Category Archives: Personal

P.A.S.R.A.H


Beberapa hari ini, terus terang, saya lagi galau. Efeknya, saya nggak bisa tidur nyenyak hampir setiap malam. Galau saya baru hilang, kalau sudah sibuk sama kerjaan. Makanya, saya jadi hobi menyibukkan diri sekarang untuk mengusir rasa galau.

Kegalauan saya bermula dari catatan apa saja yang sudah saya capai sampai sekarang, dan apa yang belum. Melihat masih banyak list yang masih mengantri, rasanya sesak. Walaupun tidak banyak list nya, tapi saya merasa belum berusaha dengan giat untuk mendapatkannya. Sementara, waktu saya terbatas. Saya merasa dikejar-kejar umur, dan kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Continue reading

Advertisements

Teman Baik yang Hilang


Awalnya, saya berpikir tidak ada yang salah menjalin hubungan pertemanan dengan siapa saja, laki-laki atau perempuan. Memang tidak ada yang salah kan? Apa yang salah memiliki teman ngobrol? Tidak ada. Tapi bisa “beda cerita” dan tiba-tiba menjadi salah, kalau kita sudah menikah.

Sampai sekarang pun, saya masih memiliki banyak teman khususnya cowok. Saya lebih nyaman ngobrol dengan cowok dibandingkan cewek. Ini udah dari dulu banget.  Lebih seru, dan anti baper. Sementara, hubungan pertemanan saya dengan beberapa teman cewek, tidak banyak yang berhasil dan selalu berujung baper. Dan, ketika sudah berteman, kami betul-betul akan berteman seolah untuk selamanya. Dan buat saya, berteman dengan siapa saja itu penting, untuk menambah wawasan. Untuk menambah referensi bagaimana cara memandang suatu kehidupan.

Continue reading

Punya Anak, Apa Kabar Hobi?


Dari sebelum menikah, saya punya beberapa hobi. Salah satunya, koleksi komik-komik jadul. Komik-komik ini sudah pernah saya baca, waktu masih kecil. Saya pinjam dari tetangga. Wah, senangnya luar biasa. Rasanya ingin memiliki semua komik-komik ini. Karena waktu itu nggak mampu beli komik, jadi saya pendam aja dalam hati. Nanti, kalau sudah kerja, aku beli semua komik-komiknya!

Setelah punya uang sendiri, saya sisihkan budget untuk berburu komik di toko-toko buku bekas, karena komik lawas tidak dicetak ulang lagi. Saya sampul komik-komik itu kembali dengan rapi. Biar tampak baru dan bersih. Mungkin sekarang ada 200 an komik di rumah orang tua saya. Dan, itu belum termasuk komik yang ada di rumah suami. Dan, komik yang ada di Jakarta sekarang.

Continue reading

Suka


Kalau ditanya, kenapa saya suka masak? Ya.. karena saya suka makan. Karena makan banyak juga butuh duwit banyak, biar lebih hemat, mending masak sendiri aja.

Kalau ditanya, kenapa saya suka tidur? Ya.. karena Kalau tidur itu bisa mimpi. Dan saya bebas bermimpi apapun tanpa mengganggu siapa-siapa disana.

Kalau ditanya, kenapa saya suka komik? Ya.. karena komik itu bergambar dan bercerita. Bacaan yang paling nggak maksa saya buat mikir, karena semua sudah terepresentasikan disana.

Kalau ditanya, kenapa saya suka baca? Semua orang tahu, dengan membaca akan menambah wawasan. Saya suka dengan wawasan baru, dan saya ingin menambahnya dengan cara membaca. Ya, menambah wawasan tanpa membaca pun bisa. Itu pilihan.

Kalau ditanya, kenapa saya suka nulis? Ya… karena saya pelupa. Dengan menulis, saya bisa membaca semua hal yang sudah saya lakukan dan membantu saya untuk tidak lupa lagi.

Ya…dan banyak hal-hal lain yang bisa saya jawab, untuk pertanyaan, “Kenapa kamu suka itu? Kenapa suka ini?”. Saya bisa menjelaskan dengan lancar.

Tapi ada satu yang saya nggak bisa jawab.

Sampai sekarang.

Sampai sekarang.

Kenapa saya suka kamu?

SEMANGAT PASSIONATE WOMAN


Lembar usia 28 baru saja dimulai. Usia ini menjadi babak baru saya sebagai seorang istri, ibu, dan pekarya. Terimakasih Allah, karena semua berjalan seperti rencana. Entah kenapa saya sangat semangat sekali menjalani ketiganya bersama-sama. Ya, semangat super passionate woman dalam diri saya kembali membara. merdeka! lol Continue reading