Episode 2 : Surat Terakhir


Mungkin tidak selamanya. Mungkin tidak untuk besok dan seterusnya. Mungkin, di bawah langit sana ada jodoh yang lebih baik menanti kita. Mungkin, kita memang tidak untuk bersama. Mungkin, nanti anak-anak kita akan menggantikan posisimu dan aku dalam suatu hubungan yang lebih baik. Jika tidak, mungkin menjadi sahabat juga tidak terlalu buruk. Atau, jika kita berjauhan dan tidak bertemu lagi, hingga nantinya tidak saling mengenal pun juga tidak akan berdampak apapun. Tapi, kamu sudah membawa dampak besar bagiku di hari kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarin-kemarin saat kita pertama kali bertemu. Tidak akan ada aku yang hari ini, tanpamu di hariku yang lalu.

Cinta? Jika sampai nanti aku tidak bisa melupakanmu, apakah itu bisa disebut aku mencintaimu? Jika selamanya Cuma kamu yang ada di hatiku, apakah itu artinya aku mencintaimu? Jika nanti kita tidak bersama, dan aku tidak bersama siapapun, apakah karena aku mencintaimu? Jika nanti aku tidak datang ke pernikahanmu, apakah karena cintaku belum bisa merelakanmu? Jika nanti, aku bertemu dengan jodohku, tapi aku masih memikirkanmu, apakah itu yang disebut orang tentang jodoh tidak selalu dengan orang yang kita cintai? Jika nanti, anak-anak kita bertemu, dan mereka saling jatuh hati, apakah itu yang disebut karma cinta? Apakah nanti, jika kita tidak bertemu lagi selamanya, apakah karena itu hukuman atas cintaku padamu? Ah..

Lihatlah, cintaku padamu begitu rumit sekali. Dan kamu pasti akan tersiksa jika seterusnya mencintaiku. Karena itu, aku memutuskan untuk mencintaimu sampai hari ini saja.

love letter

Aku tidak tahu sayang.

Apakah masih ada nanti. Apakah masih ada jika, kalau, dan seandainya. Apakah aku masih memiliki kesempatan.Β  Yang aku tahu, kesempatanku hanyalah berandai-andai dalam tulisan ini.

Aku hanya tau,

Hidupmu masih panjang. Jadi, lanjutkan hidupmu saja seperti biasanya. Karena kamu masih punya hidup yang biasa dijalani oleh orang-orang lainnya. Bermimpilah, berlarilah menggapai mimpimu, temukan orang terpilih yang bisa mendampingimu, dan cintailah hidupmu. Aku sih masih berharap, cintamu hanya untukku saja. Haha. Tapi cukup sampai hari ini saja. Besok dan seterusnya, kamu harus menemukan cinta yang baru.

Jangan menangis sayang,

Kamu masih ingat kan, aku benci menangis. Karena menangis membuat kita terlihat lemah. Karena menangis, membuat kita ingin dikasihani dan tidak semua orang mau mengasihani kita. Dan sebenarnya, kita tidak butuh dikasihani (Setidaknya, aku tidak menangis di depan banyak orang). Dan aku akan melanggar semua kebiasaanku itu, jika kamu tidak berhenti menangis. (Jika alasan menangismu adalah karena surat ini, maka segera lenyapkan tulisan ini)

Dan,

Terimakasih sayang. Terimakasih karena telah mengajarkanku untuk merasakan cinta sampai hari ini. Hidupku di dunia ini sudah selesai. Mimpi-mimpiku pun sudah selesai. Jangan kuatir, nanti jika aku bertemu dengan Tuhan, aku akan meminta Tuhan untuk selalu membantumu meraih mimpi di dunia sampai selesai. Anggap saja itu sebagai permintaan maafku padamu atas semua salah-salahku.

Sampai jumpa lagi sayang, di kehidupan yang lain. Selamat melanjutkan hidup.

Solo, 27 Desember 1998

Rina yang mencintaimu dari pertama kali bertemu sampai hari ini.

Β 

Β 

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s