Tag Archives: Indonesia

Asuransi, Take it or Leave it?


Saya sedang mencari referensi tentang asuransi. Ternyata memang tidak mudah ya untuk menemukan asuransi yang pas dengan kebutuhan kita, salah satunya asuransi kesehatan. Sekitar 3 tahun lalu, saya hampir saja mau ikut asuransi. Selain karena sudah bekerja, ditambah jauh dari orang tua. Saya semakin merasa ingin melindungi diri sendiri. (#SaveMe). Lalu, saya sudah bertemu dengan agen asuransinya. Dijelaskan banyak hal tentang benefit dan simulasinya. Lalu, Sudah deal dengan jumlah premi yang akan disetor setiap bulannya.

Begitu sampai di rumah, ternyata ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Jadi, saya pun menunda untuk ikut asuransi. Selain karena, saya merasa masih muda, sehat, dan belia (ahay) ,ya, alasan besarnya karena saya jarang sakit (Alhamdulillah). Kalaupun sakit, bukan sakit yang harus dibawa ke dokter, cukup tidur di rumah saja dan sembuh. Apalagi ada Bu Dewi, ibu kos sekaligus bidan yang siap memberi obat setiap saat. haha. Atau, kalaupun saya ke dokter – sudah ada asuransi dari kantor yang meng-cover.

asuransi

Asuransi itu antara perlu dan tidak perlu. Saya sendiri juga bingung mau kembali ikut atau tidak. Kalaupun ikut asuransi sebagai bentuk investasi, saya kurang berminat. Saya lebih baik investasi yang lain saja. Kalaupun toh nanti saya ikut asuransi, satu-satunya alasan yang kuat adalah karena sehat itu mahal. Semakin kesini, biaya obat – dokter – rumah sakit, ampunn mahalnya. Setelah kejadian, ada seorang kawan yang kecelakaan dan mengalami patah tulang sehingga harus dioperasi. Tapi tidak jadi operasi, karena factor biaya yang m-a-h-a-l.

Dalam hati, sedih juga. Bagaimana kalau itu terjadi oleh saya atau suami saya?  Saya pasti mau pelayanan yang terbaik dan mboh piye carane pokoke ndang waras. Piro-piro ae tak bayar! NAH! Masalahnya, yang dibayar itu kok banyak ya? Hahaha… dan duwitnya nggak sebanyak di kalimat piro-piro ae itu.

Kalaupun ikut asuransi dengan membayar premi tertentu setiap bulannya, dan ternyata selama beberapa tahun nggak sakit apa-apa, apa duwit premi yang terkumpul bisa dicairkan? Atau anggap saja sakit, tapi kalau dihitung-hitung, biaya berobat lebih sedikit dari biaya premi yang terkumpul , apakah duwit preminya bisa susuk (*red.kembali)?

Saya membandingkan, kalau kita nabung sendiri aja. Sisihkan biaya tidak terduga atau anggap saja sebagai pengganti premi setiap bulan, untuk mengakomodir “kalau terjadi sesuatu”. Cukup kah? Wong jaman dulu aja, mbah-mbah saya juga pernah sakit dan nggak ikut asuransi pun juga baik-baik saja. hehe.

TAPI KAMU NGGAK HIDUP DI JAMAN DULU, ITA. KAMU HIDUP DI JAMAN SEKARANG. JAMAN EDAN.

Well.

Saya masih nggak tahu, mau ikut asuransi atau tidak. Cuma, memang sudah tergambar pentingnya asuransi. Tapi kalau denger cerita ribetnya ngurus klaim, ih langsung ilfil. Maunya yang gesek-gesek aja, pakai kartu. Nggak perlu ngurus reimburse. Mungkin, saya lebih tertarik ke asuransi yang berbasis syariah saja. Kalau boleh ngajuin syarat, saya sih maunya bisa memenuhi kebutuhan ini :

  1. Syariah.
  2. Mengcover segala macam pengobatan, perawatan, rawat inap, rawat jalan, operasi, tindakan dokter dan printilan-printilannya, mulai dari sakit yang paling nggak penting sampai yang paling horror. Pokoknya kalau saya sakit, tinggal ke dokter – nggesek kartu asuransi – trus ambil obat, pulang, trus bobo. Blas, emoh keluar duwit.
  3. Kalaupun rawat inap di rumah sakit, dapat fasilitas yang paling bagus. Per kamar, satu pasien. Dokternya ganteng dan handal. Susternya ramah dan keibuan.
  4. Mengcover biaya control kehamilan, melahirkan baik normal maupun Caesar, dan biaya control rutin setelahnya. Kalau ke rumah sakit, tinggal berbaring dan ngeden sambil menikmati suasana kamar macam di hotel Hyatt.
  5. Mengcover biaya check up. Seluruh body.
  6. Preminya murah. Maksimal 10% dari gaji saya. Eh ojo ding, 5% wae lah nek iso. (medit)
  7. Ga pakai ribet, klaim nya.

Ada kah asuransi yang bisa memenuhi keinginan saya ini? haha..

Ada info lain terkait asuransi? Ya, siapa tahu saya bisa dapat pencerahan lebih banyak tentang keunggulan dan kerugian ikut asuransi. Atau jika ada alternative lain selain asuransi?

Advertisements

Whiplash : There are no two words more harmful than “GOOD JOB”


Buat yang bingung, weekend ini mau ngapain. Ada film bagus, yang menurut saya – seru buat ditonton. Khususnya, kalian yang suka musik, suka nge-drum, dan suka musik jazz.

Yup.

Film : Whiplash.

Whiplash menceritakan seorang Andrew Neiman (Milles Teller) – 19 tahun-  yang terobsesi menjadi drummer jazz terhebat. Andrew adalah seorang mahasiswa Jazz tahun pertama di sekolah music paling bergengsi di NewYork,  Shaffer Conservatory. Dia sudah bermain drum sejak kecil dan ingin menjadi drummer hebat seperti Buddy Rich. Meskipun orang tuanya bukan pemain music, dan tidak ada keturunan pemusik, permainan drum Andrew sangat mengagumkan.

Whiplash

Salah satu konduktor yang berhasil menelurkan para musisi jazz dunia, Terence Fletcher (J.K Simmons) pun melihat bakat Andrew ini dan mengajaknya bergabung di studio bandnya sebagai drummer cadangan. Fletcher adalah seorang guru music yang sangat disiplin, keras dan detail di Shaffer Conservatory. Fletcher tidak mentolerir kesalahan sedikitpun. Dia tidak segan-segan memaki, melempar barang, menampar, mempermalukan pemain di depan banyak orang bahkan mengeluarkan pemain jika ada yang membuat kesalahan. Namun, hasilnya sepadan – ya band nya selalu menjadi juara di setiap kontes music jazz.

f0fc0c6a1023616e82cd5633a9c35932

Untuk membuat Fletcher lebih terkesan, Andrew semakin mati-matian melatih kemampuan drum nya. Agar lebih fokus, Andrew bahkan sampai memutuskan pacarnya. Saking seringnya berlatih, Andrew bahkan bisa memainkan music Whiplash hanya mengandalkan memorinya saja. Kegigihan Andrew berhasil mengantarkan bandnya menjadi juara pertama. Fletcher pun terkesan, dan menjadikan Andrew sebagai drummer inti di studio band nya.

Banyak konflik yang terjadi setelah itu. Mulai dari kecelakaan Andrew, kegagalan Andrew bermain di festival music, sampai Fletcher yang dipecat dari guru music di Shaffer Conservatory. Di akhir cerita, Fletcher yang berniat balas dendam dengan mempermalukan Andrew di suatu acara festival Jazz bergengsi justru terpukau dengan permainan Andrew.

Andrew

Di tengah cerita, Andrew yang tadinya sangat ambisius menjadi pribadi yang lebih legowo. Dia menyadari bahwa bbsesi yang berlebihan justru bisa menghancurkan diri nya sendiri. Hal ini ia sadari ketika dia dikeluarkan dari kampus tercintanya. Permainan secara teknis memang bagus, tapi dia menyadari satu hal bahwa bermain music itu juga harus menikmati. Dia merasa, kegigihannya berlatih hanya karena tekanan hebat dari sang guru Fletcher sehingga dia lupa untuk menikmati musiknya sendiri dan melupakan kerjasama tim. Apa yang membuat saya kagum dengan film ini? Andrew berani melawan Fletcher! Haha…

Ada quote keren nih di film ini dan saya setuju banget:

There are no two words in the English language more harmful than “good job”

Artinya : Tidak ada dua kata yang lebih berbahaya selain “Good Job”. Itu adalah kalimat Fletcher untuk memacu semangat Andrew agar bermain drum lebih baik dan lebih baik lagi. Walaupun saya tidak suka dengan caranya yang terlalu ekstrem, tapi perkataan Fletcher memang ada benarnya. Well, kita bisa memilih mau menjadi yang terhebat tapi harus bekerja ekstra keras atau hidup santai – menjadi biasa-biasa dan dilupakan orang begitu saja. Sayangnya, Fletcher tidak kenal kompromi selain menjadikan murid-muridnya menjadi yang terhebat.

Keren kan??? Kerenn gila!

tumblr_nhzn6yROIQ1tus001o1_1280

Akting J.K Simmons dalam perannya sebagai guru musik yang “keras” bener-bener…waoww…. Best!! Walaupun sudah mbah-mbah tetep kuweren (red.keren). Alur ceritanya rapi, runtut, sound nya oke, dan permainan drum Andrew keren banget! Nggak heran ya, film ini mendapat beberapa penghargaan Movie Academy Award. Damien Chaselle, sang sutradara, berhasil membuat filmnya meraih beberapa penghargaan diantaranya seperti penghargaan Best Picture, Best Sound Mixing dan Best Supporting Actor.

Well…. saya kasih nilai 8+ lah buat film ini!

Directed by Damien Chazelle
Produced by
  • Jason Blum
  • Helen Estabrook
  • Michel Litvak
  • David Lancaster
Written by Damien Chazelle
Starring
Music by Justin Hurwitz
Cinematography Sharone Meir
Edited by Tom Cross
Production
companies
Distributed by Sony Pictures Classics
Release dates
  • January 16, 2014(Sundance)
  • October 10, 2014(United States)
Running time 106 minutes[1]
Country United States
Language English
Budget $3.3 million[2]
Box office $22.8 million[2]

Sumber : disini

Mie Ayam Depot Rahayu – Cepu


Kebetulan, belum banyak yang bahas tentang Mie Ayam dari Cepu. Saya mau bagi-bagi info sedikit tentang mie ayam ciamik ini. Kalau kalian, ada yang mau ke Cepu. Trus sampe sana, laper. Pengin makan. Hemmm…. Saya – rekomendasikan untuk mampir ke Mie Ayam Wonogiri Depot Rahayu.

Well, rata-rata kalau saya makan mie ayam yang enak, suka eneg – ending nya nggak habis. Sayang kan? Meskipun bukan penggemar mie ayam, tapi mie ayam ini berhasil membuat saya jatuh cinta. Selain punya cita rasa yang yummy, mie ayam ini juga nggak bikin eneg.

Bumbu dari mie nya sendiri sudah enak. Toping suwiran ayam-nya pas. Satu lagi yang bikin sedap adalah, tambahan baksonya. Ya, baksonya beneran enak – kawan! Daging nya kerasa, tidak terlalu kenyal, dan gurih endes gimana gitu. Haha. Untuk penggemar bakso, boleh pesan bakso nya aja lho.

Entah, mie ayam di Cepu ini memang lain dari mie ayam di Surabaya. Mungkin karena lebih ke khas Wonogiri ya. Saya pribadi, lebih suka mie ayam Cepu. Dari bentuk mie, sampai rasa dari suwiran ayam nya sudah berbeda. Dan, porsi penyajiannya juga pas. Cukup membuat perut kenyang tanpa merasa kekenyangan.

Suasana tempat yang agak hot, bisa diatasi dengan minum semangkuk es campur. Dengan aneka isi di dalamnya, bikin seger euy.

Tempatnya biasa aja, malah agak terselip di antara barisan toko lain. Yang pasti cukup bersih. Dan pelayanannya, GE-PE-EL –alias ga pake lama. Haha. Ini lagi yang bikin sukak auw auw. Pas laper, dan nggak pake nunggu lama.

Harganya sekitar 10 – 15 ribu rupiah seporsinya. Harga juga tergantung kita mau mie ayam yang mana. Ada mie ayam biasa, mie ayam bakso, mie ayam special, dan lain-lain. Mie Ayam ini sudah jadi favorit keluarga (calon) suami, yang notabene asli Cepu. Tiap kali pulang ke Cepu, pasti tidak pernah absen untuk singgah kesini.

Kalau kalian mau mampir, lokasi nya gampang dijangkau kok. Mie Ayam Depot Rahayu buka dua gerai yang keduanya sama-sama berada di Jalan Surabaya. Depot yang satu ada di samping Toko Roti Surya. Sedangkan satu lagi, ada di samping Telkom. Kalau kalian tersesat, tanya aja. Mie ayam Telkom atau Mie Ayam sebelah toko roti Surya. Pasti orang-orang sana tahu deh.

Selamat Mencoba.

Salam dari Kota Cepu.

Incip Pedas Asoy-nya si Mbok Na


Tsaahh… Sebagai salah satu penggemar pedas, saya happy banget dong ya – dapet kiriman sambel. Iyess… SAMBAL MBOK NA. Kamu suka pedes?  Suka sambel? Nggak suka? Ya wis abaikan tulisan ini. Ini khusus buat kalian yang suka pedes yang nggak bikin kuatir sakit perut. Nggak bikin panas di perut. Tapi pedes. Pedes yang asoy asoy gitu deh. *asoy geboy…*

Paket SambelSambal jauh nih…dari Bali. Ya, asli diproduksi oleh Mbak Ina yang lagi tinggal di Bali. Merk MBOK NA ini sendiri diambil dari nama yang bikin, ya… namanya Mbak Ina. Jadilah, Sambal MBOK NA. ^_^ (Terimakasih ya mbak..).

“Iya awalnya iseng-iseng aja, karena suami doyan banget sama sambel. Jadi, saya sering buatin dia sambel. Pas bawain suami bekel sambel ke kantor, temennya pada nyobain. Dan pada bilang enak. Jadilah saya pede, memberanikan diri untuk jualan sambel. Saya tawarin ke temen kantornya suami, sodara, temen dll, Dan puji Tuhan, kok yo payu. Hehehehehehe….”, kata Mbak Ina.

Ini sambel level pedes biasa

Ini sambel level pedes biasa

Rasanya? Wenak bos. Selain rasa yang ciamik punya, Sambal MBOK NA ini juga bebas pengawet dan MSG. Hehe, cocok ya sama saya yang agak jaga jarak sama MSG. Mungkin cocok juga buat temen-temen pecinta sambal dan mau hidup lebih sehat, tanpa MSG.

Pagi tadi saya cobain buat sarapan barengan sama ibu. Nasi nya dikit aja (awalnya). Lauknya pake tempe doang. Wuzz…lalu makan deh pakai sambel ini. Nggak lama – nasinya habis. Nambah lagi dong nasi nya. Makan lagi. Dan habis lagi. Sampai nambah tiga kali nasinya. (**Maakk…. Jauhkan nasi dari saya. Jauhkann….!). Sambel MBOK NA ini bikin nagih.

Ini sambel level pedes banget

Ini sambel level pedes banget

Pedesnya pas. Manis dan asin nya juga pas. Nggak terlalu bikin gobyos kemringet tapi tetep kerasa pedes nya. Pedes-pedes yang bisa dinikmati deh. Ibu saya aja bilang enak. “Wah… kalau ada pete nya, tambah swipp ini Ta…”. kata Ibu. Ya kami sekeluarga penggemar pete. hahay. Enak dek.

Dijualnya sekarang hanya satu varian dengan dua pilihan level pedes. Pilihannya, HOT (tutup merah) dan XTRA HOT (tutup gold). Model-modelnya kemasannya mirip-mirip sambel Bu Rudi, atau sambel Mercon. Tapi ciri khas sambelnya beda ya. Sambal ini nggak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Mau dibilang sambal bajak, bukan. Sambal bawang, juga bukan. Sambal terasi juga bukan. Nahh lhoo.. penasaran ini sambal apaan? Hihihi. Yuk ah dicoba. Enak lho.

Buat nambah koleksi sambel-sambel di rumah juga oke. Jadi inget, pas masih nge kos dulu. Iz…makan tanpa sambel, kayak makan sayur tanpa garam. Ndak wenak… jadi harus ada sambel nya. Dan, sambel MbokNa bisa jadi pilihan kamuuu…yang senasib dan seperasaan sama saya. Apalagi yang jauh dari rumah, dan tinggal sendirian. Wuzz.. Sambel MbokNa bisa jadi sahabat perut di kala sahabat-sahabatmu yang lain pergi ninggalin kamu. *siihhh lebay *

HOMEMADE SAMBEL MBOK NA

Pesennya gimana?

Easy! So Easy!

Langsung ping! Wa! Call! SMS! Line! Follow Instagram! Atau apapun lah. Mbok Na siap dateng kemanapun kalian berada.

SAMBEL HOMEMADE MBOK NA

 wa: 083834774999

Bb: 7f87d68c

Line: felyina

Instagram : @moulette_id

Dan nggak pakai mahal. Cukup 50ribu aja, udah dapet 3 jar sambel. Per jar nya isi +/- 160 gram. Kalau saya sih, mau nya pesen lima. Nanti kalau sambal yang ini udah habis. Ahh.. dua hari juga habis. Apalagi sekeluarga doyan sambel semua. *Pesimis Nggak Kebagian*

Oits, Selain dari Bali, pengiriman juga dikerjakan dari Malang.

Yess… Udah pengen? Atau pengen banget? Yoii..langsung pesen bro. Gak kesuwen wes…!

Arjuna Bukan Untuk Srikandhi?


Wolala… judul yang puitis tidak sedramatis isi tulisannya. Hahaha… Lagi pengin sharing tentang film yang lagi booming!  Yuhu~ Mahabharata.  Ada yang nonton juga?? Saya cukup takjub, karena temen-temen kecil saya yang baru duduk di kelas 3 SD pun mengikuti tayangan ini. Nggak mau kalah, saya pun ngebut nonton film ini dari youtube! (tetep, gratisan mau nya). Langsung dong…tanpa subtitle pake bahasa nehi-nehi (red.India)  yang aslii…ga ngerti banget artinya apa! Untung, si mami beli DVD nya yang sudah pakai subtitle Indonesia meskipun tata bahasa nya masih acak kadut. Yah..maklum bajakan sih, jangan ditiru ya! Kalau penasaran, ntar saya ceritain aja deh. Haha~.

Tapi setelah tahu sekian episode, saya cuma bisa pasang wajah -sedih-.

Well  dalam  cerita ini, salah satu moment yang saya tunggu adalah kisah Arjuna dan Srikandhi. Bagaimana mereka bertemu, lalu jatuh cinta, lalu menikah, lalu Srikandhi ikut berperang – membantu Arjuna membunuh Bisma, lalu Srikandhi meninggal dibunuh Aswatama, lalu Arjuna bersedih hati. Srikandhi pun menjadi cinta sejati dari Arjuna.

Itu yang saya harapkan. (backsound – dramatis)

Tapi di film mahabharata yang tayang saat ini, rasa-rasanya tidak begitu. Karena dalam beberapa moment di sekitar saya, Arjuna itu dipasangkan dengan Srikandi. Lihat di tiap kawinan, ada tarian Arjuna yang berpasangan dengan Srikandhi. Lalu, browsing di internet, membaca cerita cinta Arjuna dan Srikandhi.  Wajar kan kalau saya berharap lebih? Halah….

Yang pasti, Saya sudah menunggu-nunggu, bagaimana si Arjuna dan Srikandhi ini bertemu. Tapi ditunggu sampai film nya habis pun, nggak bakalan ada. Kecuali, saya jadi produser trus bikin film beginian versi saya sendiri. lol. *abaikan*

Arjuna

Arjuna

Tapi saya juga nggak tahu sih, bagaimana cerita yang sebenarnya. Tapi cukup shok juga ketika ibu saya bilang, “Srikandhi itu lho bencong.”. Semua imajinasi saya tentang Srikandhi pun mendadak redup.

How come? Arjuna fall in love dengan seorang bencong? (backsound – dramatis)

Maap-maap ya, sebagai salah satu fans dari arjuna, saya jadi agak gimana gitu…hahaha. Mosok ganteng nya kayak gitu, naksir sama bencong?? Saya percaya? Nggak juga. *Haha..masih mengelak*.

Tapi seenggaknya di film yang sekarang ini, Srikandhi masih bersosok wanita. Ya.. agak tomboy.. meski dengan lengan yang cukup kekar. Tapi tetap cantik. Dan minimal, nggak tampil Bencong! Cuma.. memang agak ke-laki-laki an.

Srikandi

Srikandi, cantik garang!

Ya..sayang sungguh sayang…. ternyata Arjuna bukan untuk Srikandhi, di film ini.  Srikandhi nya buat Bisma. Fyi,  Srikandhi adalah manusia reinkarnasi dari Dewi Amba yang dulu pernah ditolak sama Bisma. Dewi Amba hidup kembali dengan wujud Srikandhi, untuk membunuh Bisma sebagai bentuk balas dendam nya.

Well… sudah cukup terhibur lah juga dengan cinta Subadra (adik Krisna) pada Arjuna. Kisah cinta yang ala India banget! Nggak pakai kejar-kejaran di balik pohon dengan kain sari melambai-lambai sih. Tapi, adegan dimana Arjuna menyelamatkan Subadra waktu dicemplungin sungai sama raksasa, pun sudah cukup memikat hati. Subadra yang lemah gemulai berpasangan dengan Arjuna yang heroik. Kisah cinta klise pada umumnya, tapi tetap berkesan.

Subadra & Arjuna menikah

Subadra & Arjuna menikah

Yayaya… saya masih penasaran, dimana ke 39 istri Arjuna yang lain. Konon, Arjuna punya 41 istri. Diantaranya adalah Pancali (Drupadi) dan Subadra dan Srikandhi.

Kalau kalian gimana, ada yang nonton Mahabharata juga?

 

sumber gambar : google.