Satelit.. Meluncur…. (Tunggu dulu)


Tiga hari ini (sampai besok), saya mengikuti ITU Regional Workshop on Satellite Launching and Coordination, yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU) dan Pemerintahan Komunikasi dan Informasi Indonesia (Kominfo). Ini tentang bagaimana cara untuk meluncurkan satelit (*nggak kayak meluncurkan mercon lho ya. Doorr.! Selesai*) , dan memberikan informasi-informasi aturan terbaru dari ITU , sekaligus koordinasi juga sama operator satelit dari negara lain.

Dibahas juga mengenai regulasi peluncuran satelit. Saya lupa, dulu waktu kuliah pernah diajarin tentang ini atau nggak, yang pasti pernah dapet mata kuliah regulasi. Cuma, regulasinya lebih global Telekomunikasi. Bukan regulasi khusus untuk satelit. Dan dulu waktu kuliah, agak-agak semriwing (sering ngantuk), jadi semakin lengkap lah sudah…ketololan saya tentang materi ini. lol.

Jadi pengin cerita bagaimana lamanya untuk melakukan meluncurkan satu satelit. (khusus buat yang non-Telekomunikasi, karena saya yakin temen-temen yang berkecimpung di dunia telekomunikasi, pasti lebih paham soal ini). Secara garis besar, untuk meluncurkan satelit itu sederhana. Elo tinggal daftar, Oke, bikin satelit nya, oke, luncurin dehh… *jadi pengin nabok diri sendiri*. Simple-nya gitu sih. Tapi faktanya, lebih rempong.

Yang lumayan ribet di bagian pendaftarannya. Karena pada saat pendaftaran, kita harus tahu dulu, mau meluncurkan satelit apa, di slot mana, frekuensi berapa, nyenggol sama satelit tetangga apa nggak, sudah ada satelit yang ada di slot itu atau nggak, coverage-nya ke area mana, dan mau diluncurin kapan. 5W+1H banget deh (What, When, Who, Where, Why, How). Dan semua itu ditulis ke dalam satu dokumen lalu dikirim dulu ke ITU lewat admin. Kita menyebutnya dengan API (Advanced Publication Information).

Trus selesai?

Tahap Filing Satelit

Belom…(masih panjang, jangan ngantuk dulu ya!),

Kita harus sabar , setia, menanti dan memastikan API sudah diterima oleh ITU . Waktunya kira-kira sebulan lah. Kalau sudah diterima, admin akan memberikan respond as received di website ITU (BRIFIC). Jadi, kita-nya yang harus aktif cek di website nya.

Setelah itu, kita kirim CR/C (Coordination Request) ke ITU, untuk meluncurkan satelit yang kita penginin, kita harus koordinasi sama siapa saja. Nanti, ITU akan memberikan data satelit milik siapa saja yang harus kita ajak koordinasi. Disini nih, biasanya akan ada meeting-meeting dengan negara-negara lain untuk berkoordinasi. Koordinasi penting ya bro, karena masing-masing kan punya kepentingan. Jadi jangan sampai terjadi interferensi / gangguan dengan satelit-satelit lain. Jadi inget kata pak Bos, “Kalo kita ngomong soal satelit, berarti kita udah bahas tentang negara.”

Dan, ini memakan waktu lagi… Untuk menjadwalkan meeting dengan negara-negara lain kan lama. Biasanya bisa sampai setahun – dua tahun an. Iya kalau semua nya setuju, kalau ada pihak yang nggak setuju dengan alokasi satelit kita? Yaa.. mundur lagi. Nyari lagi alokasi lain. Ngulang lagi dari awal, kirim API ke ITU. (*ZZ…..zz…..*)

Setelah satelit kanan-kiri oke, no issued, kita laporan lagi ke ITU. “Bos! Posisi dan kondisi satelit kita aman yak!”.  Kalau udah dapat approval dari ITU (kira-kira sebulan), dan slot nya sudah dibooking, baru kita bikin satelitnya.

Bikin satelitnya ini juga nggak sebentar ya cin…. Kita dikasih waktu sama ITU, maksimal 7 tahun buat bikin satelitnya. Jadi bayangin satelit TELKOM-3 yang kemarin gagal…. sedihnya kayak gimana… (*mellow*). Tapi ITU nggak jahat-jahat banget kok. Kalau misal saat peluncuran ternyata gagal (kayak TELKOM-3 itu), ITU kasih waktu buat bikin satelit lagi selama 3 tahun. Kalau lewat dari itu, ya berarti slot orbit nya dianggap hangus. (*yang manaa..itu berarti… you-you harus melakukan registrasi satelit seperti di atas – looping lagi dari awal*)

Dalam pendaftaran satelit atau istilahnya filing, tanggal menjadi bagian penting dan sangat penting. Dulu-duluan soalnya. Siapa yang daftar lebih dulu, ya itu yang dapet. Kalau keduluan, ya harus koordinasi lagi sama yang lain. Apalagi, slot disana makin hari makin sedikit. Jarak antar satelit sudah mencapai 1 degree dari permukaan bumi lho. Kebayang nggak mepetnya seperti apa?  Jadi, harus cepet dan pinter-pinter bikin negosiasi – koordinasi sama yang lain.

Yaa… itu baru sebagian kecil yang dibicarain dalam seminar ini. Masih banyaaakk yang lain. Saya nggak sanggup cerita detailnya, karena complicated sekali. Bahas undang-undang, birokrasi, condominium satellite, dan bla-bla-bla yang lain. Buat temen-temen yang minat sama materinya, bisa download langsung  ke website-nya ITU disini.  Ada sebagian materi yang nggak ada disitu, karena file-nya terlalu besar, buat yang pengin (pake banget) bisa PM ke saya. Saya bagikan gratis!

Advertisements

3 thoughts on “Satelit.. Meluncur…. (Tunggu dulu)

  1. Yohanna

    Tentang pendaftaran satelit. Saya masih bingung, ketika akan mendaftarkan satelit apakah harus ada izin penyelenggaraan dari kominfo terlebih dahulu? Tahap-tahapnya seperti apa saja. Dan untuk mendapatkan slot orbit apakah diserahkan kepada pemerintah atau bagaimana?
    Terima kasih ya 🙂

    Like

    Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s