Warung Bebek Madura Jadi Tempat Andalan Untuk Berbuka


Untuk ukuran ibukota, mencari warung bebek yang enak itu sulitnya luar biasa. Cukup mengesalkan untuk saya, pendatang dari Surabaya yang memiliki puluhan warung bebek istimewa. Disini, saya sering kali dikecewakan dengan tekstur daging bebeknya yang alot, nasi nya yang keras, sambalnya yang NO banget, dan dijual dengan harga yang mahal pula. Bertumpuk-tumpuk keselnya kan? Karena itu, saya lebih memilih makanan lain daripada makan bebek di Jakarta.

Itu dulu sebelum saya bertemu dengan warung Nasi Bebek Pedas Khas Madura ini. Sekarang, ini menjadi warung bebek langganan saya. Lokasinya, berada di pinggir jalan. Sederhana, beratap terpal dan ditutup kain dengan 1 meja & 6/7 bangku untuk pelanggan. Penampakannya khas warung-warung pinggir jalan seperti pada umumnya.

Biarpun kalau hujan tetep kebocoran, saya tetep cinta sama warung bebek ini.

Meskipun sederhana, warung ini sudah menjadi tempat favorit saya untuk berbuka puasa sejak tahun lalu loh. Andalan banget, terutama saat saya harus pulang kantor lebih larut dan belum sempat masak. Saya bisa langsung singgah di warung bebek ini dan membungkus dua porsi untuk saya dan suami. Oups, suami saya yang lumayan kritis soal makanan-pun jatuh cinta dengan bebek ini. Bisa bayangkan, enaknya bebek ini?

Minimalis tapi tetap manis. Mas nya. lol

Bukan cuma saya aja yang jatuh cinta sama bebek ini, temen-temen kantor pun juga dibuat mabok kepayang dengannya. Nggak heran, tiap kali lembur sampai malam – singgah di warung bebek ini adalah pelipur lelah kami semua. Tempatnya juga tidak jauh, kira-kira 100 meter dari kantor.

Tekstur bebeknya empuk sekali, dan dimasak dengan bumbu rempah madura asli. Warna bumbunya kehitaman, hasil dari proses memasak yang matang dan maksimal. Gurih dan nikmat bumbu pedasnya. Sambalnya meskipun menggigit di mulut, tetap nyaman di perut dan tidak membuat serik di tenggorokan.

Penampilan nya amburadul, tapi rasanya MANTUL. Serundeng kelapanya, asoy geboy.

Kemarin, saya dan suami berbuka puasa disini dengan lauk ayam. Karena bebeknya sudah habis duluan. Toh, ayam madura ini juga sama dasyatnya dengan bebek. Ayamnya menggunakan ayam petelor yang bertulang besar. “Lebih gurih mbak, daripada ayam biasa.”, kata penjualnya (saya lupa namanya) dengan aksen Madura yang kental. Harganya ramah loh, untuk ayam madura dengan nasi dijual dengan harga Rp.14.000,- , sementara lauk bebek dengan nasi dijual dengan harga Rp.16.000,-. Tambah nasi & sambel, gratis. lol.

Sebenernya saya nggak mau share warung bebek ini sih, nanti makin ramai dan bisa-bisa saya nggak kebagian bebek lagi. Haha. (pelit). Tapi, karena ini bulan Ramadhan, saya mau berbaik hati sama kalian semua. Buat yang mau tau kelezatan bebek dan ayam Madura ini, atau mau menikmati kesyahduan ngobrol santai di warung bebek sederhana ini… Letaknya ada di jalan letjen suprapto – cempaka putih. Persis terletak di depan dealer Yamaha dan di samping masjid Universitas Yarsi. Hanya ada satu warung kok, jadi gampang banget nyarinya.

Selamat mencari, dan Selamat menjalankan ibadah puasa hari kedua ya!

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.