Warung Mbak Nar : Ndelik dan Semakin Digemari


Ini warung langganan suami saya, yang konon katanya langganan tersembunyi para punggawa UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Surabaya. Hehe. tsahh… Maaf ya, rahasia kalian para anak UPN terpaksa saya bongkar disini. Hehe.

Nggak seperti warung-warung yang biasanya berada di pinggir jalan raya. Warung Mbak Nar ini cukup rapi tersembunyi di area perumahan. Ahh..kalau nggak sampai masuk ke dalam, nggak akan terlihat wujud dari warung ini.

nar4

Yang punya jelas sekali bukan namanya… Ya pemilik warung idola arek UPN ini namanya Mbak Nar. Mbak-mbak asli Malang ini selain muda dan cantik, juga jago banget masaknya. Warung Mbak Nar menyajikan variasi menu rumahan yang ramah di perut dan ramah di kantong. Ada ayam crispy, opor, kare, ayam bakar, sate usus, rendang, ikan goreng, sayur lodeh, sayur bayam, oseng-oseng sayuran dan masih banyak yang lain.

nar5

Tapi favorit saya adalah ayam goreng crispy dan sayur asem. Ayam crispy nya TOP banget, persis seperti ayam goreng franchise-franchise itu. Gurih dan renyah.  Sayur asem nya pun terasa sedap dan segar. Dengan komposisi sayur kacang panjang, kubis, jagung, yang pas dengan kaidah Jawa Timur nya. Haha. Sambel? Sambelnya juga joss endes pedas.

nar1

Selain itu, di Mbak Nar ini juga ada “cemilan” nya. Buat yang suka sate telur puyuh, bisa comot langsung disitu. Buat yang suka sate usus, juga ada disitu. Bahkan pentol bakar pun ada juga disitu. Pentolnya dibuat sate, dan rasanya aduhai…amboy enaknya. Semuanya asli prakarya dari tangan cantik Mbak Nar sendiri.

nar3

Nggak Cuma enak, pun Mbak Nar menjual kreasi masakannya dengan harga yang sangat murah. Untuk sepiring nasi melimpah ruah, ayam goreng crispy, sayur asem dan segelas es teh manis jumbo dipatok harga 10 ribu rupiah saja. Itu juga sudah dapat bonus dadar jagung dan tempe. Mantap kan?

nar2

Jadi wajar dong ya, kalau warung Mbak Nar ini semakin banyak penggemarnya. Hihihi.

Mengikuti jumlah pengunjung yang semakin banyak, Mbak Nar kini dibantu oleh beberapa pegawai. Tidak hanya itu, lokasi warungnya sekarang menjadi lebih luas, dan lebih cozy. Plus di belakang ada banyak pohon dan tanaman yang membuat suasana makan menjadi lebih sejuk. Berawal dari warung rumahan yang biasa banget, kini Warung Mbak Nar semakin nyaman untuk tempat nongkrong lho.

nar6

Oh iya, Semua pengerjaan dan penataan kursi – meja serta taman dilakukan sendiri oleh Suami Mbak Nar. Hebat kan?

Depot Slamet. Se-slamet porsinya.


Hahaha.. makan lagi.. makan lagi… Yah, itulah saya kalau di Surabaya nggak bisa jauh-jauh dari kuliner. lol. Untuk tempat makan kali ini, saya dapet referensi dari si pacar. Namanya Depot Slamet. Sudah lama nih depotnya, keliatan dari tempatnya yang bernuansa jadul. Nggak terlalu besar, tapi selalu rame! Semakin malem, makin rame.

Porsinya beneran aji gile bro. Jahanam banget lah! (Ja-ngan ha-rap nam-bah) Sebenernya di Surabaya bisa kita temukan banyak makanan yang porsi nya jumbo seperti ini. Salah satunya di Cak Bas atau Wapo (warung pojok). Tempat langganan buat traktiran di jaman kuliah dulu. Tapi, sekarang saya mau cerita tentang Depot Slamet dulu. Lokasi nya ada di : Jl. Dharmawangsa No. 6 B Surabaya Timur/Gubeng. Dekat dari UNAIR kampus A. Posisinya di pojokan, dekat lampu merah.

lokasi depot slamet
lokasi depot slamet

Menunya semacam di depot Mie 55 yang pernah saya ceritakan disini. Menu chinese food. Ada mie goreng, nasi goreng, fuyung hay, koloke, mie ayam, mie bakwan, cap cay, varian masakan cumi, varian masakan udang, dan lain-lain. Tapi, porsi nya lebih banyak di Depot Slamet. Buat yang mau cari porsi melimpah ruah, bisa ke depot ini. Apalagi, yang mau traktir-traktir tanpa bikin kantong berlubang. Kesini ajah. Ciyus. Harganya berkisar 20.000++ sampai 30.000++ per porsinya.

Nasi Goreng  Mawut
Nasi Goreng Mawut

Tapi tenang aja, seporsi disana bisa dimakan untuk 4 – 5 orang. *untuk skala perut cewek*. Meng-gunung dan lega banget deh ngliatnya. Pantes aja ya, si doski doyan banget makan disini. Enak, akeh, trus murah pisan! Selera arek suroboyo banget lah pokoke!

KolokeDepotSlamet
Koloke Depot Slamet

Nggak percaya? Kita tengok apa kata temen-temen di foursquare tentang Depot Slamet ini. Beberapa ada yang bilang, nunggu pesenannya lama. Tapi kebetulan waktu itu, saya nggak lama-lama banget nunggunya. hehe. Yah, maklum lah ya… kalau pengunjungnya banyak, trus nunggunya jadi agak lama. Hehe. Tapi penantiannya sebanding kok sama porsinya. Jumbo waow!

cuapcuapslamet

Dicari! Guru Privat! (Freelancer)


sumbergambardarigoogle

Syarat :
1. Muda – Cerdas – Komunikatif – Fleksibel
2. Terbuka untuk mahasiswa / alumni  Perguruan Tinggi Negeri & Swasta
3. Ada kendaraan sendiri
4. Mau mengajar di Wilayah Surabaya dan Sidoarjo
5. Calon murid : temen-temen kecil dari TK – SD – SMP – (SMA coming soon)

.

.

Silahkan kirim CV & ekspetasi gaji ke alamat email : bimbelzui@gmail.com

Lowongan ini berlaku hingga 31 Nopember 2013

Nanosatelit, Saatnya yang Muda yang Beraksi


Mengapa nanosatelit, identik dengan para muda mudi? Karena, mayoritas peminatnya adalah para mahasiswa (dan muda). Nanosatelit sesuai dengan nama depannya, “nano” yang berarti ukuran nya sangat kecil sekali. Nano itu, adiknya Mili (*ada milimeter, ada nanometer). Sedangkan, satelit ya… yang seperti sudah kita ketahui selama ini lah. (*ciyee padahal bingung jelasinnya).

Oke. Saya sedang mencari perbedaan nanosatelit dengan mormalsatelit yang ada sekarang. Yang pasti selain ukuran. Bagi penggemar dunia persatelitan, mengawali dengan nanosatelit bisa menjadi pilihan yang bagus. Siapa tahu kan ya, pengin bikin satelit. Dibuat dari yang nano-nano dulu lah, (small size). Dalam pengerjaannya, nanosatelit bisa menghabiskan dana total sekitar 2 – 3 milyar rupiah.  Tuh, duwit segitu mungkin bisa beli rumah + mobil + perabot isinya + modal kawin + beranak pinak. Bisa dibilang lebih murah ya, karena dibandingin bikin satelit yang normal, bisa menghabiskan dana sekitar 1 – 3 Triliun.

Buat para generasi muda, mungkin cuma mereka-mereka yang basic nya milyuner baru bisa bikin satelit sampe persis mengangkasa. Coba Paris Hilton mau bikin satelit ya? *Secara doski tajir berlebihan gitu bok, tapi urusan apa juga seorang Paris Hilton bikin satelit. Karena itu, para muda-mudi ini digandeng oleh instansi pemerintah untuk membuat nanosatelit. Bener sih, kalau pemerintah ikut campur kaki-tangan buat project ini karena hasil dari pembuatan nanosatelit bisa digunakan untuk kepentingan negara beserta rakyatnya. *Hahaha. Getok tongkat ala raja.

Kenapa muda-mudi? Karena yang muda masih punya semangat tinggi buat bikin sesuatu. Dan saya sebagai salah satu generasi muda juga merasakan itu. Apalagi kalau sasarannya mahasiwa, beuhh…loyalitasnya lebih dapet. Ditambah, yang nyuruh dosen. “Kerjakan, atau nilai jadi C.” Udah deh, pasti jalan tuh… *Itu sih ngancem.

Yah, buat para muda-mudi, satelit itu menjadi salah satu alat komunikasi yang penting. Karena dengan satelit, kita bisa melihat pergerakan bangsa-bangsa di dunia. Semua data bisa kita dapat, video-voice-teks, atau apapun bisa ditranmisikan lewat satelit real time. Jadi kebayang dong ya? Saat ini, saya sedang mencari informasi teknis berkaitan dengan nanosatelit. Hadeeuh…in english semua ya bok referensi nya. Ada yang punya dalam bahasa Indonesia? Saya lagi cinta mati sama bahasa ini. Monggo kita saling share. Yuk ah.