Category Archives: Keuangan

Sebagai seorang ibu dan istri yang baik ya, saya mau share bagaimana mengatur keuangan. Tentunya, berdasarkan pengalaman dan sudah terbukti berhasil setelah saya praktek-kan sendiri.

Proses Pengajuan KPR – Bank Syariah Mandiri


Kami baru saja menyelesaikan proses pengajuan KPR ke Bank Syariah Mandiri. Saya mau sharing tentang proses pengajuan KPR nya seperti apa. Siapa tahu, ada yang perlu referensi tentang pengajuan KPR ke Bank Syariah Mandiri.  Oiya, maaf, nggak bisa bandingkan dengan bank-bank lain karena pengajuan kami hanya ke bank Syariah Mandiri aja. Pemilik cluster hanya bisa membantu prosesnya dengan bank ini. Kalau mau mengajukan ke bank lain, pun bisa sebenarnya, tapi ya harus mengurus semuanya sendiri. 

Kalau mau membandingkan nilai cicilan, mungkin bisa dicoba di website masing-masing bank. Biasanya setiap bank menyediakan simulasi angsuran KPR di website.

1-2-construction-building-png

Gimana rasanya mengajukan KPR? Deg-deg an dan agak ngeri-ngeri sedap membayangkan :

  1. Berapa plafon yang disetujui.
  2. Berapa jangka waktu cicilan yang disetujui
  3. Berapa jumlah cicilan per bulan nya

Pasti akan berdampak ke sirkulasi keuangan rumah tangga. Saat itu, kamiberharap, mudah-mudahan semuanya masih sesuai dengan hitungan kemampuan kami. Itu kalau KPR disetujui sama bank lho. Kalau enggak disetujui, kami nggak tahu mau gimana. Haha.

Continue reading

Advertisements

Lebaran Usai, Apa Kabar THR?


Haha. Agak telat menanyakan kabar THR, di saat lebaran sudah selesai. Tapi ini patut dipertanyakan, mengingat rata-rata THR sudah amblas duluan jauh sebelum tanggal gajian bulan ini datang. Ngaku! Siapa yang masih pegang duwit THR sampai hari ini? Buat temen-temen yang masih setia dengan duwit THR-nya, saya acungkan dua jempol tangan ditambah dua jempol kaki. Kalian, luar biasa!

Sedangkan kalian yang THR nya tinggal kenangan.. jangan langsung lemes gitu dong. hehe. Masalah keuangan kayak gini jangan sampai dibawa stress. Tetap aktif guys. Singsingkan lengan dan kencangkan ikat pinggang. Yang pasti dengan tetap aktif, akan membuat mood kita jadi lebih positif dan segala masalah bisa teratasi. Ingat, dunia belum berakhir. Kita harus tetep semangat dan mulai memikirkan cara bertahan hidup. Yah, paling nggak bisa survive sampai gajian bulan ini.

2

gambar diambil dari sini

Saya punya tips oke, biar hari-hari usai lebaran kita jadi lebih semangat. Ini tips dari saya, khususnya untuk kamu-kamu yang lagi meratapi nasib THR yang nggak bersisa. Bercanda! Yuk, simak sebagai berikut :

  • Buat daftar kebutuhan prioritas

Kebutuhan prioritas versi saya diantaranya seperti transport ke kantor. Untuk transport, usahakan fokus untuk ke kantor atau yang berhubungan dengan kerjaan ya. Lumayan kan, bisa ngirit bensin. Kemudian kebutuhan makan sehari-hari. Ya kalik, nggak usah sampai makan mie instant tiap hari lah. Kalau perlu, siapkan bekal dari rumah dengan menu sehat supaya bisa lebih berhemat.

  • Puasa syawal

Masih terbiasa dong dengan Puasa Ramadhan? Lanjutin deh dengan puasa Syawal.  Puasa Syawal selain berpahala juga bisa jadi solusi untuk berhemat usai lebaran. Atau, untuk temen-temen yang punya hutang puasa sekalian dibayar aja. Lumayan kan, bisa mengurangi hutang puasa sekaligus berhemat.

  • Hindari mall

Mau ngapain lagi nge-mall? Diskon lebaran di mall-mall sudah berakhir.  Hindari dulu deh. Daripada tergoda beli barang-barang yang sebenarnya nggak kita butuhkan. Pengin nonton doang? Nanti aja, nunggu gajian. Mending kalau boring, ngumpul bareng temen-temen aja di rumah. Nonton DVD kek.. Main gitar kek..  Curhat-curhatan kek.. Ketawa bareng kek.. Nangis bareng kek.. hehe.  Atau buat kalian para kaum hawa yang bingung mau ngapain, mending dateng ke acara Hari Hijaber Nasional :

Tanggal: 07 Agustus 2016 – 08 Agustus 2016
Tempat: Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat

Ini bisa jadi alternatif seru-seruan bareng sambil ketemu temen-temen baru lho. Yang pasti ikut acara ini lebih asyik daripada meratapi THR yang sudah berlalu.

  • Tetep Nabung

Duwit mana lagi yang mau ditabung?? Udah habis, masih disuruh nabung juga. Haha. Maksudnya, tetap sisihkan sebagian untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa. Mulai sisihkan duwit-duwit kembalian. Entah itu dua ribu, seribu, atau seratus perak. Sedikit demi sedikit tanpa disadari duwit yang dikumpulkan tiap hari bisa nambah saldo tabungan lho.

  • Stop Ngutang

Apapun yang terjadi, usahakan untuk tidak berhutang ya. Daripada ngutang buat kebutuhan yang nggak terlalu penting, mending diem di rumah main pokemon. Kalau memang kehabisan duwit banget, mending cari kerja sampingan. Jadi ART harian misalnya. Haha. Biasanya setelah lebaran, para ART suka nggak balik tuh. Ini bisa jadi kesempatan buat kamu untuk menambah penghasilan lho di luar jam kerja. Lumayan kan?

Oke. Itu tips dari saya. Gimana, sudah bikin semangat belum? Hehe. Masih belum semangat juga? Ya elah… gajian tinggal menghitung hari. Sabarr yah!

signRewinnita

Mengatur Anggaran Rumah Tangga untuk Pasangan Long Distance Marriage


Sejak menerima kenyataan bahwa status saya sekarang sudah menjadi ibu rumah tangga, saya mulai memikirkan dengan amat sangat mengenai anggaran rumah tangga. Terlebih, posisi saya dan suami sedang berjauhan. Ya, kami sedang menjalani apa yang bahasa kerennya disebut Long Distance Marriage. Ini bikin kami semakin sregep cari cara biar sirkulasi keuangan tetap aman terkendali.

LONG-DISTANCE-MARRIAGE

gambar diambil dari sini

Jelas. Pasangan jarak jauh tentu memiliki prioritas keuangan yang berbeda dengan mereka yang berumah tangga dalam satu rumah. Itu juga kembali lagi, di kota mana suami dan istri tinggal. Karena kebutuhan sehari-hari di setiap kota itu berbeda. Mungkin saja, pengeluaran untuk pasangan Long Distance Marriage ini akan lebih besar.

Mungkin saja.

Well.

Tapi kenyataannya, bisa jadi sama saja dengan pasangan yang tinggal satu rumah. Haha. Yah, kata orang Jawa – sawang sinawang lah ya. Kembali lagi ke gaya hidup. Meskipun jauh-jauhan, tapi kalau gaya hidupnya sederhana & down to earth, tetap bisa nabung kok. Percaya deh!

Continue reading

Cicip Kilau Emas di Pegadaian


Emas memang tidak melulu perhiasan. Buat kita yang tidak suka perhiasan, bisa mengambil alternative membeli emas batangan. Tapi kembali lagi, saya pun pada dasarnya tidak hobi dengan emas-emas an, apapun bentuknya. Kecuali si e mas suami. Ahay.

Tapi setelah saya pikir-pikir memang tidak ada ruginya memiliki emas. Nilai emas lebih stabil, karena tidak tergerus inflasi seperti kita menabung di bank. Yang pasti, harus jelas tujuannya. Misal, mengumpulkan emas untuk disimpan selama 5 tahun, dan setelahnya akan dijual untuk keperluan anak sekolah. Selain itu, dalam keadaaan darurat, (berdasarkan pengalaman ibu saya) emas lebih mudah dan ringkas untuk dibawa lalu bisa dijual seketika.

Cuma memang harus agak hati-hati dalam menyimpan emas ini. Butuh perhatian ekstra. Ini nih yang bikin saya MALES.

Sebenarnya agak lama sampai saya memutuskan benar-benar akan membeli emas. Tiga hal yang membuat saya berpikir panjang adalah :

  1. Karena untuk investasi, apakah emas ini bisa benar-benar menguntungkan?
  2. Beli emas yang nggak pakai ribet, beli dimana ya?
  3. Kalau jadi beli, Si emas ini mau disimpan dimana?

Continue reading

Bubur Ayam Centong Emak


Hai. Bisa dibilang, saya ini pecinta bubur ayam. Tiap hari makan bubur ayam juga ayok-ayok aja. Nggak akan bosen. Hehe. Suami yang sudah hafal kesukaan saya ini pun, merekomendasikan bubur ayam yang belum lama muncul di daerah Rungkut – Surabaya.

“Bubur ayam nya enak lho.”, kata suami meyakinkan. Alhasil, saya pun melangkahkan kaki penuh semangat menuju Bubur Ayam Centong Emak.

20150726_061048

Ya, jaraknya dekat sekali dengan rumah, jadi cukup jalan kaki saja. Hehe. Jam 6 pagi kami meluncur. Begitu tiba di lokasi, tempatnya memang terlihat agak numpang dengan depot makan lain. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk 5 – 8 orang yang ingin makan di tempat. Tidak masalah, karena rata-rata pembeli lebih suka dibungkus daripada makan di tempat.

20150726_061144

Ada empat varian bubur ayam yang ditawarkan yaitu, bubur biasa, bubur ati-ampela, bubur telor, dan bubur special. Bedanya hanya di tambahan lauknya saja. Saya dan suami sendiri memesan bubur ayam biasa. Maklum, pilihan menu-menu lainnya tidak bersahabat dengan kadar kolesterol kita. haha.

20150726_061202

Sambil menunggu, suami membaca Koran dan saya sendiri menikmati teh tawar gratis yang sudah tersaji di meja. Tidak lama, semangkuk bubur ayam datang dengan asap yang masih mengepul. Menyusul seporsi kerupuk di mangkuk yang berbeda. Humm.. yummy. Aromanya saja sudah menggugah selera.

20150726_061326

Bubur Ayam Centong Emak ini membawa cita rasa khas dari Bandung. Lumayan, temen-temen yang ngidam bubur ayam Bandung – boleh lah mampir kemari. Minimal, keturutan ngidamnya. Hehe. Meskipun penampilannya sederhana, tapi rasanya enak. Saya suka. Buburnya sendiri sudah gurih. Topping masih standard seperti bubur ayam kebanyakan. Ada suwiran ayam, irisan seledri, irisan cakue, dan bawang goreng. Hanya saja, tidak menggunakan taburan kacang  tanah, tapi kacang kedelai. Porsinya tidak terlalu banyak, tapi pas di perut.

“Enak kan?”, kata suami. Dan, saya pun mengiyakan. Buktinya, bubur ayam di mangkuk saya ludes tak bersisa. hehe

Harga? Tidak mahal. Semangkuk bubur ayam biasa hanya 8000 rupiah saja.

20150726_061124

Bubur Ayam Centong Emak siap menyambut pembeli setiap hari dari jam 05.30 pagi. Jangan siang-siang ya, karena biasanya sebelum jam 10 pagi – bubur ayam ini sudah habis. Dan, mereka belum menerima layanan delivery order. Hehe. Jadi jangan malas bangun pagi!

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba Bubur Ayam Centong Emak?

Langsung saja ke alamat ini :

Jl. Raya Rungkut Madya 85A, Surabaya (Sebelah Bank CIMB Niaga Rungkut)

Telepon : 0812-3452-4600

Bubur Ayam Centong Emak juga buka cabang di :

Perumahan Purimas, Legian Paradise H-7 / 7 Surabaya