Mengatasi Kecanduan Promo Online? Bisa, Ini Caranya!


Ya..ya..ya.. Walaupun usia sekarang sudah 30, saya tetap pernah muda, labil dan mengalami masa penggila promo. Kalau dulu, promonya lebih banyak offline alias sale langsung di toko atau mall. Kalau sekarang, promonya online. Lebih mudah karena hanya perlu smartphone, dan mbanking sudah bisa belanja sepuasnya. Apalagi pas ada promo.

Karena praktis & banyak diskon-nya, saya selalu update setiap kali ada promo. Bahkan, saya bisa dalam seminggu beli 3 – 4 kali barang-barang promo yang sebetulnya nggak terlalu dibutuhkan. Alasannya mumpung diskon! Bisa lebih hemat! Sebenernya sama aja sih, walaupun promo – ujung-ujungnya juga harus bayar pakai duit. Ya kan?
Hmm… lama-lama jadi kecanduan.

Tapi sejak Elmo lahir ke dunia, saya sudah tidak punya banyak waktu untuk mengikuti promo-promo yang ada. Saya belanja sesuai kebutuhan saja. Kalaupun sedang tidak promo, tapi kami lagi butuh – ya kami akan tetap beli. Kalau lagi nggak butuh, meskipun ada promo 99% tetep kami nggak akan beli. Jadi nggak ngefek ya, mau ada promo atau engga.

Promo Akan Selalu Ada

Kalaupun kita terlewat promo saat ini, jangan kuatir.. Nanti juga akan ada lagi promo lainnya. Coba dihitung, sekarang ada promo weekend, promo gajian, promo harbolnas, promo Ramadhan, promo lebaran, dan yakin seyakin-yakinnya, masih banyak promo-promo merajalela di alam online ini. Jadi, santai aja… PROMO AKAN SELALU ADA!

Sibuklah

Salah satu rekan kerja saya di kantor pernah bilang begini. “Orang yang sibuk kerja, beneran kerja ya…dia nggak akan punya banyak waktu untuk mengurusi promo-promo.”

Jadi, buat kamu yang pengin banget nggak tergoda sama promo-promo, maka buatlah dirimu sibuk dengan yang lain. Sibuk masak kek.. Sibuk main sama anak kek… Sibuk kerja kek.. Sibuk ngeblog kek.. Banyak hal yang lebih penting untuk dikerjakan daripada habisin waktu untuk berburu promo murah!

Simpan Kartu Kredit, & Batasi Budget Cash

Kartu kredit itu bisa jadi malapetaka untuk kalian yang mau menghilangkan kecanduan belanja online. Jadi, simpen aja deh kartu kreditnya. Simpen sejauh mungkin biar nggak terpakai. Usahakan beli nya pakai cash atau transfer aja. Tapi, batasi budgetnya. Misal, budget untuk belanja online tidak lebih dari 200ribu per bulan. Kalau sudah menyentuh angka itu, ya STOP.

Uninstall & Install Aplikasi

Mau lebih keras lagi? Uninstall aplikasi online shopping dari smartphone kalian di saat nggak butuh. Kalau butuh, baru diinstall lagi aplikasinya. Lumayan kan, bisa hemat space memory dari smartphone kita? Hehe.

Itu cara saya paling simple yang bisa diterapkan untuk menghentikan kecanduan belanja online. It works on me! Saya harap, ini berhasil juga untuk kalian.

Resep Nasi Goreng Kilat


Nasi goreng menjadi hidangan andalan saya jika ada banyak nasi berlebih di rumah. Karena ini satu-satunya cara yang saya bisa, untuk membuat suami mau makan nasi kemarin. Diem-diem bikinnya, tiba-tiba udah matang dan enak dilahap. Begitu selesai makan, baru dikasih tahu. “Eh itu, nasi kemarin loh.”.

Nasi goreng itu lebih enak, digoreng dalam kondisi dingin. Kalau nasi masih panas dari ricecooker, mending dimatikan dulu dan keluarkan ke wadah yang lebar. Supaya, suhu panasnya cepat turun.

Kalian bisa menemukan banyak resep nasi goreng dimanapun. Bahkan, tanpa lihat resep pun sebenarnya juga bisa banget dibikin. Bumbunya normal kok, minyak goreng, bawang-bawangan an, garam, gula, udah beres. Telur, bakso, sosis, atau yang lain-lain itu sebenarnya hanya topping atau lauk pendukung aja.

Berikut adalah resep nasi goreng ala saya. Dan saya ambil foto dari instagram saya sendiri, @diarymamemo . 🙂

Bahan :

  • 2 porsi Nasi
  • 3 siung bawang merah, geprek – iris kasar
  • 3 siung bawang putih, geprek – iris kasar
  • 1/2 siung bawang bombay
  • 3 buah cabe rawit, iris kasar
  • 1 butir telur ayam
  • 4 butir bakso , iris menjadi 8 bagian per bakso
  • 1 sdm saus inggris
  • 1 sdt saus tiram
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt gula
  • 3 sdm minyak goreng

Cara membuat :

  1. Panaskan minyak goreng dalam wajan. Masukkan telur ayam, lalu tumis hingga hancur.
  2. Lalu masukkan bawang merah, bawang putih, bakso, dan cabe rawit. Tumis sampai aromanya tercium dan bakso mulai matang. Segera masukkan saus inggris, saus tiram, garam dan gula. Lalu tumis kembali.
  3. Masukkan bawang bombay & nasi. Aduk, hingga tercampur rata. Kurang lebih selama 5 menit.
  4. Sesuaikan rasa, jika menurut kalian kurang manis atau asin – bisa ditambahkan gula atau garam.
  5. Sajikan bersama taburan bawang goreng.

Jadi deh! Praktis dan cepat, nggak sampai 15 menit udah siap disantap. Kalau suka sayur, sebelum dimasukkan nasi bisa masukin sayur-sayuran. Biasanyakalau ada stok sayur di kulkas entah itu sawi, kol, atau tauge ,saya suka tambahkan ke dalam nasi goreng ini.

Dan, rahasia nasi goreng khas ala saya ini ada di saus inggris nya. Bikin sedap, dan pengen nambah terus.. hihi.

Selamat mencoba ya!

Resep Soto Ayam Lamongan


Indonesia punya banyak banget jenis soto. Ada soto medan, soto betawi, soto kuning, soto jawa tengah-an, soto kalimantan, soto madura, soto surabaya, dan soto lamongan. Mungkin masih banyak jenis soto-soto lain, yang saya belum tahu. Kalau kalian mengunjungi koleksi masakan di instagram saya @diarymamemo, salah satu menu andalan saya untuk nyenengin suami adalah masak soto ayam lamongan.

Kali ini, saya mau share resep Soto Ayam Lamongan ke temen-temen semua. Nikmat banget untuk sajian buka puasa atau sahur. Dijamin berhasil!

Continue reading “Resep Soto Ayam Lamongan”

Aroma Masa Lalu


Memikirkan masa lalu itu seperti bergulat dengan rindu. Ingin kembali, tapi tidak ingin terluka lagi.

Aku masih ingat aroma tubuhmu yang bisa kutebak dari kilometer seratus. Aku sangat menikmati waktu demi waktu yang bergulir karena aromamu yang mendamaikan ini. Sampai akhirnya kau tertawa, ketika aku memberanikan diri untuk bertanya, “Pakai parfum apa?”

Sejak itu, aromamu tertinggal dimana-mana dengan sengaja. Ada aromamu diantara oleh-oleh kain tenun khas lombok, ada juga aromamu dibalik tas handphone, dan pada dua baju hitam yang kukenakan saat kita nonton di bioskop yang salah.

“Kamu mau? Ini parfumku.”, sebotol parfum kamu sodorkan, sesaat setelah kutanya beli parfum dimana.

Dahimu mengernyit, ketika aku menolak untuk menyentuhnya. “Kenapa?”

Aku menggeleng, “Terimakasih, aku tidak mau terkena pelet parfum.”, candaku. Yah, aku tidak mau situasi ini menjadi terlalu serius.

“Memang itu yang aku mau.”, senyum itu lagi. Menggodaku lagi. Dan aku harus mengalihkan pandanganku lagi, agar aku tidak terjebak lagi.

Ya, lagi, lagi, dan lagi.

Bintang-bintang di luar menjadi saksi perjalanan kita malam ini. Di dalam mobil scarlet mu, diam-diam aku berharap waktu berhenti.

“Aku ingin lebih dari sekedar jatuh cinta.”, gumamku

“Kamu jatuh cinta sama aku aja belum, udah minta lebih. Gimana sih?”

“Ha ha. Gimana kalau aku jatuh cinta beneran sama kamu?”

“Kita jalani aja, mengalir seperti air.”

“Tapi hatiku sudah terisi satu nama sejak empat tahun yang lalu. Kamu juga kan? Ya kan?” Godaku. Lalu, aku tersenyum geli mendengar kata-kataku sendiri. Kami sama-sama tahu ada kehidupan lain disana. Tapi selama tiga bulan terakhir, kami lebih memilih untuk mengurung hubungan tanpa nama ini disini. Seolah, tidak ada yang perlu terluka jika kami bersama.

“Ada nggak sih, cara agar namaku aja yang ada disana?”, Sial, aku digoda lagi, dengan ekspresi yang sama. Tampan, menggoda, dan bikin deg-deg an.

“Ada. Tapi aku harus ngosongin hati dulu.”,

“Kalau gitu, jangan deh.”

Belum sempat aku bertanya kenapa, kamu sudah menyahut. “Aku belum pantas menjadi satu-satunya di hatimu.”

Selalu begitu.

Kamu yang mengaku mengagumiku diam-diam sejak empat tahun yang lalu, kamu yang ingin selalu ada di sisiku, kamu yang selalu berandai untuk selamanya, kamu yang nyaman denganku, tapi kamu juga yang selalu mengakhiri seolah untuk selamanya, tanpa aku tahu kapan kisah ini dimulai. Lucunya, membuatku patah hati untuk hubungan yang tidak pernah aku miliki.

“Maaf.”, Aku bisa melihat sorotan matamu mulai meneduh. Seolah kamu bisa mengintip kesedihan yang sudah kusembunyikan rapat-rapat. Seperti biasa, aku harus pura-pura acuh. Untuk mengaburkan air mata, yang aku sendiri juga tidak tahu alasannya.

“Besok, kita jalan lagi?”, ajakmu.

Lagi? Menikmati malam syahdu berdua denganmu lagi? Menghirup aroma parfummu lagi? Mengulang percakapan ini lagi?

“Boleh. Tapi bukan besok.”

“Kenapa? “

“Jawabannya ada disini.”, kuserahkan sebuah undangan untuknya, bertuliskan Our Wedding.

Sebelum pintu mobil kututup, kita berjabat tangan. “Kalau nggak sibuk, dateng ya!”, ujarku. Menyepakati sebuah keputusan untuk tidak bertemu lagi dengan rasa yang sama. Aku bisa melihat sorot terluka dari matamu. Malam itu kutinggalkan kamu, dan semua aromamu persis di depan rumahku.

NB : Ini cerita fiksi yang sudah lama sekali saya buat, dan ada di draft blog selama dua tahun terakhir. Mau upload agak ragu-ragu, kuatir menimbulkan interprestasi yang salah. Yang pasti, ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi saya. Hanya sekedar menulis, berkhayal, mengisi waktu gelisah di malam hari saat mata tidak mau diajak lelap. Semoga menghibur! 🙂

Skippy Penyelamat Sahur Hari Ini!


Pagi ini saya nyaris telat bangun sahur. Biasanya, jam 4 pagi suami sudah bangunin saya. Eh, karena saya masih ngantuk banget jadinya tidur lagi deh. Begitu bangun.. Subhanallah! Sepuluh menit lagi imsak!

Karena suami paling nggak bisa kalau puasa tanpa makan dan minum di waktu sahur, jadilah saya cari-cari makanan yang siap santap di kulkas. Aha, ada roti tawar. Tengok ke atas meja makan, ada selai kacang dari Skippy. Gerak cepat, saya langsung oleskan selai ke atas roti tawar untuk dua porsi. Dalam lima menit hap! Setelahnya, langsung minum segelas air putih hangat dari dispenser.

Alhamdulillah, pas imsak perut kami sudah terisi.

Continue reading “Skippy Penyelamat Sahur Hari Ini!”

Warung Bebek Madura Jadi Tempat Andalan Untuk Berbuka


Untuk ukuran ibukota, mencari warung bebek yang enak itu sulitnya luar biasa. Cukup mengesalkan untuk saya, pendatang dari Surabaya yang memiliki puluhan warung bebek istimewa. Disini, saya sering kali dikecewakan dengan tekstur daging bebeknya yang alot, nasi nya yang keras, sambalnya yang NO banget, dan dijual dengan harga yang mahal pula. Bertumpuk-tumpuk keselnya kan? Karena itu, saya lebih memilih makanan lain daripada makan bebek di Jakarta.

Itu dulu sebelum saya bertemu dengan warung Nasi Bebek Pedas Khas Madura ini. Sekarang, ini menjadi warung bebek langganan saya. Lokasinya, berada di pinggir jalan. Sederhana, beratap terpal dan ditutup kain dengan 1 meja & 6/7 bangku untuk pelanggan. Penampakannya khas warung-warung pinggir jalan seperti pada umumnya.

Biarpun kalau hujan tetep kebocoran, saya tetep cinta sama warung bebek ini.

Meskipun sederhana, warung ini sudah menjadi tempat favorit saya untuk berbuka puasa sejak tahun lalu loh. Andalan banget, terutama saat saya harus pulang kantor lebih larut dan belum sempat masak. Saya bisa langsung singgah di warung bebek ini dan membungkus dua porsi untuk saya dan suami. Oups, suami saya yang lumayan kritis soal makanan-pun jatuh cinta dengan bebek ini. Bisa bayangkan, enaknya bebek ini?

Minimalis tapi tetap manis. Mas nya. lol

Bukan cuma saya aja yang jatuh cinta sama bebek ini, temen-temen kantor pun juga dibuat mabok kepayang dengannya. Nggak heran, tiap kali lembur sampai malam – singgah di warung bebek ini adalah pelipur lelah kami semua. Tempatnya juga tidak jauh, kira-kira 100 meter dari kantor.

Tekstur bebeknya empuk sekali, dan dimasak dengan bumbu rempah madura asli. Warna bumbunya kehitaman, hasil dari proses memasak yang matang dan maksimal. Gurih dan nikmat bumbu pedasnya. Sambalnya meskipun menggigit di mulut, tetap nyaman di perut dan tidak membuat serik di tenggorokan.

Penampilan nya amburadul, tapi rasanya MANTUL. Serundeng kelapanya, asoy geboy.

Kemarin, saya dan suami berbuka puasa disini dengan lauk ayam. Karena bebeknya sudah habis duluan. Toh, ayam madura ini juga sama dasyatnya dengan bebek. Ayamnya menggunakan ayam petelor yang bertulang besar. “Lebih gurih mbak, daripada ayam biasa.”, kata penjualnya (saya lupa namanya) dengan aksen Madura yang kental. Harganya ramah loh, untuk ayam madura dengan nasi dijual dengan harga Rp.14.000,- , sementara lauk bebek dengan nasi dijual dengan harga Rp.16.000,-. Tambah nasi & sambel, gratis. lol.

Sebenernya saya nggak mau share warung bebek ini sih, nanti makin ramai dan bisa-bisa saya nggak kebagian bebek lagi. Haha. (pelit). Tapi, karena ini bulan Ramadhan, saya mau berbaik hati sama kalian semua. Buat yang mau tau kelezatan bebek dan ayam Madura ini, atau mau menikmati kesyahduan ngobrol santai di warung bebek sederhana ini… Letaknya ada di jalan letjen suprapto – cempaka putih. Persis terletak di depan dealer Yamaha dan di samping masjid Universitas Yarsi. Hanya ada satu warung kok, jadi gampang banget nyarinya.

Selamat mencari, dan Selamat menjalankan ibadah puasa hari kedua ya!

Menyiapkan Buka Puasa, Untuk Ibu yang Sibuk Bekerja


Selama bulan Ramadhan ini, jam kantor tempat saya bekerja mengalami perubahan menjadi 08.00 – 16.30 wib. Biasanya, kami masuk dari jam 08.30 – 17.30 wib. Teorinya, saya bisa memiliki banyak waktu di sore hari untuk menyiapkan buka puasa di rumah. Teorinya… well

Rewinnita & Edy selesai meeting di ujung barat ibukota

Faktanya, yang juga sudah saya duga sejak lama. Saya harus berusaha keras untuk bisa pulang jam 16.30 dari kantor. Menata waktu di kantor, agar pekerjaan bisa selesai sebelumnya. Plus, macet dimana-mana tentu sulit untuk dielakkan. Karena saya tahu pulang ke rumah tepat waktu menjadi hal yang langka, beberapa waktu kemarin saya sudah menyiapkan diri untuk menyambut bulan puasa ini. Agar, saya bisa berbuka puasa di rumah bersama-sama.

Lalu, bagaimana cara menyiapkan buka puasa untuk ibu yang sibuk bekerja? Saya bisa share beberapa cara, seperti yang biasa saya lakukan.

Belanja kebutuhan puasa, 2 – 4 minggu sebelumnya. Saya lebih memilih untuk menghindari swalayan atau pasar yang penuh sesak, apalagi kalau sudah deket-deket bulan puasa. Bahan makanan yang bisa dibeli jauh-jauh hari sebelumnya adalah ayam, daging, cabe, bawang-bawangan, bumbu dapur, sirup, minyak goreng, mie instant, frozen food, dan telor. Dan, senjata saya adalah menyimpan rapat-rapat bahan-bahan tersebut dalam kulkas dan freezer. Kalau daging/ayam & frozen food, simpan nya di dalam freezer ya. Selain itu, bisa didalam kulkas bawah.

Nugget penyelamat ibu-ibu masa kini haha

Memasak makanan yang tahan lama, 2 hari sebelum nya. Ya, weekend kemarin saya sempatkan untuk membuat lauk-lauk ungkepan. Bisa ayam ungkep, atau daging ungkep. Lalu, ungkepan itu saya simpan di dalam freezer. Ungkepan lauk ini bisa disimpan dalam jangka waktu lama loh, awet untuk satu – dua bulan. Praktis, kalau mau makan – tinggal digoreng sebentar. Hemat waktu kan!

Ungkep daging empal ini, sengaja dibungkus kecil-kecil pas untuk sekali makan 2 porsi

Komunikasi dengan abang tukang sayur atau manfaatkan jasa sayur online. Kalau sayur mayur jelas nggak tahan lama biarpun disimpan dalam kulkas. Sebaiknya beli rutin harian di tukang sayur. Tapi bagaimana kalau, kita harus berangkat kerja sebelum tukang sayur tiba? Yelaa… SMS / what’s app bae lah. Tinggalin duit di rumah, biar orang rumah bisa bayarin begitu pesanan kita diantar. Kalau nggak kenal sama tukang sayur, sekarang banyak jasa jual sayur online loh. Tinggal pesan, bayar, lalu siap diantar sampai ke rumah.

Buat jadwal menu berbuka setiap hari. Kalau saya ya… sudah ada catatan jadwal dalam seminggu ini mau berbuka puasa pakai apa. Saya catat dalam note di smartphone. Jadi, nggak bingung lagi mau makan apa. Contoh catatan saya sebagai berikut :

  • 6 May :
    • Sahur : Nasi, Sayur sop & Ayam goreng
    • Buka : Ayam goreng madura (beli)
  • 7 May :
    • Sahur : Nasi, sisa sayur sop kemarin ditambah mie rebus, & Nugget goreng
    • Buka : Nasi, Tumis sawi, tempe goreng, & empal goreng
  • 8 May :
    • Sahur : Nasi, Pecel, sayur, & telor ceplok
    • Buka : Ayam penyet & lalapan
  • 9 May :
    • Sahur : Nasi, mie rebus, & telor dadar kornet
    • Buka puasa : Nasi, & sarden pedas

Kurang lebih seperti itu contoh catatan saya. Menu nya pun juga saya buat yang simple aja, karena keterbatasan waktu kan? Yang pasti jangan sampai terlewat ya Bu Ibu.. Moment Ramadhan seperti ini cuma datang setahun sekali, jadi sempatkan untuk menyiapkan makanan berbuka walau sederhana saja. Selamat menjalankan ibadah puasa!

NB : Tulisan ini saya ikut sertakan dalam challenge 30 day blog post  dari Blogger Perempuan Network . Semoga bisa rutin menulis selama bulan Ramadhan ini! Yeay!