ASSI : Informasi Tanpa Batas Melalui Satelit


Tiga hari kemarin di Puncak, saya bersama 6 teman PSN mengikuti training (Engineering Training Course) yang diadakan oleh ASSI (Asosiasi Satelit Indonesia). Tema training itu adalah : Sattelite Comunnication System. Semua materi dasar tentang satelit diajarkan disana. Diantaranya : arsitektur satelit, attitude control system & telemetry, tracking, command & ranging system, digital modulation & access method, satellite comunnication, IP sattelite system performance, link budget, transponder management, operation & maintanance, test-measurement, hingga satellite regulation.

Pikiran kami mulai terbuka, tentang apa dan bagaimana satelit itu bekerja. Ya, semacam dejavu juga karena sebagian besar dari dasar-dasar itu sudah diajarkan di kuliah ya. Terimakasih pak TB, pak Yudi, Bu WWW, & bu Prima, ilmu-ilmu telkom itu terpakai semua. Sedikit menyesal, karena dulu nggak totalitas kuliahnya (gara-gara Jay! *oups… temen yg pinternya berlebihan sekali di kelas). Semacam pengin buka buku catetan kuliah ajaa… (kayak dulu rajin nyatet aja.. *pinjem catetannya Jay aja deh! hihi). Linux nya juga kepake lagi ya. Haduu sesuatu.. GNU radio nya disini dipake nya di Linux, kamsia yes Pak Bejo.

Kembali lagi ke satelit. Pada intinya, satelit itu digunakan sebagai repeater yang diletakkan di luar angkasa (sekitar 36.000 dari permukaan bumi). Tugasnya adalah menerima dan memancarkan kembali sinyal dari stasiun bumi Pengirimnya ada di antena transmitter, dan penerima nya ada di antena receiver. (hihihi, anak kecil juga tau ya kalo ini..).

Gampangannya, kalo kita mau kirim surat ya.. satelit itu sebagai kantor pos nya untuk menerima dan menyalurkan surat. Antena transmitter adalah orang yang ngirim surat, dan antena receiver adalah orang yang nerima surat. Detailnya nggak segampang itu sih, apalagi setelah kemarin dijelasin saat training. :p

Antar satelit spacecraft harus saling berkomunikasi agar tidak terjadi interferensi. Kemudian, sinyal yang dikirim harus diatur bandwith dan power nya, agar tidak terjadi saturasi. Perangkatnya harus sesuai dengan standard availability yang dianjurkan. Satelit antar negara harus berkoordinasi saat akan meluncurkan satelit baru. Dan, semua itu harus dimaintanance juga agar sistem komunikasi bisa berjalan lancar. Sempat download video dari youtube mengenai cara kerja satelit. Mungkin bisa dilihat disini untuk jelasnya.

Ide satelit ini sudah ditemukan pada tahun 1945. Dan, negara kita menggunakan satelit di tahun 80 an. (CMIIW).  Dengan satelit ini, bagi orang-orang yang di pelosok nggak perlu takut lagi buat dapetin informasi. Gunung, sawah, lautan nggak bakal jadi penghalang dalam berkomunikasi. Ada banyak gebrakan ke depan yang harus dikembangkan mengenai penggunaan satelit ini. Gimana caranya biar semua orang bisa pake tanpa kendala biaya yang mahal, gimana bisa mengkoneksikan dengan teknologi selular di handphone yang biasa kita pakai, dan masih banyak yang lain.

Ada banyak lagi ya, detailnya. Nggak sanggup jelasin disini, :p. Bagi temen-temen yang sudah experd, ajarin saya dong. Karena ilmu saya masih sebiji jagung (no, anak cucunya biji jagung – kecil banget-), mari sama-sama belajar. Belajar satelit, seperti membuka wawasan saya tentang keajaiban dunia dan terbukanya sistem informasi yang tak kenal batas.

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s