Maaf


Maaf.

Maaf – untuk hati yang belum bisa terikat denganmu. Bukan salah kamu dan mereka.

Ya, semua salah saya. Saya yang belum mampu mengendalikan hati saya sendiri.

Kamu, sudah memberikan yang terbaik.

Mereka juga sudah memberikan segalanya.

Kamu – jelas, kamu yang benar. Apapun, terserah kamu bebas memaki bahkan menyumpahi saya. Saya terima.

Kembali? Tidak saat ini. Dan saya yakin, kamu pun juga tidak mau begitu.

Mungkin belum jodoh, atau bukan jodoh, atau tidak jodoh. Saya tidak tahu.

Jika ada hukuman, saya saja yang menanggungnya. Jika ada karma, biar itu semua untuk saya saja.

Saya? Oh ya… saya baik-baik saja. Ada luka-luka sedikit, tapi  waktu akan menyembuhkannya perlahan. Semoga.

Kamu, ya kamu… Kamu harus bahagia. Lebih bahagia dari saya.

 

 

Rewwin – Lupa tanggalnya-

Duet Bapak & Anak (Ebiet G.Ade vs ADERA)


Jujur, saya suka musik. Meskipun nggak pinter nyanyi. Tapi, alhamdulillah, masih ada telinga dua yang nggak tuli. Jadi, masih bisa dengerin musik. :p

Ada banyak anak-anak di dunia ini yang menjadi jelmaan kedua orang tuanya. Ehm. Maksudnya, bakat orang tua turun ke anak. Jadi, saya baru tahu lho kalau Adera itu anaknya Pak Ebiet. Hahaha. *Oke, fine, yap, saya ndeso, out of date, expired, basi atau apapun itulah. Hari gini itak, kemana ajaa…

adera

Saya suka sama lagu-lagu yang dibawain Adera, seperti One Last Cry – Bryan McKnight Cover yang dinyanyikan dari sekitar 2 tahun lalu. Suara cowok ini enak banget broo… Saya tahu si dia itu adalah Adera – nya malah dari sini. Kebetulan, suka banget sama lagu One Last Cry ini. :p

Dan ada beberapa judul lain, seperti Melewatkanmu, dan Lebih Indah yang akhir-akhir ini lumayan sering saya nyanyikan. Kau bawa cintaku setinggi angkasa… Membuatku merasa sempurna.. Di kamar mandi. Oke? Puas?

Meskipun, Adera ini adalah anaknya Pak Ebiet, mereka berdua punya karakteristik vokal yang bedaaaa bangeett. Muka nya juga nggak mirip. lol. Paling sama-sama pakai kacamata doang. Bisa dipastikan, buat orang-orang yang nggak kenal Ebiet, nggak bakal tau kalau dia anaknya. Haha. *plis Itak. Yah, semoga Adera nggak beban mental karena popularitas Ebiet ya. Siapa sihh yang nggak tau Ebiet,, musiknya cetar membahana sampai sekarang. *oke, no lebay. Kalau dilihat dari lagu-lagunya yang bikin cesss…Adera kayaknya bisa lah mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat.

Ebiet

Contohnya. agak lucu sih, bapak saya adalah kolektor dan pengagum sejati dari lagu-lagunya Ebiet. Dan, saya suka sama lagu-lagunya Adera. (Ehmm.. nggak totalitas nge-fans seperti bapak saya. ). Tapi, itu menunjukkan bahwa regenerasi penerus nya Ebiet itu ada. Meskipun nggak bisa disamain ya. Karena pembawaan vokalitas & musik masing-masing nya beda. Musiknya Adera itu,, bisa ngebeat dan bisa soft. Dan saya menerima nya. Maksudnya, saya mewakili para anak muda. Dan Ebiet, mewakili lagu favorit di generasi para orang tua. Tapi, lagu-lagu ebiet masih diperhatikan oleh masyarakat di jaman sekarang. Gimana kalau keduanya duet? Hayooo suka yang mana… cek ini dulu dehh,,,

Nah, nanti giliran Adera membuktikan… Apppaaakkahh…lagu-lagunya bisa mendapat tempat di hati anak-anak saya nanti? *gaya presenter. Menjadi penerus Aderable. Eh, saya bukan Aderable banget sih. *Sebutan buat fans Adera.

……….

Kini kuingin hentikan waktu, bila kau berada di dekatku

Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku,

kan ku petik satu untukmu

Dan kau hadir merubah segalanya, menjadi lebih indah… 

(NB : Menurut saya, musik yang enak itu.. Bisa didengerin sama banyak orang di sepanjang jaman tapi nggak murahan. Tuh. Susah lho. Haha.)

Ah, saya nggak pinter membedah musik. Saya cuma pinter dengerin aja. Kalau udah suka, bakal diputer teruss teruss sampai hafal.. ^_^. Dan, Adera bisa nyanyi sambil akustikan dong. Suaranya bikin luberr..rr… rr.. rr…. Kalau mau tahu lebih banyak lagu-lagu cover made by Adera, cek disini broo… Atau pengin dengerin LIVE…. bisa ngikutin jadwal-jadwal manggung Adera di website resminya adera-online.com. Atauuu mau pesen CD nya, bisa beli online shop.adera-online.com . Saya? Iya saya mau beli juga. :p.

Hati yang Tenang


Roda kehidupan terus menggelinding. Banyak cerita dan episode yang dilewati pada setiap putarannya. Ada sedih, ada senang. Ada derita, ada bahagia. Ada suka, ada duka. Ada kesempitan, ada keluasan. Ada kesulitan, dan ada kemudahan. Tidak ada manusia yang tidak melewatinya. Hanya kadarnya saja yang mungkin tidak selalu sama. Maka, situasi apapun yang tengah engkau jalani saat ini, tenangkanlah hatimu ..

Tenangkanlah Hatiku

Manusia bukan pemilik kehidupan. Tidak ada manusia yang selalu berhasil meraih keinginannya. Hari ini bersorak merayakan kesuksesan, esok lusa bisa jadi menangis meratapi kegagalan. Saat ini bertemu, tidak lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimilikinya, detik berikutnya sedih karena kehilangannya. Maka, episode apapun yang sedang engkau lalui pada detik ini, tenangkanlah hatimu ..

Tenangkanlah Hatiku

Cerita tidak selalu sama. Episode terus berubah. Berganti dari satu situasi kepada situasi yang lain. Berbolak-balik. Bertukar-tukar. Kadang diatas, kadang dibawah. Kadang maju, kadang mundur. Itulah kehidupan. Namun, satu hal yang seharusnya tidak pernah berubah pada kita; yaitu, hati yang selalu tenang dan tetap teguh dalam kebenaran …

Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du [13]: 28)

Saudaraku, ketenangan sangat kita butuhkan dalam menghadapi segala situasi dalam hidup ini. Terutama dalam situasi sulit dan ditimpa musibah. Jika hati dalam kondisi tenang, maka buahnya lisan dan anggota badan pun akan tenang. Tindakan akan tetap pada jalur yang dibenarkan dan jauh dari sikap membahayakan. Kata-kata akan tetap hikmah dan tidak keluar dari kesantunan, sesulit dan separah apa pun situasi yang sedang kita hadapi. Dan dengan itu lah kemudian –insya Allah- kita akan meraih keuntungan.

Allah berfirman:“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Fath [48]: 4)

 

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du [13]: 28)

Dari artikel Tenangkanlah Hatimu — Muslim.Or.Id by null

Berdamai Dengan Diri Sendiri – Mario Teguh


Baru saja membaca post wall mario teguh tentang berdamai dengan diri sendiri. Bermaafan dengan diri sendiri, dan berlaku lembut dengan diri sendiri. Sesuatu yang belum pernah saya pikirkan sebelumnya. Kalau dipikir-pikir, betul juga ya. Ahh…susah dijelasin… Silahkan baca sendiri note dari Pak Mario ini.
Engkau yang merasa entah mengapa, kehilangan tenaga dan keinginan untuk melakukan sesuatu yang penting bagi hidupmu, dengarlah ini …

Kehidupan ini berlanjut.

Apakah engkau mengeluhkannya, memprotesnya, atau mensyukurinya, … kehidupan ini berlanjut.

Tapi engkau tak sendiri.

Ketahuilah bahwa di balik cadar keanggunan, atau tameng kegagahan, dan di balik semua keceriaan dan tawa lantang yang menggema dalam pergaulan yang popular itu, … sesungguhnya banyak tergelatak hati yang galau, yang tak bertenaga, yang letih dengan kepura-puraan, yang ingin berteriak seliar-liarnya, yang ingin berlari kencang membuta menghilangkan diri, dan yang ingin menangis sejadi-jadinya di tengah seramai-ramainya kerumunan.

Sesungguhnya engkau tak sendiri, maka kasihilah sesamamu sebagaimana engkau seharusnya mengasihi dirimu sendiri.

Sesungguhnya tidak mudah menjadi dirimu.

Orang di sekitarmu menuntutmu untuk memenuhi standar mereka tentang apa yang disebut berhasil, mecemoohmu jika engkau tak tampil seperti telah berhasil, menertawakan impian-impianmu, meragukan kesungguhanmu, dan menuntutmu menggembirakan mereka dengan menelantarkan kebutuhanmu untuk hidup damai dengan dirimu.

Kasihilah dirimu.

Janganlah memarahinya karena kesalahan yang tak disengajanya, atau yang dilakukannya karena ketidak-tahuannya.

Bersabarlah dengan kelambanannya dalam memperbaiki dirinya.

Bukankah engkau yang selalu mengatakan bahwa manusia itu tak sempurna? Lalu, mengapakah engkau memarahinya karena ketidak-sempurnaannya?

Dirimu itu paling membutuhkan kelembutanmu.

Apakah engkau tak merasa kasihan melihat upayanya untuk menggembirakan orang-orang tamak yang sombong, yang lebih kaya darimu, yang diharapkannya akan melebihkan pemberian kepadamu jika dia melebihkan tawa dan pujian bagi mereka?

Dirimu itu sesungguhnya telah letih melayanimu, yang banyak bermimpi tapi malas bertindak, yang banyak memprotes tapi mudah tersinggung, dan yang minder tapi sombong.

Turunkanlah suaramu sebentar, dan berbicaralah dalam nada suara yang lebih penyayang kepada dirimu.

Turunkanlah hidung dan wajahmu yang banyak mendongak untuk mengesankan rasa percaya diri itu, dan ramahkanlah wajahmu saat engkau melihatnya di cermin.

Berlakulah lebih jujur kepada dirimu.

Inginkanlah yang besar, tapi ikhlaslah melakukan yang sederhana dan yang dalam kemampuanmu untuk melakukan.

Bersegeralah melakukan yang kau rencanakan dan setialah mengerjakannya sampai selesai, agar dirimu mempercayai janji-janjimu kepadanya.

Duduklah lebih dekat dengan dirimu sendiri. Bersahabatlah dengannya.

Janganlah engkau membuatnya merasa tak kau butuhkan,karena kau sesali semua kekurangannya, sambil melupakan kelebihan dan kebaikannya.

Minta-maaflah kepada dirimu.

Dari semua yang paling membutuhkan permintaan maaf atas kesemena-menaan cara hidupmu, adalah dirimu sendiri.

Mudah-mudahan, dalam persahabatan yang ramah, penuh hormat, dan penuh kasih dengan dirimu sendiri itu, Tuhan mengutuhkanmu dengan dirimu sendiri dalam satu kesadaran jiwa yang semakin mulia dengan semakin bertambahnya usiamu.

Karena sesungguhnya, engkau dan jiwamu itu satu.

Tapi kesejatian jiwamu yang mulia itu, terbelah menjadi seperti dua bagian yang saling tak mendamaikan.

Karena, kesejatian jiwamu itu tak mungkin menjadi tetap utuh, dengan kau ijinkannya nafsu yang buruk sebagai pengganti dari tenaga jiwamu yang suci.

Maka, dekatkanlah dirimu kepada Tuhan, sedekat-dekatnya, dalam kemanjaan yang syahdu, dan dalam keharuan tangis jiwamu yang jujur.

Karena, di dalam kedekatan itulah engkau disucikan.

Karena, Tuhanmu tak mengijinkan apa pun yang kotor mendekat kepadaNya.

Jiwamu yang dekat dan manja kepadaNya, akan dibersihkan.

Dan di dalam kebersihan jiwamu itulah kedamaianmu tumbuh.

Sekarang … tundukkanlah diri dan jiwamu, dalam semesra-mesranya sujud di hadapan Tuhanmu yang merindukan tangis manjamu.

Wahai jiwa yang tenang … indahkanlah senyum di wajahmu itu.

Tuhanmu sedang memandangimu dengan penuh kasih.

Mario Teguh – Dengan hati yang penuh kasih kepadamu, … sahabatku