Guru vs Astronot


Barusan aja, salah seorang temen saya menanyakan, “Mbak, cita-citamu waktu kecil apa?”.

Dan, saya jawab, “Pengin jadi Guru sama Astronot.”.

*saya nggak tahu, kenapa tiba-tiba dia menanyakan ini. Dalam suasana yang biasa banget lho, dia main game di hape, saya browsing paket ekspedisi, dan temen yang satu, lagi ketiduran. Bukan habis nonton film Korea, atau habis ikut seminar motivasi, atau juga bukan dalam suasana membahas masalah negara. Opooo.*

Oke. Cita-cita untuk jadi guru atau astronot , atau keduanya mungkin sudah menjadi beragam profesi yang wajar di pikiran anak kecil. Pengin jadi dokter, pramugari, pilot, tentara, polisi, dan lain-lain. Begitu juga dengan saya. Cuma, memang latar belakang kenapa pengin jadi ini dan itu kadang bisa tidak terduga lho.

Saya nggak mau cerita tentang orang lain. Saya mau cerita tentang saya sendiri aja. *boleh dong?*.

Waktu itu, pengin jadi guru dan astronot bukan karena saya pinter. Setiap hari lihat guru itu kayaknya enak banget. Bisa kasih nilai sesuka hati. Seandainya saya jadi guru, pasti saya bisa tulis nilai saya sendiri. Dan saya bisa ranking satu kapanpun saya mau. Saya bisa panggil orang tua murid dari temen-temen yang nakal, terus nglaporin kenakalan mereka. Saya bisa hukum murid yang tidak lain adalah temen-temen saya sendiri, yang di kelas selalu ramai.

Tapi kalau saya beneran jadi guru waktu itu, mungkin saya nggak akan nulis nilai karena saya akan liburkan sekolahnya. Kalaupun masuk, setiap hari pulang lebih awal. *haha. siapa sih yang nggak suka libur dan pulang cepet?*. Dan kayaknya saya nggak akan berani panggil orang tua murid.*takut*. Mungkin, saya juga nggak bisa hukum temen-temen yang ribut di dalem kelas, karena  saya termasuk salah satu dari mereka yang ikut ribut juga. *ikutan dihukum dong*.

Kalau tentang cita-cita jadi astronot, sebenarnya adalah impian saya waktu masih SD. Masih inget dong, tahun 1995-1996-1997-dst lagi booming film apa? Yeee~ Sailormoon. *Dengan kekuatan bulan, akan menghukummu! Tereret…Bukan ku tak pernah berterus terang, bukan ku tak mempercayaimu. Namun sebelum ku berganti rupa, ingin aku menemuimu… –skip-*. Lalu, apa hubungannya Sailormoon dan astronot? Karena saya suka banget sama Sailormoon…..~sampe sekarang~.

Ehem. Saya ingin ke bulan melihat kerajaan Princess Serenity. Membantu mereka melawan Ratu kegelapan. *mulai berimajinasi*. Ketemu pangeran taksido bertopeng. Ketemu sailor merkury, sailor mars, sailor venus, sailor Jupiter. Ketemu sama luna dan artemis *kucingnya sailormoon & sailor venus*. Dan waktu itu, satu-satunya orang yang bisa ke bulan adalah astronot. “Ya, saya harus jadi astronot!”.

So simple sekali bukan? Kemudian saya mencoba mempelajari sesuatu dari situ. Sebenernya cita-cita itu muncul bukan karena sesuatu yang besar. Seringnya, karena melihat hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Karena itu, untuk membangkitkan cita-cita yang besar, maka dimulai dari memperhatikan lingkungan di sekitar. Dengan menciptakan suasana yang mendukung si anak untuk termotivasi menjadi sesuatu yang besar.  Itu tugas orang tua ya. *tugas saya nanti, kalau sudah jadi orang tua* Ohok. Ohok.

Lalu, apakah sekarang cita-cita saya terkabul? Secara langsung sih enggak. Pengin jadi guru….  Ya, saya pernah jadi guru privat. Menyenangkan lho. Jadi kangen pengin ngajar lagi. Mungkin suatu saat, kalau saya sudah lelah bekerja, saya ingin mengajar anak-anak kecil lagi di rumah.

Untuk astronot…. Sekarang saya bekerja di salah satu perusahaan provider satelit. Teruss?? Ya, satelit kan di luar angkasa men. Tiap hari belajar satelit, dan mempelajari fenomena yang terjadi di luar angkasa –lewat Google-. Dan saya sadar, bahwa luar angkasa itu agak menakutkan. Nggak ada oksigen, banyak meteor, banyak sampah satelit, bisa terbakar matahari, dan ada alien. –untuk alien, saya ngawur-. Ehmm… nggak pengin lagi jadi astronot. Hehe.

Sekarang ada satu pertanyaan besar dalam benak saya. Gimana caranya Sailormoon dan kawan-kawan hidup di bulan ya? Tanpa peralatan astronot? *PR buat kalian!*

Ya begitulah kawan.. Kalau kamu? Waktu kecil mau jadi apa?

One thought on “Guru vs Astronot

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s