuk ke tempat makan, kita bisa langsung ambil baksonya. Dengan varian bakso, gorengan, pangsit, tahu, bakso goreng, bakso kasar, bakso halus. Dimodel seperti prasmanan gitu. Setelah itu, mangkok kita dilihat sama mbak-mbak yang jaga bakso buat dihitung berapa totalnya dan mbak-mbak itu juga yang nuangin kuahnya. Sementara saya bayar ke kasir, pramusaji mengantarkan makanannya ke meja.

kalap sama bakso
kalap sama bakso

Saya ambil, satu pangsit goreng, satu pangsit panjang goreng, satu bakso goreng, satu pangsit, satu tahu (tumben-tumbenan kan saya mau makan tahu, sekali lagi karena laper dan pengin nyobain), dua bakso kasar, dua bakso halus, dan tiga bakso kecil. Hahahah..banyak ya makannya. Plus satu fruit tea. Total habis, 26.300. Murah? Mahal? Ya, so so lah.

Dan ternyata, emang enak. Hehe. Suapan pertama oke. Lanjut ke suapan kedua, makin oke. Lanjut ketiga kalinya, tambah enak. Sampe di suapan terakhir, saya pun kenyang. Kesan di bakso enggal Malang ini, 90% mirip sama rasa bakso Malang di Malang. Dan, lumayan ngobatin kangen saya sama bakso mantap khas Malang. Saya kasih rekomen deh buat nyobain bakso ini. Kalau untuk roti madtarinya, mending ke roti bakar eddy aja kali ya. Hohoho.

NB : Perjalanan ke Bandung dalam rangka meeting persiapan koordinasi satelit Indonesia & Cina.  Bertempat di Hotel Holiday Inn Bandung. (daerah Dago)