Intermezo (bab 2)


intermezo itu benar-benar mengusik.

shhttt…….. diamlah sesaat. angin sepoy sedang membelai rambutnya.

tersibak,

ingin terbang tapi tak bisa. ingin tinggal, tapi tak ingin menetap.

pikirannya melayang…  muncul tanda tanya besar dalam hatinya.

 

untuk apa bangun, jika lagi-lagi jatuh?

seperti kehilangan jati diri. ia tak lagi tahu, untuk apa berdiri disini.

seandainya intermezo itu tidak pernah ada, mungkin dia…..

luka itu akan menjadi sakit, jika terlalu dinikmati.

luka itu bukan untuk dinikmati, tapi diobati.

 

kakinya masih berpijak di tempat yang sama.

maju atau mundur.

atau diam di tempat.

 

seorang kawan berbisik pelan,

sejauh apapun kau menghindar, waktu tidak pernah bisa berhenti berputar.

ingin terseret atau ambil kendali?

jangan menyalahkan takdir,

bukan cinta yang salah, tapi kamu yang belum tepat mengambil sikap.

 

kakinya, masih berpijak di tempat yang sama.

bukan perkara mudah mengambil pilihan.

di belakang itu, ada begitu banyak luka yang tidak perlu diingat.

di depan, tidak ada yang tahu.

 

“karena tidak tahu, maka harus cari tahu.”

dia melompat, dan terbang tepat di saat angin mengusir intermezo sepi.

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s