Akhirnya memilih Deposito


Beberapa waktu lalu, saya sempat galau memikirkan jenis investasi yang aman. Ya, masa hedon-hedon sudah berlalu. Saya sudah 26 tahun, dan sekarang saatnya untuk berinvestasi secara serius. Terus terang, karena saya memang agak rabun soal investasi jadi saya cari-cari informasi mulai dari investasi emas, reksadana, properti, asuransi, deposito, sampai ke ternak sapi.

Investasi emas? Ehm..investasi emas ini baru menguntungkan jika kita mau bertahan untuk tidak menjualnya selama 5 – 10 tahun atau lebih. Kalau untuk jangka pendek tidak terlalu terasa. Ditambah kata mamer (mama mertua) nilai emas sekarang ini sudah tidak seperti dulu. Agak kurang menguntungkan. Jadi, investasi berupa emas tidak menjadi prioritas utama saat ini. Nanti kalau duwit saya mulai keleleran atau melimpah ruah atau saya nggak butuh duwit lagi- baru saya mulai memikirkan ke arah ini. hahaa..

Reksadana? Ya, saya tertarik dengan produk ini. Saya sempat browsing dan menanyakan ke beberapa kawan. Tapi belum cocok untuk investasi awal saya. Karena sifatnya yang membuat hati berdebar-debar. Haha. Return atau hasil keuntungan yang fluktuatif,  terutama pada reksadana saham, karena mengikuti harga saham-saham yang dibeli/menjadi dasar perhitungan NABnya. Mungkin dalam jangka waktu dekat, saya akan coba untuk berinvestasi disini.

Asuransi? Saya serius tertarik untuk mengambil asuransi, tapi bukan untuk berinvestasi. Lebih tepatnya untuk kesehatan, asuransi jiwa, atau jika nanti sewaktu-waktu saya ingin pension. Saya pasti akan ambil asuransi pribadi, tapi tidak sekarang.

Properti? Menjadi juragan tanah macam babe-babe betawi rasanya cukup menggiurkan. Ya, saya pengin banget! Tapi apa daya, tampang saya sekarang ini belum cocok untuk jadi juragan tanah. haha… nanti, setelah ada cukup dana saya akan menuju ke investasi ini.

Ternak sapi? Ah..saya cinta sapi! Cinta banget! Mereka itu mahluk paling lucu dan imut di muka bumi ini. Tapi karena suami melarang pelihara sapi di dalam rumah, ya..terpaksa saya tunda dulu. haha. Suatu saat nanti, saya pengin punya peliharaan sapi.  Niat beli sapinya biar bisa buat qurban nanti saat idul adha. Untuk investasi? Mungkin belum tahun ini. Hiks..

cow-clip-art3

Deposito. Dan, saya rasa deposito adalah pilihan yang tepat dan paling aman dengan resiko rendah untuk kondisi saya saat ini. Sederhananya, kita menyimpan uang, kemudian uang yang di investasikan hanya boleh diambil kembali sesuai batas waktu yang disepakati.

Apa bedanya dengan tabungan? Tabungan memiliki felksibilitas yang sangat tinggi karena kapanpun saya butuh uang, penarikan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tidak bagus untuk saya yang memang berniat untuk berinvestasi. Bahaya kan? Sedangkan deposito memiliki jangka waktu untuk penarikannya, sehingga saya sendiri tidak dapat melakukan penarikan semaunya. Malah kalau diambil sebelum jatuh tempo bisa kena penalty.

Dari beberapa rekening yang saya miliki, saya memilih satu rekening syariah untuk deposito. Kenapa di bank syariah? Dengan uang yang saya simpan di simpanan deposito bank syariah saya merasa lebih tenang yang sifatnya non-materi. Mungkin karena bank syariah menerapkan sistem bagi hasil / nisbah, dan bukan sistem bunga yang dianggap sebagai riba. Dan poin penting lainnya, dari deposito syariah itu – bisa otomatis dibayarkan zakatnya. Semakin mendekati halal, semakin barakah rejekinya. amin.

increasing-return-college-investment

Pembagian bagi hasil tersebut juga ditetapkan dengan persentase. Misalnya, saat mendepositokan dana kita diberikan nisbah dengan persentase 60:40. Maka, 60% untuk kita, dan bank dapat sisanya, yaitu 40%. Persentase ini yang akan dipergunakan bank untuk menghitung bagi hasil kita pada bulan berikutnya.

Persentase tersebut nilainya juga bergantung pada jangka waktu yang akan kita ambil. Semakin besar jangka waktu yang kita ambil, semakin besar pula persentase yang didapat. Misal, jika jangka waktu yang diambil 1 bulan memiliki persentase pembagian keuntungan 50:50. Maka, jangka waktu 12 bulan akan berbeda, misalnya memiliki persentase keuntungan 55:45.

calculator-icon

Secara sederhana, rumus yang dimiliki oleh deposito syariah untuk perhitungan nisbahnya adalah sebagai berikut:

(Nominal deposito : Nominal seluruh deposito ) x  Persentase bagi hasil x Keuntungan bank pada bulan tersebut
Misal, jika diketahui:

  1. Nominal deposito Kita Rp 10.000.000 dan jangka waktu 1 bulan
  2. Jumlah seluruh deposito di bank itu yang memiliki jangka waktu 1 bulan adalah Rp 5 milyar
  3. Keuntungan bagi hasil seluruh deposito yang memiliki jangka waktu 1 bulan Rp 50 juta
  4. Nisbah bagi hasil dengan jangka waktu 1 bulan adalah 55 % untuk nasabah dan 45% untuk bank

Maka, bagi hasilnya adalah :

(Rp 10 juta: Rp5 milyar) x  55% x Rp50 juta = Rp55.000,-

Jadi, dari simulasi tersebut pada bulan berikutnya kita akan mendapatkan nisbah bagi hasil dari Bank sebesar Rp. 55.000,-.

Saya sendiri mempercayakan deposito pada bank BRI Syariah. Kenapa? Karena males aja buka rekening bank syariah yang lain. Haha. Rekening yang ada, saya manfaatkan saja. Lagipula, dari awal saya buka rekening tabungan di bank syariah – saya memang sudah seleksi dulu bank nya.  Ini alas an kenapa saya buka tabungan di BRI Syariah.

  • Bebas biaya admin bulanan
  • Bebas biaya transfer ke jaringan ATM bersama & ATM prima
  • Bisa transaksi via ATM bersama & ATM prima
  • Lokasi dekat rumah
  • Belum terlalu banyak cabang bank nya. Yang artinya, kemungkinan saya untuk mengambil uang di bank ini semakin kecil. Dan, uang saya semakin aman tidak terjamah oleh saya.

705708_394913_579836_1

Lalu bagaimana dengan syarat untuk buka deposito di BRI Syariah? Gampang buwanget.

  1. Punya rekening tabungan BRI Syariah
  2. Punya duwit, minimal 2.5 juta
  3. Fotocopy KTP & NPWP
  4. Materai (CS BRI Syariah sudah menyiapkan ini)

Sekarang, mau pilih jangka waktu berapa lama? Di BRI Syariah disedikan jangka waktu deposito mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, dan seterusnya (saya lupa). Oh iya, ada penalty 100ribu kalau duwitnya diambil sebelum tanggal jatuh tempo. Saya sendiri memilih jangka waktu 1 bulan. Haha. Antisipasi aja, kalau nggak kuat iman dan butuh ngambil duwit bisa di bulan berikutnya di tanggal jatuh tempo. Dan, saya minta dibuat otomatis roll out ke bulan berikutnya jika pada tanggal jatuh tempo – duwitnya tidak diambil. Sedangkan untuk bagi hasilnya bisa ditaruh di tabungan atau mau dideposito kan lagi. Saya sendiri memilih untuk didepositokan lagi saja. Asumsi biar tambah banyak duwitnya.

Dan, saat pencairan uang hanya bisa dilakukan di bank awal buka deposito. Misal nih, saya. Saya buka deposito di bank BRI Syariah Gubeng Surabaya. Nanti, kalau mau mencairkan uang ya harus di bank itu.

Pada dasarnya semua investasi yang saya sebutkan di atas itu bagus. Ternak Sapi pun juga bagus. (haha). Tapi kembali lagi dengan kebutuhan kita saat ini. Saya pribadi, merasa deposito ini lebih cocok dengan kondisi keuangan saat ini. Jadi, begitulah. Haha. Nantinya? Saya mau mencoba semua investasi di atas, termasuk reksadana dan ternak sapi. Hihi. Berinvestasi seperti ini ternyata bikin ketagihan ya. Mari berinvestasi!

Oh iya , temen-temen lain pasti juga sudah punya investasi kan? Oh iya, bagaimana dengan kamu? kamu? kamu? Ada saran lain, untuk investasi yang aman dan halal?

Didukung dari sumber : www.cekaja.com.

9 thoughts on “Akhirnya memilih Deposito

  1. Kenapa gak di reksadana saja, enak, bisa milih portfolio investasi yang cocok dengan risk Profil kita dan nisbah bagi hasil nya juga lebih tinggi

    Like

    • iya ini rencana mau coba di reksadana. Kemarin sudah daftar di danareksa, sekarang masih milih mau beli reksadana apa. hehe. Ente sendiri udah coba invest apa mas bro?

      Like

  2. Hahaha. Akhirnya deposito yang dipilih.
    Iya ya, aku juga nggak favorit emas. Tapi temen-temenku pada suka beli emas.
    Paling oke ya properti, apalah daya kita belum mampu :p
    Aku juga nabung di BRI Syariah soalnya nggak ada potongannya.

    Like

    • hihih… iyaa.. tapi aku jg pengen ke reksadana lho det.. kyk kamu. Tapi, sek nyisihin duwit dulu. Habis ini. Kalau emas, secara aku ga terlalu hobi ngumpulin perhiasan dan nggak pinter nyimpen emas batangan – dan dijual lagi pun harus nunggu bertahun-tahun baru untung…jadi pending dulu. Ga tau lagi ya nanti, kalo udah jadi emak-emak yang doyan pake emas. Haha. Eh iya, BRI Syariah itu minim potongan. Enak.

      Like

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s