Tips Hemat Nge-Kos di Jakarta (Bukan Pelit)


Apa bedanya hemat sama pelit?

Hemat itu mengatur pengeluaran sebijaksana mungkin, demi kepentingan bersama dan jangka panjang. Kalau uang kita sisa, bisa buat yang lain. Seperti nolongin temen, atau bantuin orang tua, atau bantuin saudara. Masih ada pemikiran untuk menolong sesama.

Kalau pelit? Pelit itu, mengatur pengeluarkan seminimalis mungkin dan memaksimalkan bergantung pada traktiran orang lain. Ehm..parasit. Pelit itu mikirin diri sendiri aja. Misal, punya duwit, tapi bilang nggak punya duwit. Semacam itu lah.

Hemat dan jangan Pelit!

Hemat dan jangan Pelit!

Dan tips ini, untuk hidup hemat. Kalau mau biaya hidup tinggi, saya rasa nggak perlu tips ya. Tinggal buang-buang duwit aja di jalan, ntar juga habis duwitnya. Hehe. Yang perlu tips itu biasanya untuk temen-temen yang mau berhemat. Saya bagi tips yang biasa saya pakai ya (bisa cocok bisa juga enggak). Inget, ini untuk hemat. Hemat bukan berarti pelit! Di bold ya, HEMAT DAN BUKAN PELIT.

  1. Biasakan hidup sederhana. Masalahnya, standard hidup sederhana tiap orang beda-beda ya. Ada yang sebelumnya biasa naik mobil, coba-coba disini naik motor aja. Selain menghindari macet, juga lebih hemat bensin. Ada juga yang biasanya naik motor, disini milih jalan kaki aja. Selain nggak perlu keluar duwit buat beli bensin, juga lebih sehat *dan kaki lebih gede*. Ada juga yang biasa naik helikopter, begitu tiba disini ganti naik helicak. *ehmm..ignore it.*

    Yang sederhana-sederhana saja, justru membuat hidup kita lebih bahagia

    Yang sederhana-sederhana saja, justru membuat hidup kita lebih bahagia

  2. Cari kos an yang sederhana aja sih. Budget untuk kos an, biasanya maksimal 20% – 30% dari gaji yang kita terima. Yang penting bisa buat tidur. Toh aktivitas kita nggak melulu di kos an toh? Tinggal di apartemen oke-oke aja, tapi lebih baik sharing dengan teman. Sekamar bertiga atau berempat. Karena biasanya sewa apartemen juga nggak murah. Kita mesti spare duwit untuk bayar air, listrik, keamanan, dan lain-lain. Hampir sama kayak ngontrak rumah si bro. Kalau ditanggung rame-rame, jatuhnya lebih murah. hidup-sederhana
  3. Sedekah. Setelah dapet gaji, langsung minimal 2,5 % persen nya sedekahin bro! Wajib wajib wajib! Tanya kenapa? Jangan tanya saya. Tanya ke pak ustad aja.

    Mensucikan harta dan membuka pintu rejeki lainnya

    Berbagi kepada sesama itu kewajiban kita

  4. Investasi di awal. Buat saya, yang boros ampun-ampun, menyisihkan investasi di awal itu wajib banget. Karena berapapun duwit yang dipegang, biasanya nggak bersisa. Tapi untuk temen-temen yang bisa menyisakan duwit di akhir, silahkan tempatkan poin ini di urutan terakhir. Dan kenapa investasi? Karena investasi membuat duwit kita bisa bertambah banyak. Ya nggak ujuk-ujuk nambah banyak sih. Tetep ada aktivitas di dalamnya yang bisa membuat uang kita aktif. (ada banyak cara untuk investasi. cari yang halal bro bro, insya Allah)

    investasi itu penting!

    investasi itu penting!

  5. Belanja seperlunya. Contoh, Mie instant itu perlu, tapi nggak sampe beli sekerdus juga kalik bro. jangan berlebihan. mentang-mentang pengin hemat, tiap hari makan mie instant terus. Hemat nya sih iya, tapi badan penyakitan mau??

    membuat daftar belanja perlu untuk menghindari membeli hal-hal yang nggak perlu

    membuat daftar belanja perlu untuk menghindari membeli hal-hal yang nggak perlu

  6. Refreshing murah dan meriah. Kalau bosen di kos an tapi enggan keluar duwit banyak, berkunjung ke rumah sodara, teman, atau lihat pameran. Mempererat tali silahturrahmi kan bagus, main lah ke rumah sodara atau teman. Tapi jangan keseringan, biar nggak dikira numpang gratisan. Diselingi juga lihat-lihat pameran di Jakarta, selain suasananya lebih seru, juga hemat di kantong. Dapet wawasan, senang, tanpa ngabisin uang.

    Ikutan car free day rame-rame sama temen-temen juga seru kok!

    Ikutan car free day rame-rame sama temen-temen juga seru kok!

  7. Butuh atau pengin? Kalau butuh, langsung beli. Kalau pengin, tunda dulu. Biasanya “pengin” itu cuma sesaat, Dengan menunda kepenginan kita, sekaligus membuat kita berpikir panjang. Kalau sudah ditunda, ternyata masih kepengin juga, ya baru dibeli. Daripada kena siksa batin. Kalau pas balik ternyata kehabisan, ya berarti bukan rejeki kita. Haha. Take easy bro. Kalau ada diskonan, boleh juga tuh. hehe.Want_vs_Need_by_rogaziano-antara-butuh-atau-ingin
  8. Makan sehat. Inget, makanan sehat nggak selalu mahal! Makan di warteg deket kos an yang tempatnya bersih dengan menu sayur dan tempe juga bisa dibilang sehat. Buat makan siang di kantor, bisa bawa bekal dari kos an. Kalau nggak bisa masak, bisa beli di warteg di deket kos an untuk makan siang di kantor, karena biasanya lebih murah dibandingkan beli makan siang di daerah perkantoran. Yang pasti, Sisakan duwit di rekening untuk makan selama sebulan. Kasih target berapa rupiah untuk makan. Kenapa? Karena biasanya, paling banyak ngabisin duwit di makanan. Ingat! Makan untuk hidup. Bukan hidup untuk makan.
  9. haha... balada anak warteg

    haha… balada anak warteg

  10. Nabung. Nabung disini buat hal-hal yang nggak terduga. Misal kalau kita sakit, atau keluarga butuh duwit. Atau ada temen resek, punya duwit, tapi lagi hemat, akhirnya nyusahin kita. Mau nggak mau, spare duwit tak terduga juga kan.flat_green_dollar_bill_cartoon_character_flexing_his_arm_muscles-280x300
  11. Prinsip nih! Anti koar-koar kalau lagi bokek, nggak punya duwit, miskin, anak kos an, atau apapun yang bertujuan bikin orang lain kasihan sama kita. Belum tentu kasihan, malah nyukurin iya. Di luar sana, masih banyak orang yang lebih nggak punya duwit dari kita dan patut dikasihani.  
    No more
  12. Perbanyak teman, kurangi pacar. Haha. Kalau banyak temen itu enak bro. Susah senang selalu bersama. Banyak info yang didapet kalau kita banyak teman. Mulai dari info kerjaan, info acara-acara seru, sampai info makanan murah meriah, auw auw..  Dan, kalau  ada apa-apa dibantuin. Tuh..bermanfaat kan. Kalau kayak saya, *pacar jauh di mato*, susye kan.  Kalau banyak pacar juga susah lho. Pacaran itu pake duwit juga cin. Saya bersyukur sih pacar jauh, lebih hemat juga. Jarang pacaran, jarang keluar duwit. Mending ditabung buat kawin, daripada buat pacaran doang. *eehh…*
  13. mari berkawan...

    mari berkawan…

  14. Ibu kos bukan Ibu Tiri. Bagi saya, ibu kos itu udah saya anggap keluarga. Kalau ada apa-apa, yang tau duluan pasti ibu kos. Kalau butuh apa-apa yang urgent, larinya ke ibu kos. Saya anggak sodara sendiri deh. Misal, lagi nggak ada beras dan warung-warung tutup. Akhirnya ke ibu kos, minta nasi. Haha. Pernah beberapa kali seperti itu. Jadi, berbaik-baik lah dengan ibu kos!

    i love bu dewi..!

    i love bu dewi..!

Yaaapp….. sedikit-sedikit itulah tips dari saya. Kalau ada salah dan nggak cocok, maap-maap yee. Mau berbagi tips yang lain? Boleh..boleh banget! Ditunggu yaa..!

Advertisements

13 thoughts on “Tips Hemat Nge-Kos di Jakarta (Bukan Pelit)

  1. pinji saputra

    Bnyk teman?? Gw pnya banyak teman di jakarta tapi stiap weekend tman2 gw ngjak jln terus dan itu otomatis butuh biaya. Trus bnyk teman jga gw sering di utangin.

    Like

    Reply
  2. selin

    Kos khs pria sederhana murah/blnnya no pasutri / ac. 1 kmr u 1 org 700.000/ bln sdh termsk cuci gsk pintu bbs pkr mtr aman tenang nyaman rapi bersih diaediakan air minum/tv/kulkas pakai bersama free pemakaian listrik d bbs biaya yg bawa laptop pemanas air dlnya sdr ada ranjang bangul sprei lemari msg2 kmr km luar bersih strategis dkt harmoni medan merdeka veteran busway thamrin juanda pecenongan batutulis raya.jl.batutulis V/33 jktpus 0213524541

    Like

    Reply
  3. milan

    Banyak temannn ???? Gakkjk ahkkk. Banyakk tman brti bayak ygg ngutangggg. Jga hu… anakk kosan di utanginnn pusinggg pala berbi

    Like

    Reply
  4. Ryuzaki

    thx infonya, visit back ya. saya juga sedikit membahas tips cari kost intens wil. malang dan tempat kost yang bisa dipertimbangkan. deathnoteryuzaki.wordpress.com

    Like

    Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s