Re-Born


Tahu rasanya -seperti lahir kembali-? Hehe. Ya, kurang lebih itu yang saya rasakan saat ini. Bukan mau melupakan diri yang dulu, tapi lebih ingin memperbaiki diri dan menjadi yang lebih baik dan lebih baik dari sebelumnya. Rasanya…. tahu apa yang harus dilakukan setelah ini, setelahnya, dan setelahnya lagi.

**Well, akhir-akhir ini memang saya terlalu sibuk dengan diri sendiri. Saya sampai melupakan sekitar.  T_T

Trigger yang membuat saya seperti lahir kembali adalah, dari kisah-kisah yang saya lihat sendiri. Membuat hati teriris. Seperti, mendengar berita kelahiran, yang seharusnya lancar tapi tiba-tiba menjadi tidak begitu lancar. Puncaknya adalah kemarin. Mendengarkan cerita perjuangan seorang sahabat untuk survive dengan kehidupan barunya.

Dan, sebenarnya masih banyak cerita-cerita lain yang menampar saya.

Lalu, selama ini saya dimana? Ngapain aja? Kenapa baru dengar cerita itu di saat semuanya sudah terlanjur terjadi? Teman macam apa saya ini?

“Lihat Ita! Masalahmu itu nggak ada apa-apanya!”. Rasanya saya seperti ditampar oleh Tuhan. . Hiks. Dan, ya… saya sadar. Masih banyak hal yang harus saya lakukan. Mau ngapain aja? Haha. Rahasia dong. *abaikan*

Baiklah. Harus ada perubahan. Di saat kita kehilangan satu kebahagiaan – di luar sana ada berjuta-juta kebahagiaan menunggu untuk diraih. Di saat kita sedih, ingat – bahwa di luar sana masih banyak yang membutuhkan bantuan kita.  Jadi, tidak perlu berlarut-larut. Bahagia itu pasti akan datang, di saat kita berbagi dengan orang lain.

So… Ini yang bisa saya ambil dan semoga bisa kasih pencerahan buat teman-teman yang mungkin mengalami hal yang sama. *Apapun*

  1. Kadang, untuk menyelesaikan masalah – kita tidak boleh tenggelam dalam masalah itu sendiri. Harus keluar, dan melihat masalah itu dari jauh. Lalu, lihatlah sekitar. Dan, setelah itu – baru kita tahu – bahwa sebenarnya yang selama ini kita anggap sebagai masalah – itu sebenarnya bukan masalah sama sekali. Itu adalah ritme kehidupan yang memang harus dijalani. *Tsaaahhh…
  2. Kebaikan-kebaikan yang sudah kita terima, jangan disimpan sendiri. Kini saatnya membagi kebaikan itu pada yang lain. Mungkin dari situ, hidup kita akan lebih bahagia. Sesederhana itu untuk menjadi bahagia. Ya, bahagia itu sederhana!
  3. Bersyukur. Karena Tuhan sudah mengatur segalanya dengan begitu indah. Dinikmati saja, karena hidup di dunia pun Cuma sementara kan.

Ini saatnya bangkit dan hidup kembali! *on fire*

 

*tulisan makin acak kadut – well well…*

 

Advertisements

2 thoughts on “Re-Born

  1. de2t

    Ahaha.. memang paling bagus kalau kita bisa menolong diri sendiri dengan cara menolong orang lain. Paling kesel itu kalau ada orang yang merasa dirinya paling merana dan nggak bahagia sedunia T.T Duh! Tapi yaaah namanya juga manusia. Beda-beda yaaa.. Semangat Itak :*

    Like

    Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s