Cicip Kilau Emas di Pegadaian


Emas memang tidak melulu perhiasan. Buat kita yang tidak suka perhiasan, bisa mengambil alternative membeli emas batangan. Tapi kembali lagi, saya pun pada dasarnya tidak hobi dengan emas-emas an, apapun bentuknya. Kecuali si e mas suami. Ahay.

Tapi setelah saya pikir-pikir memang tidak ada ruginya memiliki emas. Nilai emas lebih stabil, karena tidak tergerus inflasi seperti kita menabung di bank. Yang pasti, harus jelas tujuannya. Misal, mengumpulkan emas untuk disimpan selama 5 tahun, dan setelahnya akan dijual untuk keperluan anak sekolah. Selain itu, dalam keadaaan darurat, (berdasarkan pengalaman ibu saya) emas lebih mudah dan ringkas untuk dibawa lalu bisa dijual seketika.

Cuma memang harus agak hati-hati dalam menyimpan emas ini. Butuh perhatian ekstra. Ini nih yang bikin saya MALES.

Sebenarnya agak lama sampai saya memutuskan benar-benar akan membeli emas. Tiga hal yang membuat saya berpikir panjang adalah :

  1. Karena untuk investasi, apakah emas ini bisa benar-benar menguntungkan?
  2. Beli emas yang nggak pakai ribet, beli dimana ya?
  3. Kalau jadi beli, Si emas ini mau disimpan dimana?

Mencoba berbagai investasi itu tidak ada salahnya. Sebaiknya jangan terfokus pada satu investasi. Tapi, untuk penghasilan yang belum seberapa ini – memang harus dipikir matang-matang dulu, investasi apa yang paling tepat untuk kita. Disesuaikan sama duwitnya coy… Kalau punya duwit segebok, mau-nya sih beli properti seperti tanah atau rumah. Haha. (amin)

Sekarang ini ada banyak cara untuk memiliki emas. Selain beli tunai, juga bisa dicicil atau dikredit. Saya memilih beli tunai saja. Karena jauh dari biaya-biaya.

  1. Begini, pada intinya emas ini adalah investasi jangka panjang. Ya, paling tidak selama 5 – 10 tahun lah. Namanya juga investasi, mungkin tidak selalu menguntungkan. Ada kalanya harga emas turun. Tapi berdasarkan referensi yang saya baca investasi emas ini paling stabil. Setidaknya lebih berkah, karena agama pun tidak melarang mengumpukan emas asal ada tujuannya dan dikeluarkan zakatnya (2.5 %) jika sudah mencapai nishab (Kalau tidak salah, nishab nya adalah jika emas yang dikumpulkan sudah mencapai 85 gram).

Lalu saya browsing di internet, dan menanyakan pengalaman beberapa kawan yang sudah lebih dulu memiliki emas. Saya cari informasi mulai dari membeli emas langsung di antam, sampai jasa membeli emas secara online. Beberapa hal membuat saya kurang sreg membeli emas di antam, jasa online, toko emas, atau di bank. Karena keterbatasan waktu, tempat dan kurang percaya. hehe. Pada akhirnya saya menemukan satu tempat yang cocok, dan sudah turun menurun disambangi oleh keluarga saya. Ya, di Pegadaian. Tempat yang paling digemari para orang tua, terlebih saat akan bayar sekolah. haha. Paling cepat untuk menggadaikan barang dengan bunga yang rendah. Sangat membantu lho. Coba deh. (eits..)

Tapi, pegadaian sekarang semakin berkembang malah bisa dibilang semakin oke. Nggak melulu untuk gadai barang atau perhiasan. Kini Pegadaian juga memiliki program untuk menabung emas yaitu Tabungan Emas.

Tabungan Emas adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.

pegadaian1

  1. Sistem menabung di Tabungan Emas Pegadaian ini jauh dari kesan ribet. Perhitungannya cukup mudah untuk saya yang awam. Dan Pegadaian ini milik pemerintah, jadi pasti lebih aman dan terjamin. Poin plus-nya, pegadaian ini buka di hari Sabtu. Pun, tempatnya tidak jauh dari rumah. Cukup jalan kaki saja. Hihi. Praktis seperti buka buku tabungan di bank. Prosesnya sangat cepat dan nggak pakai ribet.
  2. Emas nya pun bisa disimpan di pegadaian. Dalam bentuk tabungan emas. Ada biaya titip emas, sebesar Rp.30.000,- per tahun. Murah banget kan? Haha. Saya nggak ada bayangan untuk simpan emas di rumah, karena kuatir hilang atau kemalingan. Dan saya nggak ada rencana untuk buka safe deposit box karena saya baru beli emas sedikit. Sayang keluar biaya deposit box nya.

Lalu, bagaimana cara menabung emas di Pegadaian?

Sangat mudah. Sangat. Berdasarkan pengalaman saya, begini caranya :

  1. Cek harga emas-nya dulu. Bisa juga kita cek di website pegadaian.co.id. Selalu update setelah jam 9 pagi setiap hari. Yes, setiap hari harga emas bisa berubah.pegadaian2
  2. Siapkan uang nya. Kalau sudah tahu harga emas, kita bisa ukur berapa gram emas yang ingin dibeli. Dan untuk menabung emas di pegadaian, kita akan dikenakan biaya buka rekening sebesar Rp. 5.000,- .
  3. Meluncur ke kantor pegadaian terdekat. Dan utarakan pada teller atau customer service kalau kita ingin membuka tabungan emas di pegadaian.
  4. Simpan buku tabungan nya. Ehm, tidak semua cabang pegadaian memberikan buku tabungan ya. Yang pasti, history emas kita sudah tercatat dan aman disimpan di pegadaian.
  5. Jika menghendaki fisik emas batangan, kita bisa order cetak dengan pilihan keping (5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.

Pegadaian4

Semudah itu untuk memiliki emas, dan otomatis tersimpan aman. Praktis. Nggak pakai repot dan kuatir. System nya mirip seperti nabung uang di bank. Bedanya, saldo yang kita lihat di tabungan emas adalah berupa jumlah gram. Bisa mulai nabung dari 0.01 gram lho, yang harganya setara dengan duwit 5 ribuan aja. Dan kalau nanti mau dijual, mengikuti harga jual terbaru di saat itu. Bisa dijual langsung di Pegadaian juga lho. Kita hanya cukup menyisakan saldo di rekening 0.1 gram.

Bagaimana, tertarik menabung emas? Coba deh, Tabungan Emas di Pegadaian!

 

2 thoughts on “Cicip Kilau Emas di Pegadaian

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s