Category Archives: Family

Iya Boleh, Nak…


Meskipun saya adalah seorang perempuan yang sibuk bekerja dan jarang di rumah, tapi untuk selalu dekat dengan anak adalah wajib hukumnya untuk saya. Waktu bersama anak yang terpenting adalah seberapa bagus kualitasnya meskipun itu tidak lama. Saya akan bahas bagaimana saya dan anak tetap bisa dekat meskipun dalam waktu yang singkat dalam postingan terpisah ya. 

Sebagai orang tua, bisa dibilang saya dan suami sangat kompak dalam mendidik anak. Serunya, kami adalah penganut gaya “bebas berekspresi” pada anak dan langsung memberikan contoh yang sama agar anak bisa bereksplorasi sebanyak-banyak nya di usia emasnya sekarang.

Misalnya, saya dan suami suka dansa lucu-lucu an bersama dengan anak. Lalu, nyanyi-nyanyi seru dengan anak. Menggambar bersama. Tebak kuis berhadiah cium. Shalat berjamaah. Berpelukan. Dan, kami juga suka melakukan kegiatan bersama-sama seperti menyiram tanaman, membuat kue, travelling, bermain dengan binatang, dan banyak hal lainnya lagi. Tidak selama seperti ibu rumah tangga lainnya, tapi waktu saya dan anak sangat berkualitas.

Kami jarang banget melarang ini, melarang itu, nggak boleh ini, nggak boleh itu. Kecuali untuk hal-hal yang berbahaya seperti main kompor berapi, main colokan listrik, dan menyakiti orang lain. Tapi di luar itu, bebas…

Mau main air, soh…

Mau main tanah, soh…

Main lumpur, soh…

Mau main terjun bebas, soh…

Mau main binatang, soh…

Mau gulung-gulung di jalan, soh…

Karena kami menganggap, itu semua adalah bagian dari masa eksplorasi anak. Dan, kebetulan banget. Anak saya adalah anak yang super aktif alias ora iso meneng. Selalu ada saja tingkahnya yang “di luar dugaan dan ajaib”. Untuk orang-orang yang belum terbiasa dengan Elmo, pasti sudah histeris dan heboh.

Tapi untuk saya dan suami, ala… udah biasa. Biarin aja.. Nggak pa – pa..

Continue reading

Advertisements

Masak Hemat dan Sehat, Ini Caranya!


Masak dan makan masakan rumahan itu perlu komitmen dari seisi rumah ya. Karena percuma kalau kita udah masak, tapi ujung-ujungnya tetep “njajan” di luar. Malah jadi boros. Kalau sudah diniatkan masak, ya harus dimakan dan dihabiskan bagaimanapun hasilnya. Bila perlu, masakan kita dibuat bekal juga untuk makan siang. Ada yang masih malu bawa bekal dari rumah?

Beda cerita kalau memang sudah diniatkan akan “njajan” di luar. Biasanya saya dan suami kalau lagi bosen makan masakan rumah, kita akan bikin plan untuk beli makan di luar. Entah itu delivery order, nyobain tempat makan baru, atau makan kenyang di warteg. Kalau sudah begitu, berarti saya akan libur masak sehari. Hitung-hitung refreshing lidah. hehe.

Tentunya, episode “njajan di luar” nggak terlalu lama ya. Frekuensinya paling sebulan sekali atau dua kali, dan ketika ada moment special. Ini adalah cara kami untuk memulai hidup sehat dan hemat. Apalagi kami punya anak yang harus dibiasakan dengan masakan rumahan sejak dini.

Kalau masak sendiri, dengan budget kurang dari 1 juta sudah bisa untuk makan tiga kali sehari selama sebulan.  Bisa dibandingkan, kalau kita makan di luar dengan personil 2 kepala dewasa dan 1 anak kecil. Anggap aja, anak kecil nebeng makan sama kita jadi nggak dihitung. Paling nggak bisa 50ribu – 100 ribu lebih sekali makan. Dengan budget yang sama, hanya bisa untuk 10x makan. Kalau sehari makan 3x, berarti kita cuma bisa makan di luar selama 3 hari. Beda jauh banget kan?

Selain itu, masak sendiri di rumah itu juga lebih sehat. Karena semua bahan-bahan masakan bisa kita pilih sendiri, dan peralatan yang dipakai pun lebih higienis.  Berdasarkan pengalaman masak kalau asal masak, jatuhnya bisa boros. Apalagi kalau doyan belanja di tukang sayur, dan tergoda beli bahan-bahan yang nggak kita butuhkan. Bahan masakan numpuk membusuk di kulkas.  Ujung-ujungnya, bahan makanan itu dibuang. 

Agar masak tidak berujung mubadzir sekaligus bisa beneran hemat, ada tips-tips yang bisa kalian praktekkan di dapur masing-masing. Yuk simak!

Continue reading

Diapers Motif Lucu Kekinian


Anak saya sekarang umur setahun lebih empat bulan, dan makin susah dipakaikan baju. Praktis, dresscode andalan saat di rumah adalah diapers dan kaos kutang doang. Itu udah bagus, karena baru pakai diapers aja udah lari kesana kemari. Untung masih bayi, kelihatan masih lucu walau tanpa busana. Ga kebayang udah gede lari-lari, ote-ote pula. Udah saya jitak duluan mungkin lol.

Karena kostum sehari-hari hanya pakai diapers dan kutang, saya mulai menambahkan kriteria diapers untuk anak saya. Cari yang motif diapers-nya lucu-lucu ah! Supaya, anak saya tetep enak dilihat. Tentunya diapers yang nggak bikin iritasi, dan nyaman untuk dia juga ya.

Continue reading

Proses Pengajuan KPR – Bank Syariah Mandiri


Kami baru saja menyelesaikan proses pengajuan KPR ke Bank Syariah Mandiri. Saya mau sharing tentang proses pengajuan KPR nya seperti apa. Siapa tahu, ada yang perlu referensi tentang pengajuan KPR ke Bank Syariah Mandiri.  Oiya, maaf, nggak bisa bandingkan dengan bank-bank lain karena pengajuan kami hanya ke bank Syariah Mandiri aja. Pemilik cluster hanya bisa membantu prosesnya dengan bank ini. Kalau mau mengajukan ke bank lain, pun bisa sebenarnya, tapi ya harus mengurus semuanya sendiri. 

Kalau mau membandingkan nilai cicilan, mungkin bisa dicoba di website masing-masing bank. Biasanya setiap bank menyediakan simulasi angsuran KPR di website.

1-2-construction-building-png

Gimana rasanya mengajukan KPR? Deg-deg an dan agak ngeri-ngeri sedap membayangkan :

  1. Berapa plafon yang disetujui.
  2. Berapa jangka waktu cicilan yang disetujui
  3. Berapa jumlah cicilan per bulan nya

Pasti akan berdampak ke sirkulasi keuangan rumah tangga. Saat itu, kamiberharap, mudah-mudahan semuanya masih sesuai dengan hitungan kemampuan kami. Itu kalau KPR disetujui sama bank lho. Kalau enggak disetujui, kami nggak tahu mau gimana. Haha.

Continue reading

Anak Kamu, Udah Bisa Apa?


Kalau ada selain dokter Anak yang nanyain ini, pasti saya udah kesel banget. Ini adalah pembicaraan yang paling saya hindari saat ini. Dulu, pas anak umur 3 – 7 bulan, mungkin terasa seru melihat apa yang sudah bisa dilakukan oleh anak orang lain. Lucu. Tapi semakin kesini semakin banyak banget yang nanya, jenuh juga ya. “Anak kamu, udah bisa apa sekarang?”.

Anak umur 1 tahun mau bisa apa sih?

Saya pengin banget jawab, “owh..anak aku udah bisa lempar lembing lho. Udah bisa ngeblog , ngevlog. Udah bisa nyanyi keren cover lagu ala-ala Boyce Avenue gitu. Udah bisa karate sama taekwondo. Besok mau ikut kejuaraan nasional, malah.” 

Yang pada kenyataannya, jelas nggak mungkin. lol.

Continue reading