Episode 3 – Selamat Ulang Tahun


Selamat ulang tahun,

Ehmm… entahlah aku bingung apakah harus mengucapkan selamat atau tidak. Karena, bertambahnya umur semakin mendekatkan kita pada kematian. Jika aku mengucapkan selamat, berarti sama halnya aku mendoakanmu selamat menuju kematian. Tapi jika tidak, rasanya hambar sekali. Beberapa orang di dalam agamaku juga menganggap , ucapan selamat ulang tahun itu tidak dianjurkan. Mirip yahudi mungkin. Ahh… Anggap saja, ucapan selamatku ini sebagai ungkapan semangat untukmu agar lebih baik lagi di hari-hari selanjutnya. *shht…aku tidak ingin menggagalkan perasaan bahagia di hari spesialmu ini.

Selamat ya,

Menjalani 24 tahun dalam hidupmu, tidak mudah bukan? Tapi tidak sulit juga kan? Lihat ada begitu banyak keajaiban Tuhan yang telah diberikan padamu. Keajaiban yang terjadi hingga kamu bisa berada di titik sekarang ini. Maka, banyak-banyak bersyukurlah padaNya. Oiya, jangan lupakan orang –orang di sekelilingmu yang mencintaimu dan juga membencimu. Karena mereka adalah satu bagian penting dalam skenario yang membuatmu bisa seperti sekarang. Berterimakasihlah (juga) pada mereka semua, tanpa terkecuali.

Bagaimana rasanya?

Jangan terlalu senang dulu , ingat masih banyak daftar mimpi yang belum tercapai. Tapi, jangan lupa selalu bersyukur atas apa yang telah kamu capai. Tuhan merencanakan sesuatu untukmu, dan rencana itu baru bisa terwujud kalau kamu mau diajak bekerja sama. Jadi jangan pernah jauh dari-Nya. Jika mereka berpegang padamu, maka Tuhan adalah satu-satunya pegangan yang bisa kamu andalkan. Jangan pernah percaya siapapun kecuali Dia. Sudah berkali-kali dikhianati sama yang lain, masih belum kapok juga?

tumblr_kr87kj9Li31qzy5cxo1_500_large

Dalam tahun-tahun berikutnya, apa yang ingin kamu lakukan?

Ahh..biar kamu saja yang tahu. Seperti biasa, orang lain tidak perlu tahu kesedihan-kesedihanmu. Mereka cukup tahu, bahwa kamu baik-baik saja. Apapun yang akan kamu lakukan di masa yang akan datang, semoga bisa berjalan sesuai dengan keinginan dan kebutuhanmu.

Selama kamu ingat, bahwa kamu tidak hidup untuk dirimu sendiri. Selama kamu paham bahwa kamu harus segiat mungkin untuk mencapai tujuanmu. Selama kamu sadar bahwa menjadi sandaran membutuhkan jiwa yang kuat dan tidak mudah patah. Selama itulah, kamu harus terus bertahan dan berusaha menjadi yang terbaik.

Hadiah? Kue? Lilin? Kado? Maaf ya, tidak ada satupun diantara itu yang kuberikan padamu.

Tapi, ada banyak doa yang ingin kusampaikan pada Tuhan untukmu. Berminat untuk mendengarkannya? Ini doaku.

Kalaupun kematian semakin dekat denganmu, semoga kamu memasukinya dalam keadaan yang terbaik. Tapi aku masih ingin bersamamu di dunia ini. Semoga Tuhan tidak buru-buru mengambilmu, karena menurutku tugasmu disini belum selesai. Jadilah dewasa, bijaksana, dan tidak mudah menyerah. Terbanglah lebih tinggi lagi, dan raih semua mimpimu. Semoga kamu selalu sehat dan semoga berkah Tuhan menghujanimu dengan rejeki yang halal. Semoga mereka yang mencintaimu selalu diberi kemudahan. Dan semoga mereka yang membencimu semakin membuatmu kuat. Amin.

Tahun depan, aku akan mendoakanmu dengan doa-doa yang lain. Selalu. (Ehm, kenapa mesti menunggu tahun depan? Aku akan mendoakanmu setiap saat selamanya). Untukmu yang bertambah umur di hari ini.

Bandung, 26 Maret 2013

Rewinnita Maretnoningtyas

Sophia Rose

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s