Apa kabar 25?


Tidak terasa, ini hari ke 189 dimana saya menikmati hari-hari di umur 25 tahun. Apa kabar? Oh.. Alhamdulillah, umur 25 tidak seburuk yang saya bayangkan waktu kecil dulu. Dulu, setiap ada perempuan umur 25, saya pasti judge dia sebagai mbak-mbak menuju tante-tante. Tante-tante nanggung lah… Kelihatan dewasa banget, tapi masih muda. haha.

Dan, satu hal. Umur bukanlah patokan untuk menentukan tingkat kedewasaan seseorang.

Sampai sekarang… saya biasa-biasa aja tuh. Alhamdulillah, nggak merasa jadi tante-tante, ataupun mbak-mbak. Saya tetaplah saya yang kadang disebut anak kecil ketika berada di kerumunan orang-orang yang jauh lebih dewasa, dan kadang disebut sebagai orang dewasa ketika saya berada di lingkungan orang-orang yang umurnya jauh lebih muda dari saya. Ya, gini gini aja. Hahaha… perlakuan itu bergantung pada lingkungan dan bagaimana kita membawa diri. Sisi dewasa dan kekanakan itu seperti dua sisi koin mata uang, yang tidak bisa dipisahkan. Jadi, jangan heran ketika kita melihat orang-orang dewasa yang terkadang bertingkah kekanakan, atau kita bertemu anak-anak yang cara berpikirnya jauh lebih dewasa.

Sekarang ini, ya sampai sekarang ini, saya masih santai dan menikmati hari-hari saya. Saya tertawa dan berharap yang baik-baik dan berusaha yang terbaik. Efek disetel rekaman video Mario Teguh sama Pak Bos tiap hari nih! “Ita, inget. Yang betul itu bukan yakin bahwa kamu akan sukses. Tapi yakinlah saat berharap untuk sukses.” Sebenernya itu cuplikan kalimat Mario Teguh di episode menghadapi ujian nasional. T_T . Ya… masa ujian nasional saya sudah sangat sangat lewat, tapi ujian kehidupan akan selalu ada, bukan?

Saya masih percaya, bahwa sempurna atau tidaknya suatu kehidupan itu tergantung darimana kita melihatnya. Jika kita melihat dari wujud syukur, maka semuanya akan menjadi sempurna. Dan, tidak ada mimpi yang tidak menjadi nyata, jika kita sungguh-sungguh untuk meraihnya. Tuhan bukan tidak mengabulkan, tapi meminta kita untuk bersabar. Semua akan indah pada waktunya. Jadi, jangan terburu-buru mengeluarkan statemen, “Hidup ini tidak adil!”.

Apa kabar 25?

Ya Alhamdulillah, masih boleh pakai tubuh beserta seluruh alat indera untuk menikmati semua karunia Tuhan. Saya masih menyimpan cita-cita besar. Dan di umur saya saat ini, saya menyadari bahwa cita-cita itu tidak bisa saya raih seorang diri.  Saya membutuhkan partner hidup yang mendukung saya untuk mencapai cita-cita itu. Alhamdulillah, sekian.

Umur 26 pengin apa?

Simple.

Pengin tiup lilin berdua.

Bole? :3

(amin)

 

Advertisements

3 thoughts on “Apa kabar 25?

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s