Ramadhan Mubarak di Kota Orang


Nggak terasa, udah hari ke-12 puasa Ramadhan 1433H. Udah mau setengah bulan, brooo….

Saya mau sedikit cerita, tentang puasa di kos an. Puasa jauh dari rumah, tanpa sodara ya. Tapi alhamdulillah, masi ada si “autis”, si “bunda”, dan si ” zaki”, yang meramaikan puasa Ramadhan tahun ini.

Seharian kerja, nggak terasa udah sore. Sore-sore jam 4 – jam 5, saat-saat otak saya sudah mulai mengendor alias ngga bisa mikir. Kerja jadi nggak efektif deh. *Alesan! Sebut saja, saya lapar. Pulang ke kos an, nggak ada apa-apa. Mau makan, ke warung dulu. Belum dengan kemuakan-kemuakan menu di warung mbak yulzz… yg ituu – ituu baeee…. Kucing-kucing yang meraja lela. Tempat warung yang…. nggak mendukung untuk menambah napsu makan. Yang awalnya laper, jadi nggak napsu. Tapi,warung mbak yulzzz ada warung terbaik yang menyediakan makanan dengan harga muraahh sekalii. Saya biasanya cuma habis 4500/porsi. Di tempat lain, bisa sampe 10 – 15 ribu.

Lanjut ke malem, karena nggak bisa tidur… akhirnya baru bisa merem skitar jam 1 – 2 pagi. Trus jam 3.30 sudah diteriakin sama si bunda.Β Biasanya tiap pagi dibangunin ibu, sekarang dibangunin tangisan si zaki dan celoteh si bunda yang ehhmm…. gimana ya…. gitu deh. Hehe.

“ITAA… ITAAA…. SAHURRR…SAHURR… “, mata langsung melek begitu denger suara si bunda satu itu.

Bangun, dan bersiap menuju warung (lagi). Mau makan apa? Tergantung dari menu di warung. Tapi, kita menuju warung yang berbeda waktu saur. Sebut saja, warung bu jilbab. Masakannya lebih enak, dan harga nya lebih mahal. Tapi, demi menghindari kemuakan-kemuakan karena bosan, harga mahal sedikit nggak apa lah.

Kalau weekend, dunia terasa lebih indah. Karena, nggak harus bangun jam 8 pagi. Karena, bisa pulas tidur sampe jam berapapun. *asumsi, zaki dalam keadaan damai, alias nggak nangis! Sempat, weekend kemarin saya pulas sekali tidur sampe jam setengah 1 siang. Rasanya…. segerrr dehh… Bales dendam, karena kurang tidur di hari biasa.

Tapi, alhamdulillah.. Puasa Ramadhan tahun ini, ada si autis yang selalu meghibur dengan kebodohan-kebodohannya. Dia nggak bodo, cuma macak bodo. Bersyukurlah, karena jadinya nggak terlalu sepi. Kalau weekend, ada dua cowok yang sama sekali nggak cowok, si bebek dan dani yang slalu menemani.

Jauh dari rumah, memang sangat bebas. Saya bebas melakukan apa saja. Tapi saya juga rindu dengan keluarga. Teriakan-teriakan ibuk, sholat jamaan bareng bapak, berebut makanan sama nanda & mas pras. OMG. Sebebas-bebasnya burung, dia tetap akan pulang. Pulang ke rumah.

Karena ini, saya rindu sekali untuk puasa di rumah. Sahur di rumah. Buka puasa di rumah. Dibangunin sahur. Disiapin makanan buka puasa. Nggak perlu bingung dah, mau makan apa. Hehehe. Rumaahh… tunggu akuu….. 2 minggu lagi, ku pulang!

2 thoughts on “Ramadhan Mubarak di Kota Orang

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s