Pengalaman Mengurus Surat Pindah KK dari Sidoarjo ke Surabaya


Selesai married, nambah lagi satu PR yang harus dituntaskan segera. Ya, mengurus surat pindah KK. Buat kalian yang tinggal di satu kota, bersyukurlah karena tidak perlu mengurus surat pindah macam ini. Tapi, buat kalian yang seperti saya – rumah suami beda kota sama rumah orang tua saya, ya mau nggak mau harus mengurus surat pindah. Beda kota, padahal Cuma Sidoarjo ke Surabaya doang ya. Haha..

Kenapa?

Semakin cepat suami dan istri berada di satu KK (kartu keluarga), semakin baik. Nanti, kalau punya anak – akte kelahiran bisa diurus lebih cepat. Atau, nanti kita butuh mengajukan dana tertentu ke bank juga lebih mudah karena data suami dan istri sudah berada di satu KK. Atau juga, mengurus surat-surat terkait identitas warga Negara juga lebih mudah.

Gimana rasanya? Haha.. agak takut ruwet di awal. Sempat kepikiran mau pakai jasa calo. Tapi sayang duwitnya (ngirit bin pelit). Akhirnya bertekad, pasti bisaaaa…!! Coba urus sendiri deh, kalau masih ribet – baru pakai jasa calo.

Dan, ternyata tidak seseram yang saya pikir sebelumnya. Cukup mudah. Hehe. Selama, kita mengikuti prosedurnya. Tapi saya nggak sendirian sih. Saya dibantu sama ibu dan suami. Bagaimana caranya?

  1. Siapkan hati yang lapang, dan iklash. Bismillah dulu ya. Haha.. eh beneran deh, karena mengurus surat-surat begini itu berhubungan dengan banyak orang. (pak RT, pak RW, camat, lurah, dll) Dan, setiap orang itu kan karakternya beda-beda. Ada yang galak, ada yang sibuk, ada yang nyebelin. Semoga kita nggak dipertemukan dengan karakter orang yang seperti itu, dan selalu dikondisikan dalam keadaan baik. Dan, dengan begitu banyaknya berkas – kadang kita lupa. Atau ada yang keselip trus hilang entah kemana. Mudah-mudahan, ktia selalu diingatkan dan dijauhkan dari lupa. Jadi, mengurus surat-surat pun bisa lebih cepat dan mudah. Lebay ya? Tapi penting lho. Hehe.
  2. Next! Siapkan dulu berkas-berkas sebagai berikut :
    1. Duwit : 100ribu. Buat apa? Haha. Ya buat biaya kita sendiri guys. Tenang aja, di kelurahan, kecamatan, dispenduk – kagak ada biaya. Alias free!! Tapi, tetep kita butuh duwit untuk :
      1. Fotocopy
      2. Cetak foto
      3. Bensin
      4. Biaya administrasi di KUA.
    2. Foto 4×6 = 20 lembar (saya pakai bg. Biru). Buat apa foto sebanyak itu?
      1. u/ arsip kelurahan & kecamatan asal
      2. u/ membuat SKCK
      3. u/ arsip dispenduK
      4. u/ arsip kelurahan & kecamatan tujuan
      5. u/ jaga-jaga. Haha.
    3. Foto 3×4 = 10 lembar (saya pakai bg. Biru). Saya lupa, untuk apa aja. Tapi disiapin aja lah, daripada bolak-balik cetak foto gara-gara kurang.
    4. Surat keterangan pindah KK dari RT & RW & fotocopy = 10x.
      1. Fotocopy KK asal = 10x
      2. Fotocopy akte kelahiran = 10x
      3. Fotocopy ijasah = 10x
      4. Fotocopy & legalisir surat nikah = 11x. Ganjil ya? Ya, karena 1 lembarnya akan diminta KUA nya buat arsip. Oh ya, siapin duwit juga. Biasanya, ada biaya administrasi. Kalau di KUA tempat saya, biaya seiklashnya. Saya sendiri kasih 20 ribu. Kalau di KUA tempat suami saya, dikenakan biaya 50ribu.
      5. SKCK
    5. Fotocopy KK tujuan = 10x
    6. Fotocopy KTP kepala keluarga tujuan = 10x
    7. Fotocopy NPWP = 10x
  1. Mengurus surat keterangan pindah dari RT – RW
    • Waktu : 1 jam (karena kebetulan sekretaris RT, Pak RT, dan Pak RW sedang available semua)
    • Biaya : 0,-
      1. Bawa fotocopy KK & KTP lalu datang ke sekretariat RT untuk dibuatkan form / surat keterangan.
      2. Menuju ke Pak RT, buat minta tanda tangan & stempel RT.
      3. Menuju ke Pak RW, buat minta tanda tangan & stempel RW.
  2. Mengurus surat keterangan ke Kelurahan asal.
    • Waktu : 1 hari jadi.
  3. Lanjut ke kecamatan asal.
    • Waktu : 1 hari jadi
  4. Menuju dispenduk asal.
    • Setelah itu, kita akan mendapatkan satu bendel dokumen yang sudah dikelompok-kelompokkan. Satu dokumen untuk diserahkan ke kelurahan tujuan. Satu dokumen untuk diserahkan ke kecamatan tujuan. Satu dokumen untuk diserahkan ke dispenduk tujuan. Semua dokumen ini, dibawa aja semuanya. Nanti, petugas kelurahan tujuan yang akan membantu memilah-milah.
    • Waktu : 3 minggu. (ini nih yang bikin lama!)
    • Setelah itu, KTP Asal akan dikembalikan dan diplong (dilubangi) dan nama kita resmi dicoret dari KK lama.
  5. Selamat! Selama fase menunggu pindah KK di tempat baru, anda tidak punya identitas resmi. Horeee!!
  6. Menuju ke kelurahan tujuan.
    • Waktu : 1 hari jadi. Ini cepet kok. Cuman naruh dokumen-dokumen di atas aja untuk minta tanda tangan dan rekomendasi menuju kecamatan. Sebenarnya, bisa ditungguin atau diambil sorenya. Tapi, karena waktu itu – Lurah nya sedang ada meeting di kecamatan, butuh waktu agak lama. Daripada nungguin boring, mending saya tinggal dan lanjut kerja deh. Dan, besok baru saya ambil lagi.
    • Biaya : 0,-
    • Dan, saya suka dengan Bu Alvi –salah satu pegawai kelurahan yang membantu dengan sangat ramah dan jelas. Nggak bertele-tele, dan ibu nya sabar banget meladeni pertanyaan-pertanyaan saya. an dengan kelurahan. Saya semakin semangat untuk mengurus surat pindah ini sendiri tanpa menggunakan jasa calo atau menyuruh orang lain.
    • Saya sendiri dua kali ke kelurahan, karena ada beberapa dokumen yang belum lengkap. Seperti :
      1. Legalisir surat nikah = 4x.
      2. Foto 4×6 = 4x
      3. Surat penjamin tempat tinggal = dibantuin ngisi sama pegawai kelurahannya. Butuh dua penjamin. Yang pertama, dari si kepala keluarga di rumah yang kita tempati nantinya. Dalam hal ini, ya suami saya sendiri. Dan kedua, bisa dari tempat kerja (kantor) domisili tujuan. Caranya? Minta tanda tangan doang di atas materai men! Gampang.
      4. Materai = 4 buah
      5. Fotocopy KK tujuan
  7. Setelah itu, kita akan dikasih tahu apa saja yang harus dilengkapi di kecamatan nanti.
  8. Menuju ke kecamatan. Ngapain?
    1. Siapkan lagi dokumen-dokumennya. Dan pastikan, tidak ada yang tertinggal atau belum difotocopy.
    2. Sama seperti di kelurahan, naruh dokumen doang. Minta tanda tangan dan minta rekomendasi untuk menuju ke dispenduk.
    3. Waktu : Maksimal 1 hari. Kalau suasana di kecamatan sedang agak luang, mungkin bisa ditunggu.
    4. Dari kecamatan, kita akan diarahkan untuk menyiapkan dokumen-dokumen yang nanti akan diminta di dispenduk. Cuma fotocopy aja kok, bukan membuat baru.
  9. Menuju Dispenduk
    1. Menyerahkan :
      1. dokumen dari kecamatan
      2. KTP asal – asli
      3. Fotocopy dokumen dari kecamatan.
      4. Boleh diwakilkan, tapi lebih baik datang sendiri kesini. Petugas dispenduk akan lebih ramah jika kita mau mengurus sendiri
      5. Waktu : tidak tentu tergantung tingkat keramaiannya, tapi 1 hari jadi. Ditungguin ya. Kita akan mendapatkan nomor antrian. Setelah dipanggil oleh petugas dispenduk, kita akan diminta untuk menunggu. Jadi, kamu-kamu yang bekerja – sebaiknya siapkan cuti atau ijin satu hari untuk ke dispenduk.
      6. Setelah itu, kita diminta menunggu selama 7 hari kerja. Dan, dokumen bisa diambil ke kecamatan tujuan.

Nah, saya baru sampai tahap ini sekarang. Masih lama ya? Haha.. Nggak kok. Setelah ini, saya akan menuju kecamatan untuk mengambil dokumen-dokumen yang sudah diverifikasi oleh dispenduk.

Menjalani proses yang panjang diatas, saya membutuhkan waktu hampir dua bulan. Yang lama di Sidoarjo nya malah. Fyuh.. Semoga tetap dilancarkan sampai saya bisa pindah ke KK baru dan mendapat KTP baru.

Selanjutnya? Akan saya share di postingan selanjutnya.

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Pengalaman Mengurus Surat Pindah KK dari Sidoarjo ke Surabaya

  1. widya sofi

    Pengalaman saya sama sama mbak,cuma kendalanya sya di kecamatan.hanya tinggal minta tanda tangan sama stempel dari kecamatan.masih ada yang kurang disuruh minta izin sama yang punya alamat atau pinjem foto copy KK.kalo boleh tolong bantu sharingnya

    Like

    Reply
  2. harikrisez

    pengalaman yg sama dari kota dan tujuan yg sama juga.
    klo dari sidoarjo saya pake jasa pamong di kelurahan. biayanya 200 rb buat ongkos bensin dll. memakan waktu 1 bulan 1 minggu untuk dapat berkas dari dispenduk sidoarjo.

    proses selanjutnya rt rw di surabaya, nol biaya ( kasih seikhlasnya aja)
    di kelurahan juga gratis. di kasih juga ga mau.
    cuma harus balik 2 kali ke kelurahan dan rt rw karna harus minta tanda tangan ijin tinggal di sby dan keterangan bekerja di surabaya semua bermaterai 6000
    setelah berkas lengkap balik yg ke 2 kalinya ke kelurahan.
    dari kelurahan di kasih pengantar ke kecamatan
    di kecamatan, form yg untuk dispenduk di minta katanya tidak perlu ke dispenduk. akan di proses online dari kecamatan
    2 minggu lagi balik untuk ambil kk baru.. wow

    Like

    Reply
  3. siti

    bacanya saja saya sudah langsung stress duluan.. saya sudah 2 bulan tugas di Ambon belum urus apa apa karena saya tahu akan seiribet ini dan saya kerja dari pagi sampai malam..malah…kapan bisa ngurusnya lagian kami tak akan lama di Ambon…

    Like

    Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s