Simpatik : Jogja Juga Punya Bebek Enak


Saya pikir, juara Bebek hanya milik Surabaya seorang. Ternyata Jogja juga pun punya bebek enak. Huhu. Yang saya maksud bebek disini, khususnya Bebek goreng dengan sambal dan lalapan.

Bebek Simpatik – Pasar Kranggan

Atau lebih dikenal dengan Bebek Kranggan. Bebek Kranggan atau Bebek simpatik ini adanya di dalam pasar Kranggan. Buat kamu yang mengaku Jogjaisme, pasti tahu tempat ini. Agak ndelik tapi cukup mudah dicari karena berada di pinggir jalan raya. Tepatnya di Jl Diponegoro – Jogjakarta.

Sederhana, tapi rasanya luar biasa
Sederhana, tapi rasanya luar biasa

Ada spanduk gradasi hijau yang menempel di dinding lokasi sebagai penanda. Letaknya persis di sebelah penjual bunga-bunga (red. Bunga untuk pemakaman). Haha. Bisa dibayangkan, kita makan bebek dengan aroma bunga dimana-mana. Cukup menarik.

1

Pilihan lauk yang disajikan selain bebek, juga ada sate jeroan (ati , usus, ampela), daging ayam, tempe, tahu dan terong. Menu khas sajian penyetan ala-ala kaki lima. Tapi jangan salah, bebek Simpatik ini tidak seperti bebek pada umumnya karena bebek nya berukuran cukup besar. Lega banget lihatnya.

Kami pun memesan bebek, sate jeroan dan terong. Minumannya, seperti biasa. Es teh tawar selalu jadi andalan saya. Sambil menunggu pesanan datang, saya menikmati nuansa pasar yang ada disini. Secara bentuk memang tidak terlalu bersih, namanya juga pasar. Tapi, perduli amat. Yang penting makanan yang kami makan, bersih.

2

Tidak lama, pesanan kami datang. Fresh baru diangkat dari penggorengan sehingga mengeluarkan aroma yang luar biasa menggoda jiwa. Haha. Langsung laper bok.

3

Kami pun menikmati bebek yang nggak habis-habis dimakan. Karena memang besar, dan dagingnya banyak. Haha. Dagingnya empuk, rasanya pun gurih, bumbu meresap sampai ke tulang-tulang nya. Apalagi sambalnya memang enak dan lezat. Membuat rasa bebek yang sudah gurih menjadi lebih sedap dan pedas. Dipastikan gobyos. Haha. Untuk sate jeroannya, ehm..menurut saya terlalu berminyak. Saya nggak terlalu suka.

4
Porsi nasinya juga banyak

Bebek Simpatik disajikan dengan sambal korek yang istimewa. Nasi, lauk dan lalap nya diletakkan di piring yang sudah dialasi daun pisang. Membuat aroma menjadi lebih sedap karena berbaur dengan daun pisang. Saya hanya kurang suka dengan penyajian sambal di atas wadah kecil biasa. Menurut saya lebih afdol jika sambal dihidangkan menggunakan wadah cobek. Aha, kurang satu. Dua hal yang penting, tapi nggak ada disini. Apa itu?? Bumbu kuning dan Pete! Haha. Bumbu kuning bebek, memang jarang saya temui selain di Surabaya.

8

Bebek Simpatik buka dari jam 6 sore sampai tengah malam. Semakin malam, semakin ramai. Hihi. Saya beruntung, karena datang jam 6 tet,  menjadi pelanggan pertama di hari itu dan tidak perlu antri! Harga? Haha..karena waktu itu kami ditraktir, jadi tidak tahu pasti harganya berapa. Yang pasti tidak lebih dari 30ribu seporsi.

7

Bebek Simpatik Pasar Kranggan, menjadi idola kedua setelah bebek penyet Surabaya di hati saya. (tsaaahh..lebay).  Selamat jatuh cinta dengan bebek Kranggan!

Alamat :

Bebek Goreng Simpatik Pasar Kranggan – Jalan Diponegoro Jogjakarta

Buka dari jam 18.00 WIB.

Warung Pasta : Surga Para Pecinta Pasta


Bagi penggemar pasta, mungkin sudah tahu banyak ya tentang tempat ini. Warung Pasta. Bukan tempat makan baru, tapi baru buat saya karena baru pertama kali kesini. Oke. (Mengulang kata “baru” tiga kali. \’menunjukkan betapa baru-nya saya ke tempat ini’\)

Warung pasta yang saya singgahi, terletak di daerah Kemang. Konon katanya, Kemang adalah tempat anak-anak asik. Oke. Asik. Semoga belum terlambat untuk saya yang pengin ikutan asik. Asik.

Warung Pasta di atas, dan ada Warung
Warung Pasta di atas, dan ada Warung “Sruput” di bawah (abaikan emote yang sengaja saya pasang disitu)

Kembali ke warung pasta. Meskipun namanya “warung”, tapi tempatnya jauh dari kesan “warung”. Lalu, seperti restoran? Ehm..bukan restoran juga sih. Restoran yang agak ke-kafe-an. Haha. (apa sih?). Yang pasti, tempatnya cozy dan bikin saya betah lama-lama disana. Ada iringan musik,  yang membuat suasana malam semakin terasa syahdu. Semakin malam semakin ramai pengunjungnya. Saya beruntung karena bisa langsung masuk tanpa harus masuk ke waiting list.

BukuMenu_WarungPasta_Rewinnita

Ada berbagai pilihan pasta dan saus. Untuk pastanya kita bisa pilih spaghetti, fussili, fettucini, fresh parpadelle, penne, atau linguenne. Kita juga bisa memilih porsi makanannya, ada  S, M dan L. Semakin banyak porsinya, semakin mahal harganya. Buat kamu yang makannya sedikit, better pilih yang S. Ini pun juga cukup banyak buat saya.

BukuMenu1_WarungPasta_Rewinnita
Citarasa pizza sudah dikombinasikan dengan lidah indonesia

Nggak Cuma pasta, disini juga ada pizza dan kita sendiri bisa memilih jenis original, fluffy, atau pie. Pizza original lebih tipis dan crispy luar dalam. Fluffy memiliki tekstur pizza yang luarnya crispy namun dalamnya creamy. Sementara Pie, memiliki tekstur yang creamy luar dan dalam. Untuk pizza jenis fluffy dan pie ada tambahan charge 5 ribu dan 3 ribu rupiah. Untuk sausnya, kita bisa pilih diantara sekian banyak yang ada di buku menu.

Ya, kami cukup lama untuk memilih karena banyaknya pilihan yang wow – banyak banget dan mengundang selera. Saya memilih pasta fusilli snow white sebagai menu perdana. Kawan saya memesan Cheesy Rice. Minumnya, saya pesan special tea blend. Dan kawan saya tertarik dengan Italian chocolate.

Kami pun menunggu. Menunggu. Dan, menunggu. Saya lirik ke jam, wow..hampir 45 menit kami menunggu. Cukup lama sampai akhirnya datanglah pesanan kami.

Fusilly_SnowWhite_Rewinnita

Untuk Fusilli Snow White yang saya pesan, rasanya tidak terlalu yummy di lidah. Huhu. Sedih. Pasta ini dimasak dengan saus cream dicampur salmon asap, shrimp, clams, dan octopus. Harusnya saya mengabaikan kolesterol, dan memilih varian pasta beef yang mungkin lebih enak.

CheesyRice_WarungPasta_Rewinnita

Sementara itu, menu yang saya pikir aneh, Cheesy Rice, ternyata jauh lebih enak. Cheesy Rice ini semacam nasi yang dimasak dengan saus pasta, mozzarella, dan parutan keju.  Keju mozzarella dan pasta benar-benar bisa nyambung rasanya dengan nasi. Penyajian cheesy rice di dalam pinggan tahan panas juga lebih menarik dibandingkan fusilli snow white yang tersaji begitu saja di atas piring tanpa aksen apa-apa.

Minum_WarungPasta_Rewinnita

Untuk minumannya, special tea blend cenderung lebih segar. Ya sesuai namanya, minuman ini standard berbahan dasar teh. Tapi diberi sirup leci dan buah leci. Dan Italian Chocolate lebih kental karena ada campuran susu, coklat kental dan cream. Keduanya, sama enaknya. Recommended untuk dua minuman ini.

PizzaTunaChunk_WarungPasta_Rewinnita

Belum puas dengan obrolan seru malam Minggu, kami pun memesan lagi – satu porsi pizza original Tuna Chunk. Pizza dengan taburan tuna dan irisan cabe rawit. Haha. Baru kali ini makan pizza pakai taburan cabe rawit. Rasanya? Pun aneh dan pedas menggigit!

Harga makanan dan minuman hampir sama. Jadi? Ya, untuk segelas teh leci dan orea cream termasuk mahal buat saya. sekitar 20ribu an. Sementara harga makanan memang lebih murah, kami pesan rata-rata di bawah 30ribu an semua.

Dari 10 paling bagus, saya beri nilai 7 untuk Warung Pasta!

Alamat : Jalan Kemang Raya No. 88, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730, Indonesia

Tlp : +62 21 7193776

Promo..!!
Promo..!!
Cabang_WarungPasta_Rewinnita
Cabang Warung Pasta lainnya…

Bubur Ayam Centong Emak


Hai. Bisa dibilang, saya ini pecinta bubur ayam. Tiap hari makan bubur ayam juga ayok-ayok aja. Nggak akan bosen. Hehe. Suami yang sudah hafal kesukaan saya ini pun, merekomendasikan bubur ayam yang belum lama muncul di daerah Rungkut – Surabaya.

“Bubur ayam nya enak lho.”, kata suami meyakinkan. Alhasil, saya pun melangkahkan kaki penuh semangat menuju Bubur Ayam Centong Emak.

20150726_061048

Ya, jaraknya dekat sekali dengan rumah, jadi cukup jalan kaki saja. Hehe. Jam 6 pagi kami meluncur. Begitu tiba di lokasi, tempatnya memang terlihat agak numpang dengan depot makan lain. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk 5 – 8 orang yang ingin makan di tempat. Tidak masalah, karena rata-rata pembeli lebih suka dibungkus daripada makan di tempat.

20150726_061144

Ada empat varian bubur ayam yang ditawarkan yaitu, bubur biasa, bubur ati-ampela, bubur telor, dan bubur special. Bedanya hanya di tambahan lauknya saja. Saya dan suami sendiri memesan bubur ayam biasa. Maklum, pilihan menu-menu lainnya tidak bersahabat dengan kadar kolesterol kita. haha.

20150726_061202

Sambil menunggu, suami membaca Koran dan saya sendiri menikmati teh tawar gratis yang sudah tersaji di meja. Tidak lama, semangkuk bubur ayam datang dengan asap yang masih mengepul. Menyusul seporsi kerupuk di mangkuk yang berbeda. Humm.. yummy. Aromanya saja sudah menggugah selera.

20150726_061326

Bubur Ayam Centong Emak ini membawa cita rasa khas dari Bandung. Lumayan, temen-temen yang ngidam bubur ayam Bandung – boleh lah mampir kemari. Minimal, keturutan ngidamnya. Hehe. Meskipun penampilannya sederhana, tapi rasanya enak. Saya suka. Buburnya sendiri sudah gurih. Topping masih standard seperti bubur ayam kebanyakan. Ada suwiran ayam, irisan seledri, irisan cakue, dan bawang goreng. Hanya saja, tidak menggunakan taburan kacang  tanah, tapi kacang kedelai. Porsinya tidak terlalu banyak, tapi pas di perut.

“Enak kan?”, kata suami. Dan, saya pun mengiyakan. Buktinya, bubur ayam di mangkuk saya ludes tak bersisa. hehe

Harga? Tidak mahal. Semangkuk bubur ayam biasa hanya 8000 rupiah saja.

20150726_061124

Bubur Ayam Centong Emak siap menyambut pembeli setiap hari dari jam 05.30 pagi. Jangan siang-siang ya, karena biasanya sebelum jam 10 pagi – bubur ayam ini sudah habis. Dan, mereka belum menerima layanan delivery order. Hehe. Jadi jangan malas bangun pagi!

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba Bubur Ayam Centong Emak?

Langsung saja ke alamat ini :

Jl. Raya Rungkut Madya 85A, Surabaya (Sebelah Bank CIMB Niaga Rungkut)

Telepon : 0812-3452-4600

Bubur Ayam Centong Emak juga buka cabang di :

Perumahan Purimas, Legian Paradise H-7 / 7 Surabaya

Manja Cantik Bersama Serenity


Minggu kemarin, saya baru manja cantik seharian di salon. Nama Salonnya, Serenity Spa. Pas banget kan, sama saya yang penggemar Sailormoon. Haha. Tempatnya, di sebelah Femme fitness – persis. Oh iya, pemilik salon Serenity dan Femme Fitness ternyata masih bersaudara lho. Kenapa saya memilih salon ini? Simple. Karena dekat rumah.

Jam operasional khusus Ramdhan dari : 9.00 - 19.00 WIB

Jam operasional khusus Ramadhan dari : 9.00 – 19.00 WIB link

Menghabiskan waktu di salon seharian bisa jadi pilihan untuk menghabiskan waktu di bulan puasa. Dari pagi sampai sore, nggak berasa deh. Haha. Saya bukan pecinta nyalon macam ini. Tapi, setahun dua atau tiga kali memanjakan diri seperti ini boleh lah ya.

20150620_110856

Dengan mbak-mbak yang ramah dan berpengalaman, saya betah seharian di salon ini. Mulai dari hair colouring, manicure-pedicure, dan body scrub. Maunya sekalian facial, tapi nggak jadi karena keburu sore dan mepet sama jam buka puasa. Kenapa saya pilih perawatan itu??

1. Coloring Hair : Mulai bosan dengan warna rambut asli. Pengin ganti penampilan. Apalagi mau lebarann… yeaaayy

2. Manicure Pedicure : Kuku saya sudah mulai kayak tukang. Item dan pecah-pecah. Karena udah panjang juga, sekalian deh saya ambil perawatan kuku biar agak cantik.

3. Body Scrub : Nyetir motor di jalanan Jakarta yang jauh dari lancar, terus terang bikin badan pegel. Sekalian pijet, saya juga mau scrub badan yang udah full sama bolot.

Dan, yang menyenangkan adalah saat saya bingung mau kasih rambut dengan warna apa. Mbak (yang entah belum nanya namanya) kasih saran warna rambut yang oke. Dan, hasilnya pun oke. Top. Hehe. Sebenarnya ada 1 warna yang saya pengin, tapi sayangnya stok nya lagi kosong. Huu..

Untuk tempatnya sendiri, memang tidak terlalu besar. Model ruko dua lantai dan cukup nyaman. Untuk perawatan spa nya sendiri ada di lantai 2. Sedangkan lantai 1 khusus untuk perawatan rambut. Penataan ruangannya juga oke. Saat di ruangan lantai 2, diputar musik-musik instrument sunda. Jadi, sambil ngantuk merem gimana gitu dengerinnya. Hehe. Dan, ada shower serta bath up juga. Dan yang pasti bersih!

Harga? Uhmm…dibandingkan dengan harga Surabaya, disini lebih oke dan lebih murah ya. Bayangin, bisa waxing underarm dengan harga 30ribu rupiah saja. Bisa pijet-pijet di harga 70ribu rupiah. Dan, untuk menipedi cukup 80ribu rupiah saja.  Dengan kualitas yang sama, saya bisa habis banyak kalau nyalon di Surabaya. Fiyuhh… Maka ituu saya semakin sukaa nyalon disini…

harga

Agar bisa langsung dilayani, pastikan untuk melakukan reservasi maksimal satu hari sebelumnya. Ada beberapa pelanggan yang terpaksa tidak bisa dilayani, karena sudah full. Terlebih saat weekend.

Oh iya, yang mau tau detail tentang Serenity Spa bisa cek langsung ke Facebook nya.

Asuransi, Take it or Leave it?


Saya sedang mencari referensi tentang asuransi. Ternyata memang tidak mudah ya untuk menemukan asuransi yang pas dengan kebutuhan kita, salah satunya asuransi kesehatan. Sekitar 3 tahun lalu, saya hampir saja mau ikut asuransi. Selain karena sudah bekerja, ditambah jauh dari orang tua. Saya semakin merasa ingin melindungi diri sendiri. (#SaveMe). Lalu, saya sudah bertemu dengan agen asuransinya. Dijelaskan banyak hal tentang benefit dan simulasinya. Lalu, Sudah deal dengan jumlah premi yang akan disetor setiap bulannya.

Begitu sampai di rumah, ternyata ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Jadi, saya pun menunda untuk ikut asuransi. Selain karena, saya merasa masih muda, sehat, dan belia (ahay) ,ya, alasan besarnya karena saya jarang sakit (Alhamdulillah). Kalaupun sakit, bukan sakit yang harus dibawa ke dokter, cukup tidur di rumah saja dan sembuh. Apalagi ada Bu Dewi, ibu kos sekaligus bidan yang siap memberi obat setiap saat. haha. Atau, kalaupun saya ke dokter – sudah ada asuransi dari kantor yang meng-cover.

asuransi

Asuransi itu antara perlu dan tidak perlu. Saya sendiri juga bingung mau kembali ikut atau tidak. Kalaupun ikut asuransi sebagai bentuk investasi, saya kurang berminat. Saya lebih baik investasi yang lain saja. Kalaupun toh nanti saya ikut asuransi, satu-satunya alasan yang kuat adalah karena sehat itu mahal. Semakin kesini, biaya obat – dokter – rumah sakit, ampunn mahalnya. Setelah kejadian, ada seorang kawan yang kecelakaan dan mengalami patah tulang sehingga harus dioperasi. Tapi tidak jadi operasi, karena factor biaya yang m-a-h-a-l.

Dalam hati, sedih juga. Bagaimana kalau itu terjadi oleh saya atau suami saya?  Saya pasti mau pelayanan yang terbaik dan mboh piye carane pokoke ndang waras. Piro-piro ae tak bayar! NAH! Masalahnya, yang dibayar itu kok banyak ya? Hahaha… dan duwitnya nggak sebanyak di kalimat piro-piro ae itu.

Kalaupun ikut asuransi dengan membayar premi tertentu setiap bulannya, dan ternyata selama beberapa tahun nggak sakit apa-apa, apa duwit premi yang terkumpul bisa dicairkan? Atau anggap saja sakit, tapi kalau dihitung-hitung, biaya berobat lebih sedikit dari biaya premi yang terkumpul , apakah duwit preminya bisa susuk (*red.kembali)?

Saya membandingkan, kalau kita nabung sendiri aja. Sisihkan biaya tidak terduga atau anggap saja sebagai pengganti premi setiap bulan, untuk mengakomodir “kalau terjadi sesuatu”. Cukup kah? Wong jaman dulu aja, mbah-mbah saya juga pernah sakit dan nggak ikut asuransi pun juga baik-baik saja. hehe.

TAPI KAMU NGGAK HIDUP DI JAMAN DULU, ITA. KAMU HIDUP DI JAMAN SEKARANG. JAMAN EDAN.

Well.

Saya masih nggak tahu, mau ikut asuransi atau tidak. Cuma, memang sudah tergambar pentingnya asuransi. Tapi kalau denger cerita ribetnya ngurus klaim, ih langsung ilfil. Maunya yang gesek-gesek aja, pakai kartu. Nggak perlu ngurus reimburse. Mungkin, saya lebih tertarik ke asuransi yang berbasis syariah saja. Kalau boleh ngajuin syarat, saya sih maunya bisa memenuhi kebutuhan ini :

  1. Syariah.
  2. Mengcover segala macam pengobatan, perawatan, rawat inap, rawat jalan, operasi, tindakan dokter dan printilan-printilannya, mulai dari sakit yang paling nggak penting sampai yang paling horror. Pokoknya kalau saya sakit, tinggal ke dokter – nggesek kartu asuransi – trus ambil obat, pulang, trus bobo. Blas, emoh keluar duwit.
  3. Kalaupun rawat inap di rumah sakit, dapat fasilitas yang paling bagus. Per kamar, satu pasien. Dokternya ganteng dan handal. Susternya ramah dan keibuan.
  4. Mengcover biaya control kehamilan, melahirkan baik normal maupun Caesar, dan biaya control rutin setelahnya. Kalau ke rumah sakit, tinggal berbaring dan ngeden sambil menikmati suasana kamar macam di hotel Hyatt.
  5. Mengcover biaya check up. Seluruh body.
  6. Preminya murah. Maksimal 10% dari gaji saya. Eh ojo ding, 5% wae lah nek iso. (medit)
  7. Ga pakai ribet, klaim nya.

Ada kah asuransi yang bisa memenuhi keinginan saya ini? haha..

Ada info lain terkait asuransi? Ya, siapa tahu saya bisa dapat pencerahan lebih banyak tentang keunggulan dan kerugian ikut asuransi. Atau jika ada alternative lain selain asuransi?

Mie Ayam Depot Rahayu – Cepu


Kebetulan, belum banyak yang bahas tentang Mie Ayam dari Cepu. Saya mau bagi-bagi info sedikit tentang mie ayam ciamik ini. Kalau kalian, ada yang mau ke Cepu. Trus sampe sana, laper. Pengin makan. Hemmm…. Saya – rekomendasikan untuk mampir ke Mie Ayam Wonogiri Depot Rahayu.

Well, rata-rata kalau saya makan mie ayam yang enak, suka eneg – ending nya nggak habis. Sayang kan? Meskipun bukan penggemar mie ayam, tapi mie ayam ini berhasil membuat saya jatuh cinta. Selain punya cita rasa yang yummy, mie ayam ini juga nggak bikin eneg.

Bumbu dari mie nya sendiri sudah enak. Toping suwiran ayam-nya pas. Satu lagi yang bikin sedap adalah, tambahan baksonya. Ya, baksonya beneran enak – kawan! Daging nya kerasa, tidak terlalu kenyal, dan gurih endes gimana gitu. Haha. Untuk penggemar bakso, boleh pesan bakso nya aja lho.

Entah, mie ayam di Cepu ini memang lain dari mie ayam di Surabaya. Mungkin karena lebih ke khas Wonogiri ya. Saya pribadi, lebih suka mie ayam Cepu. Dari bentuk mie, sampai rasa dari suwiran ayam nya sudah berbeda. Dan, porsi penyajiannya juga pas. Cukup membuat perut kenyang tanpa merasa kekenyangan.

Suasana tempat yang agak hot, bisa diatasi dengan minum semangkuk es campur. Dengan aneka isi di dalamnya, bikin seger euy.

Tempatnya biasa aja, malah agak terselip di antara barisan toko lain. Yang pasti cukup bersih. Dan pelayanannya, GE-PE-EL –alias ga pake lama. Haha. Ini lagi yang bikin sukak auw auw. Pas laper, dan nggak pake nunggu lama.

Harganya sekitar 10 – 15 ribu rupiah seporsinya. Harga juga tergantung kita mau mie ayam yang mana. Ada mie ayam biasa, mie ayam bakso, mie ayam special, dan lain-lain. Mie Ayam ini sudah jadi favorit keluarga (calon) suami, yang notabene asli Cepu. Tiap kali pulang ke Cepu, pasti tidak pernah absen untuk singgah kesini.

Kalau kalian mau mampir, lokasi nya gampang dijangkau kok. Mie Ayam Depot Rahayu buka dua gerai yang keduanya sama-sama berada di Jalan Surabaya. Depot yang satu ada di samping Toko Roti Surya. Sedangkan satu lagi, ada di samping Telkom. Kalau kalian tersesat, tanya aja. Mie ayam Telkom atau Mie Ayam sebelah toko roti Surya. Pasti orang-orang sana tahu deh.

Selamat Mencoba.

Salam dari Kota Cepu.

Bubur Ayam Siloam (Budi Mulia)


Nggak perlu panjang lebar lagi ya.  Search di Google, Bubur Ayam Siloam. Pasti langsung muncul banyak banget ceritanya. Hehe. Ya, lumayan udah banyak yang tahu dan suka. Saya mau menambahkan aja, versi saya sendiri.

Buryam Search Google

Di Surabaya, ini buryam paling mak nyus buat saya. Ya, Bubur Ayam Siloam. Kenapa Siloam? Karena tempatnya di depan Rumah Sakit Siloam. Ya, beberapa teman ada yang menyebutnya Bubur Ayam Budi Mulia (Siloam dulu namanya Budi Mulia). Yang mau menyebut bubur ayam ini dengan nama lain, monggo. Sebelum dipatenkan namanya!

Bubur Ayam SiloamYa, ada lagi bubur ayam enak lokasinya di jalan Jawa. Nggak jauh dari tempat buryam Siloam ini. Dan ada juga bubur ayam yang enak juga – deket ITS di jalan keputih. Kalau pengin makan malem pakai buryam, bisa ke Bubur  Ayam Jakarta yang di daerah Bratang Surabaya. Tapi saya lebih suka buryam siloam ini karena Pas. Dan banyak banget topping nya. Lauknya itu lho… melimpah ruah. Sampe bubur nya sendiri nggak keliatan, ketutup lauknya.

Oke, saya jabarkan satu per satu topping nya :

  1. Bubur
  2. Merica
  3. Kecap
  4. Bawang goreng
  5. Seledri
  6. Cakue
  7. Kacang Tanah
  8. Suwiran ayam (of course)
  9. Suwiran telor dadar
  10. Kerupuk siomay
  11. Kerupuk buryam
  12. Sambal

Ehm… standard ya topping nya? Tapi lihat dulu volume nya… buahaha… banyak bung! Buburnya sendiri rasanya udah gurih dan enak. Dan, saya paling suka kalau kacang nya dibanyakin. Oh iya, buryam disini pakai taburan kacang tanah. (Kan ada tuh buryam yang pakai kacang kedelai). Dan itu menambah nilai plus dari saya, karena saya lebih suka taburan kacang tanah.

Lihat topping nya sodara-sodara...!
Lihat topping nya sodara-sodara…!

Hari ini, kebetulan banget – pas kepingin sarapan buryam. Dan lagi buru-buru gila. Karena searah ke kantor, saya pun mampir untuk beli buryam super duper wenak ini. Harganya… 10 ribu seporsi. Sebanding sama kuantitas dan rasa ya brow.

Yang jual, si ibu-ibu gemuk. Rame banget? Nggak juga. Tapi biasanya jam 9 an udah habis. Buka nya dari jam setengah 6 pagi (rasanya). Hahaha… Saya pernah beruntung pas hari Sabtu, udah jam 11 siang masih bisa menikmati bubur ayam ini. Tet, porsi terakhir. *Horeee

Pas juga buat yang buru-buru, dan nggak suka nunggu lama. Karena ibuk-ibuknya melayani dengan so cepat.

Bubur Ayam Siloam

Mau coba juga? Alamat rumah sakit siloam nya sih disini :Jl. Raya Gubeng No. 70, Surabaya. Ya udah sih..kalau udah ketemu sama rumah sakitnya, tinggal nyari di emperan depan. Pasti ketemu sama gerobak bubur ayam nya. Warna gerobak nya putih, ada di belok-belok an. Si ibuk ini punya anak, dan anaknya jual bubur ayam juga. Setipe. Tapi saya lupa, dimana lokasi jualannya.

Biasanya sih saya bungkus trus makan di rumah atau di kantor. Kalau mau makan disitu juga boleh, tapi agak ngemper ya.

Ada yang tahu referensi buryam lain, yang lebih enak? Yuk yuk.. saling share. Hihi.

Anw, Salam buryam! *nomnom*