Bang bing bung, makan Rebung


kalau kau suka hati, bilang rebung. Rebung!

Kalau kau suka hati, teriak rebung. Rebung!!

Kalau kau suka hati, mari kita lakukan. Kalau kau suka hati, makan rebung. Aeemmm….

nantik, kalau pulang dan dimasakin sayur rebung, saya upload foto nya!

nantik, kalau pulang dan dimasakin sayur rebung, saya upload foto nya! *janji rebung!

Kayaknya udah lama banget nggak makan sayur rebung. Tau rebung kan? Itu lho,,anaknya bambu. Satu-satunya makanan anakan yang bisa saya makan. Saya bakal tega sekali makan anak satu ini.

Di jakarta, banyak kok rebung. Tapi, masakan rebung yang istimewa cuma ada satu, yaitu masakan ibuk saya sendiri. Hohoho. Di sayur rebung buatan ibuk, pasti dikasih tetelan daging sapi. Kuahnya berasa banget bumbu rempah, santan dan aroma daging sapinya. Pake cabe hijau, kacang merah, kacang panjang dan dicampur tempe bosok plus cecek. Lauknya, pakai ikan pindang yang digoreng , tempe menjes, lengkap dengan sambel terasinya. Whoaahh…. Nasinya dua bakul ya!

Pernah sesekali nyoba sayur rebung, yang dimasak lodeh di warung deket kos an. Rasanya…ee….aa…ii…uuu….  *buk, boleh dibalikin ke panci lagi nggak rebung nya? :p. Sejak itu, udah nggak makan sayur rebung lagi. 6 – 7 bulanan, ada kali ya. OMG. I miss rebung so much!  (>.<!)

Ngomong-ngomong soal rebung, barusan browsing-browsing di gugle. Ternyata, rebung itu banyak sekali manfaatnya. Terutama buat kamuh-kamuh yang kena kolesterol. *besok chek up. jangan2 saya juga kena kolesterol lagi. Dan rebung ini, juga bagus banget buat dieters mania. Tau kan, kenapa saya suka banget sama rebung. karena, saya rebung mania. hag.hag.hag.

rebung kaya manfaat

rebung kaya manfaat

Tinggi protein, dan rendah lemak serta mengandung antioksidan yang bagus buat melancarkan sistem metabolisme tubuh. Mau tau kandungan lain nya? Langsung cuss ke bawah.

Senyawa utama di dalam rebung mentah adalah air, yaitu sekitar 91%. Disamping itu, rebung mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, thiamin, riboflavin, vitamin C, serta mineral lain seperti kalsium, fosfor, besi, dan kalium.

  • Kandungan kalium yang terdapat pada rebung cukup tinggi.

Kadar kalium per 100 gram rebung adalah 533 mg. Makanan yang sarat kalium, yaitu minimal 400 mg, dapat mengurangi risiko stroke. Peran kalium mirip dengan natrium, yaitu bersama-sama dengan klorida, membantu menjaga tekanan osmotik dan keseimbangan asam basa. Kalium menjaga tekanan osmotik dalam cairan intraseluler, dan sebagian terikat dengan protein. Kalium juga membantu mengaktivasi reaksi enzim. Gejala kekurangan kalium biasanya berupa pelunakan otot.

  • kandungan serat pangan

Selain kandungan kaliumnya yang cukup tinggi, kandungan serat pangan pada rebung juga cukup baik. Kandungan serat pangan pada rebung adalah 2,56 % lebih tinggi dibandingkan jenis sayuran tropis lainnya, seperti kecambah kedelai (1,27 %), pecay (1,58 %), ketimun (0,61 %), dan sawi (1,01 %). Serat pangan (dietary fiber) sempat cukup lama diabaikan sebagai faktor penting dalam gizi manusia karena tidak menghasilkan energi.

  • mengobati penyakit sirosis hati

meskipun belum ada bukti ilmiah yang menerangkan hal tersebut. Pada pengobatan tradisional, rebung kuning diyakini dapat digunakan untuk mengobati penyakit sirosis hati. Rebung juga telah digunakan untuk mengobati penyakit batuk berdahak dan demam. Manfaat lain yang ada pada rebung adalah sebagai bahan pencampur sayuran dalam masakan lainnya. Banyak masakan eksotik yang diolah dari rebung, seperti: lumpia semarang, oseng-oseng khas probolinggo, sayur ketupat bojonegoro, serta gulai santan. Rebung juga sering dibuat menjadi asinan maupun dibuat acar, yang sangat enak untuk dijadikan bahan camilan. (sumber disini)

anak bambu

rebung mania

Kalau lihat bentuk rebung aslinya (sebelum dimasak), sebenernya nggak terlalu menarik bung. Namanya juga keturunannya bambu, tempat tumbuhnya pasti mblusuk-mblusuk di rerumpunan. Belum lagi kalau pas ngambil kena glugut (rambut bambu) yang bikin gatel-gatel. *Nyiksa banget ya?  Rebung berbentuk kerucut, setiap ujung glugut memiliki bagian seperti ujung daun bambu, tetapi warnanya cokelat. Saya pernah lihat rebung, di halaman belakang rumah nenek di desa. Kebetulan memang antar rumah-rumahnya, pembatasnya adalah tanaman bambu. Jadi, so banyak sekali bisa kita temukan bambu family disana. Tapi…Ehmm… terserah lah bentuknya rebung itu kayak gimana. Yang penting kalau udah dimasak, tau rasanya enak aja. Yang penting enak deh. Whatever. *skip memori.

Menurut klasifikasi botani, tanaman bambu termasuk kelas monokotil doneae, ordo Graminales, subfamili Dendrocalamae, genus Dendrocalamus, spesies Dendrocalamus asper. Pemanenan rebung dapat dilakukan sepanjang tahun. Panen raya terjadi pada musim hujan, yaitu antara bulan Desember-Februari.

Yang diambil adalah rebung yang tidak bisa tumbuh dewasa. Tidak semua rebung yang tumbuh dapat hidup menjadi bambu dewasa. Ada kalanya rebung yang telah berumur beberapa minggu berhenti tumbuh dan akhirnya mati. Biasanya rebung dipanen saat tingginya telah mencapai 20 cm dari permukaan tanah, dengan diameter batang sekitar 7 cm. Bila terlambat dipanen, dalam 2-4 bulan saja rebung sudah menjadi tanaman bambu lengkap. (sumber)

Rebung bung bungg….!!

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s