Proses Pengajuan KPR – Bank Syariah Mandiri


Kami baru saja menyelesaikan proses pengajuan KPR ke Bank Syariah Mandiri. Saya mau sharing tentang proses pengajuan KPR nya seperti apa. Siapa tahu, ada yang perlu referensi tentang pengajuan KPR ke Bank Syariah Mandiri.  Oiya, maaf, nggak bisa bandingkan dengan bank-bank lain karena pengajuan kami hanya ke bank Syariah Mandiri aja. Pemilik cluster hanya bisa membantu prosesnya dengan bank ini. Kalau mau mengajukan ke bank lain, pun bisa sebenarnya, tapi ya harus mengurus semuanya sendiri. 

Kalau mau membandingkan nilai cicilan, mungkin bisa dicoba di website masing-masing bank. Biasanya setiap bank menyediakan simulasi angsuran KPR di website.

1-2-construction-building-png

Gimana rasanya mengajukan KPR? Deg-deg an dan agak ngeri-ngeri sedap membayangkan :

  1. Berapa plafon yang disetujui.
  2. Berapa jangka waktu cicilan yang disetujui
  3. Berapa jumlah cicilan per bulan nya

Pasti akan berdampak ke sirkulasi keuangan rumah tangga. Saat itu, kamiberharap, mudah-mudahan semuanya masih sesuai dengan hitungan kemampuan kami. Itu kalau KPR disetujui sama bank lho. Kalau enggak disetujui, kami nggak tahu mau gimana. Haha.

Saya pikir akan ribet proses mengajukan KPR ini. Ternyata, mudah lho! Yang penting ngikutin arahan dari bank aja. Saat itu, saya dibantu oleh Pak Arief, salah satu tim marketing KPR BSM. Beliau memberi informasi detail dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sabar banget, menghadapi saya yang cerewet. :)) Kalau ada yang nggak paham, saya komunikasikan dengan pak Arief ini, bisa lewat telepon / message via what’s app.

Anyway, saya juga belum pernah ketemu dengan Pak Arief ini selama proses pengajuan KPR lho. Tapi kami percaya, karena sudah direkomendasikan oleh pemilik rumah. Dan, kawan saya pun sebelumnya juga mengajukan KPR dibantu oleh Pak Arief ini. lol

rkm9ujeukngirlufgefq

Melengkapi dokumennya pun mudah, tidak harus datang ke bank langsung tapi cukup email-email an saja. Malah beberapa bank lain sudah menyediakan fasilitas pengajuan KPR secara online. Praktis ya!

Setelah mendapat email persyaratan pengajuan KPR, segera saya mulai lengkapi dengan melampirkan scan dokumen sebagai berikut :

  1. Aplikasi (Form) Permohonan Pembiayaan Yang Telah Diisi Lengkap Dan Ditanda Tangani (Form sudah disiapkan oleh pihak BANK, tinggal isi aja)
  2. Foto Berwarna (Suami & Istri)
  3. Fotocopy KTP (Suami & Istri)
  4. Fotocopy NPWP
  5. Fotocopy Surat Nikah
  6. Fotocopy Kartu Keluarga
  7. SK Pengangkatan Pegawai Tetap
  8. Surat Keterangan Lama Bekerja & Jabatan (minta ke HRD, Biasanya dibilang untuk syarat KPR – HRD sudah paham dan langsung dibuatkan)
  9. Fotocopy Slip Gaji 3 bulan terakhir
  10. Fotocopy Rekening Tabungan / Rekening Koran Payroll 3 Bulan Terakhir (Bisa print langsung dari website,kebetulan saya payroll pakai BCA. Tidak perlu stempel dari bank)
  11. Fotocopy SPT PPH21  (Setiap tahun pasti dapet SPT dari HRD kan? Itu aja dilampirkan.)

** Walau tampak banyak, tapi menyiapkan dokumen di atas super cepat kok. Bisa selesai dalam 1 hari aja!

Selang 2 – 3 hari sejak submit dokumen, pihak analis akan mulai melakukan survey rumah. Rumah yang akan kita beli, dan rumah yang kita tinggali saat ini. Hari berikutnya lanjut verifikasi data ke kantor (HRD by  phone) untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan itu benar.

Proses verifikasi data dan penilaian plafon nggak sampai 1 minggu sejak saya submit dokumen kelengkapan. Langsung dapat hasilnya. Cepet banget. Lebih cepat dari proses pengajuan kartu kredit malah. lol.

Saya dikabari by phone dulu oleh pak Arief, perihal hasil proses analisis KPR-nya. Hasilnya, plafon KPR yang kami ajukan disetujui oleh pihak Bank Mandiri Syariah (BSM). Dan semuanya masih sesuai dengan hitungan kami. Alhamdulillah…

Selang 3 hari kemudian saya mendapatkan email dari Bank yang berisi persetujuan plafon KPR, dan apa saja yang harus dilampirkan pada saat proses akad nanti. Untuk tanggal akad bisa menyesuaikan, asal tidak lebih dari satu bulan sejak approval. Saya akan ceritakan tentang persiapan proses akad di postingan terpisah ya.

Waktu dari submit dokumen sampai saat akad, bisa selesai dalam 10 hari kerja. Tapi, karena kami minta kelonggaran waktu untuk menyiapkan biaya-biaya akadnya, total proses nya menjadi 1 bulan. :))

Bahagia? Iya pasti. Tapi di satu sisi, saya juga semilir deg-deg an lagi. Karena setelah dapat approval dari bank, kami harus menyiapkan uang untuk membayar biaya notaris, Pajak pembelian, asuransi, dll sebagai persyaratan akad rumah. (Sebenernya sudah tahu dari awal, kalau akan ada biaya-biaya ini, tapi tetep aja spot jantung. lol.)

Oh ya, rumah yang ingin kami beli, sudah jadi 90%. Itulah kenapa, semua biaya-biaya KPR ini numplek jadi satu. Kalau rumahnya masih dalam tahap pembangunan, mungkin akad bisa ditunda sampai rumahnya siap ditempati. Pembayarannya pun bisa dibagi-bagi, seperti bayar biaya asuransi & administrasi/provisi -nya dulu. Sementara biaya yang lain dibayar saat akad.

Top10tips

Saya ada tips sedikit, untuk mendapatkan approval KPR dari Bank Mandiri Syariah berdasarkan pengalaman pribadi. Seperti berikut :

  1. Pilih marketing BSM yang sudah dikenal & berkerjasama dengan pemilik rumah atau developer. Ajak konsultasi dulu, terutama mengenai keuangan kita saat ini. Jujurlah apa adanya, nggak usah sok-sok an, songong, tipu-tipu, atau sok kere tentang kondisi keuangan.
  2. Pilih developer / pemilik rumah yang terpercaya. Kebetulan, pemilik rumah ini bukan developer tapi personal, semacam babe-babe betawi baik hati yang hobi beli tanah lalu dijadikan cluster kecil-kecil. Tanyakan pengalaman pada tetangga, atau teman yang sudah menempati rumah lebih dulu. Saya dapat informasi dari teman yang sudah lebih tinggal lebih dulu di cluster itu. Bagaimana kondisi lingkungan, air, akses, dan lain-lain. 
  3. Perhatikan baik-baik lokasi & bangunan rumahnya (kalau rumahnya sudah jadi). Apakah dekat dengan kuburan? Lalu bagaimana aksesnya? Biasanya, bank susah approve rumah yang terlalu dekat dengan kuburan dan aksesnya sulit. Lalu, kalau sudah sreg dan dapet chemistry sama rumah ini, diskusi lah dulu dengan orang terdekat. Lalu diskusi dengan orang tua, sekaligus minta restu agar proses berjalan lancar. 🙂
  4. Down Payment. Kalau saya, besar DP mengikuti income. Pemilik dan marketing BSM akan menghitung, dengan income yang kami miliki bisa dapat plafon KPR berapa. Nanti DP akan didapat setelah harga rumah dikurang plafon yang kira-kira bisa didapat.
  5. Siapkan Biaya akad (notaris, asuransi, PBB, dll). Lalu kami juga diminta untuk bersiap-siap membayar biaya akad yang besarnya sekitar 10% dari plafon KPR. (Yang faktanya, biaya akad nggak sampai segitu. Akan saya ceritakan di postingan terpisah ya! :)))
  6. Jujur. Menurut saya, lebih baik informasikan income apa adanya. Karena ini berpengaruh pada kemampuan kita untuk membayar cicilan bulanannya. Mark Up Gaji? Sayang sekali, saya nggak bisa mark up dan HRD juga nggak bisa bantu tipu-tipu, karena slip gaji di kantor otomatis generated by system. Nggak bisa diedit atau dirubah dalam bentuk apapun. Bisa sih diedit pakai photoshop, tapi ya buat apa? Toh kelihatan juga di rekening koran, dan pihak bank pasti melakukan pengecekan ke bank payroll bersangkutan. Daripada ketahuan bohong, mending jujur lah apa adanya. Rejeki rumah nggak kemana kok.
  7. Lunasi semua tagihan kartu kredit. Oh ya, untuk pengajuan KPR ke BSM memang tidak boleh ada hutang kartu kredit apapun dan cicilan apapun ya. Karena itu akan pengaruh ke plafon yang disetujui. Pastikan juga kredibilitas pembayaran lancar, untuk menunjukkan bahwa kita memiliki itikad baik untuk selalu melakukan pembayaran. Hutang ke koperasi kantor pun juga tercatat oleh bank lho. Jadi, kalau mau cari pinjeman uang, ke tempat lain yang tidak tercatat oleh BI checking. Misal, ke pegadaian. hihi.
  8. Informasikan pada HRD di kantor, bahwa pihak Bank akan melakukan konfirmasi data. Pastikan HRD ada di tempat pada saat analyst Bank akan menghubungi. Nggak lama kok, paling 10 menit doang ditelepon untuk verifikasi data. Dan, pastikan juga nomor ponsel kita bisa dihubungi karena Analyst juga akan menghubungi kita untuk verifikasi.
  9. Berdoa. Agar semua proses nya dimudahkan. hehe.

Intinya selama attitude pembayaran cicilan/kartu kredit lancar, sirkulasi keuangan kita yang tercatat oleh BI masih baik-baik saja, dan income kita sesuai dengan logika untuk mencicil rumah, harusnya proses pengajuan KPR tidak akan ada masalah.

Oh iya satu lagi, restu dari Tuhan dan orang tua / keluarga jangan sampai terlewat ya. Yap, berdoa dan berdoa selalu. Inget, rumah itu jodoh. Kalau Tuhan mengijinkan, yang nggak mungkin bisa jadi mungkin.  🙂

Jadi, gimana, Sudah siap beli rumah dengan cara KPR?

Atau mau beli cash?

Ya..kalau beli rumah secara cash nggak usah dibahas lah ya. :))

 

NB :

Buat yang berminat mengajukan KPR ke Bank Syariah Mandiri juga, nanti saya info contact person tim marketing yang bisa bantu proses. Seperti biasa, leave comment nanti akan saya email cp nya ya! 🙂

signature

 

 

Advertisements

10 thoughts on “Proses Pengajuan KPR – Bank Syariah Mandiri

  1. Arini Dyah Pratiwi

    Terima kasih infonya berguna sekali mba,
    Kalau boleh minta cp pak Arief donk mba, karena sy sdg pengajuan kpr di BSM tapi udah sebulan ini orgnya tdk bs dihub. Makasih banyak mba.

    Like

    Reply
  2. Ramita

    Hi! Kenalin sy Mita. Kemarin sy baru ke BSM jg nanya ajuan KPR. Mau nanya, klo KPR BSM untuk rumah baru DP nya brp persen ya? klo rumah second kan 20% tuh.. kemarin sy lupa tanya ke marketingnya.. makasih ya, semoga berkenan menjawab..

    Like

    Reply
  3. Tika

    Hi mba thanks bgt infonya.
    Kbetulan aku lg mau pengajuan kpr via bsm jg.
    Oh iya mba, sbnrnya ada beberapa hal yg mau aku tanyain. Kalau mba berkenan aku pengen tanya2 via email 😊

    Like

    Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s