Ini Aktivitas “Working Mom” ala Saya


Meski saya seorang “working mom”, bukan berarti saya meninggalkan suami dan anak bayi begitu saja ya. Saya tetap mengurus suami, dan mengurus anak bayi mulai dari membuka mata hingga terlelap lagi. Saya juga masih bisa bekerja sesuai passion. Saya juga masih punya mimpi-mimpi yang sedang saya kejar. Haha. Separuh hari saya memang ada di kantor. Tapi, saya memiliki waktu 12 jam untuk melakukan tanggung jawab di rumah. Prinsipnya, saya baru bisa bekerja ketika urusan “rumah” sudah selesai. Karena tugas utama saya adalah sebagai istri dan ibu. Hihi.

Bagaimana dengan pekerjaan saya? Urusan pekerjaan hanya saya lakukan di kantor. Kecuali dalam keadaan mendesak, baru saya buka laptop.  Sibuk? Oh iya, saya sibuk sekali. Lalu bagaimana saya membagi waktu antara mengurus suami, anak, dan bekerja?

Kebetulan dalam beberapa bulan ini saya sedang ada project di Surabaya. Itu artinya, kami kembali ke rumah di Surabaya, dan menjalani aktivitas di Surabaya. Agak berbeda dengan di Jakarta. Kalau di Jakarta, jadwal kerja rapi. Dari jam 8.30 – 17.30. Kalau di Surabaya, kerja dari jam 7.30 sampai PM saya bilang “pulang yuk”. Biasanya sih jam 8 malam sudah tiba di rumah. Ada kalanya pulang lebih malam jam 10 – 12 malam.

Ini jadwal saya ketika berangkat dan pulang “normal” :

05.00 – 06.00                    : Memasak sekaligus sarapan pagi saya dan suami.

06.00 – 06.20                    : Suapin Elmo sarapan pagi.

06.20 – 07.00                    : Memandikan + meninabobokan Elmo

07.00 – 07.30                    : Siap-siap berangkat kerja

…..

19.00                                    : Perjalanan pulang, mampir pasar belanja sayur dan lauk.

19 30 – 20.00                    : Menyiapkan makan malam + makan malam bersama suami

20.00 – 20.30                    : Menyiapkan makanan Elmo untuk besok hari

20.30 – tidur                     : Family time

Sekarang, Elmo sudah waktunya makan. Efeknya, saya memiliki aktivitas baru yaitu menyiapkan makanan Elmo. Mulai dari belanja, masak, sampai menyuapi Elmo. Saya harus mencari waktu yang pas untuk melakukan itu. Sebagai catatan dari Dokter Anak, Elmo hanya boleh makan-makanan alami yang dimasak sendiri dan bahan-bahan makanan itu hanya boleh beli di pasar. Kalau beli di supermarket, harus yang “organik”. Sementara menyiapkan bahan makanan dan memasak membutuhkan waktu, bukan?

Karena waktu saya nggak banyak, dan saya tetap ingin melakukan semuanya sendiri. Maka, ada beberapa cara praktis yang harus saya terapkan. Misal, untuk belanja kebutuhan Elmo, saya memilih untuk belanja online. Harganya pun lebih murah daripada belanja di supermarket. Kemudian untuk menyiapkan makanan Elmo, saya memilih memakai blender untuk menghaluskan makanan daripada menumbuk manual. Saya menggunakan tepung organik daripada menumbuk. Praktis namun tetap sehat dan bebas bahan pengawet. Saya sudah konsultasikan ini dengan dokter anak sebelumnya ya.

IMG_20170224_124753

Saya usahakan malam hari untuk mampir ke pasar tradisional atau toko sayuran dekat rumah. Saya beli sayur dan buah untuk jatah seminggu. Nggak banyak kok, karena bayi kan makannya masih sedikit. Biasanya, saya bikin makanan pendamping asi untuk Elmo setiap malam, sebelum tidur. Lalu, saya masukkan kulkas. Besoknya, tinggal dihangatkan lalu disuapkan ke Elmo.

Paginya, saya bisa masak untuk saya dan suami. Saya suka masak yang praktis-praktis aja. Seperti sup ayam, tumis sayuran, goreng udang tepung, atau goreng tempe. Kalau saya atau suami lagi pengen masakan yang ribet, biasanya saya pakai bumbu jadi. Seperti sayur lodeh, opor ayam, soto daging, dan lain-lain. Ya, saya pakai bumbu jadi. Well.

Lalu, untuk agenda saya untuk bersih-bersih rumah sudah diselamatkan oleh Mbak Yatmi. Mbak kesayangan kami yang selalu datang dua hari sekali untuk bersih-bersih sekaligus setrika baju. Paling nggak saya bisa say goodbye sama setrika dan mengalokasikan waktu untuk melakukan hal lain. Setrika baju itu makan waktu, guys. Trust me.

Waktu ngobrol dengan suami? Sederhana, biasanya ketika malam hari ketika saya masak di dapur, suami suka nemenin di meja makan. Lalu, kami ngobrol dan membicarakan banyak hal.

Pagi dan malam hari adalah waktu berharga saya untuk kumpul keluarga. Saya sudah punya jadwal yang tidak bisa diganggu gugat.  Biasanya saya tidur jam 11 malam dan bangun jam 5 pagi. Ada saatnya saya lelah, dan telat bangun. Kalau itu terjadi, biasanya suami akan mengambil alih kegiatan saya setiap pagi. Itulah kenapa saya begitu mencintai suami saya. Haha.

Menjadi working mom itu nggak gampang. Harus multitasking. Hihi. Tapi pasti ada cara untuk menjalani semuanya dengan seimbang. Yang pasti, menjadi seorang ibu tidak menghalangi saya untuk berkarya dan bermimpi. Malah, sejak memiliki bayi, saya semakin semangat melakukan banyak hal. Saya juga merasa lebih bijaksana dalam mengambil keputusan. Nggak grusa-grusu kayak dulu lagi. Haha.   Alhamdulillah, kerjaan saya mendapat apresiasi dari atasan dan kawan-kawan kantor. Rejeki anak!

Ya, pasti ada yang saya korbankan. Karena waktu saya sudah terbagi full untuk keluarga dan pekerjaan, maka waktu “main-main” terpaksa saya hapus untuk sementara ini. Saya jadi jarang nge-mall, jarang nge-blog, jarang main sama teman, apalagi nggosip. Haha. Pikiran dan tenaga saya sudah habis. Nanti ada saatnya saya bisa melakukan semua itu lagi (kecuali nggosip). Pasti ada saatnya. Semangat!

Semoga menginspirasi ya!

Advertisements

3 thoughts on “Ini Aktivitas “Working Mom” ala Saya

  1. argalitha

    Waaah salut. Saya masih gak bisa membayangkan bagaimana saya kalau bekerja kembali nantinya. Soalnya saya dan suami jadi jarang ketemu. Huhu. Yah prinsip tiap orang berbeda sih. Eh… Suka belanja online yah? Buka priceza.co.id biar dapat gambaran harga produk yg sesuai budget 🙂 langsung diarahkan ke store nya, jadi gak pakai ribet cari alamat store nya..

    Like

    Reply
  2. Fanny f nila

    salut ama ibu bekerja yg jg bisa telaten ngurus anak dan suaminya :). Banyak mba yg ga bisa seperti itu.. Aku sendiri msh ga telaten kok. Makanya aku ttp butuh bantuan babysitter utk anak2ku -_-.

    Like

    Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s