Ketika “Guk-Guk” tidak lagi “Guk-Guk”


Setiap negara pasti punya bahasa sendiri-sendiri dong ya, dalam menginterprestasikan sesuatu. Misal ketika pagi hari, di Indonesia, setiap orang akan menyapa dengan “Selamat Pagi”. Di Inggris – US punya sapa-an “Good Morning”, Albanian dengan “Mirëmëngjes” , Perancis dengan “bonjour”, Cina dengan “早安”, dan masih banyak lagi. Pada intinya memiliki arti & tujuan yang sama tapi diucapkan dengan bahasa yang berbeda.

Lalu, bagaimana jika pengucapannya ditujukan untuk meniru suara binatang? Suara anjing, kalau yang biasa kita dengar ditirukan dengan suara “Guk-Guk”. Kalau ada orang tua yang bilang ke anak-anaknya, “Jangan kesitu, nanti ada guk-guk nya lho…”. Itu berarti isyarat kalau disitu ada anjing.  Begitu juga dengan “mooo~…..”, menginterprestasikan suara dari hewan sapi. “Kwek-kwek” adalah suara bebek. Dan masih banyak lagi suara hewan lain.

guk-guk

guk-guk

Tapi Guk-guk di Indonesia, bisa jadi tidak “guk-guk” lagi di negara lain. “Mooo…” di Indonesia, juga belum tentu “Moo…” di negara lain.   Karena setiap orang di masing-masing negara punya cara sendiri-sendiri menirukan suara binatang. Simple tapi menarik, karena cara mereka menirukan suara binatang itu unik. Mau tahu uniknya seperti apa? Simak video berikut.

Di dalam video tersebut, setiap orang diminta untuk berbicara dalam bahasa mereka untuk menirukan suara binatang seperti anjing, kucing, ayam, sapi, dan suara babi. Mulai dari bahasa Inggris, Mandarin, Perancis, Italia, Spanyol, Turki, Hindi, Jepang, Rusia, Belanda, Bengali, Swahili, dll. Dan saya langsung ngakak, karena mereka menirukan suara binatang dengan suara yang unik dan ada yang hampir tidak mirip sama sekali.

Suara sapi "Humba-humba"

Suara sapi menjadi “Humba-humba” di India

Kalau kucing, hampir semua orang menirukan dengan suara “miauw..miauw..” Oke lah ya? Tapi gimana kalau suara anjing ditirukan jadi “bau-bau” atau “wang-wang”. Atau suara sapi yang ditirukan jadi “humba-humba”. Hahaha…. Weitss… tidak mirip bukan berarti salah ya. Karena itu cara mereka.

 

Saya jadi penasaran juga nih, bagaimana cara mereka menirukan suara semut?

sumber : gizmodo

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s