Wisata “Njajan” di Monas


Kami bersama tetangga seberang apartemen (nggak ada angin atau hujan tiba-tiba) meluncur ke Monas. Paling nggak, ini lah yang terealisasi setelah batalnya agenda ke Pasar Jatinegara dan berenang di pagi hari karena tergoda nyaman nya bantal dan kasur. Sekalian ajak si bumil & calon ayah, suami, dan anak kecil untuk menengok Monas. Tinggal di Jakarta tapi belum singgah ke Monas, rasanya belum sah ya.

bty

HALO MONAS..!! (Muka saya gede banget ya? Ya udah sih… hehe.)

Ini kedua kalinya saya ke Monas, sejak tahun 2013. Belum lama banget sih. Tapi jujur, dibanding empat tahun lalu, area Monas sekarang jauh lebih bersih dan rapi. Para penjual makanan dikumpulkan dalam satu area baru, foodcourt.

Niatnya sih jalan-jalan, dan foto-foto di area Monas aja. Lagi-lagi realisasinya berbeda. Mata tak dapat menahan godaan aneka jajanan betawi yang terhampar dimana-mana. Mulai dari ketoprak, tauge goreng, dan kerak telor.

Singgahlah kami ke salah satu penjual kerak telor dan tauge goreng. Ini belum sampai ke Monas nya lho, masih di foodcourt. Setiap pengunjung yang menuju Monas, rasa-rasanya akan melalui foodcourt ini dulu deh. Cerdik ya? Biar orang-orang pada laper liat jajanan, trus beli.

Makanan pertama yang saya coba adalah kerak telor. Kerak telor ini adalah makanan khas betawi yang dibuat dari campuran beras ketan dan telor. Telornya bisa milih telor ayam atau telor bebek. Orinya pakai telor bebek sih. Lalu diberi ebi (udang kering yang diasinkan), bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, cabe rawit, garam, dan gula pasir. Kalau mau pedes, cabe rawitnya bisa minta tambah.

dav

Kerak Telor (ini pakai telor ayam)

Sensasi kerak telor yang saya suka, adalah di teknik pembuatannya. Seru memperhatikan penjual kerak telor ini beraksi.  Dengan wajan kecil berisi campuran beras ketan dan telor yang sudah mengering dan menjadi kerak, sampai wajan dibalik sehingga posisi adonan berada persis di atas tungku api. Apinya menggunakan arang, yang katanya arang ini lah yang bikin rasa kerak telor makin khas.

cof

Ini kedua kalinya saya makan kerak telor, dan rasanya masih sama. Kalau dari rasa kerak telor sendiri cenderung gurih. Gurih ketan dan gurih telor. Plus, ada aroma asap dari arang juga.  Katanya, kerak telor yang enak itu punya pinggiran crispy dan bagian tengah yang empuk. Semakin banyak taburan kelapa dan ebi, semakin enak lah kerak telor ini.

Katanya begitu…

Tapi tetep ya, lidah saya masih belum bisa menikmati enaknya kerak telor ini. Kalau ditanya, rasanya gimana. Saya lebih suka mendeskripsikan dengan rasa yang unik. Tapi kalau kamu udah di Jakarta, wajib banget cobain makanan khas nya seperti kerak telor ini. Biar tahu, rasanya seperti apa. Nggak mahal kok. Kisaran 10 – 15 ribu an lah. Murah kan?

Makanan kedua yang saya coba adalah tauge goreng. Tauge goreng ini makanan khas Bogor. Dibuat dari tumisan tauge , lalu ditambah irisan tahu, ketupat/lontong, dan mie kuning. Terakhir diberi siraman saus atau kuah kental gurih yang terbuat dari oncom. Secara teknis, tauge ini tidak digoreng menggunakan minyak, melainkan ditumis dengan air sedikit, atau lebih tepatnya direbus dengan sedikit air panas. (Kok bisa dikasih nama tauge goreng ya? Padahal nggak digoreng lho!)

sdr

Tauge yang digoreng pakai air (alias direbus)

Tauge goreng Ini yang pesen tetangga seberang. Saya ngikut incip aja, biar tahu rasanya. Saya pikir tauge goreng ini mirip seperti lontong balap. Tapi ternyata sangat berbeda.  Rasa dari tauge goreng ini antara manis dan asin. Bumbu tauco yang sedikit asam berpadu dengan kecap manis dan segarnya tauge rebus. Bumbu-bumbu juga tidak berbahan pengawet, sehingga aman untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi tubuh

cof

Tetangga Seberang : Bumil & Pamil yang selalu seru kalau lagi jalan bareng

Sebelum memakan Tauge Goreng, sebaiknya aduk bahan-bahan dan bumbu agar saus yang disiram di atas mie kuning, ketupat dan tahu ini tercampur dan menyerap ke dalam makanannya. Kita bisa tambahin sambal kalau pengen rasa yang lebih pedas.

dav

Tauge Goreng harga 15 ribu rupiah aja!

Buat yang suka makanan berbahan kedelai, harusnya suka dengan tauge goreng ini. Menurut saya, tauge goreng ini mungkin akan lebih enak kalau ditambah petis. Biar kayak tahu campur atau lontong balap. haha.

Selepas dari Monas, kami lanjut menuju nasi goreng kambing kebon sirih. Ide makan nasi goreng kambing ini muncul dari bumil. Karena warung-nya baru buka jam 5 sore, maka kita melipir ke monas dulu. Eh disana pun tetep aja njajan. Padahal, janjinya cuma lihat-lihat sama foto-foto aja lho. :))

Saya sendiri belum pernah cobain, makanya tertarik banget buat makan nasi goreng kambing. Letaknya nggak jauh dari Monas juga, tapi harus pakai kendaraan ya. Nasi goreng kambing ini tampilannya seperti  nasi goreng pada umumnya tapi dikasih topping irisan daging kambing. Daging nya dipotong kotak-kota, serta nampol banget karena gede-gede, dipandang sangat menggoda iman. Porsinya lumayan banyak.

cof

Nasi Goreng Kambing Kebun Sirih

Begitu mencoba suapan pertama, saya bisa merasakan gurihnya nasi kebuli. Rempah-rempah dan minyak samin nya juga berasa banget. Makannya pakai emping dan acar yang sudah disajikan.

Hingga 10 suapan pertama, saya  masih bisa menikmati nasi goreng ini. Tapi perlahan disuapan berikutnya, jadi bosan dan cenderung eneg. Saran saya, mending kalau pesen nasi goreng kambing dimakan untuk berdua saja. Karena porsinya banyak, dan bikin eneg.

sdr

Nambah Sate Kambing

Nah itulah kuliner dalam waktu 3 jam, bisa nyobain tiga jenis makanan yang berbeda. Jangan tanya, kenyang nya kayak gimana. Sudah sampai di tahap sebah dan begah perutnya. Haha.

Yang penting, jangan lupa bahagia!

signature

 

 

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s