Tag Archives: enak

Sahur Pakai Abon-nya Bu Sarti Padmosusastro


Hai Guys…

Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan ya. Semoga puasa tahun ini bisa membawa hikmah dan berkah bagi kita semua. Amin.

Setiap bulan puasa saya jadi ingat jaman masih nge-kos dulu. Setiap kali sahur selalu sedia abon di kosan. Ya, karena abon ini paling praktis, enak dan hemat. Abon jadi penyelamat perut, apalagi saat belum gajian. haha. Tapi, meski hemat tetap bergizi lho, kan abon nya dari daging sapi. hehe.

Saat itu – sebelum tidur, saya biasanya masak nasi menggunakan rice cooker. Saat sahur tiba, sambil merem tuang abon di atas nasi trus makan deh! Nyam-nyam. Kenyang. Solat subuh lalu tidur lagi.

Nah, sekarang saya pengin nostalgia menikmati santap sahur pakai abon. Ehm. Santap sarapan lebih tepatnya. (Maaf, karena kondisi lagi hamil – selama dua hari ini saya belum berpuasa). Karena lagi pengen banget, saya nitip suami di Surabaya untuk mencarikan abon yang dulu saya makan saat masih ngekos. Dan akhirnya ketemu. Pas ada temen lagi nitip abon juga. Ya udah sekalian aja beli banyak.

abon2

Abon nya ini spesial, karena khas dari Surabaya. Emang Surabaya punya abon?? Lho..lho… Jangan salah, Surabaya punya abon legend yang sudah terkenal kelezatannya dari 19 tahun yang lalu lho. Olahan daging sapi ini bisa ditemukan di sepanjang jalan Padmosusastro. Ancer-ancer nya ada di dekat Gelora Pancasila, tembusan mall Sutos (Surabaya Town Square) ke arah jalan Darmo. Lebih lengkapnya bisa cek di Google Map. Hehe.

Di sepanjang jalan Padmosusastro ini, mayoritas warga menjual abon daging sapi. Tempatnya seperti rumah biasa, dan sangat-sangat sederhana. Abon daging sapi di tempat ini memang unik karena toko yang digunakan untuk  berjualan, memiliki multifungsi sebagai dapur untuk membuat abon daging sapi juga. Jadi saat membeli abon, kita bisa melihat proses pembuatannya secara langsung.

Meski sederhana, cita Rasa abon sapi di sepanjang jalan Padmosusastro ini sudah menggema dimana-mana. TOP banget. Bahkan sudah jadi icon oleh-oleh Surabaya yang wajib dibawa pulang oleh pendatang.

Dari sekian banyak, ada satu merk abon yang sangat saya gemari yaitu Abon Daging Sapi Bu Sarti. Pembeda dengan abon lainnya, Abon Bu Sarti memiliki ciri khas tekstur abon yang gurih dan crispy. Terasa kress..saat dikunyah. Rasanya gurih, manis, dan cocok banget disantap bersama nasi hangat yang mengepul. Dibuat cemilan juga enak. Aduhai..

abon6

 

Buat kamu yang suka pedas, abon Bu Sarti juga menyediakan varian rasa Pedas. Pedasnya pas di lidah, Nggak bikin meradang. Hihi.  Saya berani cerita karena sudah coba sendiri dan jadi pelanggan setia dari Abon Bu Sarti ini.

Abon kemasan ini dijual dalam tiga pilihan, yaitu abon sapi berat 100 gram, abon sapi berat 250 gram, dan abon sapi berat 500 gram. Sekali lagi, hanya ada dua varian rasa, manis dan pedas. Karena fresh from the oven, abon bu Sarti dijamin selalu baru setiap hari dan bisa tahan selama 6 bulan sejak tanggal produksi.

Buat temen-temen yang jauh dari Surabaya, kita bisa sediakan abon Bu Sarti dan langsung kirim dimanapun kalian Berada. Sebagai warga yang ingin melestarikan buah tangan kota tercinta ini, kita kasih harga murah meriah. Ada potongan harga khusus untuk yang mau beli borongan. Tertarik? Silahkan hubungi nomor dibawah ini.

0877.5969.9059 – via WA / SMS / telegram aja ya 

Buat kamu yang lagi di Surabaya, jangan lupa mampir ke Jalan Padmosusastro. Abon Daging Sapi Bu Sarti sudah menunggu~~~~

Harga Abon Daging Sapi Bu Sarti (Eceran):

5Berat 100 gram                    : IDR.28.000,-

Berat 250 gram                    : IDR.60.000,-

Berat 500 gram                    : IDR.110.000,-

Expired Date                        : 6 bulan setelah tanggal produksi

Kemasan                              : Plastik dengan lambang sapi dan ada logo Bu Sarti

Pengiriman                       : JNE/TIKI/Gojek

 

NB : 

Untuk pembelian abon Bu Sarti, juga bisa dilakukan di lapak ane gan… 

  1. Tokopedia
  2. Bukalapak
  3. OLX
Advertisements

Simpatik : Jogja Juga Punya Bebek Enak


Saya pikir, juara Bebek hanya milik Surabaya seorang. Ternyata Jogja juga pun punya bebek enak. Huhu. Yang saya maksud bebek disini, khususnya Bebek goreng dengan sambal dan lalapan.

Bebek Simpatik – Pasar Kranggan

Atau lebih dikenal dengan Bebek Kranggan. Bebek Kranggan atau Bebek simpatik ini adanya di dalam pasar Kranggan. Buat kamu yang mengaku Jogjaisme, pasti tahu tempat ini. Agak ndelik tapi cukup mudah dicari karena berada di pinggir jalan raya. Tepatnya di Jl Diponegoro – Jogjakarta.

Sederhana, tapi rasanya luar biasa

Sederhana, tapi rasanya luar biasa

Ada spanduk gradasi hijau yang menempel di dinding lokasi sebagai penanda. Letaknya persis di sebelah penjual bunga-bunga (red. Bunga untuk pemakaman). Haha. Bisa dibayangkan, kita makan bebek dengan aroma bunga dimana-mana. Cukup menarik.

1

Pilihan lauk yang disajikan selain bebek, juga ada sate jeroan (ati , usus, ampela), daging ayam, tempe, tahu dan terong. Menu khas sajian penyetan ala-ala kaki lima. Tapi jangan salah, bebek Simpatik ini tidak seperti bebek pada umumnya karena bebek nya berukuran cukup besar. Lega banget lihatnya.

Kami pun memesan bebek, sate jeroan dan terong. Minumannya, seperti biasa. Es teh tawar selalu jadi andalan saya. Sambil menunggu pesanan datang, saya menikmati nuansa pasar yang ada disini. Secara bentuk memang tidak terlalu bersih, namanya juga pasar. Tapi, perduli amat. Yang penting makanan yang kami makan, bersih.

2

Tidak lama, pesanan kami datang. Fresh baru diangkat dari penggorengan sehingga mengeluarkan aroma yang luar biasa menggoda jiwa. Haha. Langsung laper bok.

3

Kami pun menikmati bebek yang nggak habis-habis dimakan. Karena memang besar, dan dagingnya banyak. Haha. Dagingnya empuk, rasanya pun gurih, bumbu meresap sampai ke tulang-tulang nya. Apalagi sambalnya memang enak dan lezat. Membuat rasa bebek yang sudah gurih menjadi lebih sedap dan pedas. Dipastikan gobyos. Haha. Untuk sate jeroannya, ehm..menurut saya terlalu berminyak. Saya nggak terlalu suka.

4

Porsi nasinya juga banyak

Bebek Simpatik disajikan dengan sambal korek yang istimewa. Nasi, lauk dan lalap nya diletakkan di piring yang sudah dialasi daun pisang. Membuat aroma menjadi lebih sedap karena berbaur dengan daun pisang. Saya hanya kurang suka dengan penyajian sambal di atas wadah kecil biasa. Menurut saya lebih afdol jika sambal dihidangkan menggunakan wadah cobek. Aha, kurang satu. Dua hal yang penting, tapi nggak ada disini. Apa itu?? Bumbu kuning dan Pete! Haha. Bumbu kuning bebek, memang jarang saya temui selain di Surabaya.

8

Bebek Simpatik buka dari jam 6 sore sampai tengah malam. Semakin malam, semakin ramai. Hihi. Saya beruntung, karena datang jam 6 tet,  menjadi pelanggan pertama di hari itu dan tidak perlu antri! Harga? Haha..karena waktu itu kami ditraktir, jadi tidak tahu pasti harganya berapa. Yang pasti tidak lebih dari 30ribu seporsi.

7

Bebek Simpatik Pasar Kranggan, menjadi idola kedua setelah bebek penyet Surabaya di hati saya. (tsaaahh..lebay).  Selamat jatuh cinta dengan bebek Kranggan!

Alamat :

Bebek Goreng Simpatik Pasar Kranggan – Jalan Diponegoro Jogjakarta

Buka dari jam 18.00 WIB.

Mie Ayam Depot Rahayu – Cepu


Kebetulan, belum banyak yang bahas tentang Mie Ayam dari Cepu. Saya mau bagi-bagi info sedikit tentang mie ayam ciamik ini. Kalau kalian, ada yang mau ke Cepu. Trus sampe sana, laper. Pengin makan. Hemmm…. Saya – rekomendasikan untuk mampir ke Mie Ayam Wonogiri Depot Rahayu.

Well, rata-rata kalau saya makan mie ayam yang enak, suka eneg – ending nya nggak habis. Sayang kan? Meskipun bukan penggemar mie ayam, tapi mie ayam ini berhasil membuat saya jatuh cinta. Selain punya cita rasa yang yummy, mie ayam ini juga nggak bikin eneg.

Bumbu dari mie nya sendiri sudah enak. Toping suwiran ayam-nya pas. Satu lagi yang bikin sedap adalah, tambahan baksonya. Ya, baksonya beneran enak – kawan! Daging nya kerasa, tidak terlalu kenyal, dan gurih endes gimana gitu. Haha. Untuk penggemar bakso, boleh pesan bakso nya aja lho.

Entah, mie ayam di Cepu ini memang lain dari mie ayam di Surabaya. Mungkin karena lebih ke khas Wonogiri ya. Saya pribadi, lebih suka mie ayam Cepu. Dari bentuk mie, sampai rasa dari suwiran ayam nya sudah berbeda. Dan, porsi penyajiannya juga pas. Cukup membuat perut kenyang tanpa merasa kekenyangan.

Suasana tempat yang agak hot, bisa diatasi dengan minum semangkuk es campur. Dengan aneka isi di dalamnya, bikin seger euy.

Tempatnya biasa aja, malah agak terselip di antara barisan toko lain. Yang pasti cukup bersih. Dan pelayanannya, GE-PE-EL –alias ga pake lama. Haha. Ini lagi yang bikin sukak auw auw. Pas laper, dan nggak pake nunggu lama.

Harganya sekitar 10 – 15 ribu rupiah seporsinya. Harga juga tergantung kita mau mie ayam yang mana. Ada mie ayam biasa, mie ayam bakso, mie ayam special, dan lain-lain. Mie Ayam ini sudah jadi favorit keluarga (calon) suami, yang notabene asli Cepu. Tiap kali pulang ke Cepu, pasti tidak pernah absen untuk singgah kesini.

Kalau kalian mau mampir, lokasi nya gampang dijangkau kok. Mie Ayam Depot Rahayu buka dua gerai yang keduanya sama-sama berada di Jalan Surabaya. Depot yang satu ada di samping Toko Roti Surya. Sedangkan satu lagi, ada di samping Telkom. Kalau kalian tersesat, tanya aja. Mie ayam Telkom atau Mie Ayam sebelah toko roti Surya. Pasti orang-orang sana tahu deh.

Selamat Mencoba.

Salam dari Kota Cepu.

Bubur Ayam Siloam (Budi Mulia)


Nggak perlu panjang lebar lagi ya.  Search di Google, Bubur Ayam Siloam. Pasti langsung muncul banyak banget ceritanya. Hehe. Ya, lumayan udah banyak yang tahu dan suka. Saya mau menambahkan aja, versi saya sendiri.

Buryam Search Google

Di Surabaya, ini buryam paling mak nyus buat saya. Ya, Bubur Ayam Siloam. Kenapa Siloam? Karena tempatnya di depan Rumah Sakit Siloam. Ya, beberapa teman ada yang menyebutnya Bubur Ayam Budi Mulia (Siloam dulu namanya Budi Mulia). Yang mau menyebut bubur ayam ini dengan nama lain, monggo. Sebelum dipatenkan namanya!

Bubur Ayam SiloamYa, ada lagi bubur ayam enak lokasinya di jalan Jawa. Nggak jauh dari tempat buryam Siloam ini. Dan ada juga bubur ayam yang enak juga – deket ITS di jalan keputih. Kalau pengin makan malem pakai buryam, bisa ke Bubur  Ayam Jakarta yang di daerah Bratang Surabaya. Tapi saya lebih suka buryam siloam ini karena Pas. Dan banyak banget topping nya. Lauknya itu lho… melimpah ruah. Sampe bubur nya sendiri nggak keliatan, ketutup lauknya.

Oke, saya jabarkan satu per satu topping nya :

  1. Bubur
  2. Merica
  3. Kecap
  4. Bawang goreng
  5. Seledri
  6. Cakue
  7. Kacang Tanah
  8. Suwiran ayam (of course)
  9. Suwiran telor dadar
  10. Kerupuk siomay
  11. Kerupuk buryam
  12. Sambal

Ehm… standard ya topping nya? Tapi lihat dulu volume nya… buahaha… banyak bung! Buburnya sendiri rasanya udah gurih dan enak. Dan, saya paling suka kalau kacang nya dibanyakin. Oh iya, buryam disini pakai taburan kacang tanah. (Kan ada tuh buryam yang pakai kacang kedelai). Dan itu menambah nilai plus dari saya, karena saya lebih suka taburan kacang tanah.

Lihat topping nya sodara-sodara...!

Lihat topping nya sodara-sodara…!

Hari ini, kebetulan banget – pas kepingin sarapan buryam. Dan lagi buru-buru gila. Karena searah ke kantor, saya pun mampir untuk beli buryam super duper wenak ini. Harganya… 10 ribu seporsi. Sebanding sama kuantitas dan rasa ya brow.

Yang jual, si ibu-ibu gemuk. Rame banget? Nggak juga. Tapi biasanya jam 9 an udah habis. Buka nya dari jam setengah 6 pagi (rasanya). Hahaha… Saya pernah beruntung pas hari Sabtu, udah jam 11 siang masih bisa menikmati bubur ayam ini. Tet, porsi terakhir. *Horeee

Pas juga buat yang buru-buru, dan nggak suka nunggu lama. Karena ibuk-ibuknya melayani dengan so cepat.

Bubur Ayam Siloam

Mau coba juga? Alamat rumah sakit siloam nya sih disini :Jl. Raya Gubeng No. 70, Surabaya. Ya udah sih..kalau udah ketemu sama rumah sakitnya, tinggal nyari di emperan depan. Pasti ketemu sama gerobak bubur ayam nya. Warna gerobak nya putih, ada di belok-belok an. Si ibuk ini punya anak, dan anaknya jual bubur ayam juga. Setipe. Tapi saya lupa, dimana lokasi jualannya.

Biasanya sih saya bungkus trus makan di rumah atau di kantor. Kalau mau makan disitu juga boleh, tapi agak ngemper ya.

Ada yang tahu referensi buryam lain, yang lebih enak? Yuk yuk.. saling share. Hihi.

Anw, Salam buryam! *nomnom*

Incip Pedas Asoy-nya si Mbok Na


Tsaahh… Sebagai salah satu penggemar pedas, saya happy banget dong ya – dapet kiriman sambel. Iyess… SAMBAL MBOK NA. Kamu suka pedes?  Suka sambel? Nggak suka? Ya wis abaikan tulisan ini. Ini khusus buat kalian yang suka pedes yang nggak bikin kuatir sakit perut. Nggak bikin panas di perut. Tapi pedes. Pedes yang asoy asoy gitu deh. *asoy geboy…*

Paket SambelSambal jauh nih…dari Bali. Ya, asli diproduksi oleh Mbak Ina yang lagi tinggal di Bali. Merk MBOK NA ini sendiri diambil dari nama yang bikin, ya… namanya Mbak Ina. Jadilah, Sambal MBOK NA. ^_^ (Terimakasih ya mbak..).

“Iya awalnya iseng-iseng aja, karena suami doyan banget sama sambel. Jadi, saya sering buatin dia sambel. Pas bawain suami bekel sambel ke kantor, temennya pada nyobain. Dan pada bilang enak. Jadilah saya pede, memberanikan diri untuk jualan sambel. Saya tawarin ke temen kantornya suami, sodara, temen dll, Dan puji Tuhan, kok yo payu. Hehehehehehe….”, kata Mbak Ina.

Ini sambel level pedes biasa

Ini sambel level pedes biasa

Rasanya? Wenak bos. Selain rasa yang ciamik punya, Sambal MBOK NA ini juga bebas pengawet dan MSG. Hehe, cocok ya sama saya yang agak jaga jarak sama MSG. Mungkin cocok juga buat temen-temen pecinta sambal dan mau hidup lebih sehat, tanpa MSG.

Pagi tadi saya cobain buat sarapan barengan sama ibu. Nasi nya dikit aja (awalnya). Lauknya pake tempe doang. Wuzz…lalu makan deh pakai sambel ini. Nggak lama – nasinya habis. Nambah lagi dong nasi nya. Makan lagi. Dan habis lagi. Sampai nambah tiga kali nasinya. (**Maakk…. Jauhkan nasi dari saya. Jauhkann….!). Sambel MBOK NA ini bikin nagih.

Ini sambel level pedes banget

Ini sambel level pedes banget

Pedesnya pas. Manis dan asin nya juga pas. Nggak terlalu bikin gobyos kemringet tapi tetep kerasa pedes nya. Pedes-pedes yang bisa dinikmati deh. Ibu saya aja bilang enak. “Wah… kalau ada pete nya, tambah swipp ini Ta…”. kata Ibu. Ya kami sekeluarga penggemar pete. hahay. Enak dek.

Dijualnya sekarang hanya satu varian dengan dua pilihan level pedes. Pilihannya, HOT (tutup merah) dan XTRA HOT (tutup gold). Model-modelnya kemasannya mirip-mirip sambel Bu Rudi, atau sambel Mercon. Tapi ciri khas sambelnya beda ya. Sambal ini nggak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Mau dibilang sambal bajak, bukan. Sambal bawang, juga bukan. Sambal terasi juga bukan. Nahh lhoo.. penasaran ini sambal apaan? Hihihi. Yuk ah dicoba. Enak lho.

Buat nambah koleksi sambel-sambel di rumah juga oke. Jadi inget, pas masih nge kos dulu. Iz…makan tanpa sambel, kayak makan sayur tanpa garam. Ndak wenak… jadi harus ada sambel nya. Dan, sambel MbokNa bisa jadi pilihan kamuuu…yang senasib dan seperasaan sama saya. Apalagi yang jauh dari rumah, dan tinggal sendirian. Wuzz.. Sambel MbokNa bisa jadi sahabat perut di kala sahabat-sahabatmu yang lain pergi ninggalin kamu. *siihhh lebay *

HOMEMADE SAMBEL MBOK NA

Pesennya gimana?

Easy! So Easy!

Langsung ping! Wa! Call! SMS! Line! Follow Instagram! Atau apapun lah. Mbok Na siap dateng kemanapun kalian berada.

SAMBEL HOMEMADE MBOK NA

 wa: 083834774999

Bb: 7f87d68c

Line: felyina

Instagram : @moulette_id

Dan nggak pakai mahal. Cukup 50ribu aja, udah dapet 3 jar sambel. Per jar nya isi +/- 160 gram. Kalau saya sih, mau nya pesen lima. Nanti kalau sambal yang ini udah habis. Ahh.. dua hari juga habis. Apalagi sekeluarga doyan sambel semua. *Pesimis Nggak Kebagian*

Oits, Selain dari Bali, pengiriman juga dikerjakan dari Malang.

Yess… Udah pengen? Atau pengen banget? Yoii..langsung pesen bro. Gak kesuwen wes…!