SEMANGAT PASSIONATE WOMAN


Lembar usia 28 baru saja dimulai. Usia ini menjadi babak baru saya sebagai seorang istri, ibu, dan pekarya. Terimakasih Allah, karena semua berjalan seperti rencana. Entah kenapa saya sangat semangat sekali menjalani ketiganya bersama-sama. Ya, semangat super passionate woman dalam diri saya kembali membara. merdeka! lol

Saya banyak belajar dari wanita super, yang sukses dalam karir sekaligus berhasil membesarkan keluarganya dengan harmonis. Siapa-siapa nya tidak perlu disebut ya. Anggap saja Bunga, Mawar, dan Melati. Saya memang tidak tahu detail kehidupan mereka seperti apa. Tapi, yang pasti saya sangat kagum dengan para wanita super ini. Wanita super yang sudah ahli dalam manajemen waktu, manajemen pikiran, dan manajemen hati.

Saya mengingat satu demi satu cerita di tahun 2016. Banyak kebaikan, kebahagiaan, dan berkah yang diberikan Allah pada kami. Bisa berkumpul bersama keluarga yang utuh. Bekerja bersama teman-teman di lingkungan yang sesuai dengan passion. Melahirkan anak bayi yang mirip bapaknya, cuma kadang-kadang agak mirip saya sih. :))

Dan sekarang, di tahun 2017. Setelah masa leha-leha (red.cuti hamil), saya kembali ditampar oleh mimpi-mimpi yang sempat tertunda. “Hey, kamu. Banyak mimpi, tapi cuma segelintir yang terealisasi. Ayo sekarang wujudkan!”, begitu teriakannya. Saya mau banget lari lagi, tapi cara berlarinya sekarang nggak bisa dengan cara seperti dulu saat masih single. Saya pun harus memahami kodrat, bahwa sekarang saya adalah istri dan ibu.

Mimpi ini bukan milik saya sendiri sekarang, tapi milik kami. Apakah kami siap? Saya tengok suami menanyakan keyakinan, “Kita jalani bersama, hasilnya serahkan sama Allah ya.”, kata suami yang membuat saya semakin lega. Itu berarti saya semakin mantap mengejar mimpi ini. Suami sudah support 100%. Hore!

Saya beruntung, karena memiliki suami yang sangat pengertian. Mengerti bahwa saya adalah perempuan penuh dengan mimpi. Perempuan yang nggak bisa jalan pelan, selalu pengen lari. Setinggi apapun mimpi saya tidak akan ada artinya jika suami tidak ridho. Saya kembali merasa beruntung, karena tahun ini dan selanjutnya, Inshaa Allah, kami akan selalu bersama. Menjalani semuanya bersama. Keluarga kecil kami.

Ya, saya masih berlari, dan terus berlari.

Mengejar mimpi berarti siap dengan kerikil, batu sandungan, jurang, dan segala tetek bengek lika likunya.Yang mungkin akan menguras tenaga, dan pikiran. Tahun ini sebisa mungkin saya lupakan soal “perasaan” dan “hati”. Isi hati saya semua tercurahkan untuk suami dan anak saja. Di luar itu, biarkan otak dan otot yang berbicara. merdeka! lol

Hai 28,

Hai usia yang seharusnya menjadikan saya lebih matang. Ibarat steak, tingkat kematangannya menjurus ke medium well lah. 70% matang. haha. Mulai memilah-milah mana yang “perlu” dipikir, dan mana yang lupakan saja. Semoga saya bisa menjadi manusia yang lebih bermanfaat, tidak pantang menyerah, dan bijak dalam mengambil keputusan. Amin.

 

 

 

 

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s