23 di 26


“Gimana rasanya punya umur 23 tak?”, tanya seorang teman.

Hemm…. sebelum pertanyaan itu muncul, saya biasa-biasa aja lho. Nggak mikir apa-apa blas. Sama sekali, santai.. *Leyeh-leyeh, guling-guling di kasur, mainan hape, browsing-browsing. Begitu pertanyaan itu muncul, -oups, saya sudah 23 ya?-. Mulai berhenti leyeh-leyeh. Berhenti guling-guling di kasur. Berhenti mainan hape. Berhenti browsing. Semacam, speechless.

Setelah itu, telpon bapak.

“Papi, besok aku ulang tahun lho.”, kata ku di awal telpon.

“Lho, kapan ta? besok tgl brp?”, tanya bapak.

“Lheeh…. tgl 26. ”

“Lhoh, sek ta.. sek sek… bapak lihat kalender dulu.”

Hening sesaat.

“Oh iyaa nduk…. besok kamu ultah ya,… orang nya nggak disini sih, jadinya lupa. Trus ada apa?”

——————————————————————————————————————————————-

Baiklah, memang sangat biasa-biasa aja kan. Kalimat paling menohok, “lha orang nya nggak disini sih, bapak jadi lupa.”.

Dan, saya masih belum menjawab pertanyaan itu.

“Gimana rasanya punya umur 23?”

Rasanya…. biasa aja sih. Yang pasti seneng, karena mendapat banyak ucapan. Berarti masih ada banyak teman yang ingat dengan ulang tahun ini. Dan surprise, karena tgl 24 maret , Bos saya si Ujha juga ulang tahun. Tgl 27 maret, temen kantor , mz danang juga ulang tahun. Semakin banyak para ariesers di sini. Hore!

23 di 26 kali ini, benar-benar ruarrr biasa. Karena saya jauh dari rumah. Nggak ada bubur merah, nggak ada cium dari bapak-ibuk. Itu yang terasa kurang. Tapi, yang lebih luar biasanya lagi adalah… 23 di 26 ini, saya mendapat teman-teman baru, lingkungan baru, dan suasana yang baru.

Sebenarnya dimanapun kita berada, nggak terlalu penting sih. Yang penting adalah, memaknai umur yang semakin habis ini! Oh no.

23 di 26 itu…

Tanda, bahwa umur semakin berkurang. Kalo nabi Muhammad, umurnya sampe 63. Berarti kalau disamakan dengan beliau, sisa umur saya tinggal 40 tahun. Amazing deh!

Yang pasti resolusi paling terlihat adalah, berat badan saya nggak di angka 57 lagi. Sudah di angka 53, 54 dan 55. (nggak penting kan…).

Resolusi yang paling membanggakan adalah, saya sudah lulus kuliah. (*bangga dong, susah ngerjain TA nya.)

Resolusi yang tidak terduga adalah, menjadi perantau di ibu kota plus njomblo.

Resolusi yang spesial adalah, saya mulai belajar berhijab.

Resolusi yang paling nggak pengin dijadikan resolusi adalah jauh dari keluarga.

Saya nggak tahu, apa yang akan terjadi di proses perjalanan menuju usia selanjutnya. Yang pasti, saya tidak mau TUA. Saya ingin belajar dewasa dan menjadi orang yang lebih bijaksana lagi.

Age is whatever you think it is. You are as old as you think you are.

Bukan soal tua, bukan soal bertambahnya flek hitam di wajah, bukan soal bertambahnya keriput di kulit, bukan soal deadline waktu menikah, Umur bukan soal itu. Umur adalah timer. Di setiap peringatan ulang tahun , di situlah kita diingatkan lagi apa saja yang sudah kita lakukan selama ini, dan apa saja yang akan menjadi target di usia selanjutnya.

Bismillah…

Untuk siapapun yang ulang tahun di hari ini, Selamat ulang tahun! Semoga timer ini menggugah kita untuk menjadi khalifah yang lebih baik lagi.

Amin.

26/03/2012

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s