Akhir Tahun Yang Ditunggu


Dalam setahun, selain bulan Ramadhan – bulan yang saya rindukan adalah bulan Desember. Hawanya enak. Karena di Indonesia, setiap bulan Desember biasanya akan sejuk – dingin efek dari musim hujan. Yang membuat suasana hati dan pikiran juga adem.

Khusus di tahun ini, saya sangat-sangat menyambut bulan Desember dengan antusias. Karena bulan ini, saya ingin menghabiskan cuti di penghujung tahun bersama keluarga. Saya ingin menjadi ibu yang setiap hari memandikan anak, menyuapi anak, belajar dan bermain bersama anak. Dan, ini bisa saya lakukan full time dengan damai saat cuti atau hari libur saja.

Terlebih, anak saya sekarang semakin besar dan semakin manja sama ibunya. Ya, saya. Beberapa bulan terakhir, anak saya nggak bisa tidur kalau saya belum pulang kerja. Semalam apapun saya pulang, pasti ditungguin. Karena, dia baru bisa tidur kalau sudah saya peluk. Kadang, bangun tidur badan saya jadi pegel karena semalaman meluk anak terus.

Begitu juga dengan aktivitas makan. Makan pagi, siang, sore, atau malam. Anak saya sudah makan banyak lho. Hehe. (Akhirnya setelah dua tahun puasa – tutup mulut). Dan, makannya akan lebih banyak lagi kalau saya suapin dengan formasi harus lengkap bersama papanya juga. Kalau sudah begitu, bisa lahap banget makannya, sampai separuh porsi soto ayam Lamongan pun habis dimakan.

Endingnya, memang untuk anak sih. Anak saya sedang mengalami masa pertumbuhan di usia balita nya. Semua yang ada di sekeliling, dianalisa dan diserap dengan cepat. Pada fase ini saya ingin ada disampingnya untuk menemaninya belajar, dan saya baru bisa lakukan dengan damai di akhir tahun!

Lalu, bagaimana dengan agenda akhir tahun kalian?

Mengatasi Kecanduan Promo Online? Bisa, Ini Caranya!


Ya..ya..ya.. Walaupun usia sekarang sudah 30, saya tetap pernah muda, labil dan mengalami masa penggila promo. Kalau dulu, promonya lebih banyak offline alias sale langsung di toko atau mall. Kalau sekarang, promonya online. Lebih mudah karena hanya perlu smartphone, dan mbanking sudah bisa belanja sepuasnya. Apalagi pas ada promo.

Karena praktis & banyak diskon-nya, saya selalu update setiap kali ada promo. Bahkan, saya bisa dalam seminggu beli 3 – 4 kali barang-barang promo yang sebetulnya nggak terlalu dibutuhkan. Alasannya mumpung diskon! Bisa lebih hemat! Sebenernya sama aja sih, walaupun promo – ujung-ujungnya juga harus bayar pakai duit. Ya kan?
Hmm… lama-lama jadi kecanduan.

Tapi sejak Elmo lahir ke dunia, saya sudah tidak punya banyak waktu untuk mengikuti promo-promo yang ada. Saya belanja sesuai kebutuhan saja. Kalaupun sedang tidak promo, tapi kami lagi butuh – ya kami akan tetap beli. Kalau lagi nggak butuh, meskipun ada promo 99% tetep kami nggak akan beli. Jadi nggak ngefek ya, mau ada promo atau engga.

Promo Akan Selalu Ada

Kalaupun kita terlewat promo saat ini, jangan kuatir.. Nanti juga akan ada lagi promo lainnya. Coba dihitung, sekarang ada promo weekend, promo gajian, promo harbolnas, promo Ramadhan, promo lebaran, dan yakin seyakin-yakinnya, masih banyak promo-promo merajalela di alam online ini. Jadi, santai aja… PROMO AKAN SELALU ADA!

Sibuklah

Salah satu rekan kerja saya di kantor pernah bilang begini. “Orang yang sibuk kerja, beneran kerja ya…dia nggak akan punya banyak waktu untuk mengurusi promo-promo.”

Jadi, buat kamu yang pengin banget nggak tergoda sama promo-promo, maka buatlah dirimu sibuk dengan yang lain. Sibuk masak kek.. Sibuk main sama anak kek… Sibuk kerja kek.. Sibuk ngeblog kek.. Banyak hal yang lebih penting untuk dikerjakan daripada habisin waktu untuk berburu promo murah!

Simpan Kartu Kredit, & Batasi Budget Cash

Kartu kredit itu bisa jadi malapetaka untuk kalian yang mau menghilangkan kecanduan belanja online. Jadi, simpen aja deh kartu kreditnya. Simpen sejauh mungkin biar nggak terpakai. Usahakan beli nya pakai cash atau transfer aja. Tapi, batasi budgetnya. Misal, budget untuk belanja online tidak lebih dari 200ribu per bulan. Kalau sudah menyentuh angka itu, ya STOP.

Uninstall & Install Aplikasi

Mau lebih keras lagi? Uninstall aplikasi online shopping dari smartphone kalian di saat nggak butuh. Kalau butuh, baru diinstall lagi aplikasinya. Lumayan kan, bisa hemat space memory dari smartphone kita? Hehe.

Itu cara saya paling simple yang bisa diterapkan untuk menghentikan kecanduan belanja online. It works on me! Saya harap, ini berhasil juga untuk kalian.

Resep Nasi Goreng Kilat


Nasi goreng menjadi hidangan andalan saya jika ada banyak nasi berlebih di rumah. Karena ini satu-satunya cara yang saya bisa, untuk membuat suami mau makan nasi kemarin. Diem-diem bikinnya, tiba-tiba udah matang dan enak dilahap. Begitu selesai makan, baru dikasih tahu. “Eh itu, nasi kemarin loh.”.

Nasi goreng itu lebih enak, digoreng dalam kondisi dingin. Kalau nasi masih panas dari ricecooker, mending dimatikan dulu dan keluarkan ke wadah yang lebar. Supaya, suhu panasnya cepat turun.

Kalian bisa menemukan banyak resep nasi goreng dimanapun. Bahkan, tanpa lihat resep pun sebenarnya juga bisa banget dibikin. Bumbunya normal kok, minyak goreng, bawang-bawangan an, garam, gula, udah beres. Telur, bakso, sosis, atau yang lain-lain itu sebenarnya hanya topping atau lauk pendukung aja.

Berikut adalah resep nasi goreng ala saya. Dan saya ambil foto dari instagram saya sendiri, @diarymamemo . 🙂

Bahan :

  • 2 porsi Nasi
  • 3 siung bawang merah, geprek – iris kasar
  • 3 siung bawang putih, geprek – iris kasar
  • 1/2 siung bawang bombay
  • 3 buah cabe rawit, iris kasar
  • 1 butir telur ayam
  • 4 butir bakso , iris menjadi 8 bagian per bakso
  • 1 sdm saus inggris
  • 1 sdt saus tiram
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt gula
  • 3 sdm minyak goreng

Cara membuat :

  1. Panaskan minyak goreng dalam wajan. Masukkan telur ayam, lalu tumis hingga hancur.
  2. Lalu masukkan bawang merah, bawang putih, bakso, dan cabe rawit. Tumis sampai aromanya tercium dan bakso mulai matang. Segera masukkan saus inggris, saus tiram, garam dan gula. Lalu tumis kembali.
  3. Masukkan bawang bombay & nasi. Aduk, hingga tercampur rata. Kurang lebih selama 5 menit.
  4. Sesuaikan rasa, jika menurut kalian kurang manis atau asin – bisa ditambahkan gula atau garam.
  5. Sajikan bersama taburan bawang goreng.

Jadi deh! Praktis dan cepat, nggak sampai 15 menit udah siap disantap. Kalau suka sayur, sebelum dimasukkan nasi bisa masukin sayur-sayuran. Biasanyakalau ada stok sayur di kulkas entah itu sawi, kol, atau tauge ,saya suka tambahkan ke dalam nasi goreng ini.

Dan, rahasia nasi goreng khas ala saya ini ada di saus inggris nya. Bikin sedap, dan pengen nambah terus.. hihi.

Selamat mencoba ya!

Resep Soto Ayam Lamongan


Indonesia punya banyak banget jenis soto. Ada soto medan, soto betawi, soto kuning, soto jawa tengah-an, soto kalimantan, soto madura, soto surabaya, dan soto lamongan. Mungkin masih banyak jenis soto-soto lain, yang saya belum tahu. Kalau kalian mengunjungi koleksi masakan di instagram saya @diarymamemo, salah satu menu andalan saya untuk nyenengin suami adalah masak soto ayam lamongan.

Kali ini, saya mau share resep Soto Ayam Lamongan ke temen-temen semua. Nikmat banget untuk sajian buka puasa atau sahur. Dijamin berhasil!

Continue reading “Resep Soto Ayam Lamongan”

Aroma Masa Lalu


Memikirkan masa lalu itu seperti bergulat dengan rindu. Ingin kembali, tapi tidak ingin terluka lagi.

Aku masih ingat aroma tubuhmu yang bisa kutebak dari kilometer seratus. Aku sangat menikmati waktu demi waktu yang bergulir karena aromamu yang mendamaikan ini. Sampai akhirnya kau tertawa, ketika aku memberanikan diri untuk bertanya, “Pakai parfum apa?”

Sejak itu, aromamu tertinggal dimana-mana dengan sengaja. Ada aromamu diantara oleh-oleh kain tenun khas lombok, ada juga aromamu dibalik tas handphone, dan pada dua baju hitam yang kukenakan saat kita nonton di bioskop yang salah.

“Kamu mau? Ini parfumku.”, sebotol parfum kamu sodorkan, sesaat setelah kutanya beli parfum dimana.

Dahimu mengernyit, ketika aku menolak untuk menyentuhnya. “Kenapa?”

Aku menggeleng, “Terimakasih, aku tidak mau terkena pelet parfum.”, candaku. Yah, aku tidak mau situasi ini menjadi terlalu serius.

“Memang itu yang aku mau.”, senyum itu lagi. Menggodaku lagi. Dan aku harus mengalihkan pandanganku lagi, agar aku tidak terjebak lagi.

Ya, lagi, lagi, dan lagi.

Bintang-bintang di luar menjadi saksi perjalanan kita malam ini. Di dalam mobil scarlet mu, diam-diam aku berharap waktu berhenti.

“Aku ingin lebih dari sekedar jatuh cinta.”, gumamku

“Kamu jatuh cinta sama aku aja belum, udah minta lebih. Gimana sih?”

“Ha ha. Gimana kalau aku jatuh cinta beneran sama kamu?”

“Kita jalani aja, mengalir seperti air.”

“Tapi hatiku sudah terisi satu nama sejak empat tahun yang lalu. Kamu juga kan? Ya kan?” Godaku. Lalu, aku tersenyum geli mendengar kata-kataku sendiri. Kami sama-sama tahu ada kehidupan lain disana. Tapi selama tiga bulan terakhir, kami lebih memilih untuk mengurung hubungan tanpa nama ini disini. Seolah, tidak ada yang perlu terluka jika kami bersama.

“Ada nggak sih, cara agar namaku aja yang ada disana?”, Sial, aku digoda lagi, dengan ekspresi yang sama. Tampan, menggoda, dan bikin deg-deg an.

“Ada. Tapi aku harus ngosongin hati dulu.”,

“Kalau gitu, jangan deh.”

Belum sempat aku bertanya kenapa, kamu sudah menyahut. “Aku belum pantas menjadi satu-satunya di hatimu.”

Selalu begitu.

Kamu yang mengaku mengagumiku diam-diam sejak empat tahun yang lalu, kamu yang ingin selalu ada di sisiku, kamu yang selalu berandai untuk selamanya, kamu yang nyaman denganku, tapi kamu juga yang selalu mengakhiri seolah untuk selamanya, tanpa aku tahu kapan kisah ini dimulai. Lucunya, membuatku patah hati untuk hubungan yang tidak pernah aku miliki.

“Maaf.”, Aku bisa melihat sorotan matamu mulai meneduh. Seolah kamu bisa mengintip kesedihan yang sudah kusembunyikan rapat-rapat. Seperti biasa, aku harus pura-pura acuh. Untuk mengaburkan air mata, yang aku sendiri juga tidak tahu alasannya.

“Besok, kita jalan lagi?”, ajakmu.

Lagi? Menikmati malam syahdu berdua denganmu lagi? Menghirup aroma parfummu lagi? Mengulang percakapan ini lagi?

“Boleh. Tapi bukan besok.”

“Kenapa? “

“Jawabannya ada disini.”, kuserahkan sebuah undangan untuknya, bertuliskan Our Wedding.

Sebelum pintu mobil kututup, kita berjabat tangan. “Kalau nggak sibuk, dateng ya!”, ujarku. Menyepakati sebuah keputusan untuk tidak bertemu lagi dengan rasa yang sama. Aku bisa melihat sorot terluka dari matamu. Malam itu kutinggalkan kamu, dan semua aromamu persis di depan rumahku.

NB : Ini cerita fiksi yang sudah lama sekali saya buat, dan ada di draft blog selama dua tahun terakhir. Mau upload agak ragu-ragu, kuatir menimbulkan interprestasi yang salah. Yang pasti, ini tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi saya. Hanya sekedar menulis, berkhayal, mengisi waktu gelisah di malam hari saat mata tidak mau diajak lelap. Semoga menghibur! 🙂

Gali Potensi Anak sejak Dini Melalui AJT CogTest


Ibuu.. Kipas. Kipas Angin. Emo suka kipas angin.

Mengetahui potensi anak sejak dini, adalah keharusan bagi orang tua. Begitu juga dengan saya. Well, mungkin saya sibuk bekerja di luar rumah. Tapi bukan berarti perhatian saya terhadap tumbuh kembang dan mengetahui potensi anak di rumah, menjadi gugur dong ya. Sebagai seorang ibu, saya sangat peka dan kritis terhadap kemampuan anak saya sekecil apapun.

Salah satu cara yang saya lakukan untuk mengetahui potensi anak adalah dengan melihat kebiasaan dan kesukaannya. Anak saya itu suka sekali dengan kipas, spinner, kincir angin, kincir air, roda, dan segala hal yang bisa berputar. Lalu, saya dan suami coba membelikan barang-barang di atas (versi murah meriah nya lho ya). Tidak hanya untuk dimainkan, tapi juga untuk dibongkar. Well, kami tidak berharap barang tersebut akan kembali ke bentuk semula sih. Tapi setidaknya, dia tahu bagaimana sebuah kipas angin itu terbentuk dan komponen penyusun nya apa saja.

Continue reading “Gali Potensi Anak sejak Dini Melalui AJT CogTest”

Tahun Baru, Langit Biru


Kalau diingat-ingat, tahun 2018 adalah tahun yang sulit tapi ternyata bisa saya lewati dengan hati yang bahagia. Ada banyak hal yang membuat saya bangga bisa melalui tahun 2018. Diantaranya, saya bersyukur karena di tahun kemarin saya diberi kesempatan untuk memiliki pekerjaan baru sekaligus rumah baru. Kesempatan yang bukan hanya untuk diterima begitu saja, tapi juga harus diperjuangkan.

Continue reading “Tahun Baru, Langit Biru”