Puasa Menantang


Buat saya, Puasa paling nikmat itu saat berpuasa di bulan Ramadhan. Kenapa? Karena semua umat Islam berpuasa, dan yang tidak berpuasa ikut menghormati orang-orang yang berpuasa. Semua bersuka cita memberi semangat untuk berpuasa. Dari iming-iming imbalan dari Allah berupa pahala berlimpah, sampai malam lailatul qadar. Malaikat turun ke bumi. Banyak ulama-ulama bermunculan menyampaikan dalil, doa dipanjatkan disana-sini. Sampai iklan di televisi yang menyajikan tayangan-tayangan berhati nurani. Di luar dari isi dalil dan tayangan itu benar atau salah, yang terlihat, Islam menjadi ikon utama di bulan itu.

Sedangkan puasa paling banyak cobaan itu, saat puasa tidak di bulan Ramadhan. Semua berjalan seperti semula. Karena tidak wajib, jadi tidak semua orang Islam berpuasa. Jangan berharap orang-orang sekitar akan aware kalau kita berpuasa. Tidak ada gembar-gembor penyemangat karena tidak wajib. Nggak ada bedug yang bangunin sahur. Mau sahur silahkan, nggak sahur juga silahkan. Nggak ada iklan menyambut buka puasa.

Jadi, kalau mau puasa yang bener-bener menantang, berpuasalah di selain bulan Ramadhan. Ketika tidak ada kewajiban, tidak ada dosa kalau tidak dilakukan, dan yang paling menantang adalah semua godaan melimpah ruah. Susah? Ya susah. Tapi jadi mudah, kalau sudah terbiasa. Tidak perlu yang lain tahu kalau kita puasa. Rasanya lebih asyik. Tenang saja, kalau berhasil puasa, Allah tetap menjanjikan bonus pahala dan hikmah banyak sekali meskipun tidak dieskpose oleh media.

Saya sebenernya agak mupeng sama temen-temen yang menjalankan ibadah puasa di luar negeri. Dengan iklim yang berbeda dengan sini, Indonesia. Budaya yang berbeda. Orang-orang dengan latar belakang pemikiran dan iman yang beragam. Waktu puasa yang tidak pasti, bisa lebih lama dan bisa lebih cepat. Menu makanan yang tidak semuanya halal. Pasti lebih susah dan lebih menantang lagi puasa disana. Pikiran lebih terbuka, ketika menjalankan ibadah di tempat yang belum familiar dengan ibadah kita. Apalagi ketika ada pertanyaan, “Apa puasa itu? Kenapa kamu puasa?”. Kata mereka, menjelaskan kepada orang-orang yang belum pernah tahu tentang Islam, rasanya lebih susah lho.

Saya jadi ingat ketika ada rekan asing yang bertanya pada saya, ketika kami sedang menaiki lift bersama-sama.

“why do you wear scarves on your head?” tanya dia, menujuk ke arah kerudung saya.

“Because I’m muslim.”, jawab saya.

“Ok.. and You.. you’re a muslim too?”, dia bertanya kepada teman di sebelah saya, yang kebetulan tidak memakai kerudung.

“Yes, i’m muslim.”, jawab teman saya.

“Then, why she’s not wear scarves and you wear scarves?” Dia menoleh pada saya lagi.

“Not all Muslim women wear head scarves… “, jawab saya. Dan dia sepertinya masih bingung dengan jawaban saya yang belum selesai itu. Hingga Lift terbuka. Dia pergi dan saya bete karena belum sempat menjawab pertanyaannya secara gamblang. Arrghh… Karena pengetahuan saya tentang agama dan bagaimana menjelaskan pada orang yang belum tahu sama sekali itu masih kurang, saya semakin bete. Dan waktunya kurang juga.

Dan, begitu juga yang akan terjadi ketika kita berpuasa tidak di rumah sendiri. Orang-orang bertanya, kenapa kamu berpuasa? Dan, ketika bukan jawaban ayat-ayat suci Al Quran yang mereka inginkan, karena mereka sendiri tidak mengenal Al Quran. Bukan juga jawaban, karena perintah Allah. Karena mereka mungkin tidak mengenal Allah. Yah..semacam itu lah. Saya sendiri masih kurang ilmunya. Mungkin saya juga akan merasakan hal yang sama ketika menanyakan alasan orang dengan agama lain menjalankan suatu ritual. Mereka menjelaskan berdasarkan kitab sucinya, atau karena perintah Tuhan-nya. Saya juga belum tentu bisa mengerti.

Apapun ibadah yang dilakukan, tetap harus menghormati. Saya sedang belajar menghormati. Semoga berhasil! Dan kembali tentang puasa menantang. Apapun itu, tetap bersyukur masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa. Alhamdulillah.

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s