Ambil Sendiri! Maju sana! Ngomong sendiri!


Masih ingat, waktu kecil ibu selalu menyuruh saya untuk selalu berani ngomong. Kalau mau apa-apa, ngomong sendiri. Kalau mau apa-apa, langsung bilang ke orang nya. Kalau nanti dimarahi gimana? Kalau nanti nggak digubris gimana? Kalau nanti orangnya tersinggung gimana? Kalau nanti nggak dibolehin gimana? Itu yang ada di dalam pikiran saya waktu itu.

Ya ampun,, mak ku kejam banget yak. Mana berani , ngomong sama orang yang nggak dikenal? Masih kecil pula. Trus, setiap ada acara pasti disuruh maju ke depan. Entah itu sekedar nyanyi, atau ngomog. Hanya untuk ngomong. Helloowww…. Ibu macam apa iniii?? Cuma orang gila yang maju, dan ngomong sendiri di depan banyak orang. Nggak mungkin lah, malu dongg ahhh…

“Buk, pengin buah itu… “

“Ambil sendiri.”, said my mom. Hopeless… terhuyung-huyung.

resiko nya, kalau ambil sendiri malu. Kalau nggak ambil sendiri, nggak bisa makan buah. Nunggu diambilin aja deh. Dan, pada akhirnya saya nggak makan buah itu karena ngga ada yang ngambilin. Hiks hks hiks.

Mau ngambek? Oww..tidak bisa. Perjanjian dari rumah, kalau rewel cubit. Dan, nggak diajak pergi lagi. Hohoho.

—————————————————————————————————————–

“Ayo, maju ke depan. Nyanyi sana.”

“Nggak ah, malu.”

“Maju sana lho!”, emak mencoba memaksa.

“Kuingat ibuku dongengkan cerita… kisah tentang jaya nusantara lama… blaa..blaa”, akhirnya saya maju dan nyanyi pas acara HUT RI. huhhh Malunya menn….. pasti mereka ngomongin suaraku fals banget. Uhhh…. malluu pokoknya maluuu!Β 

——————————————————————————————————–

Tapi, setelah dipikir-pikir. Ada benernya juga ibu saya waktu itu. Seiring berjalannya waktu, saya nggak grogi lagi kalau disuruh maju ke depan. Entah itu sekedar baca puisi, atau nyanyi, atau jadi dirijen paduan suara, atau pentas di atas panggung. Rasanya lama-lama menyenangkan juga. Apalagi, kalau udah dapet tepuk tangan. Bangga gimana gituu….

“Ayo, kamu itu harus percaya diri. Biarin aja orang mau ngomong apa. Nggak semua orang, bisa kayak gitu kok. Bisanya cuma jelek-jelekin, tapi begitu disuruh maju ke depan nggak berani kan!”

Dan, soal ngomong sama orang. Bisa dibilang, udah nggak takut lagi. Sama siapapun. Selama kita bisa ngontrol omongan kita, bisa mengatur bahasa bicara, saya yakin nggak akan ada yang tersinggung. Meskipun toh, itu orang yang dikenal sekalipun. Sekarang, kalau lagi jalan sendirian, lebih sering dapet temen ngobrol baru. Wahaha…. menyenangkan lho.

Ibu bisa jadi, salah satu orang di belakang layar yang membuat saya jadi pribadi yang keras dan berani. Sekarang , tiap kali saya gagal ngomong ke orang dan maksud hati tidak tersampaikan dengan baik, saya pasti nyesel luar biasa. Apalagi kalau alasannya cuma karena -nggak berani-. Woww…. jangan sampai lah.

Saya yakin, setiap orang tua ingin anaknya jadi pribadi yang baik. Dan, saya yakin temen-temen disini juga pasti pernah mengalami hal yang sama. Awalnya, nggak paham kenapa harus begini..kenapa harus begitu… Taunya, kalo ga diturutin ntar dimarahi. Kalo nggak nurut, ntar dicubit. Owlala… Ternyata, setelah gede sekaran gini, baru paham maksud orang tua ternyata itu toh…. Kasepp..kaseepp…

Hahahaha…. gimana ya nanti, kalau saya sudah berkeluarga dan punya anak. Bagaimana saya harus mendidik anak-anak saya kelak?

 

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s