Mempersiapkan Cuti Melahirkan


Hai~ Saya lagi menghitung hari menuju cuti melahirkan nih. Nggak nyangka, ternyata saya akan menghadapi fase cuti semacam ini. Alhamdulillah, akhirnya bisa fokus di rumah. Tiga bulan bok…, Ini akan menjadi fase pengangguran pertama buat saya. Sekaligus terlama. hihi. (Maklum, sejak selesai sidang TA – 5 tahun yang lalu, saya belum sempat menikmati hidup tanpa mikirin kerjaan) Sudah terbayang, bisa leha-leha sambil menunggu waktu lahiran tiba. Walaupun pada kenyataannya, mungkin tidak demikian.

Banyak hal yang harus disiapkan menuju hari H Cuti melahirkan. Namanya juga cuti dari kantor, berarti ada kerjaan yang harus segera diselesaikan atau dipindah tangankan sementara. Selain pekerjaan kantor, persiapan menyambut kelahiran si baby pun juga cukup menguras waktu dan tenaga ya. Perlu perencanaan yang baik agar urusan kantor dan urusan pribadi bisa berjalan seirama.

Saya sudah buat planning, apa saja yang harus disiapkan sebelum cuti melahirkan. Ini list planning persiapan cuti melahirkan versi saya.

Dua bulan sebelum…

Mencari informasi aturan cuti melahirkan

Setelah urusan pekerjaan bisa diatur perlahan, saatnya konsultasi dengan rekan-rekan HR. Beruntung, rekan-rekan HR sangat welcome dan memberikan informasi tentang cuti melahirkan secara gamblang. Di tempat kerja saya, cuti melahirkan diberikan selama tiga bulan. Boleh diambil kapanpun. Mau diambil satu hari sebelum melahirkan juga boleh. Haha. Rasa-rasanya di tempat kerja lain pun tidak terlalu berbeda jauh ya. Selain cuti melahirkan, pegawai dibolehkan mengambil jatah cuti tahunan jika masih ada. Kebetulan! Jatah cuti tahunan saya masih ada 13 hari (sudah dipotong cuti bersama). Mudah-mudahan cukup yah! Sebenernya agak sayang sih menghabiskan cuti tahunan, karena ini bisa diganti duwit. Haha. Tapi tak apalah, demi anak.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui benefit apa saja yang bisa kita dapatkan saat cuti. Haha, udah cuti masih minta benefit! Maksudnya, apakah masih digaji? Tunjangan yang diberikan apa saja? Bagaimana cara melakukan reimburse biaya persalinan dan lain-lain. Penting nih Mom. hehe. Oh iya, nggak ketinggalan – cari tempat yang oke untuk mompa asi di kantor. Alhamdulillah, kantor saya sudah dilengkapi ruangan ideal untuk memompa asi.

Konsultasi dengan pak Bos.

Supaya urusan cuti hamil saya nggak terlewat dari pertimbangan si Bos, jadi saya sampaikan lebih awal. Biar lebih notice aja gitu. Selain itu juga untuk mencari pengganti sementara juga nggak mudah kan, kalau disampaikan lebih awal si Bos bisa punya lebih banyak waktu untuk mencari pengganti. Konsultasi ini sekedar diskusi santai di jam istirahat, karena Pak Bos kan banyak kerjaan ya. Dan beruntung banget saya memiliki Bos yang baik dan pengertian banget! I love you, Bos.

Membuat daftar pekerjaan / job desk.

Ini saya mulai dari high priority sampai low priority. Yang memiliki resiko paling besar, saya tempatkan di urutan pertama. Resiko paling besar disini berarti, selama ini cuma saya yang bisa handle, harus dilakukan di kantor, dan harus ada yang menggantikan. Sementara resiko terkecil adalah, saya bisa mengerjakan pekerjaan ini dimanapun dan kapanpun walaupun tidak ada orang yang menggantikan. Saya juga mulai mundur sementara dari agenda meeting untuk event besar atau memilih bekerja di balik layar saja. Karena kalau terlanjur nyemplung di project, malah bisa keteteran saat saya cuti melahirkan nanti.

Menyicil Pekerjaan & Mendelegasikan tugas

Setelah daftar tersusun, langsung segera saya cicil agar cepat selesai. Terutama segera menemui si pengganti dan transfer knowledge perlahan. Karena si pengganti juga harus mengerjakan yang lain kan.

Satu bulan sebelum…

Konsultasi dengan Dokter Kandungan

Karena ingin melahirkan di Surabaya, jadi saya konsultasi dulu dengan dokter kandungan langganan saya. Namanya Dokter Adrian Suryo yang pernah saya ceritakan disini. Konsultasi memastikan kondisi saya dan si unyil serta hari baik untuk pulang ke Surabaya. Haha. Hari baik disini maksudnya, tidak terlalu jauh dari HPL dan tidak terlalu dekat dengan HPL. Kalau terlalu jauh dari HPL, setelah melahirkan nggak bisa lama ngurus anaknya nanti. Kalau terlalu dekat, dikuatirkan lahiran di jalan. Sementara saya rencana kembali ke Surabaya  naik kereta yang ditempuh selama 10 jam. Nggak lucu kan, kalau saya tiba-tiba melahirkan di dalam kereta.

Membeli tiket

Setelah tahu kapan akan cuti melahirkan, saya segera membeli tiket kereta. Biar murah bok. Maunya sih naik pesawat biar cepat sampai. Tapi tidak disarankan oleh dokter. Ya nurut aja lah. Niat menyamar biar nggak kelihatan hamil besar sudah saya hapus jauh-jauh dari lubuk hati. Lagian bentuk tubuh sudah tidak bisa dipungkiri lagi, sulit disamarkan.  Udah semok gini. Haha. Masak iya, disuruh pakai jubah?

Tiga minggu sebelum…

Senam Hamil & Hypnotherapy

Urusan kepulangan beres, sekarang saatnya mengurus diri sendiri dan si baby. Dokter Ardian sudah menyarankan untuk senam hamil di usia kandungan 8 bulan. Maka, saya pun senam hamil. Sementara ini senam sendiri aja di rumah, ngikut dari gerakan senam di youtube dan instagram. Inginnya ikut senam hamil di klinik atau rumah sakit terdekat. Sayangnya suami jauh, dan agak repot kalau mau kemana-mana. Sesekali juga mendengarkan music-musik hypnotherapy yang sangat menenangkan jiwa. Sampai saya ketiduran, haha. Saya dapat music-musik ini dari salah satu teman baik yang lagi hamil juga. Alhamdulillah. Kegiatan ini, akan segera dirutinkan sampai hari H kelahiran.

Konsumsi Kurma & Air Sari Kacang Hijau

Kalau ini atas saran dari mbak ipar, Budhe dan sepupu. Katanya dengan mengkonsumsi kurma setiap hari, bisa membantu memperlancar kelahiran. Sementara air rebusan kacang hijau diminum setiap hari agar baby lahir dengan kulit yang bersih dan rambut tebal. Tapi serius ya, air kacang hijau ini nggak enak. Rasanya gimana gitu. Haha. Tapi ya udahlah, nggak ada efek samping, ya diikuti aja. Hehe.

Dua minggu sebelum….

Membeli perlengkapan bayi

Ini yang saya tunggu-tunggu..! Seru-seruan sama suami belanja perlengkapan bayi. Untuk perlengkapan bayi seperti botol susu, baju-baju, popok, dan segala printilannya, saya beli di Jakarta. Karena lebih banyak pilihan dengan kualitas bagus dan harga yang lebih murah. Terbukti! Yey! Nggak belanja banyak sih, yang penting cukup untuk tiga bulan ke depan.  Jadwal belanja dipas-in saat suami ke Jakarta, biar bisa bantu bawain perlengkapan baby pulang ke Surabaya. Jadi, saat pulang nanti, saya nggak perlu nenteng apa-apa.

Apply cuti

Setelah berkonsultasi dengan dokter, saya mendapatkan surat keterangan yang menyatakan hari baik cuti dan kapan perkiraan HPL nya. Surat ini dilampirkan ke system, dan disubmit.  Tunggu approval dari si bos, dan beres deh!

Satu minggu sebelum…

Beres-beres & Buat Automatic Reply Email

Seminggu sebelum cuti melahirkan, seharusnya saya sedang hamil 36 minggu. Badan akan semakin berat. Saya berencana akan beres-beres meja kerja dengan mode woles. Meskipun di meja kerja saya nggak ada apa-apa nya. Haha. Paling tidak membersihkan sampah, agar tidak mengganggu rekan kerja lainnya. Sambil santai, buat automatic reply email yang menerangkan bahwa saya sedang cuti hamil. Dan selama cuti hamil, semua pekerjaan saya akan dihandle oleh si Mr. X. Kurang lebih seperti itulah isinya.

Mengecek barang-barang di rumah / packing

Udah kebiasaan tiap pulang ke Surabaya, saya nggak pernah bawa apa-apa. Jadi packing pun juga, nggak jauh beda seperti berangkat ke kantor. Bawa ransel isi laptop, charger, dan dompet. Itu doang. Haha. Ya, bawa makanan juga sedikit. Jaga-jaga kalau kelaperan di jalan.

Pamitan

Pamit dan minta doa restu dari teman-teman kantor. Nggak lupa say “sorry”, kalau ada kata-kata yang nggak enak atau pernah ada salah sama mereka. Kayak mau farewell kemanaa gitu ya. Padahal, tiga bulan lagi juga balik. Haha. Paling nggak, dengan pamitan membuat hati lebih tenang. Mudah-mudahan dengan hati yang tenang, bisa membuat persalinan semakin lancar. Amin.

Nah ini persiapan cuti melahirkan, versi saya. Kalau versi mommy yang lain gimana? Share yuk disini…

signRewinnita

Advertisements

4 thoughts on “Mempersiapkan Cuti Melahirkan

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s