Pendaftaran MBA di Institut Teknologi Bandung (BLEMBA)


Menuju penghujung semester pertama, saya menjadi mahasiswa kembali. Yeay! Dengan tugas yang alhamdulillah – melimpah dan membuat hati bahagia. Ya, saya melanjutkan ke jenjang S2 dengan program Business Leadership Executive – MBA (BLEMBA) di SBM – ITB Jakarta. Informasi lengkap apa itu BLEMBA-ITB bisa diakses disini. Saya masuk ke dalam angkatan BLEMBA 26.

Lalu, bagaimana persiapan untuk kuliah MBA di SBM – ITB ini? Well, persiapan yang saya lakukan seperti mau daftar kuliah pada umumnya sih. Yaitu, melakukan pendaftaran dengan menyertakan persyaratan administrasi, lalu mengikuti beberapa tes seperti :

  1. Tes TPA
  2. Tes Toefl
  3. Tes interview

Soal-soal test TPA ada sekitar 250 soal, sementara soal test TOEFL ada sekitar 140 soal. Kedua test ini dilakukan dalam satu hari saat weekend! Pagi test TPA, lalu siangnya test Toefl. Susah? Nggak kok. Lebih cocok disebut bisa dikerjakan tapi waktunya yang sangat-sangat terbatas. Jadi, kalau mau persiapan banget menghadapi TPA ini, simulasi mengerjakan banyak soal dengan diberi batasan waktu. Soal-soalnya matematika dasar, dan logika. Bisa browsing di google atau cari buku soal-soal TPA di toko buku. Soalnya mirip-mirip itu.

Saya belajar nggak? Ya, saya belajar, tapi nggak sekeras dan serajin belajar seperti persiapan S1 dulu. Karena waktu saya terpecah untuk bekerja, dan mengurus suami – anak. Kondisi kalian ada yang sama seperti saya? Yuk mari. Saya belajar di waktu yang sangat terbatas, saat subuh selama dua jam setiap hari. Saya mulai belajar mengerjakan soal-soal dari H-2 bulan sebelum tes ini. Ditambah sempat sakit herpes selama dua minggu, jadi nggak full dua bulan juga belajarnya.

Tapi ini cara saya. Kalau kalian memang sudah merasa yakin bisa melalui tes ini, ya santai aja. Nggak usah belajar. Temen-temen kuliah saya, banyak kok yang nggak belajar tapi lolos aja tuh tes nya. haha. Yang pasti, makan dan minum yang cukup sebelum ujian karena dijamin laper. Dan, untuk peserta ujian ini – pihak kampus tidak menyediakan konsumsi ya!

Tes Interview

Tes interview dilakukan 2 minggu setelah dinyatakan lulus tes TPA & Toefl. Harusnya, jeda cuma seminggu dari tes TPA & TOEFL, tapi diundur oleh pihak ITB.

Situasi tes interview nya sendiri adalah tanya jawab dengan satu orang dosen. Saya bersama empat orang lain dikumpulkan dalam satu ruangan. Lalu diberikan artikel tentang situasi perusahaan di tahun 1940 an yang sedang bermasalah. Selanjutnya, kami diminta untuk memahami artikel tersebut dan menjelaskan solusi apa yang bisa diberikan. Dosen akan menanyakan satu per satu pendapat kami dan memberi catatan kecil.

Waktu nya kurang lebih dua jam. Tapi suasananya santai sekali. Profesor yang memberikan pertanyaan terkait artikel tersebut juga sangat cooperatif dan open minded. Saya juga seneng, karena bertemu dengan empat temen baru yang pinter dan asik.

Pengumuman & Bayar Membayar

Apakah semua yang daftar pasti diterima? Awalnya, saya pikir iya. Ternyata, engga. Proses seleksi tersebut menggunakan sistem gugur. Dari 300 an orang yang daftar, untuk angkatan saya yang diterima hanya 50 orang. Ditambah ada 10 an limpahan pendaftar dari semester sebelumnya yang masuk ke waiting list. Jadi, kalau kita masuk ke waiting list – artinya diterima tapi mulai kuliah di semester berikutnya.

Hasil diterima atau tidaknya, diumumkan kurang lebih satu – dua minggu setelah tes interview melalui email. Lalu dilanjutkan dengan menyelesaikan urusan keuangan. Membayar confirmation fee 10 juta dan iuran semester pertama. Urusan pembayaran ini wajib diselesaikan lebih dulu, sebelum benar-benar bisa kuliah disini.

Sidang Terbuka & Penerimaan Mahasiswa Baru MBA – SBM ITB

Kami diwajibkan mengikuti sidang terbuka Magister & Doctoral ITB di Bandung selama 1 hari. Acaranya cuma setengah harian sih, tapi karena ada effort Jakarta – Bandung, otomatis harus meluangkan satu hari penuh. Dalam sidang terbuka ini, kami dikumpulkan bersama semua mahasiswa baru pascasarjana & doctoral yang ada di ITB. Acaranya resmi protokoler, jadi harus rapi dan pakai jas almamater.

Seminggu setelahnya, ada acara penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh pihak SBM – ITB sendiri di Jakarta untuk mahasiswa MBA dari semua program. Acaranya diselenggarakan di Ancol pada hari Sabtu dari pagi sampai sore. Sifatnya wajib diikuti. Dan acaranya sendiri lebih ke pengenalan satu sama lain dan pemaparan program kuliah serta penilaian selama kuliah akan seperti apa. Oiya, di acara ini juga dibagikan materi mata kuliah pertama. Jadi, kita bisa belajar dulu sebelum kuliah dimulai.

Kalau diruntut, dari pendaftaran , mengikuti serangkaian tes, sampai bisa mulai belajar di kelas membutuhkan waktu 2 bulan. Tapi, saya nggak terlalu banyak ijin. Karena untuk tes TPA & Bahasa Inggris dilakukan saat weekend. Saya ijin hanya satu setengah hari kerja, yaitu saat tes interview (1/2 hari) dan mengikuti sidang terbuka di Bandung (1 hari).

Dan, semua komunikasi dari kampus pasti disampaikan melalui email. Mulai dari pendaftaran pertama sampai menjadi mahasiswa sekarang ini. So, sering-sering cek email buat kalian yang akan daftar disini ya.

PRAY


What doesn’t kill me gonna leave a scar.
It’s true.
But.. Well..
i need more scars to make me stronger.

Every night before I sleep, I always pray and ask God to make me stronger.. even stronger and stronger. Don’t let me down.

Don’t let me give up even for a second.

Don’t let me hurt others.

And this is the way God make me stronger. He give what I want and what I need. If you really want to be stronger..then you have to be more pushed down. You have to be more stabbed from any side. You have to be more hurted by others.

This is the way God make me stronger.

I love You, God..

Menyiapkan Buka Puasa, Untuk Ibu yang Sibuk Bekerja


Selama bulan Ramadhan ini, jam kantor tempat saya bekerja mengalami perubahan menjadi 08.00 – 16.30 wib. Biasanya, kami masuk dari jam 08.30 – 17.30 wib. Teorinya, saya bisa memiliki banyak waktu di sore hari untuk menyiapkan buka puasa di rumah. Teorinya… well

Rewinnita & Edy selesai meeting di ujung barat ibukota

Faktanya, yang juga sudah saya duga sejak lama. Saya harus berusaha keras untuk bisa pulang jam 16.30 dari kantor. Menata waktu di kantor, agar pekerjaan bisa selesai sebelumnya. Plus, macet dimana-mana tentu sulit untuk dielakkan. Karena saya tahu pulang ke rumah tepat waktu menjadi hal yang langka, beberapa waktu kemarin saya sudah menyiapkan diri untuk menyambut bulan puasa ini. Agar, saya bisa berbuka puasa di rumah bersama-sama.

Lalu, bagaimana cara menyiapkan buka puasa untuk ibu yang sibuk bekerja? Saya bisa share beberapa cara, seperti yang biasa saya lakukan.

Belanja kebutuhan puasa, 2 – 4 minggu sebelumnya. Saya lebih memilih untuk menghindari swalayan atau pasar yang penuh sesak, apalagi kalau sudah deket-deket bulan puasa. Bahan makanan yang bisa dibeli jauh-jauh hari sebelumnya adalah ayam, daging, cabe, bawang-bawangan, bumbu dapur, sirup, minyak goreng, mie instant, frozen food, dan telor. Dan, senjata saya adalah menyimpan rapat-rapat bahan-bahan tersebut dalam kulkas dan freezer. Kalau daging/ayam & frozen food, simpan nya di dalam freezer ya. Selain itu, bisa didalam kulkas bawah.

Nugget penyelamat ibu-ibu masa kini haha

Memasak makanan yang tahan lama, 2 hari sebelum nya. Ya, weekend kemarin saya sempatkan untuk membuat lauk-lauk ungkepan. Bisa ayam ungkep, atau daging ungkep. Lalu, ungkepan itu saya simpan di dalam freezer. Ungkepan lauk ini bisa disimpan dalam jangka waktu lama loh, awet untuk satu – dua bulan. Praktis, kalau mau makan – tinggal digoreng sebentar. Hemat waktu kan!

Ungkep daging empal ini, sengaja dibungkus kecil-kecil pas untuk sekali makan 2 porsi

Komunikasi dengan abang tukang sayur atau manfaatkan jasa sayur online. Kalau sayur mayur jelas nggak tahan lama biarpun disimpan dalam kulkas. Sebaiknya beli rutin harian di tukang sayur. Tapi bagaimana kalau, kita harus berangkat kerja sebelum tukang sayur tiba? Yelaa… SMS / what’s app bae lah. Tinggalin duit di rumah, biar orang rumah bisa bayarin begitu pesanan kita diantar. Kalau nggak kenal sama tukang sayur, sekarang banyak jasa jual sayur online loh. Tinggal pesan, bayar, lalu siap diantar sampai ke rumah.

Buat jadwal menu berbuka setiap hari. Kalau saya ya… sudah ada catatan jadwal dalam seminggu ini mau berbuka puasa pakai apa. Saya catat dalam note di smartphone. Jadi, nggak bingung lagi mau makan apa. Contoh catatan saya sebagai berikut :

  • 6 May :
    • Sahur : Nasi, Sayur sop & Ayam goreng
    • Buka : Ayam goreng madura (beli)
  • 7 May :
    • Sahur : Nasi, sisa sayur sop kemarin ditambah mie rebus, & Nugget goreng
    • Buka : Nasi, Tumis sawi, tempe goreng, & empal goreng
  • 8 May :
    • Sahur : Nasi, Pecel, sayur, & telor ceplok
    • Buka : Ayam penyet & lalapan
  • 9 May :
    • Sahur : Nasi, mie rebus, & telor dadar kornet
    • Buka puasa : Nasi, & sarden pedas

Kurang lebih seperti itu contoh catatan saya. Menu nya pun juga saya buat yang simple aja, karena keterbatasan waktu kan? Yang pasti jangan sampai terlewat ya Bu Ibu.. Moment Ramadhan seperti ini cuma datang setahun sekali, jadi sempatkan untuk menyiapkan makanan berbuka walau sederhana saja. Selamat menjalankan ibadah puasa!

NB : Tulisan ini saya ikut sertakan dalam challenge 30 day blog post  dari Blogger Perempuan Network . Semoga bisa rutin menulis selama bulan Ramadhan ini! Yeay!

Marhaban Ya Ramadhan


1,8 billion Muslims all around the world are ready to welcome the holy month of Ramadan which begins on May 6. One of the most holy months of the year in the Islamic calendar. Because the calendar is lunar, the month of Ramadan shifts from year to year.

I have to say so far, a few days into Ramadan, it has been a lovely time. There is a sense of peacefulness in the air. The mosques have been more crowded, and i can’t wait to hear children in the street making noise to wake people up for makan sahur, the pre-dawn meal which is eaten before imshak, when the alert sounds that it is almost time for subuh, the dawn prayer and the fast begins.

Continue reading “Marhaban Ya Ramadhan”

Cerita Dibalik Nasi Bungkus


Masakan di Jakarta, nggak ada yang enak! Yang mahal juga belum tentu enak.

Semua perantau pasti merasakan apa yang saya rasakan pertama kali saat hijrah ke ibu kota. Apalagi perantau asal Surabaya. 🙂

Bermula dari sembilan tahun yang lalu, sejak saya merantau ke Jakarta. Berat badan langsung turun drastis 5 kg dalam waktu 2 bulan. Well, untuk ukuran badan dengan berat 55 kg menuju 50 kg itu sangat terlihat loh. Berat badan turun karena lidah saya sulit menyesuaikan dengan cita rasa masakan yang ada di ibu kota ini. Nggak ada yang bener-bener enak.

Nasi campur rasanya hambar. Soto ayam kok pakai tomat? Pecel lele, sambalnya terlalu manis. Ketoprak, saus kacangnya terlalu -kacang- banget. Gado-gado kok dimakan pakai nasi? Bubur ayam kok kerupuknya jadi satu sama buburnya sih? Dan banyak ketidak biasaan yang terjadi terutama urusan makanan.

Continue reading “Cerita Dibalik Nasi Bungkus”

3 Days – StayCation di Grand Tjokro Bandung


Bermula dari berhasilnya memperpanjang SIM di Jakarta, kami akhirnya memutuskan tidak jadi pulang ke Surabaya. Karena tidak jadi pulang ke Surabaya, berarti budget yang sudah kami siapkan bisa dipakai untuk yang lain. Pikir punya pikir, ada temen baik saya yang mau nikah di Bandung nih. Sepertinya budget holiday bisa dipakai untuk liburan tipis-tipis di Bandung sekaligus menghadiri acara pernikahan temen saya.

Staycation sebenarnya bukan istilah pas untuk karakter saya dan suami yang suka berpetualang kesana kemari. Karena ada balita yang sedang sangat amat sangat aktif, akhirnya kami memilih untuk menghabiskan waktu di satu tempat saja. StayCation atau Holistay istilah keren-nya. Kalau mau staycation, berarti cari hotelnya yang sudah menawarkan fasilitas lengkap untuk menghabiskan waktu. Ya begitu.

Gambar diambil dari booking.com

Setelah browsing, dan tanya pendapat ke beberapa teman yang kerja dan pernah kuliah di Bandung muncul beberapa pilihan. Hotel Janevalla Bandung, Yellow Hotel, Hotel Aston, dan Hotel Grand Tjokro Bandung. Dari pilihan-pilihan ini, kami memutuskan untuk staycation di Hotel Grand Tjokro Bandung saja. Kenapa? Karena saya cek ada banyak review yang menyebutkan fasilitas bermain untuk anak-anak lumayan lengkap. Dan budgetnya pun masuk akal. Kalau booking jauh-jauh hari bisa dapat harga mulai dari 600ribu an per kamar. Saya sendiri memilih kamar Premier Suite di harga 800 ribu an per malam, karena ukuran kamar lebih luas dan ada bathup nya. Biar anak saya bisa lega lari-larian di dalam kamar dan bisa main air di bathup sepuasnya. And, It works!

Keberangkatan dari Jakarta adalah hari Jumat (hari kerja) sekitar jam 9.30 pagi, dan kami tiba di Hotel Grand Tjokro jam 2 siang. Sempat berhenti 1,5 jam untuk makan siang sebelumnya. Kalau dihitung perjalanan dari Jakarta ke Bandung sekitar 3 jam.

Setibanya sampai di Hotel Grand Tjokro, sambil proses check in – saya diberi minuman air asam jawa. Mungkin karena saya lagi nggak pengen yang asem-asem, jadi berasa aneh di mulut. Proses checkin sekitar 15 menit, tidak lama kemudian kami langsung diantar menuju kamar. Dan, well….kamar persis seperti yang ada di dalam foto review dan 90% sesuai ekspetasi. Yang 10% kenapa? Well…handuk di kamar mandi nggak wangi, dan aromanya seperti rumah bukan di hotel.

Ini dia yang saya cari-cari, kebun binatang mini di dalam hotel!

Karena bocah lagi ON banget, kami langsung ke lantai 10 untuk bermain di outdoor playground. Anak saya happy banget bermain perosotan dan main pasir. Plus, yang saya suka playground ini cukup bertanggung jawab. Karena disediakan keran air dan shower yang bisa dipakai untuk membersihkan badan anak selesai bermain pasir. Keep applause!

Tempat untuk bermain pasir ini ada di lantai 10

Lalu saat sarapan, kami dimanjakan dengan varian menu yang lengkap dari menu Indonesia, timur tengah, Japanese, sampai menu western. Jajanan khas Sunda, dan es krim jadul pun ada disini. Palugada banget.
Oya, disediakan spot yang berisi kue, permen, coklat khusus untuk anak-anak. Bahkan anak-anak bisa mendekorasi kue donat kesukaan dengan selai yang sudah disiapkan disana. Ini sudah termasuk fasilitas.

Sayangnya, mungkin karena jenis makanannya banyak – citarasa masakan nya kurang begitu nendang di lidah saya. Kurang sedep gitu. Tapi bukan masalah besar untuk saya, toh apapun variannya inceran saya tetep… Omelet khas Hotel. hehe.

Spiderman GrandTjokroBandung
Ada spiderman saat sarapan!

Indoor playground letaknya dekat dengan restaurant. Sehingga, ketika sarapan pagi tiba – orang tua bisa sarapan dengan lebih tenang sambil mengawasi anak-anaknya bermain di playground. Ketika anak-anak bermain di playground, bisa sambil disuapin juga kan? Anak senang, ortu nyaman.

Selesai menghadiri acara pernikahan temen saya, kami kembali ke hotel dan berenang! Kolam renangnya tidak terlalu luas, tapi cukup untuk mendinginkan hati. Kami berenang di siang bolong, lumayan untuk mengaburkan dinginnya air kolam. Disediakan juga pelampung untuk anak-anak yang bisa disewa seharga 20ribu rupiah.

Elmo suka banget, karena bisa main tepung dan kotor-kotoran lol

Banyak kegiatan yang disediakan untuk mengisi waktu anak-anak biar tidak bosan. Dengan membeli voucher seharga 100ribu, anak bisa mengikuti kelas cooking pizza, memberi makan binatang di mini zoo sampai nonton bioskop sambil makan pop corn. Tapi ya gitu, bayar 100ribu. Saya pikir sudah termasuk fasilitas… 😦

Saya ditawari tiket ini oleh petugas hotel saat sedang sarapan 🙂

Rincian budget yang kami keluarkan untuk liburan bertiga ini adalah sebagai berikut :

  1. Hotel 2 malam: IDR.1.900.000,-
  2. Bensin : IDR.250.000,-
  3. Toll : IDR.250.000,-
  4. Makan siang & malam : IDR.300.000,-

Ya totalnya sekitar 2,7 juta atau bisa dibulatkan jadi 3 juta untuk perjalanan kami bertiga selama 3 hari 2 malam di Bandung. Mahal? Murah? Ya, dicukup-cukupin dengan budgetnya aja.

Kalau Anda ingin berlibur ke Bandung bersama keluarga dan membawa anak-anak umur 2 – 12 tahun, Hotel Grand Tjokro ini adalah pilihan yang pas. Tapi, kalau Anda hanya berdua dengan pasangan atau liburan sendirian, please cari hotel lain aja. Karena hotel ini bener-bener ramai di weekend, ditambah banyak anak kecil, orang tua (kakek nenek paman bibi), dan membuat kesyahduan menginap berkurang.

Jadi saya akan rangkum, plus minus menginap di hotel Grand Tjokro Bandung.

Plus :

  1. Fasilitas lengkap. Ada kolam renang anak-anak, ada kebun binatang mini, taman pasir, bilyard, Playstation, outdoor playground, indoor playground, sampai dengan bioskop mini.
  2. Pilihan makanan banyak, dari A sampai Z ada semua.
  3. Suasana hotelnya cukup bersih & nyaman untuk beristirahat

Minus :

  1. Ramai. Tentunya kurang cocok buat kalian yang mau honeymoon, karena tempat ini kurang syahdu.
  2. Bertempat di lokasi yang macet. Well, kalau mau kemana-mana cari waktu yang pas supaya tidak terjebak kemacetan. Tengok-tengok dulu lah ke luar jendela untuk lihat kondisi. lol
  3. Aroma ruangan agak apek & Handuknya tidak wangi. Masalah teknis minor yang bisa saja terjadi di semua hotel. well.

Mudahnya Mengurus Perpanjangan SIM Non Domisili & Beda Alamat Dengan KTP


Hola, saya mau berbagi informasi tentang bagaimana mengurus SIM non domisili dan beda alamat pula. Sebagai informasi, saat ini domisili saya ada di Jakarta. Tapi, KTP saya masih menggunakan KTP Surabaya. Sementara alamat di SIM, masih pakai alamat orang tua saya di Sidoarjo. Padahal, SIM saya akan mati 4 hari lagi. Nah lho.

Awalnya saya rencana mau pulang ke Surabaya, untuk mengurus keruwetan hidup alamat ini. Tapi setelah saya diberi hidayah oleh salah seorang polisi yang sedang melakukan operasi beberapa hari lalu :

Polisi : Mba, SIM nya mau mati lho. Segera diurus ya.

Mba : Iya pak, saya mau urus. Agak ruwet, karena beda domisili & beda alamat.

Polisi : Mba sekarang tinggal dimana?

Mba : Di Jakarta xxx Pak..

Polisi : Urus SIM nya di Kebon Nanas – Cipinang aja. Bisa kok.

Continue reading “Mudahnya Mengurus Perpanjangan SIM Non Domisili & Beda Alamat Dengan KTP”