Intermezo


Tidak membenci. Tidak memiliki.

Tidak merasakan apapun, kecuali kehilangan itu sendiri. Tidak ada niat untuk memutar waktu kembali, karena memang tak ingin mengembalikan apapun.

Kisah itu pun tidak bisa disebut cerita. Sebut saja, intermezo belaka. Singkat dan tanpa jeda.

Kuyakinkah dalam hati, “Bagaimana pun itu hanya intermezo”.

Sakitnya juga tidak sedalam apa-apa.

—————————————————————————————————————————————————–

Lagi-lagi aku tak bisa menahan tawa.

Apa yang mau diharap dari sebuah intermezo? Tugasnya, memang hanya untuk sesaat, mencairkan suasana. Setelah cair, kembalilah pada semula.

Baiklah.

Intermezo memang selalu berkesan. Tersenyumlah.

Advertisements

Terimakasih sudah membaca.... ^_^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s