Tebar Darah, Tebar Kalori


Seperti yang sudah saya hebohkan di twitter, path dan instagram, hari ini saya mengikuti donor darah di kantor. Woaaa…yang bikin hepi adalah, akhirnya darah saya diterima! Setelah mencoba 3 – 4 kali sebelumnya, setelah dites darah, langsung ditolak. Entah karena HB nya kurang, atau tekanan darahnya rendah, dan lain sebagainya. Hehe.

Biasanya ga sakit lho. Kenapa tusukan jarum kali ini berasa ngilu ya? Mungkin karena sudah lama sekali nggak tebar darah. Atau mungkin juga petugas PMI nya ga oke cara nusukin jarumnya. haha *malah nyalahin orang lain*. Kondisi tangan kiri saya sekarang, masih agak ngilu.

Ada beberapa yang bilang, kalau donor darah bikin gemuk. Bener ga sih? Kalau pengalaman saya pribadi, sejak donor darah di jaman SMA, nggak pengaruh banget di berat badan. Malah setelah lulus SMA, sempet turun drastis. Di semester akhir kuliah langsung gendut. Pas kerja turun lagi. Dan sekarang gendut lagi. Dan kalaupun terjadi pergulatan berat badan, bukan karena cawe-cawe donor darah juga deh. Itu karena nafsu makan saya seperti roller coaster. Bisa turun banget…dan bisa naikk bangeett….

Berani terima tantangan jarum donor darah?

Berani terima tantangan jarum donor darah?

*Yang lagi hepi karena berhasil menebar darah*, Saya pengin share manfaat donor darah. Biar jelas-las-las….~

Berikut adalah manfaat kesehatan yang diperoleh pendonor seperti diutarakan dr Yuyun kepadaΒ VIVAlife.

Produksi sel baru

Mendonorkan darah dapat merangsang sumsum tulang belakang Anda untuk memproduksi sel baru. Dengan kata lain, donor darah mengambil darah yang lama untuk diganti sel baru atau regenerasi sel darah.

Cegah radikal bebas

Donor darah menjaga kadar zat besi dalam tubuh agar tetap normal. “Kalau zat besi berlebihan maka hasil akhir radikal bebas (sifatnya karsinogenik). Kondisi ini dapat berpotensi menjadi kanker,” kata dr Yuyun.

Hindari risiko kardiovaskular

Bagi Anda yang rutin mendonorkan darah boleh bersuka cita. Pasalnya, donor darah dapat memicu metabolisme agar aliran darah tetap lancar. Sehingga tak ada lagi penyumbatan darah pada pembuluh darah. Dengan demikian, risiko terserang peyakit jantung dan stroke berkurang.

Bagaimana dengan pertanyaan, tentang kegemukan yang disebabkan donor darah?

Menurut Konsultan Gastroenterologi dan Spesialis Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), DR. Dr. Ari Fahrial Syam. SpPD K-GEH, FINASIM, MMB, FACP donor darah tidak membuat gemuk seseorang.
Saat pengambilan darah terjadi proses pembakaran kalori pada tubuh, sehingga tidak memungkinkan seseorang yang mendonorkan darahnya menjadi gemuk.

“Pengambilan darah sebanyak 450 cc akan menyebabkan berkurangnya berat badan karena proses pembakaran sebanyak 600 kalori,” ucapnya.

Menyoal ancaman gemuk yang ditakutkan para pendonor darah pun ditampik dr Farid.
Justru karena darahnya selalu diganti jadi tidak menjadi gemuk, sebaliknya kalau sudah tidak mendonorkan darah malah akan menjadi gemuk,” tandasnya.Β (ind)(tty)

sumber :Β Liputan6.com

Tuh kan… donor darah itu malah bikin sehat kaliikk….. Ga bikin gemuk…

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s