Bandung Dung Dung Dung


How fun…fun…fun….

Akhirnya melancong ke bandung rame-rame. Bersama personil tetap, Dani-reta-arbi dan saya sendiri. Ditambah satu kawan kuliah yang terdampar disana, Karin. Kita muter-muter Bandung selama dua hari.

Tujuan utama ke Bandung sih, sebenernya mau jadi supporter robot. Dimana dalam kompetisi robot tersebut, tim robot kampus kita,,, “PENS” selalu main. Meskipun slogannya, “PENS bersatu tak  bisa dikalahkan” , bukan berarti dalam pertandingan tersebut selalu menang lho. Hahaha. Nggak asik ah, nyeritain kekalahan tim kampus. (Alibi orang-orang yang kalah).

Disini, saya mau cerita perjalanan kita di Bandung. Karena pertandingan robot berlangsung di Sabuga – ITB, jadi touring pun tidak jauh dari kawasan kampus keren itu! Wahh..saya takjub ya, dengan ITB. (Pertama kali , bung!). Pertama, dari suasananya yang sejuk, banyak pohon. Kemudian, masjidnya yang besaar banget dan nyaman buat solat. Lantainya dingin. Nggak jauh beda deh dari Malang.

Makanan nya? Rancak ban acing. Enak, dan mahal. Lhooo.. nggak mahal yang gimanaa gitu ya. Standard lah. Cuma kalo tiap hari makan dengan menu dan harga segitu, lumayan lah… lumayan bikin menangis. Menu utama kita begitu sampai di bandung adalah nasi bakar. tepatnya, nasi bakar xxxx , berlokasi di belakang gedung sate. Yahut hut hut… total berlima, habis 80 ribu.

Siangnya, kita melarikan diri ke Pasar Baru. Ampunn deh… rame banget yaa.. kayak pasar turi. Recommend dari Karin, kalau mau beli baju/kaos/jeans mending ke pasar  baru ini aja. Lebih murah. Pedagang-pedagang di cihampelas aja (kata Karin) kulak nya di sini. Dan, ternyata memang murah. Si dani, berhasil dapet celana jeans (levis KW) seharga 70 ribu. Dan saya dapet kaos lengan panjang seharga 110 ribu. Dan reta, dapet jumpsuit seharga 130 ribu. Bête tuh, harusnya kaos itu bisa dapet harga 100 ribu. Pelit banget mbak nya! Heerr… tapi, nggak apa lah. Kita senang. Senang dan senang.

Malamnya, kita melancong ke daerah xxxx. Ada kafe yang cozy banget cuyy… namanya Tokyo Connection. Enak banget cingg…. Tempatnya. Menu-menu nya makanan jepang. Harganya? Sekitar 20 – 40 ribu an. Saya sendiri, pesan ramen vegetarian (seharian nggak makan sayur buk…), harganya 20 ribu. Mangkok nya gedeee banget. Isinya? Sama aja kayak ramen-ramen umumnya. Cuma mangkok nya aja yang menipu tuh.

Soal tata letak dan interior di kafe ini, disetting ala jepang  di masa lampau. Banyak foto-foto, lukisan yang berisi gambar ibu-ibu jepang berbalut kimono dengan kontras sephia. Wuuu… sketsa lampu yang dibuat remang-remang (kuning), ditambah slow music bikin makan semakin terasa ajibb… dan di samping kafe ini, ada toko gift. Banyak printilan-printilan lucu, dari tempat sampah, mug, tas ransel, baju,pensil, dan barang-barang unik lainnya dijual. kalo mau beli kado, disini juga bisa.

Setelah, saya dan reta menginap di kos an Karin di daerah Jalan Ramdhan. Deket PT.INTI. paginya, karena menunggu jemputan dari dani dan arbi yang super duper laaamaaa…. Akhirnya kita jalan-jalan pagi ke pasar TEGA LEGA. Sepintas , mirip pasar kaget di daerah Tugu Pahlawan. Hohoho. Si reta tertarik dengan celana kolor lucu yang dijual di salah satu dagangan disana, tapi nggak jadi gara-gara nggak boleh kasih harga 10 ribu – 2 kolor. Tapi akhirnya, kita berdua beli kaos seharga 25 ribu. Kata si abang nya sih sisa ekxpor,,tapi di lebel nya ditulis made in Indonesia. Naonnn euyy… tapi ya sudahlah, nggak masalah .

Sorenya, reta dan beberapa teman kantor melancong ke daerah dago. Setelah acara mereka selesai, kita jemput ke spot. Waooww… ada rumah makan, namanya LISUNG. Beuhh… memang, saya masuk Cuma sebentar, tapi nuansanya bukk… enak kali. ada di lereng bukit/gunung. Dan pengunjung disuguhi pemandangan kerlap kerlip malam kota Bandung. Dan, hawa nya yang dingin semakin menggigit tempat itu. Musik-musik yang diputar juga cozi banget! Cumann… ya harganya itu… ngikutan menggigit. Rata-rata sekitar 50 ribu. Saya sendiri, belum mencoba makanannya. Jadi belum bisa komentar soal rasa. Dan di daerah dago, memang banyak restoran-restoran yang menawarkan pemandangan kota bandung. Di sekitar lisung pun banyak rumah makan lain, yang saya rasa nggak kalah kerennya.  Next time, bole lah dicoba.

Pantesan banyak orang Jakarta kabur kemari tiap weekend. Bandung, nyaman gini. Haha. Boleh nih sisain anggaran tiap bulan buat melancong ke Bandung.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

3 thoughts on “Bandung Dung Dung Dung

  1. saretta

    bro Ita, saya ini suka sekali lo membaca tulisan kamu. saya juga suka komen. tapi kamu tidak membalas. sombong sekali kamu Ita, ckck, jangan ditiru ya teman-temin :p

    hoi. aaaku juga abis ini posting cerita Bandung. via tumblr bro. hikikikk. wait for it.
    anw bro, tag-mu ada yg ‘deh dari’. apa gerangan ya?
    gitu dulu aja. aku males nih komen banyak-banyak. apalagi kalo kudu benerin format tulisan kamu.
    :p

    Like

    Reply
    1. rewinnita Post author

      dear fans reta (wekekekek),
      makasi lhoo selalu baca blog saya. saya terharu sekali. itu, tag otomatis dari wordpress nya. langsung centang centing sajo, (males ganti-ganti). hahahaahahaha.

      Like

      Reply
      1. saretta

        selalu berharap lebih ke aku kan. hmm..
        ga usah terharu Ita, aku memang teman yang baik, ga usah ditinggikan lagi kastaku.

        baiklah. ini aku udah mimik obat sebah. saatnya kita haem es krim. haaaaemm :3

        Like

        Reply

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s