Akhirnya


akhirnya, semua berjalan seperti biasa.

tidak ada apa-apa.

walau tidak sebagaimana mestinya,

dan

walau tidak seperti yang ada di pikiran mereka.

pada akhirnya, kita tetap berjalan di masing-masing

aku dengan jalanku

dan

kamu dengan jalanmu

seperti di awal yang kita sebutkan, tidak akan ada jalan selain itu

pada akhirnya, mimpi demi mimpi itu teraih walau belum semua

tanpa siapa-siapa

bukan karena kamu juga,

seperti yang direncanakan di awal.

pada akhirnya, kebahagiaan itu muncul dari hati

bahagialah jika ingin bahagia

dan jangan salahkan sedih!

hanya jiwa bersih yang bisa mengontrol hati itu sendiri.

pada akhirnya, tidak ada sakit hati.

tidak karenamu, tidak karena apapun.

dan

pada akhirnya, apa yang tidak bermula

tidak akan pernah berakhir.

karena ketidak sanggupan melihat segalanya berakhir, maka keputusan tidak memulai apapun menjadi satu pilihan yang tepat.

wewangian dari sebotol parfum itu memang tidak bisa kucium lagi,

tapi tak ada yang lebih wangi dari aroma alam rerumputan dan bunga-bunga di taman.

kau yang semu dan kisah yang tertinggal disini,.

kusadari dari awal, dan sempat kusesali.

terimakasih, intermezzo.

berbahagialah karena hatimu yang bahagia.

kuberikan pelukan terhangat sebagai kawan yang seharusnya kulakukan dari awal.

Intermezzoku! Selamat tinggal!

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s