Seandainya saya bisa menemukan “Gita”


Ahaha… Setelah melihat video ini, saya langsung ingat sama temen kecil dulu. Saya nggak tahu, dimana dia, seperti apa wajahnya, dan apa kesibukannya sekarang. Sagita  Rini Permatasari.  Bocah yang menemani tahun-tahun saya sampai di SD  kelas dua. Masih kecil sekali. Dan Gita adalah topik favorit saat ujian mengarang cerita di pelajaran Bahasa Indonesia saat SD, SMP dan SMA. Luar biasa kan? Saya tidak akan bosan menceritakan tentang Gita. Dan, nanti ketika saya punya anak, saya akan ceritakan tentang Gita. Haha…

Meskipun sudah lama berlalu, saya masih ingat semua yang kita dulu lakukan waktu kecil. Hihihi. Lucu. Ya, mungkin ada yang terlewat satu atau dua cerita. Dan, saya ingin sekali bertemu dengan Gita berharap dia mau memberikan lengkap cerita kita. Itupun kalau dia ingat.

01_you_and_i_were_childhood_friendsSaya nggak punya fotonya. Tapi dalam ingatan saya, Gita punya Kulit putih seperti kulit orang cina. Matanya juga sipit seperti mata orang cina. Badannya gemuk berisi. Rambutnya dipotong sama mama nya model bob pendek. Dan, dia selalu ceria. Ulang tahunnya, kalau nggak salah tanggal 26 atau 24 Desember. Yang pasti tidak jauh dari hari Natal. Gita, anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak pertama, namanya Ika. Yang ketiga, namanya Arya. Dan si bungsu adalah Ragil atau Agil (agak lupa).

Keluarga kami juga cukup dekat. Kita selalu bermain bersama.

Kita sering main lompat tali dan engkle bersama. Sepedaan bersama keliling komplek. Mainan favorit saya adalah lompat tali. Dan Gita pun juga suka. Kita pernah  main ibuk-ibuk an. Di atas tumpukan paving, trus menumpuk bata-bata paving itu dan menyusunnya seolah menjadi ruang-ruang dalam rumah. Lalu, kita juga pernah main masak-masakan yang hampir membakar halaman depan rumah orang entah punya siapa (rumah kosong). Dan, saya juga tidak lupa makan nasi goreng siap saji yang tinggal diseduh di dalam kemasan. Karena warnanya hijau tua, seperti warna baju tentara. Haha. Ayah Gita adalah seorang tentara (pikir saya waktu itu), dan setelahnya saya baru tahu kalau ternyata ayahnya bekerja di salah satu partai politik sebagai penjaga keamanan.

Saya yang dulu tidak mau pakai sepatu yang dijual oleh penjual sepatu keliling (karena malu), akhirnya mau pakai sepatu itu karena Gita juga memakainya. Lalu, saat orang tua saya tidak di rumah, saya selalu main ke rumahnya. Saya juga ingat, ketika Gita marah karena selalu dibanding-bandingkan nilai sekolahnya dengan saya. Sekolah kita bersebelahan. Saya sekolah di SDN Kepuh  Kiriman I dan Gita sekolah di SDN Kepuh Kiriman II. Rumah kita juga bersebelahan.

Halaman rumah saya, dipagari bunga matahari. Yang berasal dari halaman rumah Gita. Bagus sekali.  Sampai sekarang, bunga matahari jadi salah satu bunga favorit saya. Karena setiap melihat bunga matahari, saya selalu ingat Gita. Saya ingat, kita mengambil biji bunga matahari itu, dan memberikannya ke hamster, hewan peliharaannya.

January-15-1024x682(pp_w880_h586)Tertawa bersama, pun juga tidak luput bertengkar nya. Haha. Namanya juga anak-anak. Entah bertengkar karena apa, yang saya ingat kita pernah adu mulut.  Trus “nggak bolo an”. Bersumpah mati nggak akan pernah mau berteman lagi. Dan besoknya, kita kembali tertawa dan main petak umpet melupakan sumpah itu. Hhahaha.

Suatu ketika, dia bilang. “Itak, aku mau pindah rumah.”. Itu bukan yang pertama dia bilang seperti itu. Beberapa bulan dan tahun sebelumnya juga pernah bilang begitu. Tapi toh, tidak pindah-pindah juga. Jadi, saya anggap enteng saja. “Mau pindah kemana?”, tanya saya polos. “Nggak tahu, mamaku sudah diusir sama yang punya rumah. Katanya, belum bayar.”,kata Gita. Saya lupa bagaimana ekspresinya waktu itu. Karena keesokan hari nya, dia bersikap seperti biasa. Kita bermain bersama lagi. Dan ceria seperti biasanya. Dan dia tidak pindah kemana-mana.

childhood-friends-24

Sampai di hari lebaran. Saya kembali dari mudik, dan melihat rumah Gita masih “tutupan”. Saya pikir, Gita mudik juga ke rumah saudaranya. Saya tunggu. Sampai beberapa hari kemudian. Sampai berbulan kemudian. Dan saya tetap menunggu. Lalu, suatu hari mama nya Gita sempat datang ke rumah. Saya tidak tahu, ada urusan apa. Dan, mama Gita sempat menulis surat untuk Ibu. Sepertinya, keluarga Gita sedang menghadapi suatu masalah. Saya tidak tahu apa itu. Yang saya tahu, Gita yang saya tunggu tidak muncul.

Bukannya saya nggak mencari, saya sudah pernah ke rumahnya dulu (sekali) tapi kosong. Kata tetangganya, lagi pergi. Oke. Saya pernah kirim surat ala anak SD. Tapi tidak ada balasan. Bertahun-tahun berlalu. Orang tua saya pun juga sudah lupa dimana surat yang dikirim Mama Gita dulu. Barang kali masih ada alamatnya. Tapi saya juga nggak yakin, apakah sekarang ini dia masih tinggal disana. Dan tahun-tahun terakhir ini, saya mencarinya di Facebook, Twitter, Google, sampai Youtube. Sagita  Rini Permatasari. Dan, hebatnya adalah, tidak ada satupun muncul nama itu. Apakah Gita sudah tidak terjangkau lagi oleh internet? Owh..mungkin saya harus tanya ke bagian kependudukan. Saya baru kepikiran sekarang, untuk menuliskannya di blog. Berharap suatu saat dia membaca, dan muncul lagi.Haha..

Hei Google, bisa bantu saya?

Hhaha… kalian pikir ini hoax ? Saya juga berharap ini hoax. Tapi sayangnya, Gita itu nyata. Dan cerita masa kecil ini juga sangat nyata!

Kalau bertemu, saya ingin bilang. “Gita, sepatunya sudah jebol. Bunga mataharinya juga sudah tidak ada lagi. Aku cari-cari nasi goreng instant ala tentara itu juga sudah jarang sekali. Aku nggak main lompat tali lagi. Aku juga nggak main engkle lagi. Tapi, kamu masih jadi temanku. Teman baik dari dulu dan selamanya. Dimanapun kamu, baik-baik ya disana.. Aku sayang kamu.”

7 thoughts on “Seandainya saya bisa menemukan “Gita”

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s