Ketika Hasrat Memasak Kembali Muncul….


Setelah beberapa waktu vakum dari dunia masak-memasak, akhirnya sekarang saya memulainya lagi. Walaupun bukan masak masakan heboh ala koki-koki di tipi. Tapi sudah cukup membuat saya bahagia karena saya sudah semangat memasak.

Awal bulan menikah, saya on fire sekali memasak untuk suami. Alhasil, lumayan bisa menaikkan berat badannya barang sekilo – dua kilo. Lalu karena ada panggilan kerjaan yang lumayan menyita waktu, saya meninggalkan segala bentuk wajan, panci, dan alat-alat dapur lain. Termasuk meninggalkan bapak-bapak penjual sayur. Suatu saat kita akan bertemu lagi Pak..

Sekarang? Saya memaksa menyempatkan diri memasak, walaupun hanya akhir pekan. Haha. Di satu sisi saya senang, karena hasrat untuk memasak sudah muncul lagi. Di satu sisi, saya sedih juga karena hasrat itu baru bisa terlaksana di hari Sabtu dan Minggu.

Yang seharusnya pekerjaan rumah tangga ini dilakukan setiap hari, malah bisanya saya Cuma di akhir pekan. Itu pun sudah bersyukur sekali, karena terkadang akhir pekan pun aktivitas memasak masih bisa dikalahkan oleh nglencer dan jalan-jalan. Ujung-ujungnya sampai rumah sudah capek. Lagu lama..

Untungnya, (masih untung) saya dan suami sedang tidak berada di satu kota. Perasaan bersalah karena tidak memasak sedikit bisa dikaburkan. Tapi tetap, ketika saya pulang atau suami berkunjung – saya akan selalu pasang badan untuk memasak. Hehe.

Jujur, memang tidak mudah menjalani peran wanita karir sekaligus melakukan pekerjaan rumah tangga.  Ada satu yang terpaksa “dikalahkan”, karena badan saya Cuma satu dan waktu yang saya punya hanya 1 x 24 jam dikali 7 hari. Dan, lebih dari separuh waktu saya sudah habis untuk kerja selama lima hari.

Kadang, saya iri mampus dengan mereka-mereka yang bisa mendalami perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga. Karena mereka punya waktu penuh untuk mengabdi pada keluarga dan totalitas merawat keluarganya dengan baik. Bisa memasak setiap pagi, menyiapkan bekal makan siang, bersih-bersih dan menata rumah, mencuci dan menyetrika baju. Setiap malam menemani anak-anak belajar.  Walaupun mirip-mirip babu, tapi ini pekerjaan yang selalu saya idam-idamkan. Hehe.

Tapi karena keadaan dan lain hal, saat ini saya belum bisa meluangkan waktu sepenuhnya (malah adoh-adohan) untuk keluarga. Saya dan suami pun sepakat untuk saling bertoleransi. Saling menghormati dan tetap sadar dengan hak dan kewajibannya masing-masing. Yang pasti, tetap penuh cinta. Ahay…

Jadi, sembari memasak – saya memikirkan ini. Kapan ya, saya bisa totalitas ada di rumah dan selalu ada untuk suami?

Simpatik : Jogja Juga Punya Bebek Enak


Saya pikir, juara Bebek hanya milik Surabaya seorang. Ternyata Jogja juga pun punya bebek enak. Huhu. Yang saya maksud bebek disini, khususnya Bebek goreng dengan sambal dan lalapan.

Bebek Simpatik – Pasar Kranggan

Atau lebih dikenal dengan Bebek Kranggan. Bebek Kranggan atau Bebek simpatik ini adanya di dalam pasar Kranggan. Buat kamu yang mengaku Jogjaisme, pasti tahu tempat ini. Agak ndelik tapi cukup mudah dicari karena berada di pinggir jalan raya. Tepatnya di Jl Diponegoro – Jogjakarta.

Sederhana, tapi rasanya luar biasa
Sederhana, tapi rasanya luar biasa

Ada spanduk gradasi hijau yang menempel di dinding lokasi sebagai penanda. Letaknya persis di sebelah penjual bunga-bunga (red. Bunga untuk pemakaman). Haha. Bisa dibayangkan, kita makan bebek dengan aroma bunga dimana-mana. Cukup menarik.

1

Pilihan lauk yang disajikan selain bebek, juga ada sate jeroan (ati , usus, ampela), daging ayam, tempe, tahu dan terong. Menu khas sajian penyetan ala-ala kaki lima. Tapi jangan salah, bebek Simpatik ini tidak seperti bebek pada umumnya karena bebek nya berukuran cukup besar. Lega banget lihatnya.

Kami pun memesan bebek, sate jeroan dan terong. Minumannya, seperti biasa. Es teh tawar selalu jadi andalan saya. Sambil menunggu pesanan datang, saya menikmati nuansa pasar yang ada disini. Secara bentuk memang tidak terlalu bersih, namanya juga pasar. Tapi, perduli amat. Yang penting makanan yang kami makan, bersih.

2

Tidak lama, pesanan kami datang. Fresh baru diangkat dari penggorengan sehingga mengeluarkan aroma yang luar biasa menggoda jiwa. Haha. Langsung laper bok.

3

Kami pun menikmati bebek yang nggak habis-habis dimakan. Karena memang besar, dan dagingnya banyak. Haha. Dagingnya empuk, rasanya pun gurih, bumbu meresap sampai ke tulang-tulang nya. Apalagi sambalnya memang enak dan lezat. Membuat rasa bebek yang sudah gurih menjadi lebih sedap dan pedas. Dipastikan gobyos. Haha. Untuk sate jeroannya, ehm..menurut saya terlalu berminyak. Saya nggak terlalu suka.

4
Porsi nasinya juga banyak

Bebek Simpatik disajikan dengan sambal korek yang istimewa. Nasi, lauk dan lalap nya diletakkan di piring yang sudah dialasi daun pisang. Membuat aroma menjadi lebih sedap karena berbaur dengan daun pisang. Saya hanya kurang suka dengan penyajian sambal di atas wadah kecil biasa. Menurut saya lebih afdol jika sambal dihidangkan menggunakan wadah cobek. Aha, kurang satu. Dua hal yang penting, tapi nggak ada disini. Apa itu?? Bumbu kuning dan Pete! Haha. Bumbu kuning bebek, memang jarang saya temui selain di Surabaya.

8

Bebek Simpatik buka dari jam 6 sore sampai tengah malam. Semakin malam, semakin ramai. Hihi. Saya beruntung, karena datang jam 6 tet,  menjadi pelanggan pertama di hari itu dan tidak perlu antri! Harga? Haha..karena waktu itu kami ditraktir, jadi tidak tahu pasti harganya berapa. Yang pasti tidak lebih dari 30ribu seporsi.

7

Bebek Simpatik Pasar Kranggan, menjadi idola kedua setelah bebek penyet Surabaya di hati saya. (tsaaahh..lebay).  Selamat jatuh cinta dengan bebek Kranggan!

Alamat :

Bebek Goreng Simpatik Pasar Kranggan – Jalan Diponegoro Jogjakarta

Buka dari jam 18.00 WIB.

Warung Pasta : Surga Para Pecinta Pasta


Bagi penggemar pasta, mungkin sudah tahu banyak ya tentang tempat ini. Warung Pasta. Bukan tempat makan baru, tapi baru buat saya karena baru pertama kali kesini. Oke. (Mengulang kata “baru” tiga kali. \’menunjukkan betapa baru-nya saya ke tempat ini’\)

Warung pasta yang saya singgahi, terletak di daerah Kemang. Konon katanya, Kemang adalah tempat anak-anak asik. Oke. Asik. Semoga belum terlambat untuk saya yang pengin ikutan asik. Asik.

Warung Pasta di atas, dan ada Warung
Warung Pasta di atas, dan ada Warung “Sruput” di bawah (abaikan emote yang sengaja saya pasang disitu)

Kembali ke warung pasta. Meskipun namanya “warung”, tapi tempatnya jauh dari kesan “warung”. Lalu, seperti restoran? Ehm..bukan restoran juga sih. Restoran yang agak ke-kafe-an. Haha. (apa sih?). Yang pasti, tempatnya cozy dan bikin saya betah lama-lama disana. Ada iringan musik,  yang membuat suasana malam semakin terasa syahdu. Semakin malam semakin ramai pengunjungnya. Saya beruntung karena bisa langsung masuk tanpa harus masuk ke waiting list.

BukuMenu_WarungPasta_Rewinnita

Ada berbagai pilihan pasta dan saus. Untuk pastanya kita bisa pilih spaghetti, fussili, fettucini, fresh parpadelle, penne, atau linguenne. Kita juga bisa memilih porsi makanannya, ada  S, M dan L. Semakin banyak porsinya, semakin mahal harganya. Buat kamu yang makannya sedikit, better pilih yang S. Ini pun juga cukup banyak buat saya.

BukuMenu1_WarungPasta_Rewinnita
Citarasa pizza sudah dikombinasikan dengan lidah indonesia

Nggak Cuma pasta, disini juga ada pizza dan kita sendiri bisa memilih jenis original, fluffy, atau pie. Pizza original lebih tipis dan crispy luar dalam. Fluffy memiliki tekstur pizza yang luarnya crispy namun dalamnya creamy. Sementara Pie, memiliki tekstur yang creamy luar dan dalam. Untuk pizza jenis fluffy dan pie ada tambahan charge 5 ribu dan 3 ribu rupiah. Untuk sausnya, kita bisa pilih diantara sekian banyak yang ada di buku menu.

Ya, kami cukup lama untuk memilih karena banyaknya pilihan yang wow – banyak banget dan mengundang selera. Saya memilih pasta fusilli snow white sebagai menu perdana. Kawan saya memesan Cheesy Rice. Minumnya, saya pesan special tea blend. Dan kawan saya tertarik dengan Italian chocolate.

Kami pun menunggu. Menunggu. Dan, menunggu. Saya lirik ke jam, wow..hampir 45 menit kami menunggu. Cukup lama sampai akhirnya datanglah pesanan kami.

Fusilly_SnowWhite_Rewinnita

Untuk Fusilli Snow White yang saya pesan, rasanya tidak terlalu yummy di lidah. Huhu. Sedih. Pasta ini dimasak dengan saus cream dicampur salmon asap, shrimp, clams, dan octopus. Harusnya saya mengabaikan kolesterol, dan memilih varian pasta beef yang mungkin lebih enak.

CheesyRice_WarungPasta_Rewinnita

Sementara itu, menu yang saya pikir aneh, Cheesy Rice, ternyata jauh lebih enak. Cheesy Rice ini semacam nasi yang dimasak dengan saus pasta, mozzarella, dan parutan keju.  Keju mozzarella dan pasta benar-benar bisa nyambung rasanya dengan nasi. Penyajian cheesy rice di dalam pinggan tahan panas juga lebih menarik dibandingkan fusilli snow white yang tersaji begitu saja di atas piring tanpa aksen apa-apa.

Minum_WarungPasta_Rewinnita

Untuk minumannya, special tea blend cenderung lebih segar. Ya sesuai namanya, minuman ini standard berbahan dasar teh. Tapi diberi sirup leci dan buah leci. Dan Italian Chocolate lebih kental karena ada campuran susu, coklat kental dan cream. Keduanya, sama enaknya. Recommended untuk dua minuman ini.

PizzaTunaChunk_WarungPasta_Rewinnita

Belum puas dengan obrolan seru malam Minggu, kami pun memesan lagi – satu porsi pizza original Tuna Chunk. Pizza dengan taburan tuna dan irisan cabe rawit. Haha. Baru kali ini makan pizza pakai taburan cabe rawit. Rasanya? Pun aneh dan pedas menggigit!

Harga makanan dan minuman hampir sama. Jadi? Ya, untuk segelas teh leci dan orea cream termasuk mahal buat saya. sekitar 20ribu an. Sementara harga makanan memang lebih murah, kami pesan rata-rata di bawah 30ribu an semua.

Dari 10 paling bagus, saya beri nilai 7 untuk Warung Pasta!

Alamat : Jalan Kemang Raya No. 88, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730, Indonesia

Tlp : +62 21 7193776

Promo..!!
Promo..!!
Cabang_WarungPasta_Rewinnita
Cabang Warung Pasta lainnya…

Manja Cantik Bersama Serenity


Minggu kemarin, saya baru manja cantik seharian di salon. Nama Salonnya, Serenity Spa. Pas banget kan, sama saya yang penggemar Sailormoon. Haha. Tempatnya, di sebelah Femme fitness – persis. Oh iya, pemilik salon Serenity dan Femme Fitness ternyata masih bersaudara lho. Kenapa saya memilih salon ini? Simple. Karena dekat rumah.

Jam operasional khusus Ramdhan dari : 9.00 - 19.00 WIB

Jam operasional khusus Ramadhan dari : 9.00 – 19.00 WIB link

Menghabiskan waktu di salon seharian bisa jadi pilihan untuk menghabiskan waktu di bulan puasa. Dari pagi sampai sore, nggak berasa deh. Haha. Saya bukan pecinta nyalon macam ini. Tapi, setahun dua atau tiga kali memanjakan diri seperti ini boleh lah ya.

20150620_110856

Dengan mbak-mbak yang ramah dan berpengalaman, saya betah seharian di salon ini. Mulai dari hair colouring, manicure-pedicure, dan body scrub. Maunya sekalian facial, tapi nggak jadi karena keburu sore dan mepet sama jam buka puasa. Kenapa saya pilih perawatan itu??

1. Coloring Hair : Mulai bosan dengan warna rambut asli. Pengin ganti penampilan. Apalagi mau lebarann… yeaaayy

2. Manicure Pedicure : Kuku saya sudah mulai kayak tukang. Item dan pecah-pecah. Karena udah panjang juga, sekalian deh saya ambil perawatan kuku biar agak cantik.

3. Body Scrub : Nyetir motor di jalanan Jakarta yang jauh dari lancar, terus terang bikin badan pegel. Sekalian pijet, saya juga mau scrub badan yang udah full sama bolot.

Dan, yang menyenangkan adalah saat saya bingung mau kasih rambut dengan warna apa. Mbak (yang entah belum nanya namanya) kasih saran warna rambut yang oke. Dan, hasilnya pun oke. Top. Hehe. Sebenarnya ada 1 warna yang saya pengin, tapi sayangnya stok nya lagi kosong. Huu..

Untuk tempatnya sendiri, memang tidak terlalu besar. Model ruko dua lantai dan cukup nyaman. Untuk perawatan spa nya sendiri ada di lantai 2. Sedangkan lantai 1 khusus untuk perawatan rambut. Penataan ruangannya juga oke. Saat di ruangan lantai 2, diputar musik-musik instrument sunda. Jadi, sambil ngantuk merem gimana gitu dengerinnya. Hehe. Dan, ada shower serta bath up juga. Dan yang pasti bersih!

Harga? Uhmm…dibandingkan dengan harga Surabaya, disini lebih oke dan lebih murah ya. Bayangin, bisa waxing underarm dengan harga 30ribu rupiah saja. Bisa pijet-pijet di harga 70ribu rupiah. Dan, untuk menipedi cukup 80ribu rupiah saja.  Dengan kualitas yang sama, saya bisa habis banyak kalau nyalon di Surabaya. Fiyuhh… Maka ituu saya semakin sukaa nyalon disini…

harga

Agar bisa langsung dilayani, pastikan untuk melakukan reservasi maksimal satu hari sebelumnya. Ada beberapa pelanggan yang terpaksa tidak bisa dilayani, karena sudah full. Terlebih saat weekend.

Oh iya, yang mau tau detail tentang Serenity Spa bisa cek langsung ke Facebook nya.

Akhirnya memilih Deposito


Beberapa waktu lalu, saya sempat galau memikirkan jenis investasi yang aman. Ya, masa hedon-hedon sudah berlalu. Saya sudah 26 tahun, dan sekarang saatnya untuk berinvestasi secara serius. Terus terang, karena saya memang agak rabun soal investasi jadi saya cari-cari informasi mulai dari investasi emas, reksadana, properti, asuransi, deposito, sampai ke ternak sapi.

Investasi emas? Ehm..investasi emas ini baru menguntungkan jika kita mau bertahan untuk tidak menjualnya selama 5 – 10 tahun atau lebih. Kalau untuk jangka pendek tidak terlalu terasa. Ditambah kata mamer (mama mertua) nilai emas sekarang ini sudah tidak seperti dulu. Agak kurang menguntungkan. Jadi, investasi berupa emas tidak menjadi prioritas utama saat ini. Nanti kalau duwit saya mulai keleleran atau melimpah ruah atau saya nggak butuh duwit lagi- baru saya mulai memikirkan ke arah ini. hahaa..

Reksadana? Ya, saya tertarik dengan produk ini. Saya sempat browsing dan menanyakan ke beberapa kawan. Tapi belum cocok untuk investasi awal saya. Karena sifatnya yang membuat hati berdebar-debar. Haha. Return atau hasil keuntungan yang fluktuatif,  terutama pada reksadana saham, karena mengikuti harga saham-saham yang dibeli/menjadi dasar perhitungan NABnya. Mungkin dalam jangka waktu dekat, saya akan coba untuk berinvestasi disini.

Asuransi? Saya serius tertarik untuk mengambil asuransi, tapi bukan untuk berinvestasi. Lebih tepatnya untuk kesehatan, asuransi jiwa, atau jika nanti sewaktu-waktu saya ingin pension. Saya pasti akan ambil asuransi pribadi, tapi tidak sekarang.

Properti? Menjadi juragan tanah macam babe-babe betawi rasanya cukup menggiurkan. Ya, saya pengin banget! Tapi apa daya, tampang saya sekarang ini belum cocok untuk jadi juragan tanah. haha… nanti, setelah ada cukup dana saya akan menuju ke investasi ini.

Ternak sapi? Ah..saya cinta sapi! Cinta banget! Mereka itu mahluk paling lucu dan imut di muka bumi ini. Tapi karena suami melarang pelihara sapi di dalam rumah, ya..terpaksa saya tunda dulu. haha. Suatu saat nanti, saya pengin punya peliharaan sapi.  Niat beli sapinya biar bisa buat qurban nanti saat idul adha. Untuk investasi? Mungkin belum tahun ini. Hiks..

cow-clip-art3

Deposito. Dan, saya rasa deposito adalah pilihan yang tepat dan paling aman dengan resiko rendah untuk kondisi saya saat ini. Sederhananya, kita menyimpan uang, kemudian uang yang di investasikan hanya boleh diambil kembali sesuai batas waktu yang disepakati.

Apa bedanya dengan tabungan? Tabungan memiliki felksibilitas yang sangat tinggi karena kapanpun saya butuh uang, penarikan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tidak bagus untuk saya yang memang berniat untuk berinvestasi. Bahaya kan? Sedangkan deposito memiliki jangka waktu untuk penarikannya, sehingga saya sendiri tidak dapat melakukan penarikan semaunya. Malah kalau diambil sebelum jatuh tempo bisa kena penalty.

Dari beberapa rekening yang saya miliki, saya memilih satu rekening syariah untuk deposito. Kenapa di bank syariah? Dengan uang yang saya simpan di simpanan deposito bank syariah saya merasa lebih tenang yang sifatnya non-materi. Mungkin karena bank syariah menerapkan sistem bagi hasil / nisbah, dan bukan sistem bunga yang dianggap sebagai riba. Dan poin penting lainnya, dari deposito syariah itu – bisa otomatis dibayarkan zakatnya. Semakin mendekati halal, semakin barakah rejekinya. amin.

increasing-return-college-investment

Pembagian bagi hasil tersebut juga ditetapkan dengan persentase. Misalnya, saat mendepositokan dana kita diberikan nisbah dengan persentase 60:40. Maka, 60% untuk kita, dan bank dapat sisanya, yaitu 40%. Persentase ini yang akan dipergunakan bank untuk menghitung bagi hasil kita pada bulan berikutnya.

Persentase tersebut nilainya juga bergantung pada jangka waktu yang akan kita ambil. Semakin besar jangka waktu yang kita ambil, semakin besar pula persentase yang didapat. Misal, jika jangka waktu yang diambil 1 bulan memiliki persentase pembagian keuntungan 50:50. Maka, jangka waktu 12 bulan akan berbeda, misalnya memiliki persentase keuntungan 55:45.

calculator-icon

Secara sederhana, rumus yang dimiliki oleh deposito syariah untuk perhitungan nisbahnya adalah sebagai berikut:

(Nominal deposito : Nominal seluruh deposito ) x  Persentase bagi hasil x Keuntungan bank pada bulan tersebut
Misal, jika diketahui:

  1. Nominal deposito Kita Rp 10.000.000 dan jangka waktu 1 bulan
  2. Jumlah seluruh deposito di bank itu yang memiliki jangka waktu 1 bulan adalah Rp 5 milyar
  3. Keuntungan bagi hasil seluruh deposito yang memiliki jangka waktu 1 bulan Rp 50 juta
  4. Nisbah bagi hasil dengan jangka waktu 1 bulan adalah 55 % untuk nasabah dan 45% untuk bank

Maka, bagi hasilnya adalah :

(Rp 10 juta: Rp5 milyar) x  55% x Rp50 juta = Rp55.000,-

Jadi, dari simulasi tersebut pada bulan berikutnya kita akan mendapatkan nisbah bagi hasil dari Bank sebesar Rp. 55.000,-.

Saya sendiri mempercayakan deposito pada bank BRI Syariah. Kenapa? Karena males aja buka rekening bank syariah yang lain. Haha. Rekening yang ada, saya manfaatkan saja. Lagipula, dari awal saya buka rekening tabungan di bank syariah – saya memang sudah seleksi dulu bank nya.  Ini alas an kenapa saya buka tabungan di BRI Syariah.

  • Bebas biaya admin bulanan
  • Bebas biaya transfer ke jaringan ATM bersama & ATM prima
  • Bisa transaksi via ATM bersama & ATM prima
  • Lokasi dekat rumah
  • Belum terlalu banyak cabang bank nya. Yang artinya, kemungkinan saya untuk mengambil uang di bank ini semakin kecil. Dan, uang saya semakin aman tidak terjamah oleh saya.

705708_394913_579836_1

Lalu bagaimana dengan syarat untuk buka deposito di BRI Syariah? Gampang buwanget.

  1. Punya rekening tabungan BRI Syariah
  2. Punya duwit, minimal 2.5 juta
  3. Fotocopy KTP & NPWP
  4. Materai (CS BRI Syariah sudah menyiapkan ini)

Sekarang, mau pilih jangka waktu berapa lama? Di BRI Syariah disedikan jangka waktu deposito mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan seterusnya (saya lupa). Oh iya, ada penalty 100ribu kalau duwitnya diambil sebelum tanggal jatuh tempo. Saya sendiri memilih jangka waktu 1 bulan. Haha. Antisipasi aja, kalau nggak kuat iman dan butuh ngambil duwit bisa di bulan berikutnya di tanggal jatuh tempo. Dan, saya minta dibuat otomatis roll out ke bulan berikutnya jika pada tanggal jatuh tempo – duwitnya tidak diambil. Sedangkan untuk bagi hasilnya bisa ditaruh di tabungan atau mau dideposito kan lagi. Saya sendiri memilih untuk didepositokan lagi saja. Asumsi biar tambah banyak duwitnya.

Dan, saat pencairan uang hanya bisa dilakukan di bank awal buka deposito. Misal nih, saya. Saya buka deposito di bank BRI Syariah Gubeng Surabaya. Nanti, kalau mau mencairkan uang ya harus di bank itu.

Pada dasarnya semua investasi yang saya sebutkan di atas itu bagus. Ternak Sapi pun juga bagus. (haha). Tapi kembali lagi dengan kebutuhan kita saat ini. Saya pribadi, merasa deposito ini lebih cocok dengan kondisi keuangan saat ini. Jadi, begitulah. Haha. Nantinya? Saya mau mencoba semua investasi di atas, termasuk reksadana dan ternak sapi. Hihi. Berinvestasi seperti ini ternyata bikin ketagihan ya. Mari berinvestasi!

Oh iya , temen-temen lain pasti juga sudah punya investasi kan? Oh iya, bagaimana dengan kamu? kamu? kamu? Ada saran lain, untuk investasi yang aman dan halal?

Didukung dari sumber : www.cekaja.com.

Asuransi, Take it or Leave it?


Saya sedang mencari referensi tentang asuransi. Ternyata memang tidak mudah ya untuk menemukan asuransi yang pas dengan kebutuhan kita, salah satunya asuransi kesehatan. Sekitar 3 tahun lalu, saya hampir saja mau ikut asuransi. Selain karena sudah bekerja, ditambah jauh dari orang tua. Saya semakin merasa ingin melindungi diri sendiri. (#SaveMe). Lalu, saya sudah bertemu dengan agen asuransinya. Dijelaskan banyak hal tentang benefit dan simulasinya. Lalu, Sudah deal dengan jumlah premi yang akan disetor setiap bulannya.

Begitu sampai di rumah, ternyata ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Jadi, saya pun menunda untuk ikut asuransi. Selain karena, saya merasa masih muda, sehat, dan belia (ahay) ,ya, alasan besarnya karena saya jarang sakit (Alhamdulillah). Kalaupun sakit, bukan sakit yang harus dibawa ke dokter, cukup tidur di rumah saja dan sembuh. Apalagi ada Bu Dewi, ibu kos sekaligus bidan yang siap memberi obat setiap saat. haha. Atau, kalaupun saya ke dokter – sudah ada asuransi dari kantor yang meng-cover.

asuransi

Asuransi itu antara perlu dan tidak perlu. Saya sendiri juga bingung mau kembali ikut atau tidak. Kalaupun ikut asuransi sebagai bentuk investasi, saya kurang berminat. Saya lebih baik investasi yang lain saja. Kalaupun toh nanti saya ikut asuransi, satu-satunya alasan yang kuat adalah karena sehat itu mahal. Semakin kesini, biaya obat – dokter – rumah sakit, ampunn mahalnya. Setelah kejadian, ada seorang kawan yang kecelakaan dan mengalami patah tulang sehingga harus dioperasi. Tapi tidak jadi operasi, karena factor biaya yang m-a-h-a-l.

Dalam hati, sedih juga. Bagaimana kalau itu terjadi oleh saya atau suami saya?  Saya pasti mau pelayanan yang terbaik dan mboh piye carane pokoke ndang waras. Piro-piro ae tak bayar! NAH! Masalahnya, yang dibayar itu kok banyak ya? Hahaha… dan duwitnya nggak sebanyak di kalimat piro-piro ae itu.

Kalaupun ikut asuransi dengan membayar premi tertentu setiap bulannya, dan ternyata selama beberapa tahun nggak sakit apa-apa, apa duwit premi yang terkumpul bisa dicairkan? Atau anggap saja sakit, tapi kalau dihitung-hitung, biaya berobat lebih sedikit dari biaya premi yang terkumpul , apakah duwit preminya bisa susuk (*red.kembali)?

Saya membandingkan, kalau kita nabung sendiri aja. Sisihkan biaya tidak terduga atau anggap saja sebagai pengganti premi setiap bulan, untuk mengakomodir “kalau terjadi sesuatu”. Cukup kah? Wong jaman dulu aja, mbah-mbah saya juga pernah sakit dan nggak ikut asuransi pun juga baik-baik saja. hehe.

TAPI KAMU NGGAK HIDUP DI JAMAN DULU, ITA. KAMU HIDUP DI JAMAN SEKARANG. JAMAN EDAN.

Well.

Saya masih nggak tahu, mau ikut asuransi atau tidak. Cuma, memang sudah tergambar pentingnya asuransi. Tapi kalau denger cerita ribetnya ngurus klaim, ih langsung ilfil. Maunya yang gesek-gesek aja, pakai kartu. Nggak perlu ngurus reimburse. Mungkin, saya lebih tertarik ke asuransi yang berbasis syariah saja. Kalau boleh ngajuin syarat, saya sih maunya bisa memenuhi kebutuhan ini :

  1. Syariah.
  2. Mengcover segala macam pengobatan, perawatan, rawat inap, rawat jalan, operasi, tindakan dokter dan printilan-printilannya, mulai dari sakit yang paling nggak penting sampai yang paling horror. Pokoknya kalau saya sakit, tinggal ke dokter – nggesek kartu asuransi – trus ambil obat, pulang, trus bobo. Blas, emoh keluar duwit.
  3. Kalaupun rawat inap di rumah sakit, dapat fasilitas yang paling bagus. Per kamar, satu pasien. Dokternya ganteng dan handal. Susternya ramah dan keibuan.
  4. Mengcover biaya control kehamilan, melahirkan baik normal maupun Caesar, dan biaya control rutin setelahnya. Kalau ke rumah sakit, tinggal berbaring dan ngeden sambil menikmati suasana kamar macam di hotel Hyatt.
  5. Mengcover biaya check up. Seluruh body.
  6. Preminya murah. Maksimal 10% dari gaji saya. Eh ojo ding, 5% wae lah nek iso. (medit)
  7. Ga pakai ribet, klaim nya.

Ada kah asuransi yang bisa memenuhi keinginan saya ini? haha..

Ada info lain terkait asuransi? Ya, siapa tahu saya bisa dapat pencerahan lebih banyak tentang keunggulan dan kerugian ikut asuransi. Atau jika ada alternative lain selain asuransi?