Kenapa Manusia diciptakan Ke Dunia?


Ya, saya pernah menanyakan itu dalam hati. Waktu SD – SMP. Kalau sudah pasti ada surga, kenapa harus lahir ke dunia dulu? Kalau ujung-ujung nya ke akhirat, kenapa harus mampir ke dunia dulu? Di dunia malah banyak godaan, bikin dosa, dan lain-lain. Hehe. Rempong banget sih pake mampir ke dunia dulu. Malah, saya pernah mbatin, seandainya Nabi Adam dan Ibu Hawa nggak makan buah kuldi, pasti hidup kita udah enak leyeh-leyeh di surga. *ngga sanggup bayangin surga kayak apa,

Tapi apa bener karena itu? Perasaan ragu-ragu yang sama saya rasakan, saat sejarah mengatakan manusia berasal dari monkey. Oh no. Beneran gitu?  Monkey? Kera Sakti? Sun Go Kong? Berarti si buta dari gua hantu, selama ini berteman sama nenek moyangnya sendiri (monyet item)?*oke, lanjut bro…

Dan saya menemukan jawabannya ketika duduk di bangku SMA. Ketika mengaji bukan lagi sekedar membaca bahasa arab aja, tapi mencoba memahami artinya. Dengan penjelasan dari para teman, senior, ustad dan ustadzah, dari tipi-tipi (bukti bahwa saya nggak cuma nonton doraemon & OVJ aja ), termasuk guru ngaji privat saya waktu itu, akhirnya terjawab. Semoga jawabannya benar. Based on Al Quran kok, harusnya benar ya. Amin. Bismillah.

Ketika iseng, baca-baca artikel, saya menemukan salah satu tulisan yang kurang lebih hampir mirip dengan jawaban pertanyaan saya waktu itu. Artikel yang didasarkan pada keyakinan agama saya, mungkin buat temen-temen dari keyakinan lain juga punya versi sendiri tentang tujuan manusia diciptakan ke dunia. Berikut artikelnya , selamat membaca. *mungkin bacaannya agak berat, jadi pastikan sebelum baca udah makan banyak biar ngga pingsan. Dan, pastikan udah solat biar ga kobong. opooo…. skip – skip.

kenapa saya diciptakan ke dunia?

kenapa saya diciptakan ke dunia?

Kenapa Manusia diciptakan ke Dunia? 

Kenapa manusia diciptakan di dunia? Kenapa tidak langsung saja diciptakan di surga? Banyak orang mengira bahwa keberadaan manusia di dunia adalah gara gara kesalahan Adam (yang tergoda setan untuk melanggar larangan Tuhan). Artinya keberadaanmanusia di dunia adalah sebuah kecelakaan yang tidak diharapkan. Harusnya manusia hidup nyaman di surga tapi gara gara kesalahan Adam, kita semua harus susah payah hidup di dunia menghadapi godaan dunia dan hasutan setan, dengan resiko yang sangat besar yaitu masuk neraka apabila gagal. Benarkah demikian? Ternyata anggapan semacam ini salah besar. Allah menciptakan menusia di dunia dengan tujuan tertentu.Keberadaan manusia di dunia adalah karunia Allah terbesar yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Lalu apa sebenarnya tujuanAllah menciptakan manusia di dunia? Berikut penjelasannya
Cerita Adam dan Hawa sebagaimana dipahami sebagian besar masyarakat berfokus pada proses penciptaan Adam, penciptaan Hawa, kehidupan Adam Hawa di surga, dilanjutkan dengan kegagalan Adam Hawa dalam bertahan dari godaan Iblis. Dengan alur cerita seperti itu tidak cukup informasi untuk menjawab pertanyaan, “Kenapa dan untuk apa manusia (Adam dan Hawa) diciptakan di dunia?”
Padahal sebenarnya ada peristiwa besar yang disebut Allah dalam Quran sebelum penciptaan Adam. Dalam peristiwa tersebut para malaikat dan jin yang sudah diciptakan lebih dahulu sebelum Adam, semuanya dikumpulkan di hadapan Allah. Kemudian Allah berfirman kepada para mereka,”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan dimuka bumi ini seorang khalifah (pemamkmur/penanggungjawab yang akan mengolah, memanfaatkan, memakmurkan bumi dengan segala aktifitasnya)”
(rujukan ayat Quran nya Al Baqarah ayat 30)
Manusia sebagai Khalifah di Bumi
Dari peristiwa besar yang disebut secara jelas dalam Al Baqarah ayat 30, kita tahu bahwa  keberadaan manusia di muka bumi bukanlah sebuah kecelakaan melainkan memang sengaja Allah menciptakan manusia di bumi (di dunia ini) sebagai makhluk yang dimuliakan dan dipercaya sebagai pengemban amanah dengan sebutan “Khalifah fil Ardli” (khalifah di muka bumi)
Artinya kejadian Adam dihasut Iblis tidak ada hubungannya dengan keberadaan manusia di bumi. Karena keberadaan manusia di bumi bukanlah sebuah kesalahan atau kecelakaan melainkan kemuliaan yang dikaruniakan Allah atas manusia.
Dalam Surat Al Israa ayat 70 Allah menyebut pemuliaan atas manusia dengan sebutan Bani Adam (anak keturunan / keluarga Adam)
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan Bani (keturunan) Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.”
Apa Maksudnya “Khalifah fil Ardli” (Khalifah di muka bumi)
Makna khalifah sendiri ditafsirkan dalam beberap makna yang berbeda oleh sebagian ulama. Namun dari beberapa penafsiran tersebut  semuanya merujuk pada pengertian: pemakmur, pengemban amanah, penanggung jawab, pengelola.
Pengertian ini sebenarnya tidak berbeda dengan pengertian Khalifah dalam sebuah pemerintahan Islam. Seorang Khalifah dalam Islam adalah orang yang diberi amanah, tanggungjawab untuk mengelola SDM dan Sumber Daya Alam di wilayah yang dipercayakan kepadanya agar lebih bermanfaat untuk rakyat banyak. Seorang Khalifah dalam Islam harus mempertanggungjawabkan kinerja nya kepada Seluruh Rakyat dan Kepada Allah.
Hanya saja dalam sejarah kekhalifaan Islam, pada kadar tertentu seorang Khalifah seringkali bertindak ataupun dianggap sebagaimana seorang raja. Tentu saja ini tidak benar karena raja dalam bahasa Quran bukanlah khalifah tetapi malik (yang berarti raja atau penguasa)
Dengan demikian kembali pada pengertian semula, manusia sebagai khalifah dibumi tidak diartikan sebagai raja (malik).
Kalifah fil Ardli lebih tepat dimaknai sebagai “pengemban amanah untuk mendayagunakan bumi bagi kemakmuran seluruh manusia, yang pada akhir masa tugasnya (akhir hidupnya) akan diminta pertanggunjawabannya selama mengemban amanah tersebut (selama masa tugas/selama masa hidup di dunia)”
Beberapa Ayat Lain yang Menyebut Kata Khalifah
Selain dalam surat albaqarah ayat 30, Allah menyebut kata khalifah dengan makna yang sama dengan uraian di atas, pada beberapa ayat berikut ini:
Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir`aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu. (Al A’raaf 129)
 
Atau siapakah yang memperkenankan (do`a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo`a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya). (An Naml 62)
 
Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah(penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (Shaad 26)
Bukankah Manusia dan Jin diciptakan untuk beribadah?
Dalam Surat Adz Dzariyat ayat 56 Allah berfirman:
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
Sebagian orang menanyakan, “Jadi sebenarnya manusia itu diciptakan untuk beribadah atau untuk mengemban amanah sebagai khalifah sebagaimana uraian di atas?”
Tidak terlalu sulit menggabungkan dua informasi tersebut ke dalam sebuah pengertian yang mencakup keduanya.
Ibadah kepada Allah adalah kewajiban baik bagi Jin maupun Manusia. Tetapi misi untuk memakmurkan bumi hanya manusia yang diberi amanah, sedangkan jin tidak.
Artinya selain dimintai pertanggungjawaban mengenai ibadah khususnya kepada Allah manusia juga ditanya mengenai apa yang telah diperbuatnya sehubungan dengan kemaslahatan maupun kumudharatan di muka bumi.

Demikian. Maha Suci Allah yang menciptakan manusia dengan tidak sia sia:

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. (al anbiya 16)(by adil muhammad isa)
Latar belakang, saya menanyakan fungsi saya (manusia) ada di dunia ini adalah, berkaitan dengan tujuan hidup. Apakah tujuan hidup saya? Setelah sekolah, kuliah, kerja, menikah, beranak, tua, mati. Apakah cuma sekedar itu? Apakah dunia ini cuma buat tempat numpang lewat menuju akhirat aja?
Dengan kita memaknai kepada dasar dari fungsi dan peran kita ada di dunia ini, akan mempengaruhi sikap dan tekad untuk mencapai tujuan kesana. Kalau sudah tau tujuannya kan enak. Tinggal….bagaimana caranya untuk mencapai tujuan itu? Bagaimana caranya menjadi khalifah yang baik?  Nggak gampang sih bro… (tapi bukan berarti ga bisa). Kalau sudah tahu tugasnya apa, ya harus dikerjakan. Woow….semangat wahai manusia. Semangat khalifah. Semangat kawan. Semangat ita.

11 thoughts on “Kenapa Manusia diciptakan Ke Dunia?

  1. Assalamualaikum wr.wb,

    Sebenarnya begini iya dik rewinnita,

    kita musti mengetahui dahulu arti kata iblis dan syeitan.

    Iblis adalah nama jin sedangkan syeitan adalah kata sifat dari jin dan manusia yg zholim.

    Iblis telah terusir dari surga dan tidak dapat lagi masuk kedalamnya karena Allah telah jelas berfirman mengenai kedudukan surga,

    13. قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ
    Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.(al araf ayat 13)

    dia iblis telah menyombongkan diri (zholim).

    Allah menyuruh adam dan hawa bertempat tinggal disurga.

    19. وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
    (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan istrimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang lalim”.(al araf ayat 19)

    ingatlah bahwa ayat ini tidak menerangkan bahwa adam dan hawa akan kekal tinggal di surga, tetapi hanya untuk sementara waktu.

    Allah telah membolehkan adam dan hawa memakan buah-buahan dimana saja yg mereka sukai kecuali mendekati satu pohon saja.

    Tetapi apa yg terjadi?

    20. فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ
    Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”.

    Adam dan hawa telah terlena tinggal disurga dan ingin sekali tinggal selama-lamanya disana sehingga dengan sombong mengikuti hawa nafsu mereka terus melanggar perintah Tuhannya dengan mendekati pohon terlarang dan memakan buahnya.
    Adam dan hawa berfikir dalam hati mereka apabila memakan buah ini ,mereka akan kekal di syurga.

    kita lihat permohonan maaf adam dan hawa kepada Allah dibawah ini bahwa mereka mengakui kesalahan mereka tanpa ada hubungannya dengan godaan iblis.

    23. قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
    Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.

    jadi jagalah hati dan pikiran kita agar tetap ingat Allah.
    dan banyak sholawat kepada rasulAllah s.a.w.
    tahukah adik bahwa air mata rasulAllah dapat menggoncangkan arsy? beliau lah nanti yg memberikan syafaat untuk umatnya di akhirat kelak, karena penghakiman itu sangatlah berat.

    wassalamualaikum wr.wb,

    ustad sayyid.

    Like

      • Assalamualaikum wr.wb,

        dik rewinnita,
        Sebenarnya Allah sangat jelas berfirman :

        Allah berfirman pada surat Al Baqarah ayat 30.
        Dan ingatlah tatkala Tuhanmu berkata kepada para Malaikat:’Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi . Mereka bekata:’Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Tuhan berfirman:”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ” (QS.Al-Baqarah: 30).

        kegelisahan malaikat atas penciptaan manusia di muka bumi :

        sudah tentu yg dikatakan manusia adalah makhluk nyata yg memiliki hawa nafsu untuk mengelolah bumi dengan baik atau buruknya, sedangkan malaikat gelisah karena kemungkinan besar makhluk ini akan membuat kerusakan di muka bumi ini dan menumpah kan darah sesamanya.

        tetapi Allah dengan jelas berfirman:
        sesungguhnya aku mengetahui apa yg tidak kamu ketahui.
        Allah megetahui bahwa manusia (makhluk nyata) dapat juga membuat kebaikan diatas bumi ini dan sesamanya.

        oleh sebab itu jagalah hawa nafsumu karena ini dapat membawa mu ke tujuan semula atas tujuan penciptaan manusia atau menyimpang seperti apa yg diragukan oleh para malaikat.
        jadi berusahalah menjadi khalifah yg terbaik dan lagi pula kata khalifah adalah untuk kaum lelaki dan juga wanita.

        semoga sedikit tercerahkan

        wassalamualaikum wr.wb,

        ustad sayyid

        Like

  2. Kepikiran sama saya, hidup di dunia yang sementara saja rumitnya minta ampun. Ada berbagai cabang ilmu, profesi, keahlian dll. Tapi di syurga yang kekal kita hanya berleha leha di atas dipan, segala keinginan terpenuhi, apakah tidak membosankan?

    Saya curiga kehidupan di akhirat akan lebih rumit lagi daripada di dunia…

    Like

    • hehehe… agak rumit membayangkan kehidupan di akhirat. Daripada pusing-pusing, mending berbuat baik dan bermanfaat dulu di dunia ya gan… yang ada sekarang, dilakoni dengan baik… hihi… gimana gan? setuju?

      Like

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s