Bitching Resting Face


 

Jakarta, Jika diperhatikan dengan seksama, pada sejumlah kesempatan wanita kerap terlihat murung atau marah tanpa alasan yang jelas. Mungkin banyak yang mengira ini adalah hal biasa karena mood wanita seringkali berubah-ubah. Tapi sebenarnya apa yang terjadi?

Baru-baru ini para pakar memastikan bahwa kondisi di mana seorang wanita mendadak terlihat sedih atau marah tanpa alasan ini bukanlah karena mood-nya yang cenderung naik-turun, tapi benar-benar fenomena baru yang diberi nama Bitchy Resting Face.

Istilah Bitchy Resting Face pertama kali diperkenalkan ke publik oleh seorang komedian bernama Taylor Orci, setelah merilis sebuah video parodi tentang fenomena itu di akun YouTube miliknya, Broken People. Dalam waktu sebulan, video itu pun telah ditonton lebih dari dua juta orang.

Dikatakan sebagai sindrom yang tak dapat disembuhkan dalam parodi yang diperagakan Miss Orci, fenomena Bitchy Resting Face ini pun dengan cepat menjadi topik perbincangan karena orang-orang yang telah menonton video ini merasa familiar dengan ‘sindrom’ tersebut.

Bahkan salah seorang pengunjung akun YouTube Orci berkomentar, “Percayalah, keadaan akan lebih buruk jika Anda memiliki wajah yang ramah. Orang-orang akan mengira Anda bisa didekati kapanpun.”

“Terkadang muka kita akan berkerut secara permanen ketika ujung bibir kita terlihat seperti menekuk dan seringkali hal ini juga disebabkan alis kita sedikit turun atau merendah,” terang dokter bedah plastik, Dr. Anthony Youn seperti dilansir Daily Mail, Kamis (4/7/2013).

“Kesemua hal itu jika digabungkan akan membuat kita terlihat galak, kejam, bahkan judes meski sebenarnya kita tidak bermaksud begitu,” tambahnya.

Orci (29) mengatakan bahwa istilah itu awalnya hanyalah ‘lelucon internal’ diantara Orci dan kekasihnya, Jared Nigro. Orci memproduseri video parodi yang ia unduh di akun Broken People bersama Jared, seorang penulis dan pemain sandiwara.

“Karena kita pertama kali bertemu ia mengira saya menyebalkan dan saya bersikap saya pun berpikir hal serupa padanya. Kami pun sempat tak berbicara pada satu sama lain selama satu tahun,” ujar Orci kepada MailOnline.

Dalam video tersebut, beberapa wanita yang menderita Bitchy Resting Face tampak menghadapi kebencian kemanapun mereka pergi, mulai dari kekasih-kekasih mereka yang tersinggung dengan penampakan wajah mereka, hingga penjaga toko yang merasa tak terkesan oleh pelanggan yang (terlihat) galak.”Padahal wanita-wanita ini bisa saja menderita tanpa Anda ketahui. Mereka mungkin hanya memiliki wajah seperti itu, wajah yang terlihat menyebalkan, tapi mereka mungkin tidak menyebalkan sama sekali,” terang video tersebut.

Ketika ditanya apakah ia juga dituduh ‘mengidap’ Bitchy Resting Face, Orci yang tinggal di Los Angeles ini pun langsung sepakat. “Orang-orang terus mengatakan agar saya mencari hiburan atau sekadar tersenyum,” kisahnya.

Di akhir video yang menyertakan sejumlah rekan Orci itu pun menyarankan, “Jika Anda melihat seseorang yang wajahnya terlihat menyebalkan, Anda tak harus mengganggunya. Anda bisa membiarkannya sendirian, yang salah mungkin hanya wajahnya saja.”

“Dan jika hal ini memang karena wajahnya, mereka mungkin sudah tahu jadi Anda tak perlu mengatakan hal itu kepadanya. Lagipula mereka juga punya perasaan,” imbuhnya.

Namun menurut Dr. Youn, Bitchy Resting Face sebenarnya dapat diperbaiki. “Salah satu prosedur yang pernah saya lakukan yaitu mengangkat bibir sebenarnya bertujuan untuk mengubah bibir yang sebelumnya menekuk secara permanen,” kata Dr. Youn.

“Seiring dengan pertambahan usia, beberapa dari kita, begitu juga dengan saya, menemukan bahwa ujung bibir kita mengkerut sehingga membuat kita terlihat galak. Padahal ini awalnya identik dengan wajah seseorang ketika beristirahat atau bersantai,” lanjutnya.

Dari sekian banyak komentar yang masuk, ada yang sependapat tapi ada juga yang tak terkesan. Seorang wanita mengisahkan, “Banyak orang yang mendatangi saya dan menyuruh saya untuk tersenyum atau jangan terlihat begitu sedih ketika saya sebenarnya sedang rileks hingga hal ini membuat saya terganggu.”

Ada juga yang menulis, “Jika cemberut atau apa yang tampak seperti cemberut di wajah seseorang terasa normal, maka orang semacam ini (penderita Bitchy Resting Face) harus memalsukan senyumnya atau mendorong otot-otot wajahnya ke posisi yang berbeda. Padahal senyum palsu bukanlah hal yang keren. Untuk itu orang-orang juga harus berhenti mengkhawatirkan ekspresi wajah seseorang, terutama jika mereka tak perlu berinteraksi dengannya.”

Tapi bagi sebagian orang yang tidak terkesan dengan video ini, mereka mengatakan Bitchy Resting Face hanyalah excuse atau pembenaran dari perilaku buruk yang dimiliki seseorang, terutama wanita.

sumber : http://health.detik.com

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s