Tiara – The Voice Indonesia


Lagi-lagi saya nonton gratisan. Setelah sebelumnya, saya nonton gratis Film Eropa di Europe on The Screen. (ceritanya bisa dibaca disini). Kemarin, saya nonton gratis The Voice Indonesia di salah satu televisi swasta (*sebut saja Indosiar* emang ituuu….haha). Bedanya kegratisan yang ini membawa misi khusus. Bukan datang sekedar datang. Yap. Saya datang untuk mendukung salah satu kontestan asal Suroboyooo (*aakkk….) yaitu Tiara.

Dukung Tiara
Open your ears

Body boleh gede bos, tapi suaranya…boleh diadu. Nggak percaya? Dengerin nih :

Tapi secara keseluruhan, saya menikmati semua penyanyi di The Voice Indonesia ini. Suaranya enak semua. Membawa ciri khas masing-masing, jadi walaupun lagunya udah pasaran, tapi begitu dinyanyikan oleh mereka, jadi beda gitu. Langsung terasa baru.

Awalnya, saya hampir tidak pernah melirik tayangan kontes nyanyi di The Voice Indonesia. Saya tahunya, x-factor, atau Indonesia Idol. Begitu ada kabar dari kawan, kalau Tiara ikut kontes ini, saya langsung browsing di Youtube. Dan, babababa…bibibii… enak banget suaranya.

Dan ternyata nggak cuma Tiara doang yang enak, yang lain juga enak dong. Wahh… keren-keren nih suaranya. Dibandingkan X-Factor, jujur, secara kualitas penyanyinya, saya lebih enjoy di The Voice Indonesia ini. Sesuai dengan slogannya, Close Your Eyes – Open Your Ears. (lepas dari pendukung Tiara ya, *hap… tangkap lagi, ga jadi lepas*). Mau cantik, jelek, kurus, gemuk, pendek, tinggi, yang penting itu suaranya bagus.

The Voice Indonesia lebih memfokuskan pada kualitas suara dari para kontestan. Kontestan yang lolos untuk mengikuti audisi pun juga selektif. Kualitas suara menjadi jaminan dari program pencarian bakal ini. Jadi layak jika ajang ini disebut sebagai ajang “The Real Singer”. sumber disini

The Voice Indonesia
The Voice Indonesia

Oh iya, mau tahu kisah kedatangan saya hingga sampai di Indosiar? Haha.. ini pertama kalinya bro. Pertama kali dateng ke acara kayak gini. Saya tidak sendiri. Saya ditemani, Dwi, Kusnul dan Mas Gilang. Kita udah standby di Indosiar dari jam setengah 5. Acaranya sendiri jam 8 malam. (Ehmm…kecepetan banget). Karena pertama kalinya, jadi kita udah heboh dari kos an sekitar jam 3 – setengah 4 an. Takutnya macet dan lokasi studio Indosiar di daan mogot, lumayan jauh dari tempat kita. Kita udah parno duluan, mau naik apa, turun dimana, berangkat jam berapa, gimana kalau macet, de el el.

Untuk menuju Studio Indosiar, ternyata nggak sesusah itu. Hikikik. Dari kuningan, naik busway ke arah Grogol. Turun di Grogol dan transit ke arah Indosiar. Karena kemarin, di halte Grogol antrinya panjang banget. Akhirnya, setelah turun di halte Grogol, kita berempat lanjut naik taksi. Cuma 10 ribu doang kok. Itu berarti, lokasi studio nggak jauh-jauh banget dari halte Grogol.

Seandainya, lokasi studio Indosiar di deket-deket sini, Kuningan, dan sekitarnya, pasti lebih enak ya. Haha.

Studio 5 Indosiar
Studio 5 Indosiar

Kembali lagi ke Tiara dan The Voice Indonesia. Tiara ini, adalah saudara temen saya. Karena dari Suroboyyoohh….kita-kita yang merasa jiwa Suroboyo langsung dateng dong. Apalagi gratis. (*tetep….pemicu paling kuat.) Sayangnya pendukungnya di studio ga banyak. Apalagi dibandingkan pendukung-pendukung kontestan yang lain, yang sampe heboh, bawa lampu warna-warni, pake kaos seragam, dengan pasukannya yang sampe dua bis. Tapi eh tapi..meskipun para beesties (*sebutan supporter Tiara) cuma dikit, Tiara berhasil mendapat poling sms paling banyak di coach Glen Fredly lhoo… hahaha…

Bukan parpol, bukan Pemadam Kebaran. We are beesties!
Bukan parpol, bukan Pemadam Kebakaran. We are beesties!

Nggak pa-pa juga sih nggak dateng ke studio, yang penting SMS sebanyak-banyaknya… Dan untuk pertama kalinya, saya kirim sms dukungan ke Tiara. *langsung lolos lagi!* Bukan karena sms dari saya juga sih (hahaha), pasti para beestiest di seluruh penjuru tanah air juga kirim sms. Makanya Tiara bisa terus lanjut ke babak selanjutnya.  Ketik : VOICE TIARA kirim ke 7288. Kepotong pulsa 2200 aja! Murah kan? Murah lahh…dibanding kalian yang di luar jakarta harus beli tiket pesawat, bayar penginepan, nyiapin makan, transport ke studio, dan lain-lain, berapa coba habisnya?? Mending kirim sms aja dari rumah. Yah..masing-masing kirim 100 sms lah. (*kalo saya milih dateng aja deh, karena masih di Jakarta :p).

Oh iya, buat temen-temen lain yang mau jadi supporter. Tenang aja. Kalian nggak bakal kelaperan. Karena udah disiapin pop mie , teh dan kopi oleh panitia The Voice Indonesia. Sebelum acara mulai, di luar studio,buat yang laper bisa langsung ke meja panitia dan akan diberikan pop mie, air putih, kopi, dan teh. Lumayan kan…..  Dan lagi, kita bisa jumpo sama para coach seperti Giring Nidji, Glen, Arman Gigi dan Sherina. Dan…ada Darius Sinathrya yang ganteng bangett….aahh..charming.

Ngefans banget sama Armand, ternyata dia ganteng banget aslinya!
Ngefans banget sama Armand, ternyata dia ganteng banget aslinya!
Darius Ganteng Gila!
Darius Ganteng Gila!

 

Kalau jadi supporter gini, jadi inget kontes robot. Ahh..seandaianya para supporter robot dibawa ke studio 5 indosiar, pasti langsung ramee… hahaa…. *untung udah luwes jadi supporter, gila-nya pun all out. Tiaraaa….!! aakkk…!!*

Wisata CIBODAS


Siapa yang pernah ke cibodas? Hahaha. Saya yakin, orang-orang yang tinggal di Jakarta & Sekitarnya pasti pernah kesini. Bersama Minardi & Travel, ramai-ramai kita kemari. Saya, retis, bulbul, bince, mimin, abel, mz heru, naik mobil nya mimin ngeng-ngeng berangkat jam 8 pagi dari jakarta. Tempat wisata keyen, (red.keren) yang ada di Puncak, Jawa Barat. Tema utama wisata disini, adalah main air.  Haha. Yap, kita kesana karena denger cerita dari temen-temen, kalau ada air terjun yang biutipul  (red.beautifulsekali disana.

Begitu sampe, eh ternyata lebih dari biutipul lho! Ada taman bunga-bunga meskipun sedang tidak berbunga, hiks. Jadi yang bikin indah, itu daun-nya kali ya? Ada salah seorang temen, yang ngotot banget pengin liyat bunga sakura, tapi sayang eh sayang sakura nya lagi nggak berkembang. Hahaha. Jadi, kita lihat-lihat pohon-pohon doang deh.

Air terjun nya nggak terlalu besar, (kalo dibandingan sama air terjun di cuban rondo). Menuju air terjun itu, kita harus jalan kaki dulu… Yaaa… 30 menit an kali ya. Naik-turun, belok-belok dikit. Dan, sampai dehhh…. Tapi, karena disini suasana nya tenang, dan enak jadi kita enjoy aja. Ada barisan pohon-pohon tinggi, ada rumput-rumput, jalanan setapak dibuat naik-turun, dan ada kuda juga. (Saya ingin menceritakan dengan spesial, tapi keliatan biasa-biasa aja ya? Maaf, hoho.).

Dan, baru tau lho. Ada beberapa turis arab yang kemari. Malah, lumayan banyak juga. Ada wanita-wanita bercadar sya la la la.. begitu sampe air terjun, jubah nya dilepas. Oh la la la. Si arab cowok-cowok nya malah cuma koloran doang. Oke, skip. Kebetulan, saya berkunjung kesana saat ada libur pemilihan Gubernur Jakarta gelombang dua kemarin itu tuh… Jadi, di saat orang-orang Jakarta sibuk nyoblos , kita melancong kesana. Alhasil, sepi dan nggak terlalu banyak orang deh disana. Asik kan?

Ramadhan Mubarak di Kota Orang


Nggak terasa, udah hari ke-12 puasa Ramadhan 1433H. Udah mau setengah bulan, brooo….

Saya mau sedikit cerita, tentang puasa di kos an. Puasa jauh dari rumah, tanpa sodara ya. Tapi alhamdulillah, masi ada si “autis”, si “bunda”, dan si ” zaki”, yang meramaikan puasa Ramadhan tahun ini.

Seharian kerja, nggak terasa udah sore. Sore-sore jam 4 – jam 5, saat-saat otak saya sudah mulai mengendor alias ngga bisa mikir. Kerja jadi nggak efektif deh. *Alesan! Sebut saja, saya lapar. Pulang ke kos an, nggak ada apa-apa. Mau makan, ke warung dulu. Belum dengan kemuakan-kemuakan menu di warung mbak yulzz… yg ituu – ituu baeee…. Kucing-kucing yang meraja lela. Tempat warung yang…. nggak mendukung untuk menambah napsu makan. Yang awalnya laper, jadi nggak napsu. Tapi,warung mbak yulzzz ada warung terbaik yang menyediakan makanan dengan harga muraahh sekalii. Saya biasanya cuma habis 4500/porsi. Di tempat lain, bisa sampe 10 – 15 ribu.

Lanjut ke malem, karena nggak bisa tidur… akhirnya baru bisa merem skitar jam 1 – 2 pagi. Trus jam 3.30 sudah diteriakin sama si bunda. Biasanya tiap pagi dibangunin ibu, sekarang dibangunin tangisan si zaki dan celoteh si bunda yang ehhmm…. gimana ya…. gitu deh. Hehe.

“ITAA… ITAAA…. SAHURRR…SAHURR… “, mata langsung melek begitu denger suara si bunda satu itu.

Bangun, dan bersiap menuju warung (lagi). Mau makan apa? Tergantung dari menu di warung. Tapi, kita menuju warung yang berbeda waktu saur. Sebut saja, warung bu jilbab. Masakannya lebih enak, dan harga nya lebih mahal. Tapi, demi menghindari kemuakan-kemuakan karena bosan, harga mahal sedikit nggak apa lah.

Kalau weekend, dunia terasa lebih indah. Karena, nggak harus bangun jam 8 pagi. Karena, bisa pulas tidur sampe jam berapapun. *asumsi, zaki dalam keadaan damai, alias nggak nangis! Sempat, weekend kemarin saya pulas sekali tidur sampe jam setengah 1 siang. Rasanya…. segerrr dehh… Bales dendam, karena kurang tidur di hari biasa.

Tapi, alhamdulillah.. Puasa Ramadhan tahun ini, ada si autis yang selalu meghibur dengan kebodohan-kebodohannya. Dia nggak bodo, cuma macak bodo. Bersyukurlah, karena jadinya nggak terlalu sepi. Kalau weekend, ada dua cowok yang sama sekali nggak cowok, si bebek dan dani yang slalu menemani.

Jauh dari rumah, memang sangat bebas. Saya bebas melakukan apa saja. Tapi saya juga rindu dengan keluarga. Teriakan-teriakan ibuk, sholat jamaan bareng bapak, berebut makanan sama nanda & mas pras. OMG. Sebebas-bebasnya burung, dia tetap akan pulang. Pulang ke rumah.

Karena ini, saya rindu sekali untuk puasa di rumah. Sahur di rumah. Buka puasa di rumah. Dibangunin sahur. Disiapin makanan buka puasa. Nggak perlu bingung dah, mau makan apa. Hehehe. Rumaahh… tunggu akuu….. 2 minggu lagi, ku pulang!

My everything


Family is my everything. Waktu ketemu keluarga bener-bener jadi waktu yang sangat berharga. Kapan lagi, bisa kumpul ramai-ramai. Liburan 4 hari kemarin so fun ya. Alhamdulillah. Makasih my big boss ujha, yg udah baik hati kasih ijin cuteehh… Horay horay….

Big love to my mom, dad, & big junior.