Mie Ayam Depot Rahayu – Cepu


Kebetulan, belum banyak yang bahas tentang Mie Ayam dari Cepu. Saya mau bagi-bagi info sedikit tentang mie ayam ciamik ini. Kalau kalian, ada yang mau ke Cepu. Trus sampe sana, laper. Pengin makan. Hemmm…. Saya – rekomendasikan untuk mampir ke Mie Ayam Wonogiri Depot Rahayu.

Well, rata-rata kalau saya makan mie ayam yang enak, suka eneg – ending nya nggak habis. Sayang kan? Meskipun bukan penggemar mie ayam, tapi mie ayam ini berhasil membuat saya jatuh cinta. Selain punya cita rasa yang yummy, mie ayam ini juga nggak bikin eneg.

Bumbu dari mie nya sendiri sudah enak. Toping suwiran ayam-nya pas. Satu lagi yang bikin sedap adalah, tambahan baksonya. Ya, baksonya beneran enak – kawan! Daging nya kerasa, tidak terlalu kenyal, dan gurih endes gimana gitu. Haha. Untuk penggemar bakso, boleh pesan bakso nya aja lho.

Entah, mie ayam di Cepu ini memang lain dari mie ayam di Surabaya. Mungkin karena lebih ke khas Wonogiri ya. Saya pribadi, lebih suka mie ayam Cepu. Dari bentuk mie, sampai rasa dari suwiran ayam nya sudah berbeda. Dan, porsi penyajiannya juga pas. Cukup membuat perut kenyang tanpa merasa kekenyangan.

Suasana tempat yang agak hot, bisa diatasi dengan minum semangkuk es campur. Dengan aneka isi di dalamnya, bikin seger euy.

Tempatnya biasa aja, malah agak terselip di antara barisan toko lain. Yang pasti cukup bersih. Dan pelayanannya, GE-PE-EL –alias ga pake lama. Haha. Ini lagi yang bikin sukak auw auw. Pas laper, dan nggak pake nunggu lama.

Harganya sekitar 10 – 15 ribu rupiah seporsinya. Harga juga tergantung kita mau mie ayam yang mana. Ada mie ayam biasa, mie ayam bakso, mie ayam special, dan lain-lain. Mie Ayam ini sudah jadi favorit keluarga (calon) suami, yang notabene asli Cepu. Tiap kali pulang ke Cepu, pasti tidak pernah absen untuk singgah kesini.

Kalau kalian mau mampir, lokasi nya gampang dijangkau kok. Mie Ayam Depot Rahayu buka dua gerai yang keduanya sama-sama berada di Jalan Surabaya. Depot yang satu ada di samping Toko Roti Surya. Sedangkan satu lagi, ada di samping Telkom. Kalau kalian tersesat, tanya aja. Mie ayam Telkom atau Mie Ayam sebelah toko roti Surya. Pasti orang-orang sana tahu deh.

Selamat Mencoba.

Salam dari Kota Cepu.

Bubur Ayam Siloam (Budi Mulia)


Nggak perlu panjang lebar lagi ya.  Search di Google, Bubur Ayam Siloam. Pasti langsung muncul banyak banget ceritanya. Hehe. Ya, lumayan udah banyak yang tahu dan suka. Saya mau menambahkan aja, versi saya sendiri.

Buryam Search Google

Di Surabaya, ini buryam paling mak nyus buat saya. Ya, Bubur Ayam Siloam. Kenapa Siloam? Karena tempatnya di depan Rumah Sakit Siloam. Ya, beberapa teman ada yang menyebutnya Bubur Ayam Budi Mulia (Siloam dulu namanya Budi Mulia). Yang mau menyebut bubur ayam ini dengan nama lain, monggo. Sebelum dipatenkan namanya!

Bubur Ayam SiloamYa, ada lagi bubur ayam enak lokasinya di jalan Jawa. Nggak jauh dari tempat buryam Siloam ini. Dan ada juga bubur ayam yang enak juga – deket ITS di jalan keputih. Kalau pengin makan malem pakai buryam, bisa ke Bubur  Ayam Jakarta yang di daerah Bratang Surabaya. Tapi saya lebih suka buryam siloam ini karena Pas. Dan banyak banget topping nya. Lauknya itu lho… melimpah ruah. Sampe bubur nya sendiri nggak keliatan, ketutup lauknya.

Oke, saya jabarkan satu per satu topping nya :

  1. Bubur
  2. Merica
  3. Kecap
  4. Bawang goreng
  5. Seledri
  6. Cakue
  7. Kacang Tanah
  8. Suwiran ayam (of course)
  9. Suwiran telor dadar
  10. Kerupuk siomay
  11. Kerupuk buryam
  12. Sambal

Ehm… standard ya topping nya? Tapi lihat dulu volume nya… buahaha… banyak bung! Buburnya sendiri rasanya udah gurih dan enak. Dan, saya paling suka kalau kacang nya dibanyakin. Oh iya, buryam disini pakai taburan kacang tanah. (Kan ada tuh buryam yang pakai kacang kedelai). Dan itu menambah nilai plus dari saya, karena saya lebih suka taburan kacang tanah.

Lihat topping nya sodara-sodara...!
Lihat topping nya sodara-sodara…!

Hari ini, kebetulan banget – pas kepingin sarapan buryam. Dan lagi buru-buru gila. Karena searah ke kantor, saya pun mampir untuk beli buryam super duper wenak ini. Harganya… 10 ribu seporsi. Sebanding sama kuantitas dan rasa ya brow.

Yang jual, si ibu-ibu gemuk. Rame banget? Nggak juga. Tapi biasanya jam 9 an udah habis. Buka nya dari jam setengah 6 pagi (rasanya). Hahaha… Saya pernah beruntung pas hari Sabtu, udah jam 11 siang masih bisa menikmati bubur ayam ini. Tet, porsi terakhir. *Horeee

Pas juga buat yang buru-buru, dan nggak suka nunggu lama. Karena ibuk-ibuknya melayani dengan so cepat.

Bubur Ayam Siloam

Mau coba juga? Alamat rumah sakit siloam nya sih disini :Jl. Raya Gubeng No. 70, Surabaya. Ya udah sih..kalau udah ketemu sama rumah sakitnya, tinggal nyari di emperan depan. Pasti ketemu sama gerobak bubur ayam nya. Warna gerobak nya putih, ada di belok-belok an. Si ibuk ini punya anak, dan anaknya jual bubur ayam juga. Setipe. Tapi saya lupa, dimana lokasi jualannya.

Biasanya sih saya bungkus trus makan di rumah atau di kantor. Kalau mau makan disitu juga boleh, tapi agak ngemper ya.

Ada yang tahu referensi buryam lain, yang lebih enak? Yuk yuk.. saling share. Hihi.

Anw, Salam buryam! *nomnom*

Ketika “Guk-Guk” tidak lagi “Guk-Guk”


Setiap negara pasti punya bahasa sendiri-sendiri dong ya, dalam menginterprestasikan sesuatu. Misal ketika pagi hari, di Indonesia, setiap orang akan menyapa dengan “Selamat Pagi”. Di Inggris – US punya sapa-an “Good Morning”, Albanian dengan “Mirëmëngjes” , Perancis dengan “bonjour”, Cina dengan “早安”, dan masih banyak lagi. Pada intinya memiliki arti & tujuan yang sama tapi diucapkan dengan bahasa yang berbeda.

Lalu, bagaimana jika pengucapannya ditujukan untuk meniru suara binatang? Suara anjing, kalau yang biasa kita dengar ditirukan dengan suara “Guk-Guk”. Kalau ada orang tua yang bilang ke anak-anaknya, “Jangan kesitu, nanti ada guk-guk nya lho…”. Itu berarti isyarat kalau disitu ada anjing.  Begitu juga dengan “mooo~…..”, menginterprestasikan suara dari hewan sapi. “Kwek-kwek” adalah suara bebek. Dan masih banyak lagi suara hewan lain.

guk-guk
guk-guk

Tapi Guk-guk di Indonesia, bisa jadi tidak “guk-guk” lagi di negara lain. “Mooo…” di Indonesia, juga belum tentu “Moo…” di negara lain.   Karena setiap orang di masing-masing negara punya cara sendiri-sendiri menirukan suara binatang. Simple tapi menarik, karena cara mereka menirukan suara binatang itu unik. Mau tahu uniknya seperti apa? Simak video berikut.

Di dalam video tersebut, setiap orang diminta untuk berbicara dalam bahasa mereka untuk menirukan suara binatang seperti anjing, kucing, ayam, sapi, dan suara babi. Mulai dari bahasa Inggris, Mandarin, Perancis, Italia, Spanyol, Turki, Hindi, Jepang, Rusia, Belanda, Bengali, Swahili, dll. Dan saya langsung ngakak, karena mereka menirukan suara binatang dengan suara yang unik dan ada yang hampir tidak mirip sama sekali.

Suara sapi "Humba-humba"
Suara sapi menjadi “Humba-humba” di India

Kalau kucing, hampir semua orang menirukan dengan suara “miauw..miauw..” Oke lah ya? Tapi gimana kalau suara anjing ditirukan jadi “bau-bau” atau “wang-wang”. Atau suara sapi yang ditirukan jadi “humba-humba”. Hahaha…. Weitss… tidak mirip bukan berarti salah ya. Karena itu cara mereka.

 

Saya jadi penasaran juga nih, bagaimana cara mereka menirukan suara semut?

sumber : gizmodo

Jancuk! Se-jancuk “Sego Goreng Jancuk” Suroboyo!


Oke, kalau orang Jakarta punya nasi goreng GILA yang dibangga-banggain dimana-mana. Maka, dengan ini, saya nyatakan bahwa Surabaya juga punya nasi goreng yang nggak kalah superrr, Nasi Goreng Jancuk. Oups. Saya nggak misuh *ngomong kotor* lho ya. (hahaa.. kapan lagi bisa ngomong jancuk tanpa merasa berdosa :p)

Nasi goreng Jancuk yang jelas Cuma ada di Surabaya, dan you-you mesti coba. Yang jual Cuma satu! Dan nggak dijual di emperan. Mau tau? Mau tau?

Banyak istigfar ya setelah makan ini :p
Banyak istigfar ya setelah makan ini :p

Biar ngiler lagi,,, nasi goreng Jancuk ini disajikan dalam satu wadah besar biasanya sih dialasi daun pisang. Numplek blek. …. (Ada piring personal nya kok. Nggak royokan lah rek…). Ya kalo bisa ngabisin sendirian, ya nggak masalah sih Tapi saran saya, pastikan perut Anda dalam keadaan aman terkendali. Karena pedesnya nggak main-main. 20 lombok kecil dan masih ditambah sambal dan berbagai rempah. Sampe kemringet gobyosss…  Tapi tetep enak kok… di dalemnya ada daging ayam, udang, telor dan brambang goreng. Ada acar dan krupuk udangnya. Krupuk Udangnya nancep di tengah. *haha*.

Dijualnya di restoran hotel. Biasalah ya…makan di restoran hotel Surabaya bukan sesuatu yang wah… *macak sogeh padahal kere*. Tempatnya di Surabaya Plaza Hotel, Plaza Boulevard, Jalan Pemuda 31-37 – Surabaya.Nggak harus booking kamar atau nginep di hotel ini kok. Dateng Cuma buat beli nasi gorengnya aja bolehh..dan bolehh bangett….Tapi Ojok kaget bos, sak-porsi regane sekitar SERATUS RIBU-AN. Kalau mau sama minumnya, ada yang namanya PAKET MBLEDOSSS…. udah ditambah satu pitcher es teh. (*semoga harga belum berubah, bek e harga lombok naik). Tapi…tapi..tapi… bisa dimakan sampe 4 – 5 orang. Tergantung kapasitas lambung masing-masing ya. Rasanya dijamin Jancuk banget lah… Maksudnya pedes banget, sampe bikin orang yang makan pengin misuh-misuh. Tapi tetep ciamik bro. Udah ngiler kan?

Surabaya Plaza Hotel
Surabaya Plaza Hotel

Ada tips biar nggak bikin kantong kering setelah makan disini. Ngene rek.. Kan regone yo ga murah, jadi mending awak peno kalau pengin nambah minum, beli satu paket nasi goreng lagi. Soale nek tuku ombene tok (es teh) satu pitcher regone satu ewu dewe. Larang kan? Pengin murah maneh? Nggowo ombe dewe ae lah teko omah. Soale sak pitcher es teh koyoke ga bakal ngatasi pedese nasi goreng iki. Nek ga entek, yo wis lah.. dibungkus ae.. gowo moleh. Ojo dipekso, timbangane awake mencret-mencret. Dan ojok dibuwak rek… ga apik buwak-buwak panganan.

Kalau dulu waktu kuliah, satu kelas pesen nasi goreng jancuk. Tiap anak urunan 10 ribu an (kalo ga salah). Dikali 27 anak. Trus , beli nasi goreng dapet tiga porsi  dan dibungkus dibawa ke lab. Dimakan rame-rame deh…

Anda Belum Sampai Surabaya Jika Belum Mencoba
Anda Belum Sampai Surabaya Jika Belum Mencoba

Situ suka pedes? Halahh…nggak usah ngaku doyan pedes kalau belum menjamah makanan Suroboyo. Siapin deh obat mencret, karena pedesnya makanan Suroboyo itu totalitas dan nggak ada duanya. Dan, rasanya itu mantap gitu lho. Bumbunya langsung nyess… Dan harganya juga nggak menjajah alias murah.

Saya setuju dengan slogan Nasi goreng satu ini, “Anda belum sampai di Surabaya jika belum mencoba Nasi Goreng Jancuk”. So? Berani terima tantangan makan nasi goreng Jancuk khas Suroboyo?

Hanya satu Jancuk yang bisa dinikmati, yaitu Nasi Goreng Jancuk
Hanya satu Jancuk yang bisa dinikmati, yaitu Nasi Goreng Jancuk