ALERGI


Saya nggak tahu, apakah alergi bisa sembuh atau nggak.

Alergi. Dan alergi itu banyak kali macemnya. Ada yang alergi debu, kalau masuk ke tempat berdebu langsung bersin-bersin. Ada juga yang alergi bulu binatang. Adek saya, alergi belajar. Katanya, kalau belajar, kepala nya pusing. Ada juga alergi setan. Tiap kali ketemu setan, langsung pingsan. Dan masih banyak macam-macam pemicu alergi dan efek dari alergi itu sendiri. Ada yang alergi sama saya juga lho, katanya kalau ketemu saya bawaannya jatuh cinta. Alergi yang diderita oleh pacar saya sendiri. Kasian. lol.

Saya bukan dokter, tapi pernah ke dokter gara-gara kena alergi ini. Kalau mau disimak dari riwayat masa kecil, saya punya banyak sekali pantangan dalam makanan. Karena saya alergi terhadap makanan tertentu.

1. Segala macam ikan laut. Semua-mua-mua yang hidup di laut.

2. Telor

3. Terasi (bahan dasarnya kan dari udang). So, semua sambel yang berunsur terasi nggak boleh dimakan.

4. Mie instant. Karena mengandung bahan kimia dan MSG.

5. Ayam dan unggas-unggas lainnya.

6. Kepiting. Dia hidup di dua alam. Dan saya alergi hewan2 yang hidup di dua alam.

7. Nggak boleh jajan sembarangan.

food_allergy

Seinget saya dulu, cuma boleh makan tahu-tempe-sayur dan daging. Karena mahal, jadi jarang makan daging juga. Kalau dilanggar, yaaa… bisa gatel-gatel, bentol-bentol, dan kulit jadi boresan abis laahh yaa…  Jadi, jangan heran ya kalau masa kecil saya tidak pernah berhias kulit yang bersih. Penuh dengan gudik. What’s the meaning of “gudik”? Hahaha. (Gugling dulu sana!) Efeknya nggak cuma gatel-gatel sih, sewaktu-waktu bisa sesak nafas , biduran, bibir bengkak, atau mata bengkak. Serem kan? Ya. Memang. Pernah lihat Hulk? Nggak mirip itu sih.

Gini, saya sebagai orang yang pernah bersahabat dengan alergi, mau kasih tips aja buat temen-temen yang bernasib sama. Alergi buat saya, bukan untuk dihindari. Tapi, untuk dilawan dan diperangi agar kita tidak tertindas (Merdeka!).  Jadi inget, waktu kecil, semuanya lagi makan kepiting asam manis. Dan,saya cuma boleh makan tempe sama nasi. Mentok, boleh makan juga, tapi bumbunya kepiting doang. Itupun, beberapa saat kemudian langsung gatel-gatel. Alergi itu beneran makan ati bangeeettt!

 

Tapi masa-masa itu sudah berlalu kawan. Semakin hari, kita akan tumbuh, dan kekebalan tubuh akan bertambah dengan sendirinya. Jadi, cara melawannnya adalah coba makan-makanan pantangan itu sedikit demi sedikit. Kalau sebelumnya, nggak pernah makan sama sekali. Coba, makan dua bulan sekali. Lalu lanjutkan, jadi sebulan sekali. Begitu seterusnya, sampai kita ada di titik bisa makan setiap hari. Kalau alergi kumat, biarkan. Jangan langsung minum obat. Tunggu sampai sehari. Kalau di hari kedua masih alergi, baru minum obat anti alergi. *tiap orang beda-beda ya.

Tapi, saya jarang-jarang juga sih, makan-makan seafood sampai setiap hari. Selain bisa bikin kantong bolong, bikin bosen juga. Saya suka sushi, tapi nggak tiap hari juga dong! (*Maunya sih tiap hari, kalau udah dapet gaji 1 milyar per bulan). Kalau emang makanan netral seperti tempe, ikan sungai, boleh lah makan setiap hari. Doyan-doyan aja. Mau makan ayam tiap hari juga bosen. Meskipun sekarang lagi doyan-doyan nya sama ayam sabana, tapi tetep nggak tiap hari juga kali makannya. Paling sering, seminggu dua kali.

Ikan laut, yang sering saya makan…cumi asin. Cumi asin dicampur ikan teri kacang. Bbeeuhh…enak bung. Tapi, nggak tiap hari juga. Palingan seminggu sekali. Kalau mie instant…. Karena anak kos, makan mie instant pun jadi agenda tersendiri. Terlebih di tanggal segini nih… *cek kalender., dengan terpaksa tapi tidak menyesal, saya mulai bersahabat dengan mie instant juga. Nggak tiap hari juga, karena anjuran para ahli makan mie instant itu minimal 3 hari sekali. Saya makan mie instant, seminggu paling mentok dua kali. Pernah, sehari makan mie instant dua kali. Dan rasanya pengin muntah, karena eneg.  Telor,,, hampir setiap hari, di kantor disediakan menu lunch dengan lauk telor. Jadi, bisa dibilang setiap hari saya makan telor! Hidup telor. Hidup kolesterol. *Eeh..

article-allergies

Jadi, balik lagi ke alergi. Memang belum tentu apa yang saya lakukan bisa diterapkan untuk semua orang. Tapi saya sendiri merasa, alergi itu bisa disembuhkan. Faktor utama yang bisa menyembuhkan adalah, karena keadaan. Yaaa the power of kepepet itu pasti ada lah. Hahaha. Kalau diruntut, alergi sudah tidak dirasakan lagi sejak jadi mahasiswa. Lha gimana, adanya itu. Dan temen-temen juga makannya itu. Dari makanan yang nggak dijamin kebersihannya, sampai makanan yang ekstra mahal. Mahal? Mahal untuk ukuran mahasiswa bro maksudnya. Mau makan pecel yang kena cipratan kelek nya si penjual (*red.mak yem), oke-oke aja. Ya harus oke, kalau keadaanya…makanan yang paling deket dan murah ya cuma itu di daerah kampus. Kalau nggak mau, ya wis..selamat kelaparan. Penyetan warung pinggir jalan, sambel full terasi juga hayuk.. Coba-cobi seafood mur-mer, sikattt. Semakin jelas keliatan, kalau saya doyan makan.

Yang penting dibawa fun aja. Kalau alergi, ya istirahat. Minum obat. Alergi nggak usah dipikir. Ntar juga ilang-ilang sendiri. Gak berasa bro. Dan semakin besar dan besar,,,akhirnya semua makanan bisa masuk dan diterima oleh tubuh (yang halal ya bro). Sesekali memang alergi kumat, tapi sembuh-sembuh sendiri. Sampai, terakhir kali kena alergi beberapa bulan lalu itu. Biduran.

So, kawan…alergi mau sembuh atau nggak itu tergantung kamu menyikapi keadaan. Kalau kamu tetep bersikukuh tidak menyentuh yang dilarang, ya selamanya kamu bakal alergi terus. Jadi, jangan manjakan tubuhmu sendiri. Mari hadapi alergi dengan senyuman. *percaya?

Advertisements

2 thoughts on “ALERGI

  1. ivana

    Betul banget brooo gw gak bisa makn ikan tongkol dijamin bibir gw langsung bengkak kaya di tonjok mike tyson,,,,, hhehehe. Tapi yg buat gw ngiler ibu gw punya satu masakan yg maknyuss banget yaitu kepala ikan tongkol plus cabe hijau gila rasanya nendang banget. Gw gak tahan pertama gw cuma nyubit dikit. Alhasil bibir gw kagak karuan bentuknya tapi gw terusin terusin seminngu kemudian gw makan ikan tongkol. Alerginya bablas

    Like

    Reply
    1. rewinnita Post author

      hahaha… bibir berasa seksi dan berat banget ya bray? tapi masa itu udah berlalu kan?

      persis! jadi inget masakan ibuk, penyetan ikan pindang sama lalap-sambel yang luaar biasaa mak nyus…. tapi habis makan itu, langsung bentol-bentol dimana-mana. haha..

      tapi tetep dilawan terus… jangan mau kalah sama alergi.

      Like

      Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s