Pendengar yang Baik


Ada seorang teman yang bilang, “seorang penulis yang baik itu biasanya pendengar yang baik juga.”. Dan, sekarang setelah saya cerna baik-baik, *ciyeeh…., bener juga ya.

Berdasarkan observasi ke beberapa orang yang punya tulisan bagus, hampir dari mereka adalah seorang pendengar yang baik. Hehe. Nggak percaya? Coba deh, lihat temen-temen kita yang suka nulis. Dan lihat bagaimana cara mereka berinteraksi dengan orang lain. *ting ting.

listen to me please

Oiya. Saya bukan penulis yang baik, tapi saya ingin terus belajar menjadi pendengar yang baik. Kenapa? Karena mendengarkan itu sebagian dari proses mendapatkan informasi. Semakin kita menjadi pendengar yang baik, maka informasi yang kita dapatkan akan semakin banyak. Semakin banyak informasi, maka referensi tulisan pun akan bertambah. Untung di kita dong? hehe. Orang yang terlalu banyak bicara dan tidak mau mendengarkan, biasanya ilmu yang dia punya cuma sedikit. *nyindir?

Hahaha.

Pernah suatu ketika, dalam sebuah kelompok, saya melihat suatu interaksi dimana semua orang ingin berbicara dan ingin didengarkan. Lalu apa yang terjadi? Obrolannya jadi ngalur ngidul ga jelas. Semuanya bicara! Dan semua ingin didengarkan. *bray…kalau ada transmitter mesti ada receivernya dong. ciyeehh…sok telkom. Apa jadinya kalau banyak orang bicara tapi tidak ada yang mendengarkan? Ya jadinya kayak gitu. Nggak ada informasi yang bisa masuk.

Simple But Complicated

Simple But Complicated

Dan satu lagi, saya sebenernya (jujur) merasa sangat dan sangat terganggu dengan kasus, “memotong pembicaraan”. Lhoo..simple kan? Se-simple itu tapi bisa bikin sebel tingkat dewa. Awalnya saya berpikir, mungkin ini masalah pribadi sendiri aja. Tapi ternyata, memotong pembicaraan orang lain bisa dimasukkan ke dalam etika yang buruk. *ciyehh..sok etika. iya dong. Untuk berinteraksi dengan banyak orang, kita harus tahu cara memainkan etika yang baik supaya kita lebih dihargai.

Kadang kita-nya malah nggak ngerasa, karena sudah terbiasa.Β Buat yang ngerasa suka motong pembicaraan orang, plis! Jangan dibiasain ya. Dengerin dulu mereka ngomong apa, baru nyahut. Semoga saya nggak termasuk ke dalam kategori orang-orang yang suka memotong pembicaraan. Kalau dengerin orang ngomong sampe ketiduran, sering. *eihh..

Yang pasti , Ini merupakan salah satu pembelajaran untuk bisa menjadi pendengar yang baik, bray…Β Mari belajar bareng jadi pendengar yang baik!

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s