Anak Kamu, Udah Bisa Apa?


Kalau ada selain dokter Anak yang nanyain ini, pasti saya udah kesel banget. Ini adalah pembicaraan yang paling saya hindari saat ini. Dulu, pas anak umur 3 – 7 bulan, mungkin terasa seru melihat apa yang sudah bisa dilakukan oleh anak orang lain. Lucu. Tapi semakin kesini semakin banyak banget yang nanya, jenuh juga ya. “Anak kamu, udah bisa apa sekarang?”.

Anak umur 1 tahun mau bisa apa sih?

Saya pengin banget jawab, “owh..anak aku udah bisa lempar lembing lho. Udah bisa ngeblog , ngevlog. Udah bisa nyanyi keren cover lagu ala-ala Boyce Avenue gitu. Udah bisa karate sama taekwondo. Besok mau ikut kejuaraan nasional, malah.” 

Yang pada kenyataannya, jelas nggak mungkin. lol.

Continue reading

Advertisements

P.A.S.R.A.H


Beberapa hari ini, terus terang, saya lagi galau. Efeknya, saya nggak bisa tidur nyenyak hampir setiap malam. Galau saya baru hilang, kalau sudah sibuk sama kerjaan. Makanya, saya jadi hobi menyibukkan diri sekarang untuk mengusir rasa galau.

Kegalauan saya bermula dari catatan apa saja yang sudah saya capai sampai sekarang, dan apa yang belum. Melihat masih banyak list yang masih mengantri, rasanya sesak. Walaupun tidak banyak list nya, tapi saya merasa belum berusaha dengan giat untuk mendapatkannya. Sementara, waktu saya terbatas. Saya merasa dikejar-kejar umur, dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Continue reading

Nikmatnya Pallu Basa Serigala


Antara soto daging, dan coto Makassar. Begitulah lidah saya mendeskripsikan rasa Pallu basa ini. Sepintas memang, Pallu basa mirip dengan Coto Makassar. Tapi irisan dagingnya seperti irisan daging ala soto yang pernah saya coba. Yang tidak bisa dibandingkan dengan coto Makassar dan soto daging, adalah taburan kelapa parut yang disangrai serta kuahnya yang kental menggigit, dan berasa sampai di perut.

cof

Dagingnya sih IYES, tapi telur nya NO (karena saya nggak suka telor mentah)

Saya bisa merasakan ketumbar, jinten, asam jawa, pala, dan gula merah di dalam kuah pallubasa ini. Aroma rempah-rempahnya begitu kuat, dan bikin makin lapar. Serius, kalau ada kesempatan ke Makassar lain waktu, saya pasti akan makan Pallu basa ini lagi. Nagih bos!

cof

Parutan Kelapa. Kacang Mente yang hampir selalu ada di semua tempat makan di Makassar

Continue reading

Teman Baik yang Hilang


Awalnya, saya berpikir tidak ada yang salah menjalin hubungan pertemanan dengan siapa saja, laki-laki atau perempuan. Memang tidak ada yang salah kan? Apa yang salah memiliki teman ngobrol? Tidak ada. Tapi bisa “beda cerita” dan tiba-tiba menjadi salah, kalau kita sudah menikah.

Sampai sekarang pun, saya masih memiliki banyak teman khususnya cowok. Saya lebih nyaman ngobrol dengan cowok dibandingkan cewek. Ini udah dari dulu banget.  Lebih seru, dan anti baper. Sementara, hubungan pertemanan saya dengan beberapa teman cewek, tidak banyak yang berhasil dan selalu berujung baper. Dan, ketika sudah berteman, kami betul-betul akan berteman seolah untuk selamanya. Dan buat saya, berteman dengan siapa saja itu penting, untuk menambah wawasan. Untuk menambah referensi bagaimana cara memandang suatu kehidupan.

Continue reading