Anak Kamu, Udah Bisa Apa?


Kalau ada selain dokter Anak yang nanyain ini, pasti saya udah kesel banget. Ini adalah pembicaraan yang paling saya hindari saat ini. Dulu, pas anak umur 3 – 7 bulan, mungkin terasa seru melihat apa yang sudah bisa dilakukan oleh anak orang lain. Lucu. Tapi semakin kesini semakin banyak banget yang nanya, jenuh juga ya. “Anak kamu, udah bisa apa sekarang?”.

Anak umur 1 tahun mau bisa apa sih?

Saya pengin banget jawab, “owh..anak aku udah bisa lempar lembing lho. Udah bisa ngeblog , ngevlog. Udah bisa nyanyi keren cover lagu ala-ala Boyce Avenue gitu. Udah bisa karate sama taekwondo. Besok mau ikut kejuaraan nasional, malah.” 

Yang pada kenyataannya, jelas nggak mungkin. lol.

Sekarang-sekarang ini saya mulai mengerti, bahwa pertanyaan ini sebenarnya  mengandung makna pamer yang ingin ditunjukkan oleh para orang tua. Karena setelah bertanya, mereka berharap akan ditanya balik. Atau, bisa menimpali dengan membicarakan anak-anak mereka. Lalu, berlanjut dengan obrolan yang berujung membanding-bandingkan dengan anak si A, si B, si C.

Untuk mengantisipasi penyakit hati yang tidak disangka-sangka, alangkah  baiknya kalau tidak usah bertanya tentang “Anak kamu udah bisa apa”.

Stop asking about it!

Mungkin kita nggak bermaksud pamer, tapi orang lain menangkapnya kita pamer. Mungkin kita nggak bermaksud membuat dia membanding-bandingkan dengan anak kita, tapi akhirnya malah terjadi? Justru pertanyaan ini rentan membuat sikap orang tua pada anak menjadi berbeda agar bisa lebih baik dari anak orang lain.

Dan, ini konyol.

Pernah ada yang bilang, “Taruh di day care aja, biar anak kamu ada yang ngajarin ini itu. Biar bisa belajar lebih cepet.”, Ini nih yang bikin saya males. Tiba-tiba ada yang ngasih saran yang nggak dibutuhkan. Dan isi saran nya stupid pula yang kalau dibahas bisa memicu pertumpahan darah. Apalagi obrolan itu bukan dalam rangka konsultasi, dan nggak ada yang minta saran lho. Saya enggan menjelaskan lebih panjang terkait ini ya.

Kembali ke topik. Biasanya, kalau memang kepepet harus menjawab pertanyaan ini, akan saya jawab sesingkat-singkatnya tanpa bertanya balik. Jadi saya filter dulu nih, mana yang kira-kira perlu dijawab dan mana yang tidak. Kelihatan kok bedanya, pertanyaan yang bermakna “ingin pamer”, “kepo”, atau “memang ingin berkonsultasi”.

Bukan apa-apa. Tumbuh kembang setiap anak itu berbeda. Kalau kita masih menanyakan pertanyaan ini, sementara jawaban nya diluar ekspetasi, tolong pikirkanlah perasaan anak. Dikembalikan ke diri sendiri aja lah. Saya aja nggak suka, kalau orang tua saya suka ngomongin tentang saya (entah positif atau negatif) ke orang lain kok. 

Karena sudah empet banget, setahun belakangan dicerca dengan pertanyaan ini. Sejak sebulan terakhir, saya mengurangi aktivitas merespond pertanyaan ini. Kecuali, orangnya cerita-cerita sendiri. Tapi jangan harap, saya mau cerita balik ya. 🙂

 

signature

Advertisements

One thought on “Anak Kamu, Udah Bisa Apa?

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s