Surat Untuk Tuan


Apa kabar Tuan?

Angin masih bertiup syahdu seperti biasa, dan debu-debu masih ikut menari dalam alunannya. Disini, tandus dan hijau tidak berbeda. Sama-sama kelabu.

Mungkin hati saya sudah terpaut pada tuan, mungkin juga pikiran saya hanya melayang pada tuan. Andai saja Tuan disini, di samping saya. Saya akan mengajak Tuan menikmati iringan melodi yang berisik. Melangkah dari satu lembah ke lembah lain. Kita akan menari, Tuan! Saya akan mengajarkan gerak langkah baru pada Tuan.

Tapi Tuan tidak disini,

Jadi goresan ini yang akan mewakili saya untuk bertemu dengan Tuan.

Semoga sampai pada Tuan.

Semoga sampai pada Tuan.

Semoga sampai pada Tuan.

 

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s